Bualan Semata

Bualan Semata
Draft


__ADS_3

waktu bergulir begitu saja tanpa ada tawa dan canda menghiasi hari -hari dalam rumah tangga Nia.


"kami adalah pasangan yg hanya menjalankan kewajiban masing -masing "ucap nia lirih seolah hatinya ingin menjerit .


sesekali kami bicara tentang hal yg memnag membutuhkan dukungan atau bantuan Nia.


Ya saat keluarga mas andika membutuhkan baru ada suara manis keluar ,seperti sekarang ini .


"Dee" dengan lembut mas andika memangilku .


" iya mas ,ada apa?" jawabku sesimple mungkin karena aku sudah paham pasti ada maunya .


" minggu depan Ade di suruh keru mamah , karena akan ada acara lamaran adik " titahnya sebagai hal yg harus aku jawab iya .


namun Nia keluarkan suara hanya anggukan sebagai jawaban .


Sebenarnya Nia ingin sekali menghindari acara yg di adakan keluarga mas Andika.


bagaimana lagi mas Andika adalah anak sulung di keluarganya, seperti sudah jadi aturan anak sulung harus tanggung jawab atas segalanya yg ada pada keluarganya .


sekalipun sudah menikah keluarga tetap harus di utamakan .


...Rasa lelah dan kantuk setelah seharian berkutat dengan pekerjaan rumah membuat Nia solah mengesampingkan asa dalam dadanya ....


keinginan hanyalah mimpi karena belum sempet kepalanya menyentuh bantal, suara Andika sudah menggema minta di buatakan kopi.


"yang sabar "seruku dalam hati sambil mengusap dada.


Terkadang merasa andika menikah hanya sebagai pelepas setatus saja atau memang ini adat mereka , Nia bermonolog .


Setelah kopi kusajikan sekalian aku buatkan cemilan pisang goreng sebagai temanya , lalu ku kembali masuk kedalam untuk melepas lelah .


Andika tetap fokus dengan androidnya ,tak sedikitpun bergeming sekedar ucapan terimakasih atau apa . Nia hanya bisa diam saat semua itu terjadi .


Setelah beberapa menit berlalu sayup " ku dengar seperti ada percakapan .


Perlahan nia buka mata sambil terus waspada pada telinga setengah mengedap- endap.


" aku seperti mau nangkap maling aja " nia bermonolog sambil terus berjalan pelan.


andika sedang fokus pada layar ponsel nya yg terdapat sebuah gambar .


" oh sepertinya sedang melakukan panggilan vidio " gumam nia.


Andika tak menyadari Nia sudah tepat berada di belakag punggungnya.


senyum mengembang di sudut bibir mas Andika sambil terus fokus pada layar ponsel.


"Eheem ," sengaja Nia berdehem di belakangnya .


Reflek Andika langsung meletakan ponselny di meja dengan tenang seolah tidak ada yg di sembunyikan.



Andika pun menoleh ke arah Nia


"Kenapa dee" Suaranya setenang mungkin.

__ADS_1


" nggak mas" udah selesai belum


teleponannya ? Ucap nia setenang mungkin .


Tidak mau gegabah walaupun sudah melihat dan mendengarnya dengan mata kepala sendiri.


Hal ini belum lah cukup untuk bertanya lebih .Nia tidak ingin terjebak kembali di lubang yg sama .



Andika orang yg sangat licin dan terkesan good looking good atitude, Bahkan mamah tersayangya selalu mendukungnya .


terbukti berulang kali saat mamah mertua mendengar kita berantam beliau hanya mengunjungi dan tak sepatah latapumn menegur sang anak.


"yang sudah terjadi tidak usah di ungkit-ungkit,


tidak usah di permasalahkan,yg ahirnya bikin ribut rejeki jadi jauh . lupakan saja yg


penting kamu di cukupi "!


nasehatnya terdengar sangat bijak untuk putranya ,tapi tidak untuk Nia.


" Duh gusti pangapurane jowone aku metu "


Merasa dapat pembelaan dari mamah tercinta Andika merasa di atas angin, seolah perbuatanya itu selalu benar.


makin kesini sifat aroganya semakin keluar .


Setelah dua hari waktu libur Andika di rumah usai.


senin pagi kembali berangkat kerja seperti sebelumnya yg hanya akan pulang di akhir pekan .


