Bualan Semata

Bualan Semata
kerisauan mamah


__ADS_3

Di perjalanan menuju pulang tak hentinya wanita paruh baya itu seperti merasa sangat gelisah.


kedua tanganya terus meremas satu sama lain sesekali menghembuskan nafas kasarnya menunjukan betapa ia sedang mereda emosi.


mampir ke pasar hanya sebuah alasan saja karena nyatanya Bu sri mertua Nia sepulang dari rumah Nia langsung pulang ke rumahnya .


Tak selang berapa lama iya sudah menjatuhkan dirinya di atas sofa empuk nya.


Sedikit peluh iya lap dengan tisu yg memang sudah tersedia di atas meja .


andika saat ini sedang berada di rumah mamahnya bukan sedag bekerja seperti sepengetahuan Nia.


pagi tadi mas Andika sudah pamit untuk berangkat kerja nyatanya kini baru bangun dari tidurnya di rumah ibunya.


seperti ada begitu banyak pertanyaan yg ingin bu sri tanyakan pada anak sulungnya tapi iya mengurungkan niatnya .


Bu sri masih berpikir harus mencari waktu yg tepat , bu sri sangat tau watak dari anak sulungnya itu.


"maah Habis dari mana , apa mamah ke tempat Nia?" suara Andika mengagetkan bu sri yg tengah melamun .


Sang ibu tidak menjawab hanya melirik sekilas melihat sang putra sulung baru bangun ia merasa sesikit kesal.


" jangan kasih tau Nia mah kalau aku di sini !" aku lagi malas bernagkat kerja pinta andika pada ibunya.


"Dika sekarang kamu sudah punya anak harusnya kamu lebih semangat bekerja bukan malah jadi malas !" terdengar ibu sri menasehati anak sulungnya


sepertinya itu tidak akan merubah keputusan Andika untuk pergi bekerja hari ini .


" suka - suka aku mah!" jawaban singkat dari andika sambil berlalu kembali masuk dalam kamarnya mungkin melanjutkan tidurnya .


Melihat gelagat anak sulungnya sudah masuk dalam kamar lagi ,bu sri sudah tidak berminat meneruskan nasehatnya lagi percumah pikirnya .



Wanita paruh baya itu hanya dapat menarik napas dalam dalam seolah ada bongkahan batu yg mengganjal dan harus iya keluarkan .


Bu sri kembali ke dapur untuk menyiapakan makan siang.


Rena sedang kuliah pagi,


dan juga anak sulung yg kini tengah terlelap ada di rumahnya pastinya nanati akan minta makan.

__ADS_1


" kenapa Nia jadi orang polos bener, selalu percaya pada suaminya seratus persen ."


gerutu bu sri tak henti -hentinya mengatai mantunya yg kelewat polos apa bodoh pikirnya.


"bagus sii percaya tapi apa iya Dika akan begitu terus bahkan sekarang ini sudah ada anak tapi kelakuanya belum juga berubah !"


bu sri masih saja bicara sendiri sambil nyiangin ikan untuk dimasak balado kegemaran anak - anaknya .


" kenapa si mah mungkin mas Dika punya alasan sendiri kenapa hari ini memilih tidur dari pada kerja!"suara Rena yg tiba tiba nimbrung sambil menuang air es dari kulkas lalu meneguknya tandas satu gelas besar .


" anak gadis kaya sapi minumnya "! Bu sri menimpali dengan sindiran .


bagi Rena ucapan pedas dan ketus bu sri mamahnya sudah tidak iya masukan hati lagi dah kebal .


" lagian mbak Nia tidak akan kelaparan kalaupun mas Dika nggak kerja buu ." ucap Rena sambil melangkah menuju kamarnya .


Ya rena memang mengetahui karena iya selalu di beri uang jajan oleh Nia setiap bulan sekali padahal mas Andika tidak pernah ngasih uang lebih pada Nia.


gadis yg kepo dan suka mengorek " urusan orang hingga soal kakak iparpun iya korek .


Karena Nia tidak ingin di curigai soal uang nya yg cukup banyak sedangkan Andika hanya memberi uang secukupnya.


Alhamdulillah sampai detik ini rahasaia itu tersimpan dengan baik dari mas Andika hanya saja Rena tidak bisa menyimpan rahasia pada ibunya sendiri .


