
Nia sedang menjemput malam sepi sendiri, sementara di sebrang sana mas Andika sedang tertawa berkumpul dengan rekan kerjanya.
"Mas apa km tidak mengahawatirkan keadaan ku sama sekali ? kukirimkan pesan ku via aplikasi hijau .
" kenapa dee kalau ada yg kamu inginkan atau yg kamu rasa pergi ke Dokter aja minta temani Rena ,atau aku telpon dia suruh temani kamu? jawabny ..
"enggak mas, aku ke Dokter nanti saja pas kamu libur " jawabku seraya menahan perasaan entah lah perasaan apa yg sedang bergelayut di hati nia.
Setidaknya iya masih perduli sedikit tentang dirinya dan juga anak yg da di dalam sini ucap nia sambil mengelus perutnya .
Jam dinding sudah menunjuk ke angka sembilan Nia mulai mengecek pintu, jedela memastikan keadaan selotnya sudah terkunci belum .
Belum sempat merebahkan diri terdengar l sayup - sayup suara memaggil minta untuk di bukakan pintu.
Ia melangkah kearah pintu kembali sambil menelaah, suara siapa yg ada di luar sana.
Semakin dekat dengan gagang pintu suaranya makin terdengar iya kenal betul itu suara adik iparnya ,si Rena .
Setelah pintu di buka Sang adik ipar mnjelaskan ihwal kedatanganya malam malam begini .Nia pun mengerti lalu mempersilahkan adik iparnya untuk masuk .
Tanpa di komando seolah sudah tau Rena langsung menuju satu kamar di sebelah kamar nia dan juga kakanya Andika .
Tas di selempang di lepas di lempar ke atas kasur sembarang lalu menjatuhkan pula dirinya di atas kasur empuk yg jarang sekali di tiduri.
Nia yg melihat kelakuan adik iparnya hanya bisa menggelengkan kepalanya ke heran -heran.
Ya memang begitulah sifatnya adik iparnya tapi Nia tak pernah ambil pusing dengan semua sikapnya .
Di tengah malam terbangun untuk minum itu sudah jadi ke biasaan Nia ... Tapi kali ini iya di kagetkan dengan sesosok yg tengah tidur di sampingnya.
tentu kaget karena suaminya kemaren baru bilang ada job luar kota . "Tidak mungkin kan kalau andika pulang" pekiknya .
Perlahan iya turunkan kaki jenjangnya mengitari temapt tidur mendekat ke sosok yg tengah bergelung dalam selimut .
__ADS_1
Nia berjalan mengendap-endap dan pelan agar tidak sampai menimbulkan suara .
hampir mendekati sosok yg ada di dalam selimut tiba -tiba membuka selimut bagian kepala dan terlihatlah soaok sang suami .
masih dalam mode lima watt tapi seperti keheran melihat posisi berdiri Nia yg setengah menunduk bak manekin tak bergerak .
Nia hanya bisa tersenyum malu menyadari tingkahnya karena mencurigai orang yg tidur di ranjangnya diam -diam ternyata suaminya sendiri .
Iya merutuki diri sendiri betapa bodoh pikiranya sambil mengetu -ketuk kepalanya sendiri .
Nia melangkah menuju kamar mandi untuk menuntaskan hajatnya , lalu mengambil air wudhu untuk mengerjakan sholat malam nya .
Seusai menjalankan sunahnya Ni kembali ke dalam kamar untuk melanjutkan mimpinya kembali .
Dengan perlahan Nia membaringkan tubuhnya ,ia sangat tak ingin menggangu istirahat sang suami .
Nia merasa bahagia karena kali ini andika bisa menemani setengah malamnya menuju fajar bersama .
Tak terasa kumandang azan subuh sudah menggema di seluruh penjuru bersaut sautan .
" bahagianya aku mas, kalo saja bisa setiap malam tidur di peluk begini"Gumam Nia lirih.
