
"Ya ampun apa tidak ada yg bisa di andalkan lagi ,....hingga semua harus aku yg urus?"kesal nia mengabaikan ponsel yg terus mwnerus berdering .
bukankah mereka melihat perutku sudah membucit?" sengaja nia mengeraskan volume auaranya agar sang suami mendengar.
mas Andika hanya duduk terdiam, mungkin memahami lelah nya sang istri.
tapi dia juga tidak bisa berbuat banyak, Dengan kewajibanya sebagai anak pertama.
" Dee kalau sanggup kamu lakukan tapi kalau tidak kamu hindari saja !" Itu saja yg mas Andika katakan pada Nia.
"Mas,Sampaikan ke mamah malam ini aku tak dateng lagi karena capek sekali"ucap Nia Sambil memeluk mas Andika.
"Terserah apa pendapat sodara semua nantinya kalo bukan aku yg menjaga kesehatanku siapa lagi." Nia bermonolog
di rumah mamah.
" Dika, Ini yg mama nggk suka dari Nia" ucap mamah pedas terang terangan .
" kenapa maa?" andika berusaha sabar .
" Tau di sini lg sibuk pake nggk dateng , enak enakan dia tidur di rumah , coba kamu telpon biar mama yg ngomong." pinta mamahnya sedikit kesal .
Andika sepertinya pura pura menghubungi ponsel .
" mah sepertinya Nia kelelahan tadi siang telponya tidak di angkat lagi, tandanya Nia sudah istirahat mah?"
Andika terpakasa berbohong untuk mereda omelan mamahnya .
" Ya sudah jangan lupa besok pagi antar dia ke sini!" titah mamah kemudian berlalu .
Hal yg paling menguras tenaga saat anak bujang mebawa anak gadis ke rumah.
keluarganya, sanak family yg dateng silih berganti bahkan orang yg dateng orang yg sama.
Setiap hari selalu dateng kadang siang, malam dan seringnya pada jam - jam makan saling bergantian entah apa maksudnya ,hal itu berlangsung hingga acara pernikahan.
Bagi mereka tradisi seperti itu sudah biasa bahkan sepertinya di jadikan sebagai ajang silaturahmi dan menjunjung tinggi adat istiadatnya agar tak goyah akan arus modernisasi .
Nia tak menyadari kepulangam sang suami.
Terbangun di tengah malam ,untuk mengambil air minum,Nia melihat sang auami tengah tidur pulas dengan ciri khasnya mendengkur.
__ADS_1
" sepertinya mas sangat capek ? " Nia kecup bibirnya lalu menyelipkan kepalanya di ceruk lehernya, tangan Andika meresponya dan membawa Nia terlelep dalam pelukanya.
Dengan aroma tubuhnya dan hangat semburan nafasnya membuatku merasa nyaman berada dalam dekapannya .
Adan subuh telah berkumandang saat weker di atas nakas berdering nyaring memabngunkan ku.
"Mas,Bangun yuuk, sudah subuh nanti kita kesiangan loo sholatnya ." Nia berujar sambil mengusap - usap kepala mas Andika .
Kaki mungilnya iya turunkan dari temapt tidur melangkah menuju kamar mandi .
sementara pagi buta gini Andika sedang menerima telpon. Entah Nia tak mau ikut campur walaupun ada sedikit sangsi di benak nya .
merasakan kehadiran Nia Andika membalikan badanya mengisyaratkan jari telunjuknya ke mulut sendiri , Nia paham sepertinya Andika meminta untuk tidak bersuara .
Seketika mulut yg sudah membuka iya tutup rapat-rapat .
Mas Andika mengulurkan tanganya membawaku dalam pelukanya sambil terus bertelpon dengan orang di sebrang.
Niq dengar sayup - sayup sepertinya yg menelponya suara perempuan .
Setelah usai menelpon mas andika menelungkupkan kedua tanganya di wajah Nia sambil mengecup bibir ranumnya.
" Kenapa kamu senang sekali ma ?" ucap Niq penuh selidik .
Andika mengerti sang istri tengah di landa curiga , kemudian menjelaskan bahwa yg baru saja menghubungi adalah sang bibi yg di sebrang lautan akan datang.
