
Di dalam mobil taxi online yg kini tengah mebawa Nia ,Aqmar dan juga ibu mertuanya kini tak sepatah katapun Nia keluarkan.
Niahanya fokus pada sang buah hati yg mungkin merasa tidak nyaman karena belum terbiasa bepergian .
Sesekali sang mertua ikut mengaba pada bayi Aqmar .sangat nampak kecemasan di raut muka bu Sri
tiga puluh menit perjalanan yg belum Nia ketahui tujuanya ini sudah di tempuhnya tapi sang ibu mertua belum mengatakan tujuan yg sebenarnya.
Nia merasa ada hal yg ibu mertuanya rahasiakan .
Derrrt....derrttt tiba tiba dering ponsel nia menjerit terera di layar ponsel kontak ibunya yg memanggil .
segera nia mengangkat telponya di ujung telpon sana sang ibu mengabarkan kalau Bapakny meminta Nia untuk segera berkunjung ke kampung .
Rasa vemas dan hawatir tiba-tiba memenuhi rongga dadanya.
Setelah mengiyakan ucapansang ibu nia kembali menutup ponselnya dan menaruh kembali ke dalam tasnya.
Nia memberanikan diri untuk meminta pak driver taxi menepikan kendaraan sejenak " ada apa Nia?" ibu sri menyela saat nia sedang berbicara dengan driver .
Nia kemudian meminta ijin untuk segera pulang dan hendak segera pulang ke jawa karena bapaknya.
Bagai manapun Bu sri tetaplah seorang wanita yg tentunya merasa peka terhadap sesama perempuan terlebih Nia menantunya.
Ahirnya Bu sri tidak jadi melanjutkan tujuan kepergianya melainkan balik arah ke rumah nia.
Setelah beberes dan tak lupa Nia menelpon sang suami minta ijin dan Andika mengijinkan .
Sore hari Nia bergegas menuju terminal bus untuk menuju kampung halaman.
dengan menggendong bayi Aqmar dan menggeret satu tas yg cukup besar berisi perlengkapan anaknya .
Langkahnya srolah tersrok olrh beban yg ia bawanya Nia tetap tersenyum sesrkali orang yg melewatinya memandang sinis atau prihatin entahlah .
Tentu saja Nia tak luput dari pandangan orang di srkitarnya .
Menaiki bus antar kota yg memakan waktu kurang lebih sepuluh jam dengan seorang bayi mungil yg baru beberapa bulan tanpa di dampingi ayah dari bayi yg di gendongnya.
Bahkan ada beberapa ibu yg menghampirinya dan bertanya kemana tujuan dan kenapa bapaknya bayi Aqmar tak bersama.
Nia tidak berpikir bahwa pertanyaan pertanyaan orang sedetail ini akan iya terima.
__ADS_1
bahkan ada beberapa wanita muda seumuran di depan tempat duduknya berkasak kusuk seperti membicarakan hal negatif tentang dirinya.
Nia baru menyadari ternyata di luar rumah sangat banyak polusi untuk mata hidung dan juga kupingnya.
Sepanjang perjalanna Nia menulikan kupingnya ia fokus pada buah hatinya.
Di peluknya erat sesekali ia longgarkan pelukanya dan menutupinya dengan selimut agar bayi Aqmar tidak kedinginan .
Bus yg di tumpangi nia perlahan sudah meninggalkan perbatasan kota jakarta bati Aqmar sudah terlwlap dqlam pangkuanya .
Hingar bingar keramaian ibu kota seolah membuat Andika lupa pada sang istri yg kini sedang menuju rumah orang tuanya.
kepulangan Nia ke tempat orang tuanya semakin membuat Andika malas untuk pulang rumah kontrakanya .
sesekali Andika pulang ke rumah ibunya itupun kalau sang ibu sudah berkali - kali memintanya untuk pulang .
tiga hari sudah berlalu Nia menikmati tinggal bersama kedua orang tuanya dan adik lelaki satu satunya .
Pagi hari nia tidak merasa kerepotan karena sang ibu sudah mengambil alih pengurusan buah hatinya.
