Bu Apoteker Di Nikahi Cinta Masa Kecilnya

Bu Apoteker Di Nikahi Cinta Masa Kecilnya
Menyusahkan


__ADS_3

Iyaa... seraya berkata,.kamu juga bukan versiku... sombong nya ya Allah.. batin meli


Rio hanya melirik dan menatap dengan tajam ke arah meli. ya begitulah meski baru kenal mereka sudah akrab, mungkin karena satu profesi dan satu tempat pekerjaan.


5 menit kemudian selesai lah mereka menggunakan baju alat pelindung, seperti ini



agar baju yang kita gunakan di luar tadi tidak membuat hal yang tidak diinginkan pada obat yang akan kita pasarkan dan itu semua sudah sesuai CPOB (cara pembuatan obat yang baik) dimana obat harus mempunyai mutu yang baik, kualitas yang baik, dan yang pasti aman di komsumsi oleh masyarakat. setelah berkeliling dari bagian pembuatan tablet, pencetakan tablet sampai pengujian2 tablet dan kemudian di kemas oleh karyawan industri kemudian di pasarkan dan pastinya sudah di tandatangani oleh pak Rio sebagai pemastian mutu, semua produk sebelum di pasarkan harus di tandangani oleh pak rio, jika tidak di tanda tangani maka obat tersebut akan di dikarantina atau tidak sesuai persyaratan CPOB sehingga di tunda dulu untuk pemasaran nya, nah salah satu nya yang di industri pembuatan sampai pengemasan dan salah satu contoh pakaian karyawan yang melakukan pekerjaan produksi.







selesai semua industri di lalui sampai penandatangan atas obat yang akan langsung di pasar kan ke PBF (pedagang besar farmasi, Rio dan meli pun keluar dan mengganti pakaian nya.


"ya allah, kaki ku sudah lama tidak di ajak jalan,sampe mau bengkak" ucap meli dengan wajah menahan sakit


Rio mendengar apa yang di katakan meli dan meliriknya seraya berkata


"alah baru juga segitu, manja sekali" ucap rio


" iss..kamu ini ya, gak ada manis-manisnya" ucap meli dengan sinis nya, jadi laki gak ada gentleman nya, gumanan kecil meli masih terdengar oleh rio


"kamu bilang apa, dengan mata tajam seakan mau keluar dari asal nya,," ucap Rio


"tidak..aku tidak bilang apa-apa, aku hanya bilang.. aku L A P A R, ya aku lagi lapar" ucap meli sambil senyum Pepsodent


"pandailah kamu mengelak" ucap Rio


seraya mendekati meli yang lagi berjongkok kemudian menggendong nya ala bridal style tanpa meminta izin ke empunya langsung menuju ruangan nya, kebetulan jalan yang mereka lalui tidak ada karyawan, karna karyawan keluar pas jam 5 sore di waktu pulang, sedang kan apoteker yang bertugas di ruangan nya sendiri mereka keluar pada waktu tugas itu pun jika harus berpergian ke tempat lain dan keluar pada jam 5 sore untuk pulang, berbeda dengan meli dan Rio mereka sering mengawasi tempat produksi jadi sudah hal wajar setiap hari keluar masuk pada waktu yang terjadwalkan.


meli yang merasa terangkat tubuh nya pun terkejut.. seraya berkata


"heyyy..apa yang kau lakukan, turunkan aku,malu lah di lihat orang, heeyy,, pak Rio yang terhormat" ucap meli


"diam lah,, kalau tidak, aku jatuh kan kau dari gendongan ku, dan jika kamu teriak,, maka aku Pastikan mereka akan keluar dan melihat mu seperti ini dan mungkin mereka akan menggodamu" ucap rio


ohh my God.. bener juga Rio bilang, sudah lah kaki ku pun sangat sakit, karna terlalu banyak berjalan, batin meli


Namun ternyata ada sepasang mata yang melihat dari tempat yang lain, siapa lagi kalau bukan Arga..ya dia sedang marah, ketika melihat wanita nya berada di gendongan orang lain, tapi mau gimana, dia bukan siapa-siapa, mau mengatakan cinta aja belum bisa karna ada hal yang belum diselesai kan.


setelah sampai, Rio pun menurun kan meli dengan hati-hati. "kau berat sekali" ucap Rio dengan nada datar sambil mengibaskan tangan nya yang merasa sakit bercampur kebas.


"iss iss.. kamu ini gak ikhlas sekali, kalau sudah berat..untuk apa kamu mengendong aku, tinggal kan saja aku sendiri, aku pun tau jalan kembali" ucap meli dengan kesalnya .


"lihat lah muka mu,,seperti buah tomat. haha .hahaah.haha.. kamu lucu sekali kalau lagi marah, hahahaha..sudah lah.. kamu mau pesan apa"..ucap rio


"wahh..senang sekali dalam membuliku, lihat saja kalau aku sudah mendapat kartu AS mu.. pesan kan aku nasi putih +cumi-cumi tumis dan teh melon+Aqua ya" ucap meli


"hmm..hmm... baik lah.. bentar lagi sampai,apa masih keram kaki mu" ucap Rio


"sudah mendingan,terimakasih sudah menggendongku..apa tangan mu masih sakit dan kebas" ucap meli


"Alhamdulillah sudah mendingan..Its okk" ucap Rio..

__ADS_1


makanan pun sudah diantar dan mereka pun makan bersama,, namun Arga masuk kekantor tiba-tiba dan melihat mereka lagi makan.


"makan bersama tapi gak ngajak bos nya" ucap Arga


meli pun terbatuk-batuk karna terkejut dengan suara Arga,, begitu pun Rio, hanya hal karna Rio sudah paham akan bos nya ini karena menyukai meli, jadi sudah pasti di tuju ke meli.


sambil meminum air, dan membuat jeda untuk diam seraya mengatakan


"kenapa harus di ajak, bukankah bos nya tadi bersama kekasih nya .oh bukan tunangan nya ya, lupa. seharus nya sudah makan,kenapa pertanyaan nya jadi seakan kami yang bersalah" ucap meli dengan sinisnya


Arga pun mengatakan ehhm..ehmmm.. dan Rio pun keluar tak lupa berpamit kepada Arga, beginilah lah kalau bos nya sudah jatuh cinta... gumanan hati Rio..


"heyyy... kok keluar pula kamu,, riooo.. " ucap meli sambil menarik tangan nya Rio, seraya berbisik


"kenapa kau meninggalkan ku, ketika ada kedatangan singa disini,, Rio,," ucap meli dengan memelas ke rio"


"lepaskan aku meli, kau hadapi lah singa itu, dengan seperti ini kau juga seakan memasukkanku ke lubang singa, sudahlah aku pergi dulu" ucap Rio


"apa yang kau katakan kepada Rio" ucap Arga dengan nada datar nya


kau seperti singa. batin meli..


"tidak pak, kami ada satu hal yang belum kami selesaikan" ucap meli.


"duduk lah .. aku ingin berbicara padamu"


meli pun duduk, di tempat yang di perintahkan oleh Arga


"iya pak Arga",,ucap meli, dengan tangan yang bergetar, apa yang ingin di lakukan dalam ruangan ini, pikiran meli yang negatif membuat nya bergetar sehingga membuat nya menunduk


"mas. mas Arga. tidak ada orang lain disini hanya kita berdua" ucap meli dengan kepala yang menunduk


bagaimana bisa ku melihat matamu, jantung aku pasti bakal meledak. oh tuhan,,. batin meli


namun tetap di lihat matanya, melihat wajah tampan Arga dengan jarak dekat.. dan benar, jantung nya hampir mau meledak..nafas nya pun tak beraturan lagi


" iiii yaa mas Arga,ada apa" ucap meli


"apa yang terjadi padamu, katakan lah, apa kamu tidak bisa lihat aku sebentar saja meli,kenapa kau menjauh dariku,, aku menelpon mu tak pernah kau angkat setelah kita membeli perhiasan itu" ucap Arga dengan nada keputus asaannya"


ya Allah kenapa dengan anak ini, semenjak kejadian itu aku berusaha melupakan nya, bahkan panggilan nya pun tak pernah aku angkat, dan apa yang aku lihat,, kenapa dia sedih sekali, ya Allah .saya tidak mengerti dengan lelaki di hadapan ku.. batin meli


