Bualan Semata

Bualan Semata
kembali ke tabiat


__ADS_3

Di sudut ruang dengan dentuman musik mengalun tak berhenti dengan pencahayaan yg di atur sedemikian mengikuti alunan musik .


tubuh tegap Andika tak berhenti bergoyang mengikuti alunan musik yg sedang di putar.


Sesekali menyesap wine yg sudah tertuang dalam sloki sloki kecil .


tak berapa lama dateng dua orang gadis muda dengan pakaian yg kurang bahan salah satunya sudah tentu sangat di kenal Andika dialah Rena adik kesayanganya.


...Seprti sudah terbiasa dengan hingar bingar musik keras mengalun tak henti ,Rena tak risih dengan pandangan beberapa mata laki -laki yg menatapnya tak berkedip ....


Bahkan Rena semakin menonjolkan kelebihanya, ya Rena memang memiliki tubuh yg ideal bahkan bisa di bilang aduhai.


Postur tinggi Kulit putih rambut lurus dan mata sedikit sipit serta memiliki body goal membuat gadis keturunan cina sumatra itu tampak percaya diri meliak liukan badanya mengikuti alunan musik .


Andika seolah tidak mengkhawatirkan adik perempuanya berada di antara laki -laki pengunjung diskotic.


tidak seperti Andika saat berada di rumah yg selalu overprotektive menuntut sang adik patuh dan menjadi gadis baik -baik.


Malam sudah larut tapi kedua adik kakak itu masih belum beranjak dari tempatnya menikmati malam .


Sementara ibu Sri yg tengah berada di rumah seorang diri sedang khawatir memikirkan anak gadisnya yg tak kunjung pulang .


Beberapa kali bu Sri melakukan panggilan tapi hanya berdering saja tak mendapatkan jawaban dari sang anak .


Kecemasan bertambah tak kala melihat berita televisi pembunuhan keji terhadap remaja kampus yg di buang di sungai .


Mondar mandir dengan ponsel di tanganya tak hentinya menekan kontak bergantian antara Andika dan Rena tapi tak satupun dari keduanya yg menjawab teleponya .


Rasa kantuk sudah menyergap nya hingga tak terasa bu Sri


Tertidur di bangku sofa ruang tamu dengan posel berada di genggaman .


Sekitar pukul tiga pagi suara berisik dan langkah kaki yg seperti di seret atau terseok ,


Gedoran pintu beberapa kali membangunkan bu Sri .


"ya Tuhan , salah apa mama mu ini." ucap Bu Sri sembari membuka lebar daun pintu .


kemudian membantu Andika yg setengah sadar tengah memapah sang adik kesayangan yg sudah tidak sadar dengan berbagai racaunya yg seperti orang tidak waras .


" salah apa mama mu ini ."hanya kalimat itu yg terus ibu Sri ucapkan.


ngomong panjang lebar pun saat ini percumah tidak ada orang yg akan mereaspon apalagi mengerti.


kedua anaknya kini telah di bawah pengaruh minuman beralkohol .

__ADS_1


Sesegera mungkin ibu Sri membawa masuk kedua anaknya mengantarnya sampai ke dalam kamar masing -masing .


Bu sri hanya bisa mengelus dadanya memandangi anak sulungnya Andika yg kembali kehilangan arah.


Kini anak gadis satu satunya harapan nya malah ikutan pergaulan tidak beres .


Dalam hatinya meyakinkan kalau Nia harus segera kembali ke jakarta bukan karena ia tidak sanggup menghadapi kelakuan Andika.


Andika hanya akan mengerti saat Nia yg bicara.


"entah apa yg di lakukan wanita klemar -klemer itu tapi anaku sangat tunduk pada Nia bahkan apapun yg di minta Nia Andika selalu turuti ." gerutuan Bu Sri tak putus - putus .


jawa 05:30


Tiba tiba bayi Aqmar menangis dan susah untuk di diamkan .


Nia merasa khawatir ia mengambil termometer mengukur suhu badan putranya setelah beberapa saat hasil menunjukan normal saja tidak panas .


memastikan iya menempelkan punggung tanganya di pelipis anaknya juga normal tapi kenapa putranya terus menangis .


Nia merasa heran kenapa sepagi ini anaknya sudah rewel dan terus saja menangis .


bahkan sang nenek sudah menyekanya dengan air hangat dan juga mengganti seluruh pakaiannya takut ada semut atau hewan kecil sejenisnya .


