
Jam delapan seusai kita sarapan mas Andika baru pulang dari tempat mamahnya sepertinya ikut beberes terlebih dulu di sana .
"Dee ,Kapan ibu sama bapak akan kembali ke jawa?" Deg pertanyaan yg seharusnya tidak pernah keluar dari seorang anak untuk orang tuanya yg sedang berkunjung ,apalagi mereka datang atas undangan kita.
Rasanya jantung Nia berhenti sejenak mendengar ucapan dari sang suami yg akn sangat tidak nyaman bila sampai bapak ibunya mendengarnya .
" mas, Apa kamu merasa keberatan kalau beberapa hari lagi bapak sama ibu di sini aku masih kangen sama mereka" ucap Nia lirih .
Setelah menyelesaikan klimatnya nia meninggalkan andika yg masih akan berganti pakeannya .
Nia kembali bergabung dengan bapak ibunya di ruang tamu dengan satu koper sedang yg sudah berada di sisi sofa mini .
Nia sempet bersepekulasi tentang orang tuanya "jangan -jangan bapak sama ibu tadi mendengar ucapan mas Andika."
" looh ini koper mau di bawa kemana ?" seolah kaget suara andika saat baru saja keluar dari kamar.
" Nak Dika kita mau langsung pulang, di jawa lagi sibuk padi sudah menguning." tukas ibu menjelaskan .
" ooh, Tapi Nia masih kangen katanya bu, sehari dua hari lagi lah di sini !" ucap mas Andika seraya memohon.
" bagaimana Pak ?" Ibu bertanya sama bpk seraya menyikut lengan bpk agar bapak yg memberi keputusan .
" kalau Nia Masih kangen mau gimana lagi kasihan nanti si jabang bayi ngiler."Kelakar bapak menjadikan suasana yg sempet tegang menjadi ceria .
" trimakasih pak" Ucap mas Andika .
"Untuk apa? Nia anak kesayangan bapak jadi apapun yg dia inginkan akan bapak lakukan.
"Apalagi waktu" bapak membuka kedua tanganya untuk sang putri .
"Kita jalan -jalan nanti ya nduk,bapak ingin masuk mall yang besar itu sekalian beli baju buat calon cucu bapak ."
" oh ya, Laki- laki apa perempuan calon cucu bapak?" Tanya bapak penuh semangat .
" Belum di tanya pak,Sengaja buat kejutan " jawab Nia dengan senyum manisnya .
" laki atau perempuan sama aja pak,yg penting sehat." timpal ibu tak mau kalah heboh .
"Kalau laki nanti akan aku ajari karate kalau perempuan juga sama aku ajari karate juga "ucap bapak lagi .
__ADS_1
" kalau perampuan lebih baik aku ajari masak aja pak ." ibu tak mau kalah.
Mas andika hanya tersenyum melihat bpk sama ibuku berargument berebut cucu yg belum lahir .
Karena bapak sma ibu sudah rapi ahirnya kami memutuskan untuk mengatar bapak sama ibu jalan - jalan dan mas Andika sepertinya tidak bisa menolak keinginan bapak agar mas andika turut serta .
Tak hentinya sepanjang jalan bpk terkagum kagum dengan megahnya ibu kota dengan gedung pencakar langit dan bangunan mewah lainya toko - toko besar berderet sepanjang jalan.
Sampai kami pada tempat yg di tuju yakni mall di kawasan kelapa gading yg sudah terkenal seantero jakarta .
Begitu turun dari mobil taksi yg kita sewa bapk langsung terkagum kagum lagi sama suasana dalam mall.
karena ini sudah memasuki bulan imlek sebentar lagi perayaan imlek.
mall yg kami kunjungi hampir keseluruhan menampakan ornamen berwarna merah dan emas membuat suasana jadi semakin meriah .
Saat melewati stand pendingin ruangan bapak berhenti kiranya bapak cuma akan bertanya tapi malah meminta Nia memilih salah satu yg cocok untuk di rumah kontrakan .
