Bualan Semata

Bualan Semata
Draft


__ADS_3

Sepertinya rasa kesel masih menggelayuti sang ratu rumah itu .


Dombrang dombreng perabotan dapur sengaja di benturkan satu sama lainya itu sudah biasa .



seperti biasa kemalasan anak gadisnya jadi kambing hitam atas kekesalan nya pada Nia semalam .


Beliau tak menyadari kalau Nia tengah berdiri di belakangnya .


" asalamualaikum Mah ?" salam Nia ucapkan setelah suara mamah mertua mereda .


Setengah berjingkat menoleh ke belakang lalu menjawab salam.


"Waalaikum salam,sejak kapan kamu di situ Nia?" tanyanya penuh selidik sepertinya ada rasa khawatir kalau menatunya mendengar segala celotehanya tadi .


" baru mah"jawab Nia lirih agar mamah tidak menaruh curiga.


Nia meletakan kresek tentengan yg berisi buah kedalam lemari pendingin .


Nia sudah paham kalupun di serahkan pasti di suruhnya taruh.apapun yg Nia bawakan tidak pernah mau apresiasi di depannya.


Nia tidak pernah ambil pusing soal sikap mamah mertua yg adem kanginan .


Nia hanya menjalankan kewajibannya selebihnya menyerahkan pada masing masing pribadi itu sendiri .


bukan hanya pada ibu mertua saja... sodara, adik,tetap sama gak ada yg Nia bedakan .


Tak seberapa lama singgah di rumah mamah mertua ,Niq segera pamit untuk pulang takut ke siangan karena Niq berniat untuk mampir ke toko kue sebentar .


di rumah sudah tidak ada cemilan teman ngopi pak suami .


sesuai janji besok Santi mau berkunjung ke rumah kontrakan.


Walaupun sekarang jaman serba online dengan mudah dan cepat .


bisa kapanpun pesan makanan tapi Nia tidak terlalu suka dengan belanja online lebih baik membeli secara langsung di tempat .


Mungkin terdengar merepotkan bagi sebagian orang di jaman sekarang .


Buat Nia belanja langsung di temapt lebih memuasakan ada seni dalam tawar menawar, ketimbang belanja hanya klak klik dateng barang yg seringnya tidak sesuai dengan yg di gambar .


keesokan harinya...


Andika sudah siap berangkat kerja setelah sarapan dan tentu saja ngopi dan ngobrol sejenak dengan Nia


Ku utarakan niat kedatangan santi temen yg dari kampung kebetulan sedang berkunjung ke jakarta.


alhamdulillah.... mas Andika memberinya ijin untuk menerima teman bahkan mengijinkan seandainya berkenan menginap .


karena mas Andika pun nanti malam nggk akan pulang di karenakan ada job keluar kota lagi .


Setelah mas Andika berangkat segera Nia bersihkan meja makan bekas sarapan.


sekedar menunggu waktu Nia ambil ponsel nya smengecek beranda medsos.



jemarinya lincah menari di atas layar ponselnya , berbagai macam postingan teman.

__ADS_1


ada yg berjualan,ada yg sekedar pamer muka ada juga yg curhat "wah segala macam ada ya di depan mata lagi ." sudut bibir Nia menyunggingkan senyum .


Kemudian bunyi triing sekali notif dari aplikasi hijauku ,ternyata pesan dari santi mengabarkan otw dengan taxi online .


Setengah jam kemudian sudah berhenti tepat di depan gang masuk rumah kontrakan sebuah mobil mewah berhenti .


Nia melihatny karena letak kontrakannya memang lurus dengan jalan.


sepasang kaki jenjang turun bergantian terlihat dari jauh sosok wanita yang tidak asing lagi bagiku .


Ya sepertinya itu dia santi "Tapi ko sekarang jd cantik banget sii?"


selaju langkah mendekat ya bener dia adalah santi sahabat Nia si anak pak carik .


Nia membuka pintu lalu menyambut Santi.


Nia membuka kedua tangannya menyambut kedatangan santi kini keduanya tengah berpelukan bak teletubies .



Setelah beberapa detik berpelukan Nia merenggangkan pelukanya ,kemudian mengusap kedua lenganya santi sambil memutar tubuh santi dengan rasa kagum .


" kamu oplas ke korea sayy? "Ucap Nia asal .


" Enak aja" balas santi sambil menjebikan bibirnya .


Setelah keduanya saling berpandangan kemudian tertawa bersamaan seolah ada hal yg sangat lucu .


ya Nia teringat santi selalu menjebikan bibirnya maju kedepan sekitar beberapa senti dahulu kalo lg ngambek.


ternyata sampai sekarang kebiasaan itu tak hilang di telan kecantikanya.


