Bualan Semata

Bualan Semata
Nia mulai bertanya ....


__ADS_3

"Ada apa si mah....siang siang gini ribut!" andika tak kalah serunya menjawab omelan mamahnya sembari menggeliat kan tubuhnya macam cacing kena garam .


" bagun ....!" kamu nggak kasihan apa sama istrimu , masih punya anak bayi dah kesana kemari ambil barang jualan .suara bu Sri makin meninggi .


"" ala mah biarkan saja Nia,Yg penting dia bahagia ,kenapa mamah jadi kasihan sama Nia?" tukas Andika tak habis pikir biasanya mamah nggak perduli sama Nia.


" ada apa ini?" andika bnagun sambil terus berkumat klumit bicara tentang keanehan mamahnya .


" buru mandi ,makan habis tuh pulang jangan alasan lagi ...!" perintah bu sri .


tak di hiraukan lagi oleh andika karena sosoknya telah di telan pintu kamar mandi dan bukan Andika namanya kl menjawab ok.


Rumah kontrakan


Nia telah sampai di depan rumah.


barang belanjaan masih teronggok di teras tak sempat ia menatuh kedalam rumah terlebih dulu karena ia harus mwnjemput putranya di rumah ibu mertuanya.


rasa lelah pun ia kesampingkan bayi Aqmar sepertinya sedikit rewel hingga tidur maunya di timang -timang terus sampai tiba waktu mas Andika dateng.


Mengetahui bayi Aqmar masih dalam pangkuan Nia, mas andika tentu mengerti kondisi anaknya yg hari ini rewel.


Dengan mengedap -endap takut mwngganggu tidur anaknya ,


memasuki ruang tamu melewati Nia yg tengah duduk memangku putra kesayangan nya .


Saking pelanya sampai Nia tak menyadari kalau mas Andika sudah berada sejajar dengan dirinya melihat bayi Aqmar yg sedang minum susu dalam botol .


"kapan kamu dateng mas,ko aku nggk dengar?" ucap nia berbisik sambil menyalami suaminya .


" barusan Dee"Andika menimpali sabil berdiri hendak menuju kamar tidurnya.


Nia lantas mengikuti suaminya masuk dalam kamar serta bayi Aqmar yg kini telah terlelap .


Setelah membaringkan anakny di babby box Nia mendekati sang suami sambil menyodorkan sebuah kaos pendek putih untuk ganti baju suaminya.


Nia tak menyuruhnya ke kamar mandi karena rambut basah dan aroma keringat sudah tak menempel lg seperti biasanya saat pulang kerja sebelum -sebelumnya .


Dengan senang hati mas andika menerima kaos dan segera mengganti bajunya tak perlu sungkan ganti baju depan istri sendiri .

__ADS_1


langsung saja mas andika mencopot seluruh pakeanya untuk di ganti dengan yg sudah di sediakan Nia.


" heyyy ada apa ngliatnya begitu?" suara andika mengagetkan Nia yg tengah memandangi enam petak sawah yg rata.


" mau? " mas andika usil menjiwil hidung Nia yg setengah mancung .


Nia terperanjat dengan ulah sang suami yg mulai absurd .


" kumat !" hanya itu kalimat yg di berikan Nia untuk menghindari pertarungan karena waktu isya belum lah tiba .


Nia keluar kamar berniat hendak membuat secangkir teh atau coklat hangat untuk teman malam sebelum tidur .


Rasa lelah seharian kesana kemari baru terasa saat aktifitas sudah berkurang .


" menikmati secangkir coklat hangat di depan tv sambil menulis pemesan di paper bag agar besok saat bu Eda mengambil pesanan sudah tidak repot lagi memilah milihnya .


"Deebanyak sekali? Suara andika terdengar mendekat seiring langkah kakinya.


" Eh iya mas". Nia menjawab pertanyaan suaminya sambil terus fokus mencatat .


" mas mau teh , apa coklat ? " ucap Nia beranjak menuju dapur .


" teh manis hangat aja Dee." pinta andika .


Niatnya sih untuk taruh di kulkas kalau tidak ada yg mau minum .


Udara malam yg dingin membuat tidur menjadi lebih nyenyak.


Nia hampir aja kesiangan untuk bangun pagi .... iya menoleh sisi kiri tempat tidur .


sang suami masih bergelung dalam selimutnya ,dengkuran halus masih terdengar.


" apa Aku harus mebangunkanya? " kutatap jam weker menunjukan angka 05:45 sedikit lagi sudah terang benderang .


Dengan tekad kuat Nia memberanikan diri untuk membangunkan suaminya untuk segera bangun.


mas Andika masih mengindahkan goncangan yg Nia lakukan.


" mas bangunlah ini sudah siang!" ucap nia pelan .

__ADS_1


" mas libur aja ya Dee, Lagian ujan." andika menjawab masih dalam mode tidur .


Nia berlalu keluar kamar menuju dapur untuk menyiapkan sarapan pagi.


tapi setelah sarapan tersaji di meja makan beberapa menit tak kunjung Andika keluar dari kamar .


" apa bener mas andika akan libur lagi hari ini ? " gumam Nia .


" kemaren pulang kerja lebih awal sekarang libur." Ucap nia kembali .


Nia ingat- ingat beberapa hari ini suaminya selalu pulang lebih awal dan jarang masuk kerja dan juga sering sekali menilak job luar kota.


Nia juga sampai lupa pulang dari rumah sakit setelah lahiran sampai hari sudah hampir dua bulan mas Andika belum memberikan uang belanja.


biasanya di berikan seminggu sekali kenapa belum di kasihkan .


Berbagai pertanyanan muncul begitu saja seolah mngingatkan ahir -ahir ini mas andika lebih sering ada di rumah. bahkan job luar kota sudah hampir dua minggu tidak di ambilnya .


Nia bukan tidak senang sang suami menemani di rumah .


tapi akan lebih baik bila sang suami tetap bekerja mencari nafkah dan memenuhi tanggung jawabnya sebagai kepala keluarga .


Nia tidak merasa kekurangan bahkan kalaupun sang suami tidak bekerja Niq masih bisa menghidupi firinya dan juga anaknya .


Tapi bukankah harusnya sang suami yg menanggung segala kebutuhan anak dan istri.


Kenapa sepertinya suaminya enjoy aja bahkan sekarang seperti sangat menikmati slimut dan kasur lebih menarik buat nya .


Nia mencoba bersabar dengan kelakuan suaminya ahir -ahir ini yg terlihat sedang malas kerja .


Bahkan beberapa bulan ini Nia yg mengeluarkan segala biaya rumah tangganya bahkan sampai membayar kontrakan ia harus mengambil uang simpananya.


Mengurus bayi itu tidak mudah tapi sebisa mungkin nia tak merepotkan.


bahkan saat sang suami ada di rumahpun Nia jarang sekali meminta bantuan pada sang suami.


Nia tidak ingin jika sang suami di bebani ikut serta ngurus anaknya bukan tidak mungkin malah ahirnya Andika malas untuk kerja keluar rumah .


Nia menjadi serba salah, kadang merasa segalanya ia kerjakan sendiri dan tanggung sendiri terus sang suami adem ayem biasa aja tak pernah merasa ada perbuatan yg kurang .

__ADS_1


Ruamh tangga macam apa yg Nia jalani setelah kelahiran anak pertama bukan sang suami giat bekerja malah semakin malas .


huff.............


__ADS_2