Bukan Gadis Bisu Yang Lugu!

Bukan Gadis Bisu Yang Lugu!
TIGA BELAS


__ADS_3

~Aku, hanya satu di antara seribu, tetap satu, dan itu hanya aku.


ARASYA


"Jangan ikut campur!" bentak pria itu.


Pria itu hendak meninju pria yang menghadangnya. Namun, kekuatan pria yang menghadangnya itu lebih besar sehingga dapat melumpuhkan gerakan pria itu dengan cepat.


"Lucky, kenapa disini?" ucap Leon yang tiba-tiba muncul.


"Orang ini hendak memukul wanita itu dan anaknya. Bagaimana mungkin aku bisa diam melihat ini semua?" ucap Lucky yang tetap pada posisi mengunci gerakan pria itu.


"Apakah benar begitu, pak?" tanya Leon yang menunduk menatap wajah pria itu.


"Ka--kamu, Tuan muda Leoni Teonero?" ucap pria itu terkejut. Namun, hanya ditanggapi senyuman yang dingin oleh Leon.


Sekujur tubuh pria itu tiba-tiba membeku begitu saja. Takut, itulah kata yang tepat untuk mengekspresikan wajah pria itu sekarang. Pria itu sekarang tengah berpikir.


'Mungkinkah ini adalah akhir? Apakah aku tadi telah membentak orang dari tuan muda Leon ini? Bagaimana kehidupanku ini akan berlanjut?'


Dalam hati, pria itu tengah gusar. Bagaimana tidak, LOEN adalah orang berkuasa. Walaupun ia adalah anak CEO, namun ia tak pernah mengandalkan kekuatan ayahnya untuk dipamerkan. Namun, ia lebih memilih untuk menggunakan kekuatan untuk melindungi dirinya sendiri. Dan, jadilah Leon yang sekarang ini. Tangan kanan Arasya, si otak komputer dan ratu bela diri sekaligus Rekan kerja dan kekasih dari Zeno, si jenius berbisnis dan Putri beracun. Leon dan Zeno membangun beberapa perusahaan kecil-kecilan yang dibangun 5 tahun lalu tanpa sepengetahuan teman-temannya dan tentunya dengan bantuan orang tua mereka. Semua perusahaan itu kini telah bersatu dan menjadi LEZO group, perusahaan bertaraf internasional yang paling maju ke-3 di kota S.


"Tu--tuan, tolong maafkan suami saya!" wanita itu memberanikan diri berbicara.


"Dia telah menyakiti dirimu. Tapi kau masih ingin ia dilepaskan?" tanya Lucky heran.


"Dia, ayah dari anak-anakku, dia tidak boleh kenapa-napa! Bagaimana nasib anakku tanpa ayah nantinya?" ucap wanita itu yang kini tengah mengusap kepala anaknya.


"Tolong lepaskan ayahku!" ucap anak laki-laki yang tadi duduk di kursi roda sambil beranjak memegang tangan Leon.


"Dia telah menyakiti kau dan ibumu! apakah kalian tidak merasa dia begitu jahat?" Leon mengusap lembut surai bocah itu.


"Tapi Shua sayang ayah! Juna mau ayah jadi baik. Shua mau ayah nemenin Shua sampai Shua dewasa!" ucap Shua.


"Apakah kau lihat, pak? anakmu begitu menyayangi dirimu! Namun, apa yang kau lakukan padanya? kau bahkan tak mau mengobati sakitnya dan malah memukulnya? apakah tidak ada lagi kasih sayang untuknya? hah?'' ucap Lucky.


"Benar, walaupun kau memukulnya dan menyakiti dirinya, ia tetap menyayangimu, kan? apakah bapak tak malu?" ucap Leon dingin.


"I--iya, saya akan menyayanginya, tuan! Tapi setidaknya, lepaskan saya dulu!" ucap pria itu memohon.


"Kau akan ku kirim ke penjara! Setelah itu, kau bisa menyayangi anak ini!" ucap Leon sambil mengusap lembut rambut Yoshua sambil memberikan tatapan mematikan.

__ADS_1


"Ta--tapi—" ucapan Yoshua terpotong.


"Ada apa ini?" tanya Louise yang baru sampai membawa kantung plastik yang berisi makanan.


"Nanti ku jelaskan! Telpon polisi sekarang!" ucap Leon pada Louise.


"Hah, baiklah!" Louise menghela nafas walau akhirnya menyetujuinya.


*****


Pria yang dipanggil ayah oleh Yoshua itu kini dibawa ke kantor polisi untuk kesekian kalinya. Ya, ayah Yoshua, GEONETH PIRLO adalah pemabuk berat dan di penjara karena terjebak narkoba hingga baru bisa setelah 5 tahun dan 2 bulan setelah masa rehabilitasi selesai.


Yoshua melihat kepergian ayahnya itu dengan wajah murung. Ia tak habis pikir apa yang terjadi pada ayahnya sekarang. Baru saja ia bertemu dengan ayahnya 2 bulan lalu, kini harus pergi lagi.


"Tