Bualan Semata

Bualan Semata
Draft


__ADS_3

setelah dua jam istirahat di rumah ibu mertuanya Nia berpamitan .


membersihkan rumah kontrakan dengan menitipkan bayi Aqmar tetap di rumah sang nenek.


10:00 waktu jakarta cuaca sudah sangat terik maklum sekarsng musim kemarau jadi panas ibu kota jakarta semakin terasa menyengat .


Debu di depan pintu sudah sangat tebal mau tidak mau Nia mengenakan masker sebelum membuka pintu untuk masuk ke dalam rumah .


Hawa pengap langsung menyeruak hidung begitu pintu di buka.


Nia segera mbuka lebar daun pintu kemudian menyibak seluruh gorden dan membuka slot jendela agar udara cepat bersikulasi.


"Seperti rumah setahun tidak di huni ."Nia bermonolog .


Nia menuju kamar untuk menaruh tas selempangnya.


Nia begitu heran mendapati kamar tidurnya masih tertata rapi seperti saat ia tinggalkan.


bahkan baju kaos Nia yg tergeletak di atas kasur saat berganti sore itu yg tak sempat Nia masukan ke mesin cuci masih teronggok tak bergeser.


Nia terduduk di sudut ranjang memikirkan apa yg di lakukan duaminya saat ia tinggalkan .


Tak ingin berlarut dalam imajinasinya karena teringat putranya masih berada di tempat ibu mertuanya Nia segera membersihkan rumahnya .


membutuhkan sekitar dua jam untuk mbersihkan seluruh ruangan dan juga mengganti gorden serta seprey alas tidur .


Setelah rumah dalam kondisi bersih Nia memasukan semua baju baju kotor untuk di bawa ke londry tidak memungkinkan tenaga Nia paksa intuk mencuci.


Nia bergegas menuju rumah ibu mertuanya untuk mengambil bayi Aqmar .


sesampainya di pintu gerbang Nia tidak lantas turun untuk membuka pintu karena tengah beranjak dari duduknya seorang lelaki tampan yg beberapa hari terahir ini hilang kabarnya dan juga suaranya.


Bukan rasa bahagia atau sumringah yg di pancarkan muka nia melainkan penuh tanda tanya.

__ADS_1


Sang suami membuka pintu gerbang rumah untuk Nia .


sambil tersenyum menyambut sang istri tapi Nia bersikap acuh lantaran begitu banyak pertanyaan yg ada di kepalanya.


Nia sedang memilih kalimat mana yg paling cocok untuk suaminya kali ini .


"Nia kamu tidak kangen sama mas?" ucap Andika saat Nia sudah turun dari motornya tapi Nia langsung menuju pintu masuk tanpa menyapa sang suami .


Nia melirik sang suami sekilas dari ujung kaki sampai ujung kepala memastikan kalau suaminya itu tidak ada yg kongslet.


Nia lalu kembali melangkahkan kakinya memutar handle pintu .


Andika mengekor di belakang Nia tapi Nia seolah tak hiraukan suaminya tak menjawab ataupun bertanya pada suaminya.


di ruang tamu Ibu Sri tengah duduk menimang bayi Aqmar yg sudah terbangun dari tidur siangnya.


Melihat Nia dateng bu Sri segera menggeser badanya memberi ruang untuk Nia duduk di sebelahnya .


"Nia makan dulu sana temani suamimu tadi ibu sudah masak."titah bu sri pada menantunya.


Karena memang perut Nia sudah lapar Nia segera menuju ke ruang makan.


Andika masih mengekor di belakang Nia tanpa bicara.


Setelah Nia mengambil dua piring satu untuk sAndika dan satunya tentu saja untuk dirinya sendiri .


Nia kembali ke meja makan di mana sang suami tengah duduk menunggunya dengan diam .


Seperti biasa Nia menyendikan nasi dan lauk ke piring sang suami begitu pun ia ambil untuk dirinya keduanya menikmati makan siang dalam diam .


Setelah selesai Nia beranjak dari meja makan dan meminta sang suami agar tidak bertanya apapun pada dirinya sebelum di rumah kontrakan .


Andika terperanggah melihat Sikap Nia kali ini yg tidak seperti biasanya.

__ADS_1


Nia memutuskan kembali ke rumah kontrakan saat hari sudah agak sore agar tidak terlalu panas .


kasihan bayi Aqmar kalau harus berpanas -pqnasan lagi karena sudah tentu setelah perjalanna jauh badan terasa capek apalgi bayi.


Sesampainya di rumah kontrakan sepertinya Andika sang suami sudah merasa gerah atas sikap diam Nia.


Saat Andika hendak mulai pembicaraan Nia segera memotongnya untuk tidak melanjutkan nya karena Nia ingin istirahat dulu .


Kesal Andika tidak tau apa yg harus ia lakukan karena Nia tetap pada sikap diamnya lalu Andika memilih rebahan di ruang tv.


Sebenarnya bukan rasa lelah yg sedang membelenggu Nia melainkan rasa kecewa atas ketidak pekaan sang suami yg menjadi sebab Nia mendiamkan sang suami.


Sampai malam hari Nia belum juga ingin bicara pada sang suaminya bagi Nia sebelum sang suami sadar akan kesalahanya ia akan terus diam .


sudah tentu sikap Nia membuat Andika merasa tidak di hargai karena Andika adalah manusia tingkat tinggi gengsinya.


tidak mungkin kalau Andika akan minta maaf atau merayu Nia berkata manis dan menyadari kekeliruanya.


Ceklek...... pintu kamar Nia terbuka dengan segera andika terbangun dari tidurnya lalu melangkah menuju di mana Nia sang istri masih berdiri terpaku di depan kamar sambil menggelung rambut hitamnya .


"Ada apa mas?" nia terlebih dulu melontarkan pertanyaan ada sang suami.


"Dee." andika mendekat meraih kedua tangan Nia .


" mas coba jelaskan apa yg mas lakukan selama Nia di jawa!" ucap nia srmbari melepaskan genggaman Andika .


"satu lg periksa ponsel kamu !" kembali Nia meninggalkan sang suami yg masih terpaku berdiri di depan pintu kamar .


" mas aku tidak mau ribut lagi sama kamu "ucap Nia sebwlum melanjutkan niatnya ke arah dapur .


Andika masih mengekor Nia kemudian memeluk tubuh istrinya dari belakang dengan erat mengunci pelukanya agar Nia tidak dapat mengelak


Ya itulah yg di lakukan Andika saat Nia mendiamkannya Andika tidak akan mengakui kesalahan atau menyangkal

__ADS_1


__ADS_2