
Mamah ..melangkah mendekati Nia.
Dengan langkah gontai seakan ada beban berat yg ingin di lepaskan ,tapi rasanya beliau ada kerisauan yg tak ia ketahui.
Perasaan aneh muncul seketika tak biasanya mamah meraih kesua tangan Nia jgnankan itu bicara aja enggan.
Bulir bening kristal luruh tepat jatuh di atas telapak tangan Nia.
Kini wanita paruh baya yg biasanya tampak angkuh dan jumawa serta bicara lantang tengah terisak menumpahkan air mata .
Nia tak punya keberanian menanyakan sebabnya .
Nia hanya bisa memeluk nya karena tidak tau harus berbuat bagimana.
selama ini tak pernah ada pembicaraan dengan ku soal problem atau pun sekedar berbagi cerita .
Niq memberanikan diri untuk menghentikan isak tangis sang ibu mertua .
"mah , apa ada yg ingin mamah sampaikan padaku?" Tuturku lembut sambil mengendorkan gengaman ibu .
Niq usap punggung tangan ibu mertua dan mengajaknya duduk kembali .
belum ada sepatah katapun keluar dari mulut ibu mertua tiba- tiba terdengar suara pintu di ketuk beberapa kali.
Nia merasa heran karena seingatnya ia tidak ada janji temu dengan siapapun .
"Siapa yg dateng ? " ucap nia seraya bangun dari duduknya.
sebelum membuka handle pintu Nia mengintip dari balik tirai sesaat entah itu siang atau malam hari seolah sudah menjadi kebiasaan nya.
melihat ada beberapa ibu -ibu Nia bertambah heran dan juga sedikit khawatir . Nia memutuskn untuk segera mebuka pintu dari pada harus bersepekulasi sendiri tak jelas.
Baru saja keluar sudah di sambut ibu -ibu itu yg sedang berebut ingin masuk suaranya sedikit riuh.
Nia takut jagoan akan terganggu dan terbangun Nia menututup kembali pintu dengan pelan .
menelaah dan mengingat dengan baik Nia hanya mengenali bu eda salah satu dari wanita yg berkerumun .
" maaf ada apa ya buu ko dateng beramai ramai begini, apak aku ada salah? Nia mncoba menenangkan ibu -ibu yg tengah berebut posisi.
salah satu dari mereka sebut saja namanya ibu A langsung maju mensejajari Nia .
" Gini lo mbak Nia , mereka teman senam aerobicku sekalian saya ajak ke sini untuk mebuktikan langsung kalau produk skine care yg mbak jual itu thebest ."
" niih lihat sendiri yaa jeng ... Kinclong banget kan ... !"Ibu A sedang berpromosi sambil mengapit lenganku seolah Nia barang yg sedang di jadikan lelang .
__ADS_1
"ooow.... Kirain ada apa buu sampai rame begini!" ucap Nia sambil masih melongo.
sejujurnya mereka ini sudah hampir semua di usia paruh baya tapi semua terlihat lincah mungkin saking aktifnya .
atau mereka saking happynya menikmati hidup jadi usia tidak menjadi masalah .
Sampai - sampai soal soine care aja berebut macam anak ABG Nia hanya tersenyum geli melihatnya.
Bayangkan saja apa iya orang sudah usia segitu dengan badan yg semelar itu dan mohon maaf muka nya sudah mulai keriput kisut, masih bisa kenacang lagi .... ?
Kalau tidak sudah pasti nanti akan demo depan rumah ini kalau tidak dapat hasil seperti muka ini .
"waah pr niih... bagaimana menjelaskan pada calon konsumen yg kulitnya sudah layu nih..?"
Pekik Nia dalm hati .
mereka semua terlihat sangat antusias ingin segera memesan .
dengan segera aku mencoba mentertibkan mereka .
" maaf ya ibu - ibu apa semua sudah tahu segala evek dan kegunaan skine care?" Ucap Nia pelan agar tak ada yg tersinggung.
Nia menjelaskan panjang lebar tentang
beberapa manfaat skine care yg ia jual ini.
Serta menjelaskan kalau tidak bisa menjamin semua kulit ibu -ibu ini akan kembali kencang seperti yg usianya lebih muda.
Setelah menjelaskan dengan rinci semua sudah paham ada bebrpara ibu ada yg tetap memesan paket dan ada yg hanya memesan pelembab kulit tujuan supaya kulitny tidak terlalu kering .
