
Bayi gemooy dengan pipinya yg cuby rasanya dunia Nia berpindah ke mata hitam legam ini .
Niq terlalu fokus pada Aqmar tapi sejauh ini mas Andika masih memakluminya karena anak nya memang lebih mebutuhkannya.
kegiatan pagi mengajak Aqmar untuk berjemur pagi ,dengan kereta dorong di ajkanya berputar -putar gang sebelum mas Andika berangkat kerja .
" kita bagi tugas ya mas."ucap nia seraya memberikan kereta dorong sang putra beralih ke tangan sang suami.
melihat mas Andika cukup lihai mengendong Aqmar dan bersyukurnya setelah beberapa bulan usia aqmar selama ini dia tidak pernah rewel yg berlebihan .
Aqmar tumbuh dengan cepat imunisasi berjaln rutin memang sesekali dia mengalami demam saat habis imunisasi tapi tak menjadikan Nia kerepotan .
Nia sudah mulai menjalankan niatnya berjualan skine care secara online .
pertama Nia mulai meng upload katalog tapi tidak begitu banyak reaspon ternyata tidak semudah iklan si ono atau marketnya si ono yaa .
"Aku Kania ." tentu saja Tiadak akan menyerah.
mungkin besok aku yg akan mengajak jalan - jalan pagi Aqmar sekalian mampir tukang sayur biasanya ibu - ibu suka ngerumpi sambil belanja
Nia sengaja sedikit berias diri agar terlihat lebih cantik dan menarik di lihat ibu -ibu yg tengah berkerumun di abang sayur.
Benar saja baru keluar beberapa meter dari gang sudah ada yg menyapanya.
" Eeh si dede ganteng biasanya sama ayah nya jalan -jalan berjemur."
"Sekarang sama mamahnya yaa ?" pertanyaan itu mengalir sambil menjawil jawil pipi gembul Aqmar .
" iya bund soalny ayahnya lagi keluar kota jadi jalan paginya sama mamah ya dee." sambil ku usap tangan Aqmar anakku .
" oh gitu.... Anaknya cakep banget buu pantes,momynya cantik begini."seru satu orang lagi yg baru dateng .
" ih muka perawatan mah beda bu edah!" Emang kita cuma pake bedak bayi itu juga nebeng ama anak kita."celetuk ibu satunya lagi sambil terkekeh .
" eeh momy aqmar pake perawatan di mana yaa ko mukanya meni halus gitu" celetuk bu edah kembali.
" oh ini kesempatan aku promosi "ucap Nia dalam hati .
" oh enggak buu saya hanya pake skine care ono loh." Ucapan Nia di potong gtu aja sama bu edah .
sepertinya ibu - ibu ini walaupun tak memakai tapi cukup mengenal produk -produk kecantikan.
hanya saja mungkin mereka tidak sempat atau mungkin mereka lebih mementingkan kebutuhan pokoknya dari pada kebutuhan skundernya .
" Eh.. Berapaan kira kira harganya ya sist ?
Ko aku juga pengen yaa punya muka bersih kinclong koyo momy Aqmar ini." ucap bu edah sambil memilih sayur asem .
__ADS_1
" Tidak mahal bu ntuk perkenalan bisa di bayar dua kali buu , setelah cocok baru kalo order lagi barang dateng bayar kess ."
" oh gtu ya sist, saya mau satu paket ya .
"tapi saya baru ada duit dua ratus sisanya tempo aja apa gimana? ucap bu edah semangat .
" boleh - boleh bu." Nanti saya orderin ya.
"Barangnya datang dua hari lagi ya." Nia memberi penjelasan.
Sebenarnya upline Nia menyarankan agar tak memberikan pembayaran tempo aplagi cicil takutnya nanti jadi kendala di modal.
tapi setelah Nia jelaskan kondisi lingkungan dan strategi Nia ahirnya menyerahkan semua gimana baiknya yg penting jualan berjalan dan tidak merugi .
" Alhamdulillah sekali jalan dapat satu." tidak apa - apa dengan cara ini mudah mudahan setelah bu edah mendapatkan hasil akan ada lagi yg turut order.
muda -mudahan Nia menyemangati dirinya sendiri .
Kali ini baru satu mungkin besok ada lagi.
Ya setiap wanita sudah tentu menginginkan tampil cantik modis wangi dan tentu terawat tapi apa daya kalau ekonomi pas - pasan.
wanita itu lebih memikirkan keluarga dan anak - anaknya dan selalu mengalah dan akan selalu menepis keinginan- keinginan nya sebisa mungkin.
