
Waktu berjalan serasa sangat lambat.Nia berusaha setenang mungkin menunggu si cantik biawak di luar itu berpamitan.
tak lama Andika masuk dalam rumah dan tentu saja Nia sudah duduk disudut sofa .
Pembawaan Nia yg tenang membuat nyali Andika menciut .
Andika tau sifat sang istri saat sudah marah Nia tidak akan mengamuk atau mengeluarkan suaranya .Nia justru akan menutup mulut dan matanya dan hal itu membuat Andika jadi serba salah .
" Berangkatlah mas , sudah siang nnati terlambat .Ucap Nia berdiri sambil memberikan satu tas cukup penuh".
sepertinya berisi pakean Andika tapi tidak seperti biasanya.
Andika yg menerima tas dari tangan Nia tertegun merasakan berat tasnya tidak biasa .
" Dee apa maksudnya ini..,apa kau mengusirku ?tanya Andika sedikit gusar .
" tidak mas, saya sipakan baju bajumu agar mas tak perlu pulang dalam beberapa hari kedepan ." ucap Nia dengan tatapan singa sbari membetulkan kerah baju sang suami.
di hadapan Nia yg tengah menatap tajam, Andika hanya mengangguk tak bisa mengeluarkan sepatah katapun susah payah ia jinjing tas beratnya sembari menelan ludah sendiri.
Tak ada kalimat pengantar seperti biasanya ataupun lambaian tangan .yg ada seketika langkah kaki Andika melangkah keluar pintu seketika itu pula pintu di tutup dengan keras oleh Nia.
Suara dentuman pintu menutup cukup membuat jagoan Aqmar yg sedang terlelap dalam buaian terbangun dan menangis .
Nia segera menuju kamar untuk menggendong putranya yg masih setentah terjaga.
Nia berusaha menenangkan bayi Aqmar agar tak lagi menangis .
__ADS_1
Tapi bayi Aqmar tak kunjung diam sementara bunyi posel dan ketukan pintu di luar bersaut sautan .
Nia hanya melirik sekilas layar ponsel yg ada di atas nakas melihat notif panggilan dari Andika suaminya.
Suara ketukan pintu semakin santer terdengar .
ahirnya Nia keluar kamar sambil menggendong bayi Aqmar untuk melihat tamu yg mengetuk pintu.
Tak terpikir oleh Nia kalu yg ada di depan pintunya ini orang yg sama yg satu jam yg lalu telah berpamitan pulang .
" maaf kenapa anda - Dina kembali lg .?"ucap Nia masih ramah .
" aku balik lagi karena ngantuk dan ingin tidur ." ucap nya manja sambil ngloyor menuju kamar Nia dan suami .
" Nia tidak sempat menghalanginya karena posisi Nia sedang menggendong putranya .
Nia hanya membuntuti langkah wanita teman suaminya itu di belakangnya.
tak segan ternyata si wanita bernama Dina ini langsung menjatuhkan dirinya di atas kasur sebelah kanan tepat posisi tidur Nia .
Nia tak meneruskan untuk menegur wanita yg tengah terpejam di atas kasurnya dan masih lengkap mengggunakan baju kurang bahan dengan belahan dada rendah.
sepatu hak tinggi yg masih melekat di kakinya dan Nia tak berniat untuk membantu mekepasnya .
Nia dengan santainya menghubungi ponsel sang suami meminta sang suami untuk bakik kanan .
Mendengar suara Nia yg begitu tulus membuat Andika tak menaruh secikitpun kecurigaan terhadap sang istri .
__ADS_1
Dengan wajah sumringah Andika memutar roda duanya melaju dengan cepat
Andika tidak sabar untuk lekas sampai di rumahnya.
20 menit jarak tempuh yg di laluinya terlewati sudah kini Andika tengah memarkir roda duanya di samping rumah .
Nia menyambut dengan ramah dan menggiring sang suami menuju kamar tidur muka Andika kembali berseri seri penuh senyum .
Selangkah dua langkah ia fokus ke area ranjang tidur dimna teronggok sosok yg cukup ia kenali tengah meringkuk pulas di atas kasurnya.
" cepat kau bangunkan dan antar ke tempat asalnya !" ucap Nia tanpa jeda sambil menyilangkan kedua tanganya.
Andika terpaku mendengar suara Nia yg begitu lantang jelas tapi seperti sembilu yg menerjang jantingnya.
Seketika itu Andika limbung dari berdirinya lutut kakinya serasa lepas dari engselnya seketika lemas dan tertunduk duduk .
" maafkan aku Dee, maafkan aku suara Andika seraya menggoyang goyangkan kaki Nia seperti anakkecil sedang merajuk minta di belikan permen .
Nia tak bergeming ataupun mengeluarkan kata katanya Nia hanya terdim tetap dalam posisi berdiri.
perasaan kecewa nya sudah membuncah dalam dada .
" cepat bngunkan dia tau aku yg bangunkan pakai ini !" suara Nia sambil menenteng seember hitqm penuh air cukup untuk mbasahi biyawak cantik .
Walaupun sedang terlelap tapi Dina sepertinya mendengar ucapan ketus Nia .
Ahirnya wsnita biyawak kurang pakean itu mengerjap erjapkan matanya perlahan membuka kedua bola mayanya lalu menguap
__ADS_1
Andika yg melihat menjadi sangat marah
"