Bualan Semata

Bualan Semata
Draft


__ADS_3

Dua hari kemudian


Kukuruyuuukkkk... Suara kliwon seolah menyambut sang majikan yg baru saja dari kota.


Setelah kepulangan bapak dan ibu kini


Niq tinggal bedua dengan mas Andika.


sesekali ia berkunjung ke rumah oarang tua mas Andika ,mengingat kehamilannya sudah mulai membesar ,Jadi Nia tidak bisa sering sering naik motor sendiri .


Pesta keluarga mertua sudah usi semua sudah kembali ke aktifitas seperti biasa , kini mamah mertua ada temennya yaitu menantu baru saat Rena sedang pergi kuliah .


Tapi sepertinya memantu baru masih ingin di perlakukan bak putri hingga mengerjakan pekerjaan rumah saja sepertinya di lakukan sendiri oleh mamah.


Rencanaya Niq ingin mebuat selamatan tujuh bulanan seminggu lagi dan kami meminta ijin pada mamah mertua sekaligus minta bantuan agar acara terlaksana dengan lancar.


Ternyata tradisi kami dalam menyambut kehamilan berbeda.


bagi mamah untuk acara tujuh bulanan tidak terlalu penting.


"tidak perlu ngadain selamatan tujuh bulanan lah ngabis -abisin duit aja!" Ucapanya terasa pedas sekali di telinga Nia.


Padahal uang yg akan kami gunakan buat selamatan bukan dari mereka atau dari mas Andika, melainkan uang titipan ibu dan bapak untuk acara tersebut.


karena beliau tidak mungkin bisa hadir karena harus mengurus persiapan panen padi di jawa .


Maklumlah di jawa juga ada tradisi sebelum panen raya di mulai kebetulan selang beda beberapa hari dari acara tujuh bulanan .


"Kalau mamah saja tidak mengijinkan terus akan aku jawab apa saat ibu dan bapak nanti tanya soal acara tujuh bulanan? " pertanyaan itu muncul sepanjang perjalanan Nia sekembalinya dari rumah ibu mertuanya.


Sampai di depan kontrakan Niq tak lantas turun hingga ibu yg punya kontrakan menegurnya.nampak jelas gurat sedih dan risau dari raut muka Nia.


Tanpa segan Nia menceritakan pada ibu kontrakan baginya ibu pemilik kontrakan sudah seperti ibu temapat curhatnya . Niq tak pernh sungkan meminta saran atau minta tolong pada beliau .


Niq pikir beliau lebih paham soal acara - acara seperti ini .


Setelah Nia menceritakan masalah dan kendalanya ahirnya ibu kontrakan dengan bijak untuk menengahi masalah yg Nia hadapi .


Beliau mengusulkan membuat rujak aja untuk di bagi bagikan ke tetangga .


ibu pemilik kontrakan juga bersedia membantu untuk membuatnya besok atau kapanpun bahan siap.


Bersyukur berkali kali karena masih di dekatkan dengan orang - oarang baik .


Tak berpa lama setelah obrolan Nia dengan ibu pemilik rumah selesai,deru mesin motor suaminya memasuki teras.

__ADS_1


memarkirkanya di samping kiri rumah dekat kolam ikan kecil .


"tumben nih orang pulang gini hari " cicit Nia bermonolog.


Hanya denting sendok yg beradu dengan piring yg terdengar, segera kami menyelesaikan makan malam tanpa ada percakapan.


Dengan secangkir teh manis Nia menuju di mana sang suqmi tengah duduk santai di depan tv melihat siaran berita .


kubawakan potongan buah melon untuk cemilan teman nonton tv.a


Niaengutarakan keinginanya untuk membuat selamatan tujuh bulanan pae sang suami tp sepertinya sang suami tidak begitu antusias untuk hal itu.


Andika menyarankan Nia untuk bicara pada ibunya saja ,sepertinya ibunya belum memberu tahu kepada Andika hal kedatanganku tadi pagi ke rumahnya .


Melihat Nia tak bergeming lagi bahkan Nia tak menceritakan ketidak sedianya ibu mertua untuk mengadakan acara tersebut .


Nia merasa tak mendapat perhatian dari ibuertuanya bahkan sang suami juga seolah tidak begitu memikirkanya.


" kamu sudah ngantuk Dee? "


" mas Andika menepuk nepuk kasur sebelahnya memintaku untuk rebahan saja di sampingnya.