"ahirnya kau berangkat juga ".


Disini Nia merasa seperti istri durhaka .


Niamemang merasa lebih nyaman saat suaminya tak berada di rumah.


iya bisa fokus dengan rutinitas hariannya tanpa harus menahan tawa dan suara ,


walaupun terkadang rasa sepi bergelayut dalam hati .


"Dert.....derrrtt......"satu jam setelah keberangkatan suamiku .


Jeritan ponsel nia meluruhkan lamunannya.


Di raihnya ponsel yg ada di kantong apron lalu menggeser zebra cros warna hijau ke atas untuk menerima panggilanya.


"dee aku sudah sampai " lalu sambunganbterputus sebelum Nia menjawab.


"iya ha-..... Kalimat nia putus sejalan dengan bunyi tuuut dari sebarang telepon.


Nia hnaya menggantungkan kalimatnya dan menghempas tanganya seolah mepepaskan beban .


"rasanya bukan seperti ini yg saya ingikan "


Nia hanya menyunggingkan sedikit senyum yg entah apa makna dari senyumnya itu .

__ADS_1


Saat sedang mengadung buah cinta seperti ini rasanya ingin sesekali di manja oleh suami, tapi nyatanya iya melaluiny sendiri .


Cuma bisa berdamai dengan keadaan dan mencoba bersabar


berharap setelah anaknya lahir nanti Andika akan sedikit berubah dan mengerti kondisi rumah tangganya dan lebih perhatian .


Nia sudah terbiasa melalui malam tanpa Andika di sisinya .


walapun tengah mengandung tapi sedikitpun rasanya Andika tidak pernah menghawatirkan istrinya ,


sekedar mennayakan keadaannya atau saat hendak pulang .


Layaknya orang hamil pasti ada aja keinginan istilah ngidam , tapi sekalipun Andika tak pernah kepikiran hal itu.



Baginya uang yg dia kasih Nia bisa mengaturnya dan menggunakan sesuai kebutuhan dan keinginannya tanpa harus lagi merepotkan dia untuk hal lainnya .


Apa dia sangat percaya pada saya ,Atau bahkan tidak perduli dengan saya ?


Rasanya pertanyaan itu bisa saya samakan artinya.


" ora urus"


Bagi Nia tak masalah toh bisa keluar mecari apa keperluannys sendiri, kebetulan tempat tinggalnya tidak jauh dari ruko dan minimarket .



Nnsaat sore tiba tepi jalan seolah di sulap menjadi pasar malam.



Di sana menyajikan aneka jenis makanan baik gorengan ataupun makanan berat lainya. seperti sate, bakso dan ada juga yg menjual lauk ikan bakar dan juga pecel ayam.


makanan kesukaan suaminya saat di rumah yakni nasi goreng pun tersedia . Jadi kl untuk urusan isi perut sekalipun Nia sedang malas masak aku tidak khawatir .


Nia termasuk orang yg tidak pilih -pilih makanan apapun yg penting tempat bersih pasti bisa terima .


senja sudah mulai merayap saat ponsel Nia menjerit jerit ingin di usap terlihat sebuah panggilan dari Rena.


" mbak aku dateng jam 9 malam nanti" suara rena terdengar di sebrang telepon mengabarkan akan kedatanganaya.


belum sempet nia menjawab sambungan sudah terputus.


"Tidak kakak tidak adik sama aja " gerutu nia .


"tumben ada angin apa dia mau nginep " nia bermonolog sendiri


Rena gadis manja adiknya Andika yg seolah terus mengawasi gerak gerik kehidupan rumah tangga Nia dan andika .



Tak ada angin tak ada hujan kini mau menginap , apa adika yg memintanya menemani Nia .entahlah nia tak ingin bersepekulasi biarlah yg penting anak itu tak berulah.


Walaupun manja dan sedikit judes tapi ia anak gadis yg patuh pada ibunya patut di acungi jempol soal baktinya .


Rena tak pernh sekalipun membantah perintah ibu dan kakanya, sekalipun iya tengah sibuk saat kedua orang itu membutuhkan Rena akan dengan segera menjalnkan perintahnya.

__ADS_1


Bagi Andika , Rena adalah putri kecil yg selalu harus bahagia. hanya sifat manjanya yg terlihat oleh sang kakak.


So sweett.......


__ADS_2