Bualan Semata

Bualan Semata
jalan tengah 2


__ADS_3

membaringkan Bayi Aqmar di tempat tidurnya.


^^^Melihat sang buah hati terlelap perasaanya yg tadinya tengah di landa kegalauan atas sikap sang suami hilang sudah hanya ada kebahagiaan .^^^


Kebahagiaan Nia saat memandang wajah polos tak berdosa terlelap.jiwa keibuan nya menghiba seraya memanjatkan Do'a untuk buah hatinya .


Nia pun mengakhiri kegiatanya dan bersiap untuk istirahat.


baru saja Nia hendak mengangkat selimutnya menutup tubuhnya tak kala sang suami beranjak bangun.


Niapun mengurungkan niatnya dan merasa heran dengan ulah sang suami .


tidak biasanya iya berangkat kerja malam apapun alasanya.


hanya sebentar bahkan menanyakan anaknya saja tidak, sudah mau pergi lagi ada apa dengan sang suami .


Nia tetap diam dengan berbagai macam pertanyaan yg sedang bergolak dalam pikiranya ia redam memilih diam dan mbiarkan sang suami dengan jalanya .


Nia tidak ingin bayi kecilnya yg baru melihat dunia beberapa bulan mendengar kepelikan dan kerusuhan .


Hampir saja Nia mengucapkan sepatah pertanyaan namun sang suami sudah terlebih dulu membuka handle pintu untuk keluar kamar .


"Nia malam ini saya ada kerjaan keluar kota ."ucap andika mengawali suaranya expresi nya cuek, sepertinya pikiranya sedang di tempat lain .


"ko mendadak mas?" nia menjawab lirih .


Sang suami tidak memberi jawaban pasti hanya mengusap kedua lengan Nia.


Andika memberinya pelukan tanpa mengucapkan sepatah katapun seperti biasanya.


Seperti ada yg berbeda dengan mas Andika sang suami tapi nia tak berani menanyakanya.


Setelah andika selesai makan dan bersiap Nia mengantar sang suami hingga depan pintu saja seperti biasa.


Deru mesin Kendaraan roda dua Andika sudah berlalu tak terdengar lagi Nia kembali masuk dalam rumah membereskan meja makan.


Badan yg lelah kini di tambah dengan berbagai pertanyaan di benaknya tentang sang suami .


Nia masih larut dalam pikiranya hingga tengah malam Nia tak juga memejamkan matanya .


Keesokan harinya Nia bangun dengan mata merah dan juga kepala yg teramat pusing karena kurang tidur.


Selain kurang tidur dimasa menyusui juga sering mmbuatnya bergadang hingga larut.


belum lagi saat Bayi aqmar rewel sudah pasti Nia akan bergadang hingga sang anak merasa nyaman .

__ADS_1


Baru saja Nia hendak melangkah ke kamar mandi untuk mebersihkan badan di luar ketukan pintu telah berdetak beberapa kali di sertai suara memanggil namanya.


Nia mengurungkan niatnya ke kamar mandi ia keluar sambil mengucir rambut hitamya agar tidak tampak berantakan .


Nia langsung membuka saja pintu karena ia tahu yg datang adalah ibu Sri sang mertua.


Tak perlu basa basi Ibu mertuapun langsung masuk dalam dan Nia mengekor di belakangnya.


sampai di pojok sofa mini ibu mertuanya mendaratkan bokongnya. Nia masih berdiri di sebelahnya tak tau apa yg harus di lakukan.


Sepagi ini mertua yg sangat pedes kata katany sudah dateng.


terahir bertemu beberapa minggu yg lalu dengan keadaan sang mertua terlihat galau kali ini terlihat segar bugar mungkin masih pagi kali ya.


"Nia " suara ibu Sri menghentikan langkah Nia yg tadinya berniat membuatkan secangkir teh atau kopi .


Nia membalikan tubuhnya dan mendekat ke ibu mertuanya .


" Nia bebereslah siapkan anakmu juga!" titah ibu sri .


Nia menurut saja di karenakan memang Nia belum mandi dan bayi aqmar juga masih terlelap .


...Secepat mungkin Nia membersihkan diri di kamar mandi dan berganti dengan baju yg lebih bagus....


Nia keluar kamar sudah dengan dandanan dan baju yg cukup ok sang mertuapun tak perlu komentar lagi soal penampilanya.


Ibu mertua hanya menayakan keberadaan sang cucu yg masih belum nampak juga.


