
waktu sudah menunjukkan pukul 5, Bi Inah sudah membangun kan meli dan Dila, dan yang membuat pusing adalah mereka berdua tidur dalam pelukan biasa tidak pernah ada kejadian seperti ini, membuat penasaran dan ingin membangun kan mereka berdua.
"sayang, bangun sudah pagi,shalat subuh bersama yuk, keluarga sudah nungguin...ucap bi Inah sambil mengusap kepala meli dan Dila
"hoaammm... Bi Inah jam berapa sekarang, meli masih ngantuk..ucap meli tak membuka mata
"hoaammm, iya bi Inah Dila juga..celetuk Dila yang juga masih mengantuk..
"yakin kalian gak mau bangun, hari ini kan hari kamu meli,jangan sampai kamu nikah dalam bentuk seperti ini,ya ampun bi Inah tak habis pikir ada pengantin wanita menikah menggunakan baju tidur terus belum mandi lagi...ucap bi Inah meledek
meli yang merasa tersadar akan perkataan bi Inah dia pun terkejut,dan membenarkan perkataan bi Inah,membuat nya bangun dari tempat tidur untuk mengambil wudhu setelah itu dia akan melanjutkan mandi karna MUA terbaik akan datang pada waktu yang sudah di tetapkan karna nikah nya di waktu yang sama. Dila yang melihat meli karna bangun tergesa-gesa, dia ikut bangun dan tertawa bersama dengan Bi inah.
"sudah .kamu juga kan mau menikah, sebaik nya kalau dah tau mau menikah jangan lama-lama lagi bangun nya, apalagi udah ada suami... ucap bi Inah
"hahaha... baik Bi Inah...insyaallah akan di terapkan .. dan bi Inah juga akan menyusul nya ucap Dila mengangkat tangan layak nya hormat kepada bi Inah.
"mana ada yang mau sama bi Inah sudah setua ini, ya udah cepeten ambil wudhu, mereka pasti nungguin kalian...ucap bi Inah
Dila pun mengikuti meli yang sudah ambil wudhu, setelah itu mengambil mukenah mereka berdua bersiap untuk shalat berjamaah di ruang tamu bersama keluarga besar setelah 15 menit kemudian selesai shalat subuh,dan doa serta salaman keluarga besar, kemudian meli dan Dila masuk ke kamar untuk mandi begitu pun Dila dia pergi ke kamar bi Inah, ternyata kamar bi Inah sama di perlakukan layak nya keluarga tak seperti Dila pikirkan, ternyata keluarga Dila sebaik ini memperlakukan bi Inah.
setelah meli mandi tiba handphone nya berdering dan tanpa sadar mengangkat nya.
"assalamualaikum, iya mas, ucap meli
__ADS_1
"waalaikumussalam, hy sayang, udah shalat belum ..ucap Arga
"sudah mas,,mandi pun udah,ini lagi menunggu MUA.. bagaimana mas ucap meli yang sebenar nya dia lagi memakai baju dan celana shot agar nanti pas berganti pakaian adat dia tak harus repot masuk ke kamar mandi.
"sudah dong ..mas juga sudah mandi..cuman yang lagi masalah..mas masih berdebar jantungnya lah..ucap Arga
"mas kenapa.. mas jantungan, ya allah..mas tampan- tampan ada sakit jantung bagaimana dengan aku jangan buat aku janda dong mas..ucap meli khawatir
"hey...kenapa doain mas sakit jantung,. sengaja doain mas gitu biar meli bisa nikah sama dokter sok cool itu, ucap Arga dengan nada malas
"terus kenapa jantung nya.. maka nya ngomong yang jelas .terus kenapa bawaan dokter Ali .mas ni suka gitu deh, cemburu tak berhaluan gitu. dokter Ali biasa ajalah sama meli mas..ucap meli dengan keyakinan nya
"mungkin menurut meli dia biasa aja, tapi mas ini laki laki meli, mas tau gimana cara mereka menyukai seseorang sudah menatap ..sudah lah gak ada manis manisnya..ucap Arga dengan kesalnya
"hahahaha, kau ya meli..lihat saja nanti..
