Bualan Semata

Bualan Semata
Draft


__ADS_3

sorot matanya yg tajam dan memukau sedikit


mengingatkan ku pada sosok yg sudah


lama tidak ku jumpai .


Sambil mengamati pria yg ada di depanku


...dengan badan tinggi tegap,rambut hitam yg di giring kebelakang dengan kuncir membuat penampilanya nya menjadi sangat kharismatik....


...sangat rupawan bahkan siapapun yg melihat pasti akan terpesona pada pandangan pertama tp tidak dengan diriku ....


Whay........


"Nia apakah sepulang kerja km ada waktu ,,,? Suaranya baritonya seolah membuyarkan lamunan seorang Nia.


"maaf pak... Saya sudah ada janji akan pulang cepat "ucap Nia singkat .


"ok" Hanya itu suara yg iya keluarkan kemudian berlalu memasuki sebuah ruangan .


Nia kembali melangkahkan kakinya ke meja kabinet, dimana masih banyak tumpukan pekerjaan yg blm di selesaikan.


"harus menyelesaikannya sebelum jam kantor selesai atau aku akan tambahkan waktu satu jam kedepan agar pekerjaanku beres " nia bermonolog.


Saking sibuknya sampai aku lupa waktu kalau jam sudah menujukan pukul lima sore artinya sudah jam pulang .


sementara masih ada dua berkas yg blm di selesaikannya.


tengok kanan kiri semua sudah beberes merapikan meja kerjanya masing -masing .


hanya satu orang di pojok ruangngan sepertinya masih dengan monitor yg menyala artinya ,Anti masih blm menyelesaikan pekerjaanya.


Nia terus fokus dengan keboard berkutat dengan huruf -huruf dan mata tertuju pada monitor komputernya , sampai suara itu mengagetkannya.


" Nia punya cemilan nggk ,,,? Suara anti mengagetkanku .


" km mau lembur apa mau ngemil ...? jawabku tanpa menoleh.


Kebiasaan anti memang nggk bisa lepas dari cemilan saat kerja.


entah bagimana pencernaanya mulutnya nggak pernah berhenti ngunyah tp tetep saja badanya cungkring .


Setelah berkutat dengan dua berkas sisaan selama empat puluh lima menit ahirnya selesai juga .


layar monitor telah di matikan ,merapikan meja sebelum pulang adalah rutinitas Nia sebelum meningggalkanya .


ia melangkahkan cepat kakinya menuju parkiran motor.

__ADS_1


tak berapa lama Nia sudah sampai karena jarak yg di tempuh tidak begitu jauh .


kumandang azan sayup -sayup sudah terdengar mengiringi perjalan Nia kembali ke sebuah rumah mungil nya .


Seperti biasa kl sudah di rumah segala macam pekerjaan rumah sudah menumpuk cucian menggunung piring kptor bertumpuk Lantai berserakan mainan.


Nia tetap sabar mengerjakan satu per satu pekerjaan rumah dengan sisa- sisa tenaganya .


semua beres terselesaikan sambil menunggu mesin cuci menyelesaikan pekerjaanya.


Nia buka kulkas tempat penyimpanan makanan .


dengan bahan yg masih tersisa Nia coba keluarkan untuk masak sesuatu .


sepertinya hanya bisa masak nasi goreng dengan sebutir telur saja yg masih tersisa dengan beberapa helai sayur sawi yg sudah mulai layu .


Nia tetap bersyukur dengan keadaan ini walau kadang merasa ini melelahkan tapi mau bagaimana lg Nia harus tetap bertahan demi putra putrinya.


harus tetap sekolah agar kehidupan mendatang lebih baik ,Nia tidak pernah merasakan lelah bahkan tak pernah merasa sakit hati sekalipun sering dapat hinaan dan cemoohan orang -orang di sekitar.


"Aku adalah kania "


Kania larasati gadis desa beiris coklat dan kulit sawo matang kata orang sangat terlihat manis .terperangkap di ibu kota dengan seorang pemuda tampan.


Pertemuan kilat yang tidak di sengaja membawa ke sebuah pernikahan.


...Di ajaklah ke rumahnya berpikir biasa aja seperti kunjungan biasa ke tempat teman ,tp ternyata salah besar, orang tuanya masih menganut adat leluhur....


