
" Mas... Rasanya pinggulku sakit sekali ."tutur nia lembut .
Keringat sudah memabanjiri keningnya mas andika menjadi panik melihat keadaan nia yg mulai meringis kesakitan .
"Nia.... Apa sudah waktunya melahirkan ...?"
" HPL nya dua hari lagi mas....!ucap nia sambil mengelap peluh di dahi dengan handuk kecil yg sendari tadi ia gunakan untuk mengelap keringat .
" kita periksa saja saya gak tega lihat keadaanmu gini ." ucap mas andika seraya memapahku ke luar kamar .
mas andika begegas mengamit tangan nia yg kini telah sepenuhnya bertumpu pada mas Andika karena Nia makin lemas dan sepertinya kontraksi yg di alami sudah sangat sering terjadi.
" taxi online yg kami pesan ahirnya dateng juga, segera membawa Nia ke rumah sakit terdekat karena keadaan Nia sudah lemas .
Di sepanjang perjalanan mas Andika sepertinya sangat khawatir akan keadaan Nia .
tapi tidak tau harus berbuat apa .. Namanya pengalaman pertama dan yg tau rasanya seperti apa hanya perempuanlah yg merasakan .
Mau mebantu bagaimana ? Pikiranya kalut tak tau harus berbuat apa hanya memandangi istrinya sambil terus menautkan tanganya .
sampai di rumah sakit langsung di tangani oleh bidan kandungan.
mas andika Hanya bisa mondar mandir di dekat ranjang tempat Nia di periksa.
" bapak yg tenang beri dukungan istri ya pak !" ucapan bu bidan yg memerikasa nia menghentikan langkah mas andika .
" Masih pembukaan lima , masih ada beberapa tahap pembukaan lagi untuk sampai ke persalinan jd yg sabar ya bu nikmati prosesnya !" bu bidan kembali berucap .
"Andai yg berucap mas andika sudah tentu saya kaan menjawab yg merasakan sakit saya ."
Bukan manja tapi kami para ibu untuk pertama melahirkan secara normal itu pengalaman pertama dan tidak tau harus bagaimana .
Sakit luar biasa yg tidak bisa di redakan dengan apapun saat kontraksi timbul.
miring kanan ,miring kiri ,telentang duduk tiduran entah posisi apa yg enak untuk sedikit meredakan sakit .emosi merasa serba salah dan tak tau harus bagaimana .
Setelah perjuangan melewati beberapa jam penuh drama dan cerita ahirnya junior kami launcing ke dunia.
"Alhamdulillah ... Rasa sukur terdengar dari bibir mas Andika dengan bergetar .
" Trimakasih ya Dee....kamu sudah menjadikan aku seorang bapak untuk junior yg tampan ini .sambil menepuk nepuk bayi merah di atas dadaku .
" setetes embun kebahagiaan jatuh juga menetes di jemari tangan mas Andika.
Tak berapa lama setelah itu mamah dengan tergopoh masuk keruangan rawat dan kemudian mendekat ke arah Nia untuk mengucapakan selamat atau hanya ingin tau keadaan cucunya .
__ADS_1
Nia tetap bersyukur setidaknya anaknya lahir di sambut dengan baik, karena melahirkan di bidan secara normal di perlukan waktu tiga hari masa pemulihan sebelum di perbolehkan pulang .
Karena bayi Nia sehat dan nia juga sehat maka kita hanya menginap selama tiga hari di rumah bersalintelah usai.
mas Andika menginginkan kami pulang ke rumah mamah untuk sementara selagi Nia masa pemulihan . Terlebih di kontrakan tidak ada yg menjaganya .
Nia merasa masih lemah ahirnya menurut saja pada permintaan mas Andika untuk tinggal sementara di rumah mamahnya.
" mas sebenernya aku lebih enak di kontrakan." ucap Nia lemah .
"Dee kita nurut dulu ya sama mamah lagian kan aku harus bekerja kembali bagaimana dengan junior ,Kamu kan masih lemah." ucapan mas andika afa benarnya juga .
" Ya sudah mas? Tapi tidak lama -lama yaa ?" pinta Nia .
" ya dee nanti kalau kamu sudah sehat segera kita balik ke kontrakan ."ntukas andika .
Kami pun ahirnya kembali tinggal di rumah mamah mertua dengan segala resiko yg akan Nia hadapi saat mas Andika tak di rumah.
Nia berusaha meneguhkan hati akan baik -baik saja .
tak luput dari yang Nia pikirkan baru juga melangkah masuk sudah di cerca dengan segala sindiran khas mamah mertua .