Nia pun menjelaskan kalau bayi Aqmar masih tidur.


Nia menuju dapur untuk membuat dua cangkir teh manis serta mengambil beberapa potong lapis surabaya yg ada di kulkas .


Menyuguhkan lapis surabaya pada ibu mertuanya sebenarnya bukan hal yg menguntungkan Nia karena ibu Sri sudah tentu tidak menyukai kue toko.


Tentu saja bukan pujian yg akan Nia dapatkan melainkan koment pedas ,dan Nia sudah siap dengan segala resikonya.


" Nia apa Aqmar masih lama bangunya?


"apa tidak bisa kamu bangukan saja!" ucap bu Sri memerintah.


Nia menuturkan kalau bayi Aqmar tengah malam cukup rewel dan baru bisa tidur menjelang subuh .


Karena penasaran Niapun bertanya pada sang ibu mertua kenapa seolah ada yg mendesak.


Ibu Sri hanya menjawab sekilas seperti menutupi sesuatu dan tak sabar menunggu sang cucu membuka matanya.

__ADS_1


tidak mungkin mengajak Nia pergi tanpa putranya ataupun memaksa sang cucu pergi dalam keadaan belum bangun pagi .


Nia dan ibu mertua menikmati teh hangat dan juga kue lapis surabaya yg sudah tersaji di atas meja sambil menunggu sang jagoan kecil bangun .


Ibu sri seperti gelisah sebentar sebentar melihat jam yg melingkar manis di tangan kirinya walaupun jarum jam masih menujuk angka delapan.


Sang cucu belum juga terlihat tanda tandanya akan bangun.


Nia yg melihat gelagat gelisah bu Sri kemudian masuk dalam kamar berniat membangunkan putranya .


Sepertinya putranya yg masih sangat bayi ini sudah berpaut hati dengan sang ibu.


kala Nia menyingkap kelambu ranjang tidurnya ia melihat bayi Aqmar tengah mengerjap-erjapkan matanya menoleh dengan senyum pertama di pagi harinya.


Betapa indah pagi ini .


Nia langsung mengangkat tubuh mungil putranya untuk di bawa keluar kamar terlebih dulu.


Bu sri yg melihat Nia keluar dengan bayi mungil di gendonganya kemudian beranjak dari duduknya mendekat ke arah Nia .


Bu sri meminta sang cucu untuk ia gendong


Bayi Aqmar yg baru bangun masih menggeliat geliatkan badanya.


"Nia cepat mandikan cucuku kita akan pergi ke - ." Bu sri menggantung kalimatny kemudian menyodorkan bayi aqmar ke arah Nia .


Nia yg masih ingin bertanya tapi bu sri sudah memutar badan Nia seraya mengarahkan Nia untuk segera memandikan putranya.


Nia bergegas masuk dalam kamar dan tak perlu lama Nia sudah keluar lagi dengan bayi Aqmar sudah bergati baju dan beraroma minyak telon khas bayi.


"mah sebenarnya mamah mau ngajak Nia kemana ?" Nia memberanikan mengeluarkan pertanyaanya .


" udah ikut aja nanti kamu akan tau !" ucapan bu sri, membuat Nia malah semakin bertanya -tanya.


"Nia kamu jadi perempuan tuh jangan bego kenapa"suara bu Sri seperti petir pagi hari .


Nia menghentikan langkahnya kemudian minta penjelasan atas ucapan ibu mertuanya kenapa ibu mertuanya sampai mengatakan hal seperti itu.


Bu sri yg menyadari langkah nia terhenti ia pun ikut menghentikan kakinya lalu membalikan badanya menatap Nia sang menantu yg tengah merasa kebingungan atas sikapnya.


" Nia mama keras sama Nia ,karena mama sayang sama Nia "ucap bu sri sambil mengusap pipi Nia yg masih terpaku .


Nia merasa ibu mertua yg ada di depanya kini seperti orang lain tidak seperti mertua yg selalu keluar kalimat pedas dan jutek.


Walaupun tidak seperti ibu Nia tapi buSri kini lebih baik dari sebelumnya .

__ADS_1


Batin Nia di penuhi berbagai macam pertanyaan tapi Nia sendiri tak dapat menyimpulkan apa maksud dari ucapan ibu mertuanya.


"Nia......" suara bu Sri membuyarkan segala yg ada di pikiran Nia .


__ADS_2