" Dee ,Apa sebaiknya kita pindah ke rumah mamah aja kan sebentar lagi kamu lahiran biar ada yg menjaga kamu!" suara mas andika terdengar sedikit ragu .


Nia yg mendengar ucapan andika setengah berjengkit dari senderanya,merasa tidak percaya dengan apa yg di dengar .hingga Nia meminta sang auami mengulangi perkataanya .


"Walaupun tidak se mewah di rumah mamah tapi setidaknya ketenangan hati dan otak saya aman di sini ."nia terus mengeluarkan isi hatinya.


" nggak usah mualai lagi ya mas" pinta Nia penuh penekanan .


"Ya sudah wong sya cuma usul buat kebaikan kamu."ucap mas andika sedikit sewot .


wes biasa luur nek keinginne tidak di repaet pasti ngambek koyo anak tk .


Ndak usah kaget ngono loo........


Kalau sudah begini mas Andika akan tidur menghadap tembok sampai pagi dan Nia sudah terbiasa dengan sikapnya walau kadang bikin kesel.


tapi ya sudah itulah senjatanya orang yg suka baperan .


Keesokan paginy tak lama setelah mas Andika bernagkat Nia kembali dengan rutinitas hariannya.


ku tengok depan pagar terdengar suara riuh meletup - letup macam sedang nggoreng popcorn .


" oh..... Sepertinya mamah datang tak di undang .

__ADS_1


"masuk rumah sambil ngomel ndak berhenti.


Kenapa nih orang datang -datang nyerocos tak henti ."seakan hati nia menjerit.


terperanjat kaget dan pastiny bakal menambah volume dan suaranya kali ini .


seletah melihat berbagi macam barang perabotan bayi yg masih teronggok di pojokan ruang tamu dan masih bersegel .


semua barang yg ada adalah keluaran brand terbaik pastinya tau juga merk yg tertempel di setiap produk parabotan yg ada di depanya itu .


Tk cukup dengan hal itu karena tiba tiba ada dua orang teknisi yg akan memasang ac .karena memang belum sempet kami pasang, barang baru dateng sehari setelah ibu dn bapak pulang kembali ke kampung .


"Wah ....wah banyak belanja kamu ya,Gini cara kamu morotin anak saya ?


"sudah minta barang belanjaan seperti orang kaya gayaknya."


"pake mau ngadain acara tujuh bulanan emang nggk pake duit ?" kamu mikir nggak penghasilan Andika berpa?"


Mamah terus saja memberondong pertanyaan yg semakin menyudutkan Nia .


Belum sempet Nia memnjawab pertanyaaan mas Andika yg turun bicara memberitahukan bahwa semua barang belanjaan ini adalah pembelian bapak smaa ibu untuk cucu dan anaknya.


Bahkn rencana acara tujuh bulanan pun biayanya sudah di persiapkan oleh bapak sama ibu.


Mendengar penjelasan dari mas Andika entah malu atau apa muka ibu menjadi merah seperti tomat rebus.


Tak mau terlihat salah iya pun beralibi menyalahkan andika anaknya karena tidak memberitahukan sebelumnya .


Wess pokoke serba salah kalau berhadapan sama mamah mertua . bahkan anak nya sendiri aja di buat angkat tangan kalau sudah begini .


Sepertinya perdebatan antara emak dan anak tidak akan selesai cepat kalau begini ahirnya Nia ambil jalan tengah memisahkan keduanya.


" mas ,sudah berangkat kerja aja giih!" kamu sudah berapa hari nggk masuk nanti malah repot urusanya biarkan mamah sama aku di sini ."ucap Nia.


Mas andika kembali ke motornya lalu berangkat untuk bekerja .


Setelah suasana kondusif Nia ambil amplop coklat yg berisikan uang sekitar dua juta yg di berikan bapak sama ibu.


nggk semua sii karena bapak sama ibu meninggalkan bebrapa juta uang untuk sekalian persiapan biaya lahirannya.


Bapak smaa ibu tau persis keadaan keuangan kami dengan diam -diam takut menyinggung perasaan mas Andika beliau memberikan uang tersebut saat mas Andika sudah berangkat kerja .


pagi itu sehari sebelum bapak dan ibu kembali ke jawa.


Akupun mengikuti perintah ibu hanya boleh mengatakan di tinggali uang untuk acara selamatan saja selebihnya agar saya simpan saja.

__ADS_1


Kurasa dua juta cukup untuk membuat acara tujuh bulanan mengundang ibu -ibu pengajian yg jumlahnya kurang lebih tiga puluh orang saja .


"Niaa...


__ADS_2