"aku tidak menjauh darimu, dan aku tidak ada masalah dengan mu, its ok!! kita sekarang hanya bos dan karyawan saja selebih nya tidak ada lagi, sudah lah mas Arga lepaskan tangan ku" ucap meli


berusaha untuk melepaskan kan diri,, karna tangan meli dua-dua nya di pegang oleh Arga, dan berbicara dengan berhadapan bahkan sangat dekat jaraknya


Arga pun, tak melepaskan meli begitu saja, ketika meli sedang mau keluar, di tarik nya meli kedalam pelukan Arga, dan mencium bibirnya, bahkan menyesap nya sangat lama, semakin rindu nya dengan wanita yang di pelukan nya, dan 28 tahun lebih tak berjumpa, cinta yang tak pernah hilang, ketika berjumpa rasa cinta nya pun tak pernah hilang, bahkan semakin menambah rasa cinta, sakin cinta nya dia sangat kesal ketika miliknya di sentuh orang lain, sehingga membuat adrenalin Arga semakin kuat mengalah kan akal sehat dan hatinya untuk mencium nya dan memeluknya sangat erat, membuat meli terkejut ketika Arga melakukan itu kepadanya, dan membuat nya susah bernafas untuk mengimbangi dan ini merupakan yang pertama kali nya bagi meli, dan ciuman pertama nya sudah di ambil oleh Arga.


"mas..mas Arga.. seraya mendorong Arga dengan nafas yang ngos-ngosan nya. kau benar- benar ingin membunuh ku" ucap meli dan nafas yang tak beraturan.


"mana mungkin aku membunuh mu, kamu yang bodoh karna tidak bisa mengimbanginya" ucap Arga


"apa yang kau lakukan mas,,kau benar-benar sudah gila, berani sekali mencium ku, kau buat aku seperti wanita malam saja, kau sudah bertunangan tapi kau..." ucap meli yang merasa sakit hati dengan Arga lakukan sampai dia menangis tersedu-sedu


Arga pun terkejut dengan sikap meli, ternyata dia memikirkan aku akan menerima tunangan yang di buat oleh Lisa, hingga Arga memberanikan kan lagi untuk memeluk meli.


"lepaskan aku,, kenapa kau selalu ada di hadapan ku, kenapa takdir ku sepahit ni, aku mencintai mu, tapi kamu.. dan kamu melakukan aku seperti ini, kau ingin membuat aku seperti apa.. kalau tak menyukai pergilah tak perlu kau buat aku merasa, kau mencintaiku yang padahal aku hanyalah pelampiasan mu,aku lelah dengan hati ku yang tidak bisa di ajak kompromi sedikit pun, pergilah.. tinggal kan aku sendiri' ucap meli sambil memukul Arg


Arga hanya tersenyum, entah lah, meli menangis dia malah tersenyum bahkan ingin tertawa akan kebahagiaan nya itu,bahkan memeluk nya lagi, Dan mencium wajah meli bertubi-tubi


"kenapa tertawa pula dan mencium ku seperti itu, aku bukan anak kecil lah, kau benar-benar sudah gila,lepas kan lah" ucap meli

__ADS_1


"tidak akan, meli aku tertawa karna bahagia, aku tak menduga bahwa kau memiki perasaan untuk ku, bahkan sangat besar, dan kau tau, aku juga mencintaimu sudah lama, terakhir kita berjumpa di rumah pondok itu dan setelah itu aku tidak bisa melepaskan mu, dan aku selalu berdoa agar aku menjadi jodoh ku, bahkan hal yang ku takut kan jika ku berjumpa mu,kau sudah menikah dan memiliki anak dengan lelaki lain, tapi tuhan sangat baik untuk ku, bahkan dia menjaga mu sangat baik,, bahkan janji kita untuk masa depan tanpa sadar kita lelah mengikrarkan,kau menjadi apoteker yang hebat dan aku,, sungguh..!!" ucap Arga


seraya mendekati telinga meli dan berbisik I Love you" ucap Arga lagi


meli pun ketika mendengar semua, bahkan kata cinta yang di bisikkan membuat tubuh nya bergetar bahkan jantung berdetak sangat kencang dan air mata nya pun sangat deras menghujami pipi nya.. dan membalas nya


