
" mas"gak gagal deh jalan -jalanya suara nia memecah kesunyian.
" kalau mau nggk apa -apa dee, kita jalan sekarang yuuk ." ajak Andika sambil mengamit tangn Nia.
Nia langasung berdiri menuju kamar mengambil tas selempang kecil nya.
Sementara andik tengah memanasi meain motornya. Kali ini mereka memakai motor matic Nia rasanya sudah tidak nyaman bagi perut Nia kalau menaiki motor sport sang suami.
di setengah perjalanan Nia memutuskan untuk mampir ke dokter kandungan untuk memeriksakan kandungannya..
Sesampainya di klinik segera menuju bagian pendaftaran , menyodorkan kartu periksa yg sudah Nia dapatkan awal pemeriksaan bulan lalu.
Sebenarnya waktu pemerikasaan dua hari lagi jadwalnya.
Nia percepat mumpung pak suami sedang di rumah dan kebetulan Dokter kandungan juga ada jadwal praktek hari ini .
Tak berapa lama kami menunggu giliran, nama Nia sudah di panggil lewat mikrofoon.
" Ny. Kania lestari , suara sang ausater di belakang mikrofon.
Nia berdiri melangkah ke ruang dokter di iringi sang suami di belakangnya .
Di dalam ruang tiga kali empat meter serba putih ini lah .
Seorang dokter yg masih sangat muda cocoknya si jadi aktor film soalnya sangat tampan .
" selamat malam Dok ... suara suster membuyarkan lamunan Nia yg sedang terpana melihat kegantengan snag Dokter muda .
"Malam, suranya rqmah setelah beberapa pertanyaan aoal kehamilan sang Dokter kemudain menyuruh nia untuk berbaring di bed pmeriksaan .
"tolong di bantu ya sus!" perintahnya dengan ramah .
Rasa gugup dan cemas Nia tak bisa di sembunyikan lagi hingga sang dokter melihat expresi nia yg snagat tegang .
" Di bikin relax ya buu jangan tegang gitu kan cuma periksa , ucapan sang dokter sedikit memberi ruang oksigen di kepala Nia .
transducer mulai bergerak ke kanan,ke kiri bahkan kadang di gerakan memutar oleh dokter yg memeriksa .
" apakah anak saya sehat dok ?" suara mas andika menyela di tengah konsentrasi sag Dokter .
" sehat pak "jawab dokter tanpa mengalihkan pandangan ke monitor , kemudian dokter menaruh transducer di atas nakas menyudahi pemeriksaan lewat USG .
belum menanyakan jenis kelamin si janin menurut sang Dokter janin bisa di lihat jenis kelaminya setelah usianya empat bulan atau lebih.
Nia dan suami keluar dari ruang Dokter dengan sebuah resep vitamin untuk di tebus di apotik terlebih dahulu .
Setelah vitamin mereka tebus segera menuju parkiran untuk pulang .
Tanpa di duga pundak Nia tersenggol hampir saja iya terhuyung ke samping beruntung sang suami masih di smapingnya.
seorang perempuan , cantik rambut hitam lurus sebahu sekilas menatap Nia setelah itu si perempuan berlalu begitu saja tanpa ada permintaan maaf .
__ADS_1
"huh ...dasar gadis kagak ada ahlak " nia berdecih kesal .
Nia adalah wanita yg sangat mandiri penyayang dan sangat baik hati tapi tidak untuk kalii ini dan seterusnya jika iya di usik terlebih dulu .
Ahirnya Nia meminta pulang karena hari sudah keinginan menikmati lunpiya semarang di gantikan dengan martabak telor.
Perasaan kesal dengan sang perempuan yg menyenggolnya tadi masih memenuhi rongga dadanya .
" awas aja , ketemu lagi aku cakar mukanya "gerutu nia yg masih saja kesal .
Tapi kenapa nia merasa sangat kesal begitu.
"Dee, kenpa sii masih kesal mulu ? Suara Andika sambil merengkuh Nia dari belakang punggung nia .
malam sudah larut nia dan sang suami pun memutuskan untuk istirahat agar esok hari lebih fress .
Tak berapa lama dengkuran halus Andika sudah mulai terdengar membuat Nia semakin tak bisa memejamkan matanya.
" Laki - laki mah begitu kalo kenyang gampang banget tidurnya." gumam Nia sendiri.
Walaupun tak bisa tidur Nia tak pernah protes pada sang suami atas bunyi dengkuranya itu bahkan sang suami tak pernh menyadari hal itu .
Tak terasa hari sudah pagi Nia kembali ke aktifitasnya membuat sarapan untuk sang suami dan segelas susu hangat untuk dirinnya sendiri .