" Andika coba kamu pilih mana kira - kira yg cocok buat di rumah kalian bapak rasa rumah kalian perlu pendingin .
Sebenerny sudah beberapa kali kami niat membelinya hanya belum ada waktu tepat untuk merealisasikan karena mas Andika jarang sekali punya waktu libur .
" sudah ikutin aja nak Dika ,biarin mumpung bapak lagi di sini mau nyenengin anak nya ."Timpal ibu .
Ahirnya mas andika memilih salah satu dari sekian dengan penuh teliti .
Untuk urusan pilih barang mas Andika memang nggk usah di ragukan .
Satu unit pendingin ruangan telah di bayar oleh bapak ,dan barang akan di kirim oleh penjual jadi kita tak perlu repot membawanya .
suara bapak yg jawa medok sering membuat orang di sekitar memperhatikan rombongan kita saat bapak sedang berbicara .
Setelah berkeliling dan berbelanja kita ahiranya menuju foodcourt yg tersedia di mall tersebut.
karena bapak ingin makan makanan yg sering bersileweran di iklan tv ahirny kami menuju slaah satu gerai makanan tersebut .
kami memesan beberapa potong ayam bahkan paket yg isinya kombinansi ada kentang dan cemilan serta minuman ringan kagar bapak tidak penasaran lagi sama yg ada di iklan tv .
Di jawa juga ada ayam sejenis cfd yaa .
__ADS_1
Setelah perut terisi kmi berempat meneruskan kembali acara jalan -jalan keliling mall sambil mencari beberapa kebutuhan cucu bpk yg belum lahir .
kita hanya membawa bebrapa paper bag yg berisi pakean dan pernak pernik kecil serta beberapa jenis makanan persediaan yg kita beli di supermarket .
semua barang besar akan di antar oleh jasa dari toko masing - masing .
Di tengah perjalanan bapak kembali mengutarakan keinginannya untuk membeli pitza katanya ingin buat temen ngopi nanti malam .
tapi kami menjelaskan tak perlu beli langsung ke temaptnya karena kita bisa nanti beli secara online agar nanti masih hangat pas ingin makan, ahirnya bapak menyetujuinya.
" kita langsung pulang ya pak?" Ucap Nia pelan karena sudah mualai merasa lelah .
" bapak masih pengen lihat monas loh nak , sama mau makan martabak telor." ucapnya lagi .
Sang driver online mengarahkan mobilnya ke taman monas sesuai keinginan bapak .
bapak langsung menengadah melihat satu tiang besar bahkan sangat besar bagian bawah berbentuk segi empat .dengan bentuk kelopak bunga dan menjulur keatas di ujung tiang atas sana terdapat semacam bunga yg masih kuncup berwarna emas.
Bapak manggut -manggut kahum dengan kemegahan pilar di depanya .
kami melipir ke pinggir mendekati beberapa penjual martabak telor yg berderet - deret dengan jualan yg sama tapi mungkin bisa jadi tingkat kelezatan rasanya berbeda .
Yaa kata orang soal makanan itu terletak pada tangan yg mengolah bisa jadi bahan dan cara yang sama tapi rasa tidak akan sama .
Kami memesan empat porsi kerak telor spesial.
sambil menunggu kerak telor jadi kami duduk- duduk di rumput ,sambil melihat tugu monas dari kejauhan.
Kini tugu monas sudah mulai menampilakan cahaya lampu yg bergonta ganti warna membuat tugu itu semakin indah saat malam.
Gedung -gedung pencakar langit di sekitar juga mulai terlihat mulai menyalakan lampu beragam warnanya .
bapak berdiri lalu memutar melihat sekeliling dengan penuh takjub.
"Nia ternyata kalau malam jakarta lebih indah yaa ,tidak begitu panas ." suara bapak pecah .
"Pindah aja pak Jual semua sawah dan sapi bapak !" ucap Nia menimpali bapaknya.
" enak aja .....
__ADS_1
........................kliwon .