aku lebih baik kuliah ambil S3 saja dari pada menghafal ini, percayalah kegugupan ku melebihi sidang tesis . ucap Arga dengan serius nya
"berarti cinta mas ke meli cuman sampai segitu, masak sedikit lagi untuk menikahi meli saja masih seperti ini, gimana mas ini,bukan kah nanti jadi imam dan bentar lagi akan jadi gelar ayah, semangat dong mas,, S3 itu butuh bertahun tahun dan kamu hanya menikahi ku dalam waktu 5 menit..ucap meli
"hmm.. baik lah .mas akan belajar lagi .doain mas ya.. ucap Arga dengan tulus nya
"baiklah calon suami ku, semoga Allah menyertai kita, ya sudah meli mau makan dulu bentar lagi MUA akan datang, mas juga jangan lupa makan.ucap meli
__ADS_1
"siap my pretty and Will become wife, dandan yang cantik terus jangan lupa datang ke undangan terus duduk nya disamping aku..ucap Arga
"hahah,,, baiklah,,insyaallah aku akan datang sebagai tamu undangan spesial di hatimu, assalamualaikum ..ucap meli
sesudah menutup telpon meli pun makan di dalam di dampingi Dila dan bi Inah didalam kamar karna hanya mereka yang sangat dekat dengan meli,sedangkan papa dan mama dengan keluarga besar. setelah beberapa menit makan, akhirnya waktu menunjukkan jam 6 pagi, MUA pun datang dan merias meli secantik mungkin, dan bi Inah serta meli keluar untuk mengganti baju yang sudah di persiapkan oleh mama meli.
***
seorang wanita sedang menangis sekuat kuat nya di kamar membanting semua diatas meja rias yang menggambarkan bahwa hatinya sedang luka, pikiran sedang tidak jernih terkadang iya tertawa dan menangis, dengan rambut yang berantakan,mata sembab,baju tidur yang di gunakan pun sudah tak berbentuk, minuman keras berterbangan kemana-mana di lantai, dia adalah lisa selama ini dia berusaha tenang melakukan pekerjaan nya semaksimal mungkin, dan terus-terus meneror meli namun itu tak membuat meli jera,sehingga membuat nya geram dan sekarang acara tv sedang menayang kan pernikahan anak dari pengusaha pabrik farmasi terbesar dengan seorang apoteker dan yang tak lain anak dari seorang anak pengusaha periklanan dan butik di kota Medan. membuat nya sangat hancur melihat berita di tv, bahkan ia sendiri di campakkan oleh ayah nya sendiri karna lisa tak bisa membuat nya bahagia dan harapan nya pupus untuk menjadi besanan pengusaha besar farmasi, sehingga iya beberapa kali ayah nya memukulnya bahkan di Sandra tak diberi makan,namun Lisa sangat menyayangi ayah nya dia hanya menyalahkan meli penyebab dari masalah ini. terlebih lagi selama ini pernah menderita gangguan jiwa diakibat kan depresi berat dan sekarang ia mengalami kembali gangguan jiwa. pembantu yang bekerja di rumah nya pun merasa kasihan dan membantunya.
"nyonya, Ayuk kita istirahat dulu,nyonya semalaman tidak istirahat..ucap pembantu Lisa dan membawanya ketempat tidur
meli hanya tertawa dan menangis dan terus memaki maki meli, bahwa iya akan membunuh nya dengan cara apapun. dia tak rela hidup nya seperti ini di buang oleh ayah nya sendiri.
"nyonya minum obat dulu ya nyonya agar nyonya sembuh.. ucap pembantu Lisa seraya meminum kan nya
Tak butuh lama,Lisa pun tertidur dengan obat penenang itu.
****
Alhamdulillah udah bab 22, beri like dan komentar mu, agar author bersemangat dalam menulis cerita nya.. semoga kalian tertarik.
dan yang pasti teman teman Maulida, semoga sehat selalu !!
__ADS_1