"Lah bukanya tadi beliau yg merengek minta cucu nya di bawa tinggal di rumahnya ya allah Aku ini sepaket dengan anakku dan juga suamiku ."pekik nia lirih.
"jadi kalau anakku di terima harusnya aku juga di terima aku ." nia bemonolog.
tak berselang lama mas Andika dateng dengan membawa satu tas perlengkapan bayi lengkap.
alhamdulillah mas Andika tak serta merta membawa prabotan yg lainya .
" Dika ,Kenapa tak kamu bawa tempat tidur bayi dan yang lainya?"
untuk apa di beli kalau tidak di pake? "
ucap mamah menekan suaranya.
" tidak mah Itu perabotan terlalu besar lagian di sini temapt tidur sudah besar cukup untuk kami bertiga , di sini kita nggk lama mah." mas andika berujar lembut.
setelah Nia sehat dan terlatih sendiri mengurus anak. kami akan ke kontrakan lagi !"mas andika menjelaskan panjang lebar .
sambil mengeluarkan beberapa peralatan seperti bedak dan minyak telon karena sudah sore ,sudah waktunya junior mandi .
Beberapa hari berselang aku mengusulkan ke mas Andika untuk segera mengadakan acara potong rambut saja . Dengan begitu tak ada lasan lagi buat mamah tidak enak sam tetangga walaupun biaya apapun ya tetep akmi keluarkan sendiri bukan dari mamah.
kita bisa segera kembali ke rumah kontrakan rasanya akan lebih baik.. Dari pada di rumah mamah .
__ADS_1
Aku tak mengutarakan mengapa lebih baik di rumah kontrakan karena takut menyinggung perasaan mas Andika dan juga tidak mungkin mas andika akan percaya pada omonganku, karena setiap mas Andika ada di rumah mamah selalu mengurus cucunya dengan telaten.
beda lagi kalau anak sulungnya sedang bekerja semua hal di lakukan Nia sendiri.
Keesokan hariny setelah acara potong rambut anak dan pemberian nama pada juniorku yg ku beri nama aqmar arya bandi .
"Nama yg bagus bukan ....?"
Mas Andika hari ini tidak pergi bekerja karena kita akan pulang ke rumah kontrakan di mana aku dan mas andika akan membesarkan mendidik aqmar bersama .
"itulah janji kami ."
Mas andika dengan cekatan merakit babby box tepat di samping kanan ranjang tidur kami .
Kami sengaja menempatkan babby box di dalam satu kamar walaupun masih terdapat satu kamar kosong.
mengingat mas andika yg sering dapat job luar kota dan sering tidak berada dirumah kalau malam jd akan lebih baik kita jd satu kamar .
Syukur Nia ucapkan alhamdulillah kalau mas andika sedang job luar kota Nia sudah tidak sendirian mudah -mudahan aqmar tidak rewel saat malam tiba.
karena Niq sering mendengar anak balita tetangga kontrakan sering sekali menangis tengah malam bahkan kadang sampai berjam -jam tak kunjung diem .
" sholehnya mamah ojo rewelan yoo cah bagus !" ucap Nia seraya menimang sang putra .
Di ltidurkan di dalam babby box yg sudah selesai di rakit oleh suaminya lengkap ada musik yg bisa di nyalakan.
berbagai mainan gantung serta diengkapi kelambu agar tak ada nyamuk saat aqmar sedang terlelap .
aqmar bayiku tidur terlelap dengan senyum .
" mas,Apa kau bahagia dengan kehadiran putra kita?" pertanyaan bodoh itu Nia lontarkan pada mas Andika .
" Nia Kenapa kamu bertanya seperti itu?"aneh ucapnya.
" cuma bertanya mas lagian kamu dari tadi diem aja ?" tukas nia.
Sambil terus merakit sebuah ayunan memikirkan akan di pasang di mana mas Andika tak bergeming lagi .
sepertinya sedang berpikir letak yg pas di gantung di mana mengingat anaknya yg pastinya makin hari bebannya akan bertambah dan sering di gunakan jadi harus dipasang di tempat yg aman .
Sampai hal kecil pun di perhitungkan bagi Nia hal yg sepele tp bagi andika adalah hal yg penuh perhitungan .
"kalu asal pasang ayunan di kebon saja buat kamu ." Gumamnya seraya bercanda .
Memang untuk hal- hal tertentu mas Andika selalu berusaha meberikan apapun yg terbaik buat ku dan kini buat anak kita .
__ADS_1
"Terbaik "