" ngomong jangan sembarangan Ren!" gertak bu sri sebelum pintu kamar Rena tertutup sempurna .


" dasar bocah ngomong kaga mikir , untung juragan masih molor ." gerutu bu sri sambil sedikit melongok ke kamar yg sedang di tiduri anak sulungnya.


" mudah mudahan Nia tidak ke sini hari ini." baru saja mengahiri bicaranya pintu depan tengah di ketuk seseorang di sertai salam.


Bu sri sapai salah tingkah dan buru-buru membukakan pintunya namun rasanya jantungnya seperti sedang di tabuh berdetak tak karuan.


rasa khawatir yg berlebih takut anak sulungnya tiba tiba bangun dan terkuaklah kebohongan andika hari ini .


Bu Sri mencoba menenangkan hati sebelum pintu benar benar tebuka dan sosok Nia tengah berdiri dengan Aqmar berada di gendongan serta tentengan tas berisi baju ganti akmar dan perlengkapan nya.


botol susu yg satu sudah di seduh sedang yg satunya sepertinya belum di kasih air .


Bu Sri menyuruh nia masuk perasaan was was dateng namun sebisa mungkin bu Sri sembunyikan .


" Nia ada apa tiba- tiba dateng kemari bukannya tadi mamah sudah ke sana ?" tanya bu Sri sambil menyongsongkan tanganya untuk mengambil Aqmar dari gendonganya .

__ADS_1


" maaf mah.... Boleh aku minta tolong sama mamah sebentar , aku titip Aqmar di sini.


Nia terpaksa menitipkan sang putra ke rumah neneknya karena harus mengambil orderan yg lumayan banyak .


"Oh iya Nia , kamu pergi aja biar Aqmar sama mamah di sini ."


" nitip ya mah"Sebentar ko nanti kalau sudah saya ambil Aqmar lagi.


"ohnya ini susunya kalau aqmar nangis ." ucap Nia segera menyamber kontak motor yg tadi iya letakan di atas meja.


setelah mengecup pipi Aqmar dan salim pada mamah mertuanya nia gegas me laju motor meticnya.


"jangan rewel ya nak, nia berlalu dengan roda duanya.


" Hampir aja copot nih jantung."suara gerutu bu sri terdengar sampai telinga Rena.


" ada apalagi si mahh , Ngomel mulu cepet tua mah!" Rena melihat kalau bu sri kini tengah menggendong bayi imut menggemaskan .


bayi imut yg matanya sedang menatap nenekny dan mulutnya bergerak gerak seolah ada yg ingin di bicarakan .


dengan tingkah malaikat kecil seperti itu wanita keras hati seperti apapun pasti akan tersentuh dan pastinya akan larut dalam ekspresinya untuk menanggapi senyum bayi belum bersuara tersebut.


Rena yg dasarnya gadis pencilakan langsung mendekat dan mejiwil bayi Aqmar yg tengah memamerkan senyumnya yg manis .


" mah, ini anak mas Dika?" Tanya Rena sedikit menelisik .


" Maksud kamu? " pikiran bu sri tengah melalang buana berpikir kalau bayi yg ada di gendongan nya ini bukan darah daging andika putra sulungnya .


" ya elah bu, Kalau ini anak mas andika gawat dong buu, Mbak Nia bisa tau kalau mas Dika hari ini tidak berangkat bekerja melainkan tidur di sini ." ucapa rena sambil terus memandangi bayi Aqmar dalam gendongan mamahnya.


Bu sri hanya terlihat melongo karena baru ingat kalau Andika tengah ngorok di dalam kamar tengah rumahnya.


sebenarnya pas Nia baru dateng juga kepikiran malah sampai khawatir tapi begitu melihat senyum bayi Aqmar , matanya yg bening seperti menghipnotis ingatan bu sri.


selepas Nia pulang bu sri segera menuju kamar Rena untuk membangunkan Andika karena sudah snagat siang " ya ampun Dika, Dika kamu sebenernya mikir enggak sii.


"jam berapa masa iya kau mau tidur terus!" suara bu sri terdengar menggelegar hingga andika yg masih terlelap seketika bangun menyadari mamahnya tengah menghardiknya.


" Dika.....!"


.

__ADS_1


__ADS_2