
Rasa lelah Nia pikul sendiri , tak sedikitpun Andika sang auami membantu meringankan sedikit pun .
Nia bersikap biasa saja begitupun saat mas Andika minta di layani dengan senang hati Nia menjalankan kewajibannya.
Hari- hari berlalu sampai pada saat nya acara resepsi pernikahan adik ipar tiba dan saat itulah hampir semua pekerjaan mulai dari pekerja dapur dan yg lainya menyangkut acara harus Nia awasi dan tak boleh satupun ada yg kurang .
Bukan lelah fisik tapi lelah ini merujuk pada kelelahan pikiran karena Nia di tuntut sempurna dalam penampilan dan juga dalam nenghendle acara .
.
"Duh gustii..... Kaya orang ningrat aja gayanya selangit ."pekk nia , tanpa perduli siapa yg akan mendengarnya menurutnya sudah over ini mah perlakuanya.
Bukan karena Nia merasa cemburu,karena pada saat menikah dengan sang suami keluaega tidak begitu protekif pdahal andika anak pertama .
Ingin rasanya Nia lari dari tempat acara tqpi apa daya, tanggung jawab yg di berikan kedua orang mertuanya hari ini adalah hal yg menyangkut nama baik keluarga .
" Nia ... Kamu tak boleh begitu bagaimanapun , sella kini telah jadi istri Ardi adik suamimu jadi dia juga adik mu juga." ibu nina memberi Nia nasehat .
Tapi sesak di dada Nia ini terus membuncah .
"Ya Allah maafkan aku atas semua ini Sabar .... Sabar". desis Niq menguatkan diri sendiri.
sudah hampir isya tapi acara blm menandakan akan bubarnya orang orang .
Nia sudah mulai letih pinggangnya sudah terasa sangat panas dan tersasa sangat pegal .
Niq memutuskan untuk ijin pulang saja bersama kedua orang tuanya.
Melihat keadaan Nia yg memang sudah terlalu letih suami pun mengijinkan pulang dan ia tetap berada di tempat mamahnya hingga acara usai mungkin.
kalaupun akan menginap Nia akan mengijinkan toh di rumah mamahnya ini.
Niq pulang bersama kedua orang tuanya menggunakan taxi online untuk ke rumah.
Sepanjang perjalanan tak hentinya ibu nina menggosok -gosok pinggul belakang sang putri satu satunya.
Bu nina sangat peka terhadap orang yg sedang hamil kalau terlalu capek pasti yg di rasa bagian itu ya ibu nina telah berpengalaman soal itu.
Tidak seperti mamah mertua yg bahkan nggk perduli soal keadaan Nia .
buktinya saat Nia tadi pamit beliau nyerocos ... Nggk menghargai orang tua acara belum usai sudah pulang aja!ketus sekali nadanya .
"Nia ,Suara ibu memecah keheningan di atas roda empat .
" Nia, Sebaiknya kamu lahiran di jawa saja, ibu tidak tega kalau kamu lahiran di jakarta seorang diri nggk ada yg urus." ucap bu nina sambil terus mengusap usap pinggang belakng nia.
__ADS_1
sepertinya mata ibu nina telah mengembun hanya saja di tahanya .
Nia meraih kedua tangan ibunya berusaha menguatkan dan meyakinkan ibunya untuk tidak khawatir dengan keadaanya.
" ibu aku baik -baik saja, ada mas Andika yg akan menemaniku." ucap Nia meyakunkan sang ibu.
"soal mamah mertua dia sebenernya baik, hanya saja mungkin sudah tabiatnya begitu jadi mau gimana lagi".Nia coba mberi pengertian pada sang ibu.
mungkin setelah anak ini lahir akan lebih baik lagi ucap bu nina sambil mengelus pelan perut Nia.
" ya sudah kaluapun ibu dateng nanti pas kamu lahiran tidak bisa lama -lama , soalny bebarengan waktu panen padi ."ucapnya sambil menggenggam tangan Nia.
Sudah tentu walapun Nia bilang baik - baik saja ada mas Andika. ibunya lebih berpengalaman dan tentunya sangat peka, Dengan kondisi rumah tangga sang putrinya.
" sudah sampai yuk bu turun". UcapNia pelan sambil membuka pintu mobil .
Nia membuka pintu selot pagar depan kemudian menaiki tiga anak tangga sebelum sampai pada bangunan berderet bentuk sama.
Entah apa yg di pikirkan bpk beliau hanya menatap ke sekeliling ruangan mungkin tempat yg sangat kecil , sempit atau apalah tiba- tiba terdengar suara bapak.
