
"Duh Gustii." Lama - lama aku bisa stress kalu keseringan jumpa nenekmu nak sambil mengusap perut yg kini bulatnya menggemaskan .
Kadang Nia tersenyum sendiri saat mematuk diri di depan cermin.
Muka yg sudah macam bakpau, lengan dan kaki yg sedikit berisi di tambah bagian dada yg makin montok serta perut yg membulat seperti melon .
kadang junior mungkin merasakan kegaguman momynya hingga iya memberikan reaspon sedikit menggerkan tanganya mungkin aaahdia mulai aktif sekali.
Hari berlalu begitu cepat hampir saja Nia lupa kalau hari ini adalah pengajian yg telah mamah persiapkan di rumahnya.
mau tidak mau Niq harus hadir,
kan yg mau di do'akan anak yg ada dalam kandungannya.
Nia telah duduk di antara bebrapa ibu- ibu pengajian yg sudah datang, sempet terdengar selentingan dari mereka.
"baiknya ibu Sari yaa, walaupun beda tradisi tapi tetep mau ngadain selamatan tradisi jawa ." salah seorang dari mereka bahkan menoel Nia.
"beruntung banget kamu Niaa, Punya ibu mertua baik." ucap ibu yg di sebelahnya.
Nia hanya memberikan senyum saja .
Terlepas apa yg mereka ketahui berbeda dengan yg Niq terima biarlah menjadi bagian dirinya saja .
kalaupun saya mberitahukan yg sebenarnya belum tentu mereka akan percaya .
mereka adalah teman mamah yg sudah lebih dulu mengenal mamah dan sepanjang Nia menjadi menantunya , tak pernah di perlakukan tidak baik di depan orang atau tetangga .
mamah selalu membangun imej terbaik saat di publik tidak akan ada yg mengira kalau saat berdua dengan Nia sifatny akan berubah 180 drajat.
hanya ada sungut makian dan kekesalan yg seringnya di tumpahkan pada Nia.
Menyingkirkan sejenak tentang semua hal yg tak menyenangkan ... Kini Nia fokus pada acara pengajian yg sebentar lagi akan di mulai.
tak butuh wktu lama karena pengajian biasa layaknya sukuran tidak ada adat isiadat atau tradisi tujuh bulanan satupun yg di lakukan layaknya tradisi mitoni jawa.
"kami hanya melakukan pengajian saja mudah mudahan sampai hari kelahiran nanti kehamilanku berjalan baik dan sehat." imbuh Nia dalam doa.
beberapa orang kerabat saja yg masih terlihat berkumpul sekedar ngeteh atau ngopi sambil bercerita .
entahlah apa yg di perbincangkan karena saya pun tak tertarik untuk turut serta .
Sepertinya mereka sedang berbincang dengan menantu baru mamah yg bisanya cuma bersolek saja .
NIA bersyukur ahirnya acara selamatan berjalan dengan lancar .... Setelah itu kami pamit pulang.
beberapa kotak nasi kami bawa niatnya akan saya bagikan ke tetangga kontrakan dan juga pada BU Ida pemilik kontrakan .
sekaligus meminta maaf karena tidak jadi membuat rujakan bersama beliau karena sudah ngadain acara di rumah mamah mertua.
Mas andika tidak mengikuti acara pengajian tapi pada saat acara hampir selesai mas andika sudah tiba di rumah mamah jadi kami bisa pulang bersama .
__ADS_1
Sebelumya mamah tidak mengijinkan kami untuk pulang ke kontrakan .
untungnya ada mas Andika entah apa yg suamiku katakan atau minta yg jelas mamamhny tak pernah menolak permintaan mas Andika .
Mamah selalu lembut dan menurut apapun yg di inginkan mas Andika .
Mungkin mas Andika menikah dengan Nia hasil dari rengekannya yg nggk bisa di tolak atau mamah tidak tega untuk membuat anak sulungnya kecewa atau sedih .
Bahkan kecemburuan sering tampak jelas pada adik- adiknya terhadap suaminya yg seringnya lebih di utamakan .
walaupun tak di pungkiri pernikahan mas Andika dengan Nia lah yg di lakukan paling sederhana .
karena kami menikah pake adat jawa yg sangat simple .
bukan apa - apa kami hanya mengkondisikan keluarganya saja waktu itu baru saja mas Andika dan keluarganya mengalami kebangkrutan dalam usahanya .
hingga membuat hidup mereka berubah total.
berbagi aset bergerak maupun tak bergerak ludes buat sewa pengacara dan tak bersisa apapun kecuali, satu rumah yg masih di tempati hingga kini.
satu -satunya sisa harta hasil usahanya selama bertahun -tahun .