" kamu belum tau aja kemaren aku nginep dimana?" Udah tempatnya sepi nggak ada yg lewat serem sendirian ."ucap santi meyakinkan Niq


" emang kamu nginep dimana ? Bodohnya Nia serius percaya malah santi tertawa .


" saya nginep di hotel hil- ." santi menggantung kalimat.


Nia tak ingin bertanya lebih lagi iya menyadari harus menghormati tamunya .


Sedikit banyqk Nia tahu kegiatan Santi melalui akun medsosnya.


Santi termasuk orang yg aktif di media sosial, hampir setiap hari updet tentang kegiatan sehari harinya.


Tapi kalo Santi tidak ingin berbagi cerita Nia tidak akan mengoreknya karena seriap orang punya privasi nya masing- masing.


Dunia maya bukan lah dunia sesungguhnya jadi appaun yg di bagikan terkadang bukan hal yg kongkrit terjadi.


Bahkan ada yg sebaliknya hanya ingin sekedar mencari sensasi atau pupularitas.


makanya sering adanya kasus penipuan di medsos.


profilnya gadis pas ketemu ternyata tante tante setengah abad, itu sudah biasa terjadi makanya harus pandai dalam bermedsos ria .itu hanya contoh sebagian kecil saja .


" duduk di sini aja Nia.... Di sini lebih segar ada angin, ucap santi smabil menuju sisi pojok teras .


sebuah rumah kontrakan paling ujung. yg masih tersisa ruang pojok sering gunakan untuk suami Nia duduk -duduk sambil menikmati kopi saat sedang libur .


Sebagai tuan rumah Nia hanya bisa menuruti sang tamu agar merasa nyaman .

__ADS_1


"karena ada peribahasa tamu adalah raja ."ucap nia dalam hati .


keduanya melangkah menuju pojok teras.


langkah Nia terhenti sejenak berniat ke dalam rumah untuk membuat kan teh dan mengambil cemilan .


Belum sempet Nia membuka pintu santi sudah memanggilnya .


"Nia Mau kemana lagi?" Seru Santi .


"Aku ambil minum dulu yaa,kamu duduk aja dulu !"tukas Nia.


" kamu tidak lihat yg ku bawa ini Nia ,Saya rasa cukup untuk sampai malam ." ucap santi sambil mengangkat sebuah paper bag yg lumayan besar .


Nia mengurungkan niatnya masuk kedalam lalu melagkah ke arah di mana Santi masih nerdiri sambil menjinjing paperbagnya.


seperti anak kecil yg penasaran Nia melihat isi dalam paper bag yg Santi tunjukan tadi .


" ya ampun santi Masa tamu berkunjung mbawa minum sendiri?"


Apa kamu nggk doyan lagi teh manis, hingga semua jenis minuman seperti ini kamu gotong kemari ?"


Nia terus saja mengeluarkan isi kepalanya tanpa melihat yg di aja bicara.


Santi tak menggubris pertanyaan Nia.


mengambil sebuah minuman kaleng bersoda lalu membuka dan menegaknya, kemudian meraih sebotol minuman fermentasi susu dengan rasa strobery di sodorkan pada Nia sahabatnya.


"ini baik untuk ibu hamil ." suara santi pelan dan tetap tersenyum walau terselip raut kesedihan di matanya .


" kamu beruntung Nia punya rumah tangga yang baik ,dan akan segera punya keturunan ." ucap santi sambil mengusap sudut matanya yg sudah mulai basah .


Niq sangat terkejut dengan ucapan santi yg tiba -tiba .


Nia tak ingin menggalinya lebih biarkan dia bercerita mungkin dengan bercerita akan meringankan beban atau kegundahan dalam hatinya.


" Apa kamu sudah mabuk san?


"Hanya dengan minuman seperti ?"


Tak ada jawaban dari santi hanya sedikit senyum tipis di ujung bibir.


Nia hanya berusaha mengalihkan pembicaraan agar santi tak membuka cerita hidupnya ,mungkin saja itu bersifat pribadi yg tidak seharusnya di ceritakan pada orang lain .


Tapi sepertinya santi sedang butuh teman untuk sekedar mendengarkan beban di hatinya .


"Bismillah mudah mudahan saya bisa jadi pendengar yg amanah yg tidak akan menceritakan atau menebar kembali apa yg sudah kudengar .


Nia mengajak santi masuk kedalam ,Santi cukup peka dengan maksud Nia.


Ahirnya kami berdua duduk saling behadapan di depan tv yg sengaja Nia nyalakan dengan volume sedang .


"Nia"suara santi terdengar lirih di barengi dengan isak tangis yg tertahan .


kini hanya air mata yg terus menetes membasahi pipi mulusnya .


...Nia membiarkan santi meluruhkan air matanya mungkin dengan begitu santi akan merasa lebih tenang dan setelah itu akan lebih baik....


"maafkan aku Nia."

__ADS_1


.........


__ADS_2