Bualan Semata

Bualan Semata
Draft


__ADS_3

Hari berlalu begitu cepat .kehamilan Nia semakin membesar tapi nia tetaplah wanita yg tak pernah mengeluh atas kesulitan yg di alaminya bahkan pada suaminya saja iya tak pernah mengeluh atau minta pertolongan .


Nia hanya berharap mas andika suaminya akan tergerak hatinya sendiri untuk membantu sedikit meringankan pekerjaanya tapi nyatanya mas Andika tak pernah peka akan hal itu .


Suatu sore nia mengalami keram perut entah mau lahiran atau sekedar kontraksi palsu iya berangkat ke bidan terdekat dengan di bantu ibu pemilik kontrakan karena mas andika sudah dua hari sedang berada di luar kota urusan kerjaanya.


Nia tak berani mengganggunya saat mas Andika sedang kerja karena mengerti kondisi suami nya kerja di jalanan yg menuntut kosentrasi penuh .


Nia tidak mau sekedar mengganggu nya apalagi mengabari hal yg membuat pikiran mas Andika bisa terpecah konsentrasi saat bekerja .


" mbak Nia,Harusnya suamimu tak lagi nagmbil job luar kota karena kamu sedang hamil besar ?" bu Ida berucap di sela- sela menuntun Nia menuju ruang bidan .


" iya buu besok saya kasih tau mas Andika.." jawab Nia lirih.


Ibu Ida nampak khawatir modar mandir seperti orang kebingungan .


sebenernya Nia juga tidak enak harus merepotkan bu Ida, tapi pada siapa lagi ?


saat gugup seperti itu kalaupun menghubungi mamah mertua belum tentu cepat tanggap .


Setelah pemerikasaan selesai di lakukan bidan menyatakan hanya perlu istirahat cukup jangan terlalu setres.


menunggu hari kelahiran dan juga jagan terlalu capek bu bidan menjelaskan panjang lebar hal yg perlu di lakukan .


Selang beberapa menit datang mamah mertua saat aku hendak turun dari brangkar ruang bidan ,antara khawatir atau kesal langsung saja mamah menegurku tanpa menoleh di smpingnya ada ibu Ida .


"Nia kenapa kamu tak mengabari kami terlebih dulu main pergi aja!" ucapnya ketus .


Aku hanya terdiam karena bu bidan sudah menjawabnya andai saja tidak segera di bawa ke bidan kram perutnya akan berbahaya tutur bidan sesikit meredakan emosi mamah .


tak habis pikir bisa bisanya saat seperti ini tetap mau menyalahkan Nia.


Bu Ida yg mendengar suara keras mamah sampai minta maaf karena tak tau siapa yg harus di kabari.


pikir bu ida kalau ngabarin mas andika takut lg di perjalanan sedang dlm kemudi takut ngganggu konsentrasi ,makanya beliau berinisiatif menghubungi mamah mertuaku.


tapi sepertinya itu bukan ide bagus karena begitu dateng bukan rasa empati yg di dapat Nia melainkan teguran .


" ibu menyesal mbak Menghubungi mertuamu ". Tukas bu ida sembari mengusap punggung tanganku .


"tak apa -apa bu sudah biasa, nggk usah di pikirkan! " ucap Nia pelan karena rasa nyeri dari keram masih sedikit terasa .

__ADS_1


Sesampainya di rumah tak begitu lama Nia berbaring. Bu ida masih belum pulang ia sedang membuatkan teh hangat di dapur.


terdengar deru mesin motor yg sepertinya di kendarain secara cepat masuk ke parkiran samping rumah .


"mas Andika langsung masuk tak mencuci tangan atau kaki terlebih dulu sepertinya sangat tergesa -gesa .


sesampainya di kamar iya mendekat ke arah Nia yg tengah bersandar di tempat tidur .


"bukanya ini masih sore mas, sudah pulang ada apa ?"Pertanyaan Nia pelan.


Mas Andika bukan orang yg mudah memperlihatkan perasaanya bahkan pada sang istri sekalipun.


Tatapan matanya tajam tak seperti biasanya.


"Mas,Aku cuma keram sedikit tapi karena aku khawatir jadi aku langsung ke bidan di temani ibu Ida ." jawab Nia jujur .


" kenapa bukan mamah yg anter?" Mas andika menelisik .