"sepertinya masih jelas terdengar oleh telinga Andika"
" aku juga mau dee setiap malam bisa menemanimu seperti ini, tapi apa cukup dengan begini?" suara Andika sedikit meninggi .
Setelah itu Nia tak berani lagi mengungkap kan apa isi hatinya .
Nia tak membalas ucapan Andika sang suami ,ia hanya mereaspon dengan mengusap lenganandika yg masih melingkar di atas perutnya.
" Mas,sudah subuh bangun yuk sholat subuh tapi mandi dulu !" ucapku seraya menyingkirkan tangan andika yg masih melingkari perut nya .
udara pagi ini masih sangat dingin dan di luar juga masih belum terang.
hanya sayup - sayup beberapa orang yg memang biasa bangun pagi untuk jalan ke mushola terdengar derap langkahnya pelan .
Nia bangun menurunkan kakinya perlahan membiarkan andika yg masih berusaha membuka matanya. Sepertinya sang suami masih sangat berat untuk membuka matanya.
Seusai menjalankan sholat subuh nia langsung menuju ke dapur ,untuk membuat sarapan pagi .
__ADS_1
tak lupa secangkir kopi dan juga segelas susu untuk dirinya agar si kecil di dalam perutnya tak kekurangan gizi.
sepuluh menit kemudian snag suami keluar sudah dengan muka yg segar bersiap menunaikan sholat subuh .
Tak berapa lama sang suami menghampiri Nia yg tengah menikmati sarapan pagi , kemudian Anfika kembali lagi ke dalam kamar .
Sepuluh menit setengah jam Nia menunggu di meja makan. tak kunjung suaminya keluar dari kamar untuk menyusul sarapan .
Nia kembali masuk dalam kamar melihat apa yg terjadi dengan sang suami di dalam kamar, sampai di sana nia haya berdiri mematung tak bisa berkomentar lagi.
sang suami tengah berselimut tebal dan terdengar dengkuran halusnya telah mengiringi tidurnya kembali .
Nia pun tak habis pikir bisa- bisnya sang suami tak menghiraukan sarapan yg telah di siapkan nya sepenuh hati tak tersentuh sama sekali di atas meja makan.
Nia mengurungkan niatnya untuk membngunkan sang suami .
karena Rena adik iparnya tengah memaggilnya untuk pamit bernagkat kuliah.
setidaknya iya yg harus memberinya uang jajan karena kakak nya tengah kembali dalam mimpinya .
Mata hari sudah sepenenggal tapi belum ada tanda -tanda andika sang suami untuk membuka matanya memulai aktifitasnya .
Mengisi waktu luang nia mebuka ponsel nya menggulir ke atas layar hitamnya.
lamemilih salah satu aplikasi warna biru untuk mencari kabar teman temanya di medasosial walaupun tidak saling tegur hanya ingin tahu keberadaan dan kabar sang teman mensekrol menggulir tapi sangat mebosankan hal demikian bagi Nia .
Ia pun menaruh kembali ponselnya di atas meja.tak berapa lama poselnya berkedip dan bergetar menandakan sebuah notification .
Tapi Niia tak segera membuka pesan nya, hingga tak berapa lama kemudian ponselnya menjerit - jerit .
dengan malas nia menyambar benda hitam pipih di tempelkan ke kupingnya .
Nia belum sempat mengucap salam, di ujung telpon sudah berbicara seorang wanita entah apa yg di bicarakan.
Sedikit nia menjauhkan ponsel dari kupingnya karena tidak tau siapa orang di ujung telpon sana .
Nia kembali mendekatkan ponselnya dan memutus sambungan karena tidak ada celah untuk bicra.
sementara nia sangat malas meladeni orang tak di kenal menghubunginya .
Kembali di letakan ponselnya di atas meja. tak lama menjerit -jerit kembali tapi Nia tak perdulikan hanya sekilas melirik tertera kontak tak bernama ia pun mengabaikan nya .
Derrtt..... Derrtt.....
Wahhh,,,
__ADS_1