...seorang putra membawa gadis kerumahnya di kenalkan secara resmi itu artinya sudah serius sudah menuju ke jenjeng pernikahan ....


..."ya tuhan" saat itu nia sangat kaget dan tidak tau harus berbuat apa mau menolak , keluarga semua semua sudah mengetahui kedatangannya....


...bahkan sodara yg jauh pun sudah di kabari ,Nia tidak bisa berpikir lg .satu satunya jln untuk menunda atau menghindarinya harus keluar dari rumah itu secara baik ....


...Alih -alih meneguhkan hati untuk minta ijin ke ibu nya kalau ingin melanjutkan kursus guna bekal nanti saat sudah menikah ....


...Ahirnya setelah perbincangan cukup panjang beliau mengijinkan dan Nia pun di ijinkan untuk kost di tempat terdekat dengan tempat kursus komputer....


...Setelah minggu berlalu bergati dengan bulan ahirnya Andika menemuinya kembali dengan keinginan menjadikan Nia istri ....


...sbenarnya nia merasa perlu pertimbangan lebih karena saya melihat ibunya kurang menyetujui kedekatannya dengan Anak sulungnya....


...maklum kita bukan sesuku secara mereka masih sangat memegang teguh adat istiadat ....


...terlebih ia tidak segan menceritakan kekurangan dari andika yg notabene anaknya sendiri ,mungkin bertujuan agar Nia tak menyukainya dan memilih mundur ....


...melihat tekad yg andika tunjukan , Nia luluh dan berpikir kalaupun sekarang ibunya tidak suka toh Andika sangat mencintainya....

__ADS_1


...mungkin ,,ah kenapa harus ada kata mungkin ya secara yg akan nikahinya adalah pria yg pendiam sekalipun berbicara hanya hal yang menurutnya penting saja bahkan tekesan sangat cuek ....


...berbanding terbalik dengan Nia yg sangat bawel dan terbuka ....


Sebelum menikah pun sudah terlihat jelas perbedaan antara Nia dan andika .


Setela menikah terungkpalah satu demi satu kebobrokan hidupnya.


mau tidak mau Nia harus terima masa lalunya yg mungkin saja suatu hari bisa jadi duri kembali .


Setahun perjalanan menikah berjalan biasa saja.


Nia hanya menjadi ibu rumah tangga tidak punya penghasilan dan nganggur.


sesekali berkunjung ke orang tua suami walaupun mungkin mereka blm menerima Nia sepenuhnya .


berharap dengan kehadiran calon buah hati kami mungkin nanti akan luluh sendiri dan mau menerimanya dengan baik.


mas Andika kerja di bidang transport hingga tidak tiap hari selalu pulang kerja paling seminggu sekali pulang awalnya berjalan baik " saja .


Nia pun terima dengan keadaan ini bagaimanapun sudah pilihan .


Mas andika tidak pernah bercerita layaknya suami istri lainya pada umumnya tidak pernah berbagi cerita keseharianya .


Nia biasa saja tidak pernah ambil pusing toh tiap hari masih di cukupi kebutuhan sehari " nya .


Suatu hari Nia mengungkapakan keinginanya untuk bekerja karena merasa jenuh berada di rumah terus.


Tapi dengan congkaknya Andika tidak mengijinkan, iya bersuara semua kebutuhan istri dan anak nya adalah tanggung jawabnya.


"perempuan tidak perlu bekerja"


Sejak itu Nia tak lagi mengungkapakan keinginnanya .


".ternyata orang tidak banyak bicara sekalinya bicara bikin sakit kuping dan hati "


Huff.....


"aku harus kuat , aku harus bertahan" kalimat penyemangat untuk dirinya sendiri di ucapakan nia sendiri .


Rumah tangga Nia tidak seperti rumah tangga orang pada umumnya .


tak pernh ada canda tawa dan juga berbagi cerita antara suami dan istri.


kadang Nia sedikit memcing suaminya untuk bercerita dengan iya bercerita tentang kegiatanya yg membosankan,tapi bukan rangkulan yg Nia dapatkan melainkan kata -kata memojokan .


" seperti inikah ...."ucap nia dalam hati tak kala iya ingin bercerita belum selesai namun sudah di potong dengan kalimat tak enak di dengar .

__ADS_1


"huff......


__ADS_2