" mas, aku panik jadi gak kepikiran ,tapi mamah di kabarin sma bu Ida lantas dateng setelah aku di periksa bidan " Nia kembali menjawab apa adanya .


Nia membaringkan badanya dan mencoba untuk memejamkan matanya agar merasa tenang .


Kemudian berpamitan pada Niq untuk pulang ke rumahnya mengingat hari sudah mulai senja.


...Matahari telah sepenuhnya kembali ke ufuk barat gelap kian merayap suara percikan air terdengar. Setelah suara gemercik air menghilang keluarlah mas Andika dari balik pintu kamar mandi sepertinya iya tengah bersiap untuk sholat magrib ....


melihat Nia sudah duduk iya lalu mendekat


"Dee sholat dulu yaa Setelah itu kita makan malam ." mas sudah beli makanan tadi.


Niabergegas mengambil air wudhu kemudian bergabung di belakang mas Andika menunaikan sholat magrib bersama rasanya damai banget bisa sholat bareng mas andika di rumah .


Seusai sholat kami melangkah ke ruang makan untuk makan malam dengan menu yg telah di beli mas Andika .


terlihat ada sambel kentang dan juga ayam goreng yg masih panas serta ada juga soup jagung.


perut Nia merasa lapar tapi tak segera mengambil makanan, yg ada di depan mata yg sepertinya memanggil manggil untuk di ambil .


Nia melihat makanan yg tersaji itu sepertinya itu bukan masakan warung melainkan masakan mamah mertua .pekik nia dalam hati.


Nia jarang ke rumah makan tapi ia cukup tau menu yg ada di warteg itu tidak seperti yg sekarang ada di atas meja .

__ADS_1


Mungkin mas andika menyadari gerak gerik nia .hingga tanoa di minta andika kudian memberi penjelasan kalo maknan yg ia siapakna bukan beli melainkan di buatakna oelh mamahnya .


" oh ini soup khusus di buat untuk kamu, katanya takut kamu gak mau makan nasi biar makan soup aja , coba dah !" titah mas andikan smabil menyendokan beberapa sedok soup ke mangkuk kecil .


" iya mas ... Sepertinya nikmat ada potongan ayam ,sosis dan jamur segala komplit baget mas , Apa ibu sering masak begini ?"ucap nia .


" kamu doang yg doyan makanan kaya gini mamah mana doyan kaya gituan doyan nya ikan ." mas andika menuturkan .


Kania tersenyum seperti manedapatkan reward kali ini .


Tapi Nia masih penasaran kenapa kalo mas Andika yg bilang apapun pasti di turuti dan di ikuti oleh mamahnya .


Ini bisa bisanya bikin soup seperti ini padahal tadi pas di bidan marah, kesel , gitu kenapa yaa.


beputar -putar pertanyaan di benak ku tapi aku tak berani bertanya pada mas Andika.


" ngelamun aja apa yg kamu pikirkan Nia?" ucap anduka seraya merangkul pundaknya.


" nggk mas" Nia coba mengalihkan pandangan .


"apa kamu berubah pikiran untuk tinggal bersama mamah saja? " tanyanya sambil meletakan poselny di atas meja lalu mengamit kedua tangan Nia mendudukan di sebelahnya .


" enggak mas,Aku tinggal di sini lebih nyaman dan tenang mas aku tidak suka keramaian ,di rumah mamah terlalu ramai.


Aku menjelaskan agar mas andika tidak memaksaku untuk pindah .


"Ya sudah yg penting kamu bahagia." di usapanya puncuk kepala nia lalu di ciumnya.


kami duduk bersebelahan di atas kasur sambil menonton acara tv .


...Rasa kantuk menyergap mungkin karena kekenyangan atau evek obat dan vitamin yg di berikan bu bidan agar banyak istirahat....


...untuk dua atau tiga hari ke depan di anjurkan jagan banyak aktifitas . Beberapa kali Nia sudah menguap ahirnya mas Andika peka juga mengajak untuk istirahat ....


"DeApa aku bisa menyapa juniorku ...?" tanya mas Andika dengan mata yg sudah sayu memandangku ,tersirat kerinduan .


" boleh mas,Tapi hati hati yaa jalanan sudah muali licin .hahahaa ... Bagaimana Nia menolaknya Niapun merindukan suami nya.


yg beberapa hari dari luar kota .


Ciee cieeee........

__ADS_1


__ADS_2