Sebenarnya kondisi Niapun sama ekonomi pas .hanya saja kedua orang tua Nia masih mendukung ekonomi anak -anaknya.
walau sedikit hasilnya , dengan begitu tidak akan mengganggu uang belanja hariannya karena Nia beli skine care dari hasil wira wirinya .
Dan juga tak luput dari sokongan kedua orang tuanya.
karena sampai kini bapak ibuku masih saja selalu mengirimkan Niq uang sama seperti saat Nia belum menikah dulu.
maklumlah secara Niq hanya dua bersaudara dan hasil panen kedua orang tuanya cukup bahkan lebih kalau hanya untuk kebutuhan sehari - hari di kampung .
kini setelah kehadiran cucunya bahkan mereka sering menambahkan uang yg di kirim padanya jadi lebih banyak ,alih -alih untuk jajan cucu.
emang cucu udah bisa jajan itulah saat orang tuanya memberikan sesuatu sekarang apa - apa buat cucu.
Sebenarnya Nia merasa tidak enak toh sudah menikah tapi kenapa orang tuanya masih menyokong hidupnya ,padahal ia sudah jadi tanggung jawab suaminya.
Nia pernah bicara kalau tidak ingin jika mas Andika tau pastilah akan jadi masalah dan murka .
tapi bapak selalu bilang memberi kan kebahagiaan kepada anak adalah kewajiban orang tua, apa salahnya kalau bapak sama ibu ingin kamu hidup bahagia tidak kekurangan .
itulah ucapan kedua orang tuanya saat Nia menolak agar tak dikirim ung lagi.
Untuk menghindari kemurkaan mas Andika soal uang Niq tak pernah memberi tahu kepada mas Andika kalau setiap bulan orang tuanya selalu mentrasfer sejumlah untuknya.
__ADS_1
Di samping itu Nia tidak ingin suaminya merasa di rendahkan atau merasa tidak mampu.
Tapi mamah mertua mengetahui tentang ini.. mudah mudahan mamah tidak akan membuka suara soal uang transferan dari orang tua Nia.
"mbak .... Jangan ngelamun itu tukang sayurnya nungguin!" timpal seorang ibu muda sepantaran Niq menyadarkan dari lamunan tentang orang tuanya.
" wealah makasih mbak " ucap Nia lalu mendorong babby stroler menuju tukang sayur untuk memilih beberapa sayur hijau dan beberapa ikan untuk stok isi di kulkas
kapan waktu kalau mas Andika libur Nia bisa memasaknya."
Mamah mertua sudah duduk di teras saat aku pulang dari jalan pagi bersama Aqmar .
Tapi karena Aqmar sudah terlelap Niq
baringkan Aqmar dalam kamar, biarlah mamah menunggu Aqmar bangun kalau memang tujuan kesini untuk cucunya .
Cepat Nia bersihkan sayuran dan ikan yg di beli tadi sambil menyalakan kompor memasak air untuk bikin kopi mamah mertua.
Tak perlu lama secangkir kopi masih ngebul dan pisang goreng Niq suguhkan untuk mamah mertua.
"Sepertinya kedatangan kali ini cukup baik , blm ada omelan atau rutukan yg keluar dari mulutnya .
"bukan nya setiap kali bertemu Niq selalu ngomel ?"ucap nia dalam hati.
Kopi yg ku suguhkan mulai di sruput dan juga pisang goreng mulai di kunyahnya pelan .
Nia menemani dengan secangkir teh di tangan menuju di mana mamah mertua duduk menikmati suguhannya.
Setengah cangkir sudah tandas kopi dan sepotong pisang goreng .
Aqmar juga belum ada tanda tanda bangun ,namun kulihat ada gurat kesedihan di raut muka mamah .
" mah.... Ada yg ingin mamah sampaikan sama Nia? Nia bertanya sangat hati -hati takut murka .
" em...anu... Eh nggk ada Niaa.... ." suara mamah putus -putus.
" oh ... mamah mau tamani Aqmar, kedalam aja mah !" ucap Nia lirih .
melihat mamah tidak sedang fokus seperti sedang memikirkan sesuatu tapi belum mau mengatakan pada Nia .
"Nia.... Apa Dika baik baik aja sama kamu? " pertanyaan yg menurutku aneh .
" mahMas Andika baik -baik aja seperti biasa , memang ada apa mah?"ucap Nia pelan menjawab pertanyaan mamah yg sedikit membingungkan .
sepertinya ada yg ingin mamah sampaikan tapi..... Entahlah.....
" Nia......
__ADS_1