Setelah semua merasa sudah tidak ada kepentingan lagi satu persatu dari mereka undur diri.
karena barang yg mereka pesan tidak bisa langsung di bawa mereka mempercayakan salah satu dari nya untuk mengambil 3 hari lagi sambil pelunansan saat barang sudah dateng .
" Wah peesanan kali ini lumayan banyak." Niq bergeming .
"apa mulai setok barang aja ya sedikit- sedikit agar saat ada serbuan begini mereka bisa langsung bawa barang."aku bermonolog .
Setelah semua bubar Nia kembali masuk kedalam ia lupa kalau mamah mertuanya masih ada di dalam .
kutengok ruang tv tak ada keberadaan mamah lalu Nia coba masuk dalam kamar .
Kulihat mamah sedang menimang- nimang Aqmar mungkin merasa kaget saat Nia tiba -tiba sudah ada di belakangnya .
" eeh Niaa..... Tadi Aqmar kebangun jadi saya angkat ucqp bu Sri sambil kembali meletakan Aqmar dalam babby boxnya .
__ADS_1
" iya mah... Maaf tadi ibu -ibu berebut pesan bedak jadi rame .
" maaf merepotkan mamah jadinya ." ucap nia sedikit menunduk .
"Tak apa -apa Nia.... Oh ya mamah pulang dulu yaa udah siang belum masak ,takut Rena pulang belum ada makanan ."tukas nya pelan .
"oh ya mah Anu..mm?" Pertanyaan Nia gantung kembali nia tak meneruskan terrasanya tak pantas untuk mengorek- ngorek isi hati mertua .
" Nia " suara mamah kembali terdengar .
" Enggak mah ... Ya sudah hati -hati atau mmah mau naik online saja biar aku pesankan?" kembali Nia menawarkan .
" gak usah Nia... Mamah naik angkot aja mamah masih mau mampir ke pasar nnati !" imbuhnya .
"oh .... "
Nia antar mamah mertuanya sampai depan pintu berjalan di ujung gang dan kemudian menaiki sebuah mobil angkot warna merah.
Nia kembali masuk kedalam rumah untuk merekap semua pesanan ibu - ibu senam tadi dan setelahnya memesan barang ke stokis terdekat agar barang tak terlalu lama pengirimanya.
Kembali Nia teringat sepertinya mamah ada rahasia yg ingin di ceritakan tadi .
"tapi Apa yaa...? Nia hnya mengira menerka nerka ... Kenapa mamah lebih awal bertanya tentang perulakuan mas Andika.
kesannya selayaknya ibu pada aknaknya biasa saja tidak seperti sebelumnya yg terang terangan menunjukan sikap rasa tidak sukanya terhada sang menantu.
" apa yg di tutupi mas Andika dan apa yg ingin di bicarakan mamah ada hubunganya dengan mas Andika kah...? "ucap nia .
pertanyaan itu mengalir tak putus apa mengapa dan kenapa ...?
Sejauh ini mas Andika bersikap baik -baik saja dan selalu penuh perhatian walaupun kadang timbul juga sikap ngambeknya yg seperti anak kecil .
soal nafkah Nia menyadari sendiri dan tak bisa menuntut lebih karena ia sendiri tau kondisi kerjaan nya seperti apa.
lingkungan pergaulanya seperti apa .... Tapi soal lain Nia tidak pernah memikirkan hal - hal lain yg melenceng terus apa dong yg membuat mamah seperti itu tadi ?pikirnya kembali menerawang tapi tak kmendapati suatu kejanggalan di diri mas Andika .
Rasanya heran aja melihat mamah tiba- tiba berubah 180 drajat .
Nia tepis setiap pikiran jahat dan salah tentang mas Andika selagi perlakuanya padanya tidak kasar dan tetap menjadi imam baginya .
Nia tidak akan mengusik nya .
biarkan waktu yg akan menjawab walau pun mamah sudah memberi celah pemikiran itu tapi sebisa mungkin Nia tepis .
Mungkin mamah tadi hanya merasa sedang tidak enak badan atua kalaupun memang ada rahasia yg ingin di bagi pasti nanti akan bicara biarlah itu jadi rahasia mamah saat ini .
__ADS_1
Nia tidak ingin mengoreknya apalagi harus mencurigai suamiku sendiri ...