Mungkin karena itulah mamah sangat memanjakan mas Andika yang sudah terbiasa hidup enak dan serba ada sekarang harus kerja keras siang malam demi beberapa lembar rupiah saja .
" Niaa,Kenapa bengong ?" Suara mamah sampai mengagetkan.
Kulangkahkan kaki menuju mas Andika yg sudah berada di atas motornya siap untuk pulang tapi karena lamunan nya hingga tak menydarinya .
" Nia ingat jangan kelayapan mulu!" kalimat pengantar mama saat mas Andika mulai menarik tuas gas motornya .
" ya ..ampun mas segitunya mamah sama aku ? " ku ucapkan pelan tapi mas andika cukup mendengarnya .
" mamah sayang sama kamu itu namanya ." sergah mas Andika .
Nia hanya menaikan kedua alisnya sebagai bentuk tidak percayanya mungkin mas Andika melihat dari kaca sepion tapi biarkan saja biar mas andika paham .
Jam sudah menunjuk angka 10 malam saat kami tiba di rumah kontrakan.
walaupun lelah tapi gurat bahagia terpancar di wajah mas Andika.
"Apa dia bahagia?" sebentar lagi akan menjadi seorang ayah. Ni tidak ingin bertanya saat ini rasanya sudah sangat kantuk mata ini.
berganti pekean tidur lalu nembaringkan badan yg audah sangat lelah tak butuh waktu Nia sudah berada dalam indahnya mimpi.
Nia merasa sangat hangat dan nyaman meraba raba ooh... Ternyata tangan mas Andika yg tengah melingkar di atas perut seolah menyangga perut nya .
"Mas?"
" Mas?" ucap Nia untuk yg kedua kali nya tapi sepertinya mas Andika tidak mendengar .
sebenarnya ini baru saja tengah malam saat Nia terbangun dari tidurnya .iya merasa sudah sangat lama tidur tp nyatanya baru jam dua malam saat iya terjaga.
__ADS_1
Nia mencoba untuk menghadapi semua situasi yg tengah iya hadapi.
iya tak pernah lagi mengadu atau komplain pada sang suami atas apa yg di sukai atau tidak iya sukai .
demi kewarasan jiwa Nia lebih baik jauh dari mamah mertua.
Bukan apa -apa ,tinggal serumah dengan orang yg selalu menganggap tak berguna dan tak selevel rasanya sesak dada apalagi setiap apapun yg Dia beli atau dia masak mamah tidak pernah mau ikut serta makan .
Masih Nia ingat Saat itu Nia pergi ke pasar berpikir karena mas Andika memberinya uang lebih.
Nia berpikir untuk membeli beberapa kilo buah dan juga ikan makanan kesukaan papah dan mamah mertua sepulang dari pasar.
segera ia masak sesui selera mereka tapi entah apa yg salah .
tak sedikitpun mamah mencobanya jangankan memakanya .. Dari saat itu Nia tak pernah lagi terlibat soal membuat makanan selama tinggal bareng .
Nia lebih sering minitipkan uang belanja terserah mamah akan belanja apa dan masak apa.
Nia hanya mengikuti saja dan makan kalau memang menginginkan.
bahkan seringnya Nia menunda makan karena merasa tidak enak .
Karena mamah tak pernah mau makan bareng dengan nya .
ketika masakan sudah matang menawarinya makan dengan bahasa yg sangat indah kala itu .
" masakan sudah matang kalo mau makan makan aja!" ucapanya yg hampir tiap hari tak pernah absen selama Nia tinggal bersama .
lama laman Nia merasa seolah ia tamu di rumah sang mertua .
Dengan kondisi seperti itu Nia dan mas Andika memutuskan ngontrak .
sekarang ketika Nia mengandung dan sudah mendekati masa melahirkan mamah dan mas Andika menginginkan aku tinggal serumah lagi.
sejauh ini mamah tidak pernah menyinggungnya untuk itu Nia masih bertahan dikontrakan saja toh di sini Nia lebih nyaman .
bu ida yg selalu dateng saat pekerjaan rumah tengah beres .beliau selalu bercerita tentang anak - anaknya yg kini telah sukses menjadi orang semua .
Hidup yg sudah makmur berlimpah harta itu tak serta merta mbuat hidupnya jd lebih bahagia.
pada kenyataanya ibu ida sering mengeluh kesepian dan tak di perhatikan oleh anak -anaknya.
Anaknya hanya mencukupi kebutuhan hidupnya tanpa memikirkan hati ibunya .
Ya begitulah kehidupan sudah ada porsi dan takaranya masing - masing .
sepertinya setiap orang punya bagiannya yg berbeda -beda .
Sikap Nia yg sangat bijak tak pernah terlihat oleh ibu mertua atupun sang suami...
...,....................
__ADS_1