"NiaApakah ini rumah sendiri atau kost?"ucap bpk penuh selidik.
Nia terperanjat kaget apa yg harus di katakan pada sang ayah.iya tau betul sang ayah tentu tidak bisa melihat kesusahan putrinya.
Nia tak segera menjawab nia hanya menaut nautkan kedua tanganya dengan gelisah.
"pak istirahat aja udah malam." besok aja nia jawabnya,kalau jawab sekarng bpk bakalan lama nglanturnya." tukas ibu sambil menggandeng bpk masuk ke kamar .
Ahirnya ...
Setidaknya Nia bisa memikirkan dulu jawaban apa besok saat bpk bertanya lg.
Nia pun segera masuk ke dalam kamar mengganti pakean pesta yg terasa menyesakan .
daster setulut yg longgar di pilihnya sebelumnya mengelap badan drngan air hangat
Nia mencoba merebahkan badan di kasur sepertinya mata ini sudah sangat rindu batal putih empuk itu .Tak menunggu lmaa Nia terlelap sampi pagi tiba .
di bangunkan ibu
ibu memang sudah terbiasa bangun sebelum subuh.
kali ini Nia di bangunkan menjelang fajar yg penting masih bisa kebgian waktu sholat subuh.
di meja makan yg telah ter saji teh manis hangat ,dan beberapa kue, sepertinya ibu membeli kue yg biasa lewat depan gang untuk menemani sarapan pagi .
Maklum ibu dan bapak tidak terbiasa sarapan nasi pagi hari.
__ADS_1
Ko
cukup dengan teh manis atau kopi beserta rebusan atau gorengan .
" Nia... Ibu akan kembali ke jawa nanti sore, apa kamu tidak mau ikut sekalian." tanya ibu pelan -pelan tapi terlihat sangat berharap Nia ikut serta pulang ke jawa.
" buu,Saya belum membicarakn sma mas Andika , nanti saya bicarakan dulu mengeni usaulan ibu melahirkan di jawa."Nia tata sedemikian halus ucapannya agar tak menyinggung perasaan ibu.
" baiklah ... Memang seharusnya kamu bicarakan dulu smasuamimu'" suara bpk menimpali ibu .
Kami bertiga sarapan sambil mengobrol alhamdulillah bpk tidak menyinggung lagi soal rumah yg kami tempati.
Kami Mampir dulu ke temapt mamah mertua sebelum mengantar ibu dan bapak ke terminal untuk pulang karena ibu dan bpk ke sini memilih naik bus, ketimbang harus mbawa kendaraan sendiri.
padahal mah ada Adam adiku no dua sjuga sudah pandai mbawa mobil .
Alih alih di tanya jawabnya takut kesasar .
"Pak,,pak sekarang jaman online
bisa pake gps atau map agar tidak nyasar".tukas nia menjelaskan .
tetep aja malah bpk membalikan keadaan .
"Kamu nggak ingat Nia . Saat kmau pulkam dulu mbawa mobil bersama suamimu malah kesasar ke hutan "bapak mengingatkan atas kejadian waktu itu .
mau seperti itu kalo kesasar kehutan masih mending, masih ada rumput lah kalau di kota seperti ini kalo kesasar ke sarang *encong bagimana dengan ibumu yg cantik ini ?" suara bpk terus saja meledek Nia .
"Ya sudah pak lain kali bawa tali agar tak nyasar !"Ucap Nia menimpali candaan sang ayah .
"Emang embek bawa -bawa tali." sudah sudah bercanda nggk bakalan berhenti kalau gak ada gunung meletus .ucap bu nina menengahi putri dan bpknya .
"anak sama bpk gak ada akurnya."tukas ibu yg mualai senewen.
Nia dan pak hartoyo hanya saling pandang kemudian tertawa bebarengan . Melihat ekpresi ibu yg sudah cemberut keduanya menyudahi candaan.
" tapi buu Apa ibu nggk takut kalau ada gunung meletus ?" Nia menyender manja pada sang ibu.
" Sudah Nia Jangan mulai lagi!" Ibumu lagi kepikiran ayam -ayamnya sepertinya makanya uring uringan." ucap bpk lagi .
Bpk emang orang yg suka melucu dan membuat suasana menjadi tak kaku dimanapun.
tapi pada mas Andika bapak selalu irit bicara bicara ,seperlunya saja tak mau bnyak bicara atau banyk bertanya. Jangankan bercanda.
Whay...
...........
__ADS_1