Namun bayi Aqmar masih terus menangis hingga pak hartoyo yg tadinya hendak pergi ke sawah setelah sarapan mengurungkan niatnya.


Nia sedikit merasa lega setelah tangis putranya tak terdengar lagi ,tapi kini giliran Nia yg kepikiran apakah terjadi sesuatu dengan mas Andika.? dalam hatinya bertanya.


Tidak di pungkiri yg namanya ikatan suami istri itu terpaut satu sama lainya seorang istri akan lebih peka terhadap perasaanya.


Sejenak Nia mengambil ponselnya yg masih tergeletak di atas nakas kamarnya.


beberapa saat sempat ragu karena selama di jawa tak sekalipun mas Andika sang suami menghubunginya .


Tapi hatinya selalu bertanya kenapa dan untuk mencari jawaban satu satunya cara ia harus menhubungi suaminya.


Tutt .... Tuuttt nada sambung terdengar beberapa kali tapi tak ada jawaban.


Nia mencoba sekali lagi sambil melihat jam weker di atas meja memastikan kalau masih pagi tentu saja mas Andika belum bangun.


tapi jam sudah menunjuk di angka 07:30 sudah tentu Andika suaminya sudah bersiap kerja tentunya .


Nia mencoba sekali lagi menghubungi sang suami tapi tak kunjung dapat jawaban dari sebrang telepon.


perasaanya semakin tidak karuan memikirkan hal - hal terjadi sesuatu dengan suaminya Nia coba menghubungi ponsel sang ibu mertuanya.

__ADS_1


Derrt ... Derttt.


" siapa coba sepagi ini sudah sibuk dengan hanpon." gerutu ibu Sri sambil mengambil ponsel yg ada di saku celemeknya.


Di lihatnya kontak Nia yg memanggil buru - buru ia melembutkan suaranya.


" ada apa Nia , apakah cucuku baik- baik saja ?" ucap bu sri mengawali pembicaraan .


" asalualaikum mah ,maaf apa mas Dika baik baik saja ?" nia tidak menjawab pertanyaan ibu mertuanya melainkan balik bertanya keberadaan Andika.


"i---ia Nia Dika baik tapi lebih baik kalau kamu pulang ke jakarta segera , bukankah bapak ibumu sudah sehat kembali ?" ibu Sri sedikit memerintah .


"Baik mah, Nia menutup sambunganya setelah memastikan keadaan sang suami.


walaupun Nia merasa ada yg di rahasiakan oleh sang ibu mertua terbaca oleh Nia saat pertama menjawab pertanyaan Nia .


Nia seorang wanita yg mempunyai insting sangat tajam bahkan selama ini sang suami tak pernh bisa membohonginya.


sekalipun sang suami selalu menjawab setenang mungkin tapi Nia selalu dapat mematahkan Alibinya .


hal itulah yg membuat Andika tidak lagi berani berulah di depan Nia.


terlebih Nia yg bisa hidup mandiri tak pernah mengeluh .


bisa mencari uang bahkan bisnis skin care yg ia geluti beberapa bulan lalu hasilnya sangat besar sampai mengalahkan penghasilan Suaminya .


Di situlah Andika sering merasa tidak berharga dan tidak berguna didepan Nia.


uang belanja yg ia berikan pada Nia jauh dari kata cukup untuk memenuhi kebutuhan anak dan istrinya .


Hal yg paling membuat Down Andika adalah ketika melihat struk belanja keperluan anaknya dua kali lipat dari uang yg di berikan ke Nia dalam seminggu .


Setelah menutup sambungan teleponya Nia kembali keluar kamar dan mendapati putranya sudah kembali tidur dalam gendongan pak hartoyo kakeknya .


Nia mengambil Aqmar untuk di baringkan dalam kamar .


kemudian kembali ke ruang tengah di mana bapak masih duduk menghabiskan kopi yg sempat ia tinggalkan saat mendengar cucunya menangis tadi.


Nia mendekati pak hartoyo untuk mengungkapkan keputusanya untuk kembali ke jakarta lagi .


Pak hartoyo pun mengijinkan bagaimana pun anaknya telah bersuami dan suaminya lah yg paling berhak saat ini.


Soal ibu Nia ia wanita yg sangat patuh pada suami apapun keputusan suami ia mendukungnya .


ia juga berharap Nia akan jadi wanita yg patuh pada suaminya.

__ADS_1


Sebenarnya Nia merasa nyaman untuk tinggal bersama kedua orang tuanya tapi Nia juga sadar akan kewajibanya sebagai seorang istri terhadap suaminya .


__ADS_2