Selesai di mandikan sang nenek kini Bayi Aqmar beralih ke gendongan kakeknya.
suasana khas pedesaan sangat rame suara ayam jantan dan betina serta anak ayam yg sedang berkumpul berebut dedak bekatul .
Juga suara orang orang yg sudah hilir mudik hendak berangkat atau pulang dari kebon atau dari menyadap pohon kelapa atau aren .
Rumah orang tua Nia berada persis di kanan jalan aktif keluar masuk perbatasan hutan pinus jadi semua yg akan ke hutan atau pulang dari hutan sudah pasti lewat depan rumah orang tuanya.
Walaupaun berada di tepi hutan tapi suasana nya sangat ramai .
Seminggu sudah terlewari Nia berada di kampung halamnya dan membuat Nia semakin betah saja.
apalagi selama seminggu ini Andika sang suami tak sekalipun menanyakanya atau menghubunginya .
Sesekali Nia mengirimkan pesan lewat aplikasi hijaunya tapi sampai tepat seminggu pesan dari Nia belum dapat jawaban bahkan belum centang biru apakah Andika tidak mengaktifkan ponselnya " hati nia berbisik."
menghilangkan kerisauan dari ayah sang buah hatinya Nia mengambil ponsel dan menghubungi ibu mertuanya untuk menanyakan kabar sang suami .
Sekali dua kali dering ponsel tak juga di sambutnya , mondar mandir sembari menempelkan ponselnya dikuping Nia terus berusaha menghubungi ibu mertuanya.
Kesekian kalinya Nia menghubungi ponsel ibu mertua tapi tak ada jawaban kini Nia beralih menghubungi sang Adik ipar .
__ADS_1
Beberapa kali berdering ponsel sudah dapat sambutan dari arah sebrang telpon.
" Ada apa mbak?" suara Rena sepertinya tidak suka saat Nia menghubunginya .
" Ren , apa mas Dika dirumah mamah ?" ucap Nia hati -hati.
"makanya mbak punya susmi di urus jafi gsk klayaban suaminya!" nada suara Rena ssngat ketus ddn menyayat hati Nia.
sambungan telpon terputus dari sebrang padahal masih ada hal yg ingin di ucapkan Nia.
sebelum Nia meletakkan ponselnya sebuah notif pesan dari aplikadi hijau telah berkedip di lihatnya pesan dari mas Andika.
" De, tidak usah rewel semua orang di tanyai ." bunyi pesan dari sang suami .
Buru - buru Nia membalas pesan Andika selagi online.
Tak berapa lama setelah pesan nia terkirim dan pesan jawaban pun segera ia terima .
" tidak usah banyak tanya nanti kalau kamu sudah pulang saya juga pulang ."pesan balasan dari Andika membuat Nia jadi makin sulit menerka.
Nia memilih mendiamkan ponselny karena melihat kontak sang suami tak lagi online niapun menaruh ponselnya di atas nakas kembali.
Sementara bu Sri bukan tidak mendengar atau mengetahui Nia sang menantu menghubunginya .
hanya saja bu Sri tidak tqu apa yg harus di katakan pada menntunya itu kalau ia bertanya tentang suaminya.
mondar mandir bu Sri memikirkan Nia menantunya dan juga cucu yg kini masih bayi.
dengan penuh pertimbangan ahirnya ibu sri mengirimkan sebuah pesan ke kontak nia.
Beberapa notif pesaan terdengar saat nia sedang menidurkan buah hatinya .
Nia gegas meraih ponselnya dan mebuka aplikasi warna hijau tersebut.
abeberapa pesan dari pelanggan skine care dan juga satu pesan yg cukup menarik ia buka adalah dari kontak ibu mertuanya .
"Nia segara kembali ke jakarata." hanya itu kalimat dari ibu Mertuanya.
Nia kembali menaruh ponselnya dan berpikir ada apa dan kenapa ? Hanya pertanyaan itu yg muncul di pikiranya.
Nia tak menjawab pesan dari ibu mertuanya melainkan berpikir keras hingga ia tertidur di samping tubuh bayi mungilnya .
__ADS_1