"aku yakin beliau akan menerimamu dengan baik " mas andika meneruskan kalimatnya tanpa jeda .
" ya sudah ganti baju mas nanti keburu siang , ucap Nia pelan mengurai pelukanya.
Andika masih betah memeluk Nia , ia tak mau melepaskan lingkaran tanganya di perut Nia.
" Mas,junior nggk suka loo kalo papahnya jadi malas" ucapku mengalihkan pandangan mas Andika.
" iya deh ,tapi boleh kan kalau aku ingin menengoknya sebentar saja pagi ini?" dengan senyum mesumnya kembali mengeratkan pelukanya pada Nia.
" Dee bersiaplah!" aku akan mengantar mu terlebih dulu ke rumah mamah , ucap mas Andika .
" Ok" jawaban simple itu Nia ucapkan nia tidak mau terlalu banyak komentar untuk yg menyangkut mamahnya mas Andika .
Nia tidak ingin memperkeruh hubungan ibu dan anak .
Suasana sudah ramai ibu - ibu sudah berkumpul ada yg masak lauk, sayur ,nasi dan juga ada yg sedang membuat adonan sepertinya akan membuat kue.
__ADS_1
Sementara cewek yg di bawa adik ipar sedang duduk di bale di temani beberapa temanya.
sepertinya sang gadis sedang di rias Nia mampir sebentar sekedar menyapanya.
Tak lama mamah mertua memanggilnya untuk menemani nya di ruang tengah .
" Nia,Duduk aja sini gak usah capek - capek yg penting kamu ada di rumah ini".
" kalau kamu capek kamu bisa bawa baju beberapa setel menginap saja di sini biar tidak bolak balik!"ucap ibu panjang bak kereta.
" nginepnya nanti aja mah kalau sudah mau hari pernikahan"aku tidak bisa tidur kalau terlalu rame."Ucap Nia lirih .
" Namanya juga mau hjaatan ya rame,ibu mertua mulai meninggikan suanya .
Kamu harus membiasakan dengan adat istiadat Dika!"
"Banyak sodara dateng itu bagus tandanya semua kompak rukun." kembali ibu menjelaskan.
" kompak ngabisin makanan gtu? " ucap Nia tapi hanya dalam hati saja .
Nia memang orang yg tidak suka keramaian atau berkumpul -kumpul , apalagi hanya acara makan - makan saja yg di utamakan habis itu ngobrol hal yg nggak ada gunanya hanya sekedar obrolan tak punya makna dan manfaat bagi Niq adalah sia -sia lebih baik tidu" Pikirnya.
Tapi mau bagaimana lagi dengan embel -embel kebiasaan tradisi dan juga adat istiadat .
Nia hanya bisa mengikuti setiap apa yg di perintahkan dan di inginkan mamah mertua walau hati menolak keras .
seharian di rumah mamah mertua hanya duduk , makan, ngeteh, ngobrol menemani para tamu membuatnya bosan .
Kebanyakan tamu yg dateng sudah usia lanjut atau paruh baya seumuran mamah.
Tentu saja orang sesuku dengan mmah mertua dengan bahasa khasnya yg sedikit Nia pahami,Alhasil Nia hnya bisa iya ,Iya aja sesekali tersenyum.
membuat lelah dan setres ,entah kenapa mamah hari ini tidak mengijinkan Nia melakukan kegiatan seperti biasa di dapur .
"Apa mas Andika yg memintanya atau tau kalau ak kemaren sampai kecapean"nia bermonolog sendiri .
Sudah hampir satu minggu acara yg belum di putuskan ujungnya ini berlangsung.
rasa lelah badan dan pikiran , keuangan mulai menipis.tapi belum ada tanda tanda keputusan hari pernikahan di tentukan.
artinya masih ada beberapa hari lagi kegiatan ini berlanjut .
Setiap pagi Nia di anter ke rumah sang mamah sebelum andika berangkat kerja , sepulang kerja Andika akan menghampiri Nia untuk pulang istrirahat di rumah kontrakanya .
__ADS_1
" Mas, apa masih lama menuju pernikahan adikmu?" Nia memberanikan mengeluarkan suaranya .
Entah lah ..