
bulan ini hanya beberapa lembar saja uang belanja yg di berikan Andika pada Nia istrinya .
Nia tak tahu lagi dengan uang belanjanya kali ini bukan tak bersyukur .
sambil membolak balikan uang lima puluhan ribu sepuluh lembar di tanganya ia tak segera gegas pergi belanja.
melihat cacatan belanja dan bahan makanan yg harus di belinya rasanya ia akan mengiklaskan lagi uang pribadinya .
Nia berpikir sebenarnya apa yg di lakukan sang suami di luaran sana .
sepengetahuan Nia dari beberapa temanya yg juga suaminya kerja di bidang transport hasilnya bisa mencukupi keluarganya.
Mungkin karena sang suami malasnya melebihi kapasitas jadinya ekonomi keluarganya morat marit .
Nia harus ikut mutar otak juga untuk melengkapi menutupi kekurangannya bahkan seringnya uang dari andika itu hanya cukup untuk membeli kebutuhan anak bayinya.
Selesai mengerjakan rutinitas pagi Nia kembali ke dalam kamar memeriksa buah hatinya yg ternyata masih pulas terlelap.
Sekilas melihat sosok suami yg masih meringkuk di atas kasur berbalut selimut .
Entah kenapa ahir ahir ini Nia tidak begitu perduli pada apa yg di lakukan sang suami .
"terserah kamu mas mau kerja atau enggak itu urusan kamu " ketus Nia sambil ngloyor keluar kamar .
rasa Jenuh mungkin tengah merayap dalam diri Nia hidup dengan orang yg tidak punya semangat maju rasanya berbanding terbalik dengan dirinya. .
Nia kini lebih fokus pada Kegiatanya berjualan secara online dan juga menyetok beberapa produk kecantikan.
Walaupun sibuk Nia tak sekalipun abai terhadap putranya dan juga urusan rumah tangganya sebagai seorang istri tentunya.
Orderan Kosmetik nia makin banyak dan Nia makin kewalahan untuk paking barang ,Nia kini di bantu salah satu tetangga kontrakanya.
Lastri ibu Muda yg baru saja kehilangan buah hatinya yg berusia tujuh bulan di kandungan beberapa minggu yg lalu.
__ADS_1
untuk mengobati rasa rindunya pada sang buah hati seringnya lastri dateng ke rumah Nia.
mengajak ,mengendong bahkan kadang meminta Nia mengijinkan menyuapi Aqmar putra Nia .
Nia sangat memahami perasaan Lastri , Nia mengijinkan karena suami lastri sendiri yg telah minta ijin pada Nia.
Lastri hanya sekian dari ibu yg sangat menanti kehadiran buah cinta nanmun Tuhan masih mengujinya.
Awalnya Nia ragu takut nanti Lastri membawa kabur anaknya tapi suami Lastri menjamin itu tidak akan terjadi.
" Lastri hanya belum bisa mengiklaskan kehilangan sang buah cintanya saja."tutur suqmi lastri.
Lastri orang yg sangat rajin beribadah begitu pula dengan suami lastri jadi tidak ada alasan lagi bagi Nia menolak kedatangan Lastri untuk dekat dengan putranya.
Kehadiran Lastri membuat Nia mempunyai teman untuk berbagi cerita begitupun Lastri merasa memiliki sodara terlebih ada Aqmar mebuat lastri semangat kembali.
Nia sedang sibuk dengan lak ban dan juga kardus -kardus paking skine care saat suaminya keluar kamar lengkap dengan seragam kerjanya.
" Dee minta uang dong buat isi bensin " ucap Andika sang suami.
" uang yg mas kasih sudah habis sudah aku belikan keperluan Aqmar semua mas itu juga masih kurang ." ucap Nia kemudian duduk di sofa mini.
" lah itu banyak lo, boros amat " ucap andika yg bloon.
Nia bangkit dari duduknya dan mengabil tas selempangnya ,Andika tersenyum melihatnya.
Bukan lembaran berwarna hijau ,biru ataupun merah yg di serahkan Nia pada snag suami melainkan kertas berwarna putih berbentuk pajang 20cm keluaran indo april .
" apa apaan ini Nia ? Mas minta uang bukan kertas !" suara andika meninggi.
" ya itu mas uang yg mas ,kasih sudah berubah begitu lihat saja yg paling bawah berapa jumlahnya!" suara Nia pelan .
Nia tidak ingin berdebat dengan sang susmi mengingat hari masih pagi .
__ADS_1
Setelah andika melihat jumlah total belanjaan.
nyalinya menciut jangankan untuk berdalih mengeluarkan suaranya pun rasanya tenggorokanya tercekat semen herbel.
Kebutuhan anaknya yg masih bayi ternyata dua kali lipat lebih dari uang belanja yg di berikanya pada sang istri .
Andika mungkin sangat malu atau merasa jerihpayahnya selama ini tidak banyak berkontribusi dalam rumah tangganya.
Sambil mengayun ayunkan tangan meremas kertas putih dalam gengamanya ia pamit berangkat kerja.
seperti biasa Nia mengantarnya hingga depan pintu .
Nia tahu uang bensin yg di minta sang suamia hanyalah Alasan. nyatanya sepeda motor bensinya masih full karena sebelumnya Nia sudah mengecek.
" mau ngadalin Nia" mikir dulu boss ucap Nia setelah motor sang suami melesat tak terlihat .
Sebenarnya Nia tak tega sang suami pergi bekerja tanpa bekel dan juga uang.
sebelumnya nia sudah menyelipkan selembar uang berwana biru ke dalam saku kantong celana sang auami yg ia siapkan .
Dan saat nia bangun dari membungkus melihat sang suami memakai celana yg telah ia siapakan.
Nia kembali ke rencana kedua untuk memberikan bon belanjaan agar sang suami tahu harga barang kebutuhan putranya.
Dengan begitu sang suami tidak akan semena mena memberikan uang belanja .
walaupaun bisa jadi sang suami merasa tidak berguna tapi suruh siapa jadi pemalas.
"itu pelajaran pertamamu mas " sungut nia bermonolog .
Nia berharap kedepanya sang suami akan mengerti keadaan keluarga kecilnya.
Ada sedikit rasa tidak enak atas keberanian nya pada sang suami pagi ini.
__ADS_1
Nia menepis segala perasaanya dengan dalih yg di lakukan tidak melanggar aturan pernikahan.