Setelah snag auami berangkat kerja ,nia pun bersiap hendak pergi ke rumah sahabatnya .
motor metic di laju pelan menuju rumah mbak Laila memakan wkatu kurang lebih lima belas menit.
kebetulan mbak lailla sedang berada di teras rumah,
gegas Nia turun dari motor menuju teras rumah mbak laila .
tak lupa kantong plasting yg menggantung di motor iya bawa , aneka jajan dan susu kotak serta biskuit untuk si kecil pasti suka .
"apa kabar mbak lailla? Suara nia mengalihkan laila yg tengah menyusun lego anaknya.
"Sengaja aku main ke sini sekalian belajar mengurus baby "ucap Nia
walaupun kita jarang bersua tapi kita sudah saling mengerti sifat masing "
" yuk masuk Nia , kita bikin ranjau siang ini suara laila ceria penuh tawa .
Pertemuan dua sahabat ini harus di audahai karena hari sudah mulai sore tak terasa Nia dan lailla sudah beberapa jam ngobrol.
" La, sepertinya sudah mau sore saya pulang dulu yaa? Pamitku pada mbak lailla .
" kapan -kapan main lagi Nia, sekalian ajak suamimu biar rame "pesan lailla .
"Ok sayy" ucap Nia sambil membulatkan ibu jari dan jari telunjuknya .
motor matic Nia melaju pelan hari sudah sore jadi jalanan agak ramai berbarengan waktunya orang pulang kerja mungkin .
Sementara di rumah mungil Nia seorang ibu paruh baya sedang ngedumel sendirian mondar mandir duduk berdiri .
Beberapa menit kemudian Nia telah sampai di rumah mungilnya. melihat ibu mertua sedang duduk di teras .
__ADS_1
"kenapa lagi si mamah dateng "pikir Nia .
"Nia,nia lagi hamil klayapan naik motor"cecar sang mamah mertua.
"Heem belum juga turun dari motor sudah dapat hadiah "cicit nia .
seulas senyum di sunggingkan dan menyalami tangan sang ibu mertua.
"maaf mah" hanya itu kalimat yg dapat Nia keluarkan untuk mereda rutukan sang ibu mertua.
Membuka konci rumah lalu mempersilahkan mamah mertua masuk .
" duduk dulu mah !" saya mau ganti baju dulu sebentar pamit Nia masuk ke dalam kamar .
Tak lama Ni keluar mamah mertuaku sedang duduk di depan tv .
" Nia,sini "iya mengulurkan tanganya mengambil tanganku lalu meletakan sesuatu di tanganku .
warnanya merah seperti benang yg sudah di pilin menyerupai kepang kecil lalu di ujungnya terdapat bungkusan hitam segi empat .
"apalagi ini " cicit Nia
melihatnya saja Nia sebenernya sudah nggk suka sepertinya itu barang berbau hal-hal mistis .
" apa ini mah?" tanya nia pura pura tidak tau sambil meletakanya di atas meja .
" taruh di tas mu Nia"Titahnya .
"Untuk apa mah?"Aku tidak mau loh make- make barang yg dari dukun atau berbau mistis, ucap Nia tanpa menutupi perkataanya.
Nia memang orang yg selalu terus terang untuk mengatakan ataupun menolak sesuatu yg tidak sesui dengan kepercayaan apalagi ini berbau mistis .
" udah taruh aja"kamu suka kelayapan tau lagi hamil , imbuhnya lagi ."
Tak mau ambil resiko berdebat Nia memasukan dalam tas gampang nanti kalo mamah sudah pergi.
buang atau kemanakan yg jelas tidak ingin barangcseperti klenik macam itu menempel atau menyertai kehidupannya.
"yg hamil siapa yg rebet siapa" gerutu Nia.
setelah mamah pamit untuk pulang Nia segera mengeluarkan barang yg tadi di suruh masukan tas .
makin diamati perasaan takut sendiri ,warna percampuran hitam dan merah membuatnya berpikir tentang dunia hitam perdukunan .
Nia kembali menaruh benda tadi di dekat tv .Nia akan memberikan barang itu pada Adika untuk menyingkirkanya .
Waktu sudah menujukan hampir magrib.
Nia mengambil gawainya mengusap layar hitam mencari aplikasi berwarna hijau melihat ada beberapa panggilan tak terjawab .
memencet salah satu kontak yg tadi menghubunginya 'terdengar nada sambung di sebrang kemudian ada salam terucap .
" Asalamualaikum,mbak kania larasati?suara di ujung telpon menyebut namanya.
"Saya ?
__ADS_1