" I LOVE YOU TOO.." ucap meli sambil memeluk mas Arga nya ...


Arga pun memeluk nya, namun karna meli terlalu erat bahkan tubuh vital meli membuat jantung arga tidak karuan, bahkan membangunkan adik nya Arga karna meli, sudah lah,, lepas kan, kau membangunkan dia.." ucap Arga


"siapa yang bangun, dengan polosnya dan mengikuti mata nya Arga, ohh tuhan, maaf kan aku mas,aku tidak sengaja" ucap meli seraya menghindari Arga, karna meli pun sangat takut terjadi hal-hal yang terduga lainnya


"jadi gimana itu mas" ucap meli dengan rasa yang khawatir


" kau menyusahkan ku saja, untung imam mu,masih punya iman . sudah lah keluar dulu, mas mau masuk kamar mandi,mana kamar mandi disini..mas lupa" ucap Arga


"disana mas, pergilah seraya menunjuk ke arah tempat toilet"


dan Arga langsung berlari, karna dia tidak tahan, dan memasukkan dirinya ke toilet, dan mengeksplotasikan tembakan tanpa arah itu


meli pun keluar dan duduk di samping pintu, dan dia memikirkan hal tadi,, mas Arga lucu sekali..hahaha.. gumanan meli..


"sapa yang lucu".. ucap Rio entah darimana..


"ohh tuhan,, sejak kapan rubah ini disini" gumaman meli, memang tak terkondisikan


"siapa yang kau maksud rubah, banyak lah panggilan orang yang kau sebut itu,, mana Arga" ucap Rio


"singa itu ada didalam,,di kamar mandi" ucap meli


"dan siapa yang kau sebut singa, meli" ucap Arga yang terkejut dia diberi nama singa bahkan pulang nanti, dia punya niat akan mengotak-atik hp nya meli"


"oh my God, aku lupa, masih ada dia disini, batin meli,..


"tidak mas Arga, aku berkata tentang kebun binatang bahwa....emm aku ingin melihat singa kepada Rio..iya kan pak Rio terhormat" ucap meli Sambil melototkan mata nya kearah rio


habis lah meli, kau lah yang akan di makan singa,hahaha batin Rio


"tidak Arga, dia di belakang mu selalu mengumpat mu bahkan dia memanggil mu dengan sebutan singa, saya pamit pak Rio,karna ternyata ada yang panas dari pada api." ucap Rio dengan nada datar kemudian langsung pergi, dan sedikit melirik ke arah meli, benar meli sangat marah pada nya, seperti nya Rio ada hal kesenangan yang baru, salah satunya menggoda meli


"maaf mas Arga, saya hanya khilaf, jangan marahi aku mas seraya memegang tangan nya dan memelas diri" ucap meli


Arga bener tidak bisa menahan tawa nya melihat meli seperti itu,ternyata Rio bisa di andal kan, entah mengapa aku lebih menyukai meli yang seperti ini.


"hmmm.. dengan wajah datar nya..nanti pulang ku antar!" ucap Arga dan langsung pergi meningga lkan meli


'mas arga.. mas... " panggil meli


tidak ada sahutan dari meli,.


"ya ampun dia bener-bener marah, kalau dia marah habis lahh" gumanan meli.


_____________________________________


alhamdulillah, akhirnya tambah lagi episode nya..semoga ceritanya tidak membosankan..


terimakasih sahabat cinta tak terduga..


salam sehat untuk kita semuanya


jangan lupa like dan koment ya teman-teman

__ADS_1


__ADS_2