
"Gemercik air mengucur ,lambat laun tak terdengar kembali,kini berganti senandung Andika irama berdendang ria .
Nasi goreng dan secangkir kopi serta segelas susu hangat rasa coklat sudah tersaji di meja makan .
Nia menunggu sang suami keluar dari dalam kamar sambil meminum susu hangatnya .
Keduanya telah menyelesaikan sarapan paginya .kini tinggal secangkir kopi yg belum di habiskan sang suami .
Nia membereskan bekas sarapan paginya sambil menunggu sang suami mennghabiskan kopinya .
" apa perlu hari ini aku libur ?" Suara mas Andika membuat Nia berjingkat dari aktifitasnya .
"untuk apa mas, apa kau sakit?" ucap Nia sedikit cemas .
" untuk mememani junior ku , dan momy nya".
" Ah bilang aja kamu malas," ucap Nia sambil menaruh kembali piring yg tadinya hendak di angkat ke whasstufle .
" Udah giih berangkat udah siang !"tukas Nia.
" hati -hati mas! " pesan Nia pada sang suami yg tengah menaiki roda duanya.
"Kenapa rasanya pagi ini malas sekali ?" Nia bertanya pada dirinya sendiri .
Tetiba dering poselnya menjerit jerit , terlihat kontak Rena yg memanggil .
"Tumben ada apa yaa?
"Rena telpon apa terjadi sesuatu dengan?
gegas Nia usap tanda hijau ,dari pada berspekulasi sendiri pikir Nia
"mbaak, tanpa salam rena langsung bebicara suaranya terdengar di ujung telpon .
" mba..Nia ke rumah mamah sekarang! Tuuut sambungan sudah terputus
Nia segera berganti baju dan menyelempang tasnya.
berbagai pertanyaan berkecamuk dalam dada ,Nia terus menancap gas perlahan menuju rumah ibu mertuanya
Sesampainya di rumah sang mertua sudah banyak orang berkumpul.
"mungkin aku saja kali yg paling telat "pikir Nia sambil melangkahkan kakinya kedalam rumah .
banyak sodara yg sudah dateng dan sedang berkumpul ngobrol entahlah yg sedang di bicarkan.
Nia kurang paham sebab mereka menggunakan bahasa daerahnya.
selama ini keluarga andika tidak tau kalau Nia mengerti arti dari bahasa yg di gunakan keluarga sang suami tapi biarlah itu menjadi rahasia Nia.
__ADS_1
Nia melqngkahkn kaki menuju ke dalam ruang keluarga .
ibu mertuanya tengah terbaring lemah ,di sampingnya ada beberapa perempuan seusianya dan juga seorang lagi seumuran Nia tapi belum pernah di liihatnya .
"Mungkin anak dari sodaranya " ucap nia dalam hati .
Keinginan menyapanya Nia urungkan karena terdengar ada yg memanggil namanya .
Ternyata adik ipar yg memanggil meminta Nia ke ruang sebelah .
Sesampainya di ruangan tersebut Nia melihat papa mertua, paman ,bibi dan lainya serta kakak sepupu Andika tengah berkumpul .
hanya Rena dan ibu mertua saja yg tak nampak di ruangan itu ya karena ibu mertua tengah pengsan .
Nia bergerak menuju tempat duduk di sebelah sang suami.
tampknya mas Andika bukan pergi bekerja melainkan ke rumah orang tuanya.
Nia hanya duduk terdiam mencoba memahami apa yg sedang di bahas oleh keluarga sang suami.
Nia menyadari dan sudah mengerti aturan dalam keluarga sang suami.
perempuan tidak di butuhkan pendapatnya hanya di butuhkan tenaganya bukan pemikiranya.
kalau tidak di minta pendapatnya jangan coba- coba untuk nimbrung kalau tidak mau dapat julukan baru selain menantu .
Tak lama setelah beberapa menit duduk bersama Nia sudah mengerti pokok pembicaraanya.
Sebelum menjawab mas Andika sedikit mentransletkan bahasa daerahnya pada Nia sang istri.
Niq membiarkan saja dan menganggukan kepala saja pada mas andika tanpa memeberi tahukan kalau ia sudah tau apa yg akan di bicarakan .
Hanya saja Nia merasa ini sangat berlebihan tanggapan terhadap duduk perkara kali ini .
Ini di kota besar metropolitan, wajar saja bila seorang cowok membawa teman gadisnya main ke rumahnya bukan .
"tidak jadi masalah yg harus melibatkan semua seperti sekarang ini."batin Nia sedikit kesal .
Nia jengkel memabtin tanpa mengingat hal yg sama pun pernah menimpanya .
bahkan sampai Ia tidak di perbolehkan keluar rumah seorangdiri .
Bedanya kali ini adalah perempuan yg di bawa adik iparnya adalah orang sesuku dengan sang mertua .
Nia tidak mengerti kenapa mamah mertua pengsan .bukankan ia yg selalu mengharapkan menantu yg sesuku kenapa dapat yg sesuku pengsan juga." aneeh sungut Nia
Setelah pembicaraan selesai tentang adik ipar , Nia memutuskan undur diri dan ke ruangan di mana sang mertua terbaring .
Sepertinya ibu Sri sudah siuman Nia melangkah perlahan agar tak membuat kaget ,takut nanti ibu mertua pengsan lagi malah Nia yg di salahin .
"udah baikan mah ?" Tanya Nia lirih .
__ADS_1
Ibu Sri tidak mengeluarkan suaranya hanya anggukan kecil yg berusaha beliau lakukan dan sedikit senyum .
" mamah mau makan biar ku suapi? Tanya Nia sambari mengambil mangkuk berisi bubur.
sepertinya sudah di sediakan beberapa waktu lalu karena krupuk nya sudah tenggelam semua oleh kuah bubur.
Kembali bu Sri hanya menggelengan kepalanya ,menandakan beliau menolak .
Nia meletakan kembali mangkok bubur ke atas meja rias sang mertua.
merasa tidak ada yg bisa di lakukan Nia untuk keluar kamar.
Tapi sang mertua memanggilnya dan memberikan segepok uang .
artinya Nia harus mengurus segala sesuatu di rumah itu .
selama anak gadis itu di rumah mertuanya entah sampai kapan, kalau sudah begini Niq harus sadar diri.
suaminya adalah anak sulung anak yg di andalkan untuk segala urusan keluarga.
saat ini yg harus di urus adalah urusan perdapuran dan tanggung jawab dia ahirnya beralih ke tangan nya .
Nia belum sempat berkenalan dengan calon istri iparnya itu ... Karena sibuk setiap harinya dengan urusan dapur sang mertua.
Nistidak sadar kalau kini tengah berbadan dua dan tidak kseharusnya bekerja terlalu lelah di tree smester kehamilanya.
k akan berpengaruh pada kondisi kesehatan dan juga junior dalam perutnya.
menjelang sore Nia memutuskan untuk pamit pulang ke rumah kontrakan walaupun sebenarnya mamah mertua tidak mengijinkan.
mereka tidak tahu keadaan nya yg mereka tau adalah tanggung jawab nya harus di jalankan dengan baik dan benar setra tak tercela .
Nia meng kesampingkan semua aturan demi kesehatanya dan juga anak dalam rahimnya. Nia tidak ingin terjadi hal buruk yg tidak di ingin kan .
Nia tak perduli kalau keputusanya meninggalkan tanggung jawabnya di rumah sang mertua akan jadi menambah renggang hubungan nya dengan sang ibu mertua .
Nia juga tidak perduli bahkn jika sang suami menegurnya atau memarahinya atas keputusanya itu.
Rasa a lelah yg teramat sangat sudah menjulur ke rongga perutnya.
Merasakan ketegangan dalam perutnya,
Nia takut terjadi keram dan itu membuat Nia tidak perduli lagi dengan segala aturan dan tanggung jawabnya sebagai menatu pertama.
setepah sampai di rumah mungilnya nia langsung merendam tubuhnya dalam air hangat untuk meregangkan ototnya yg kaku .
Setelah di rasa cukup relax nia menyudahi aktifitasnya berendam .
Derrrt..... Derrtt.....derrrt
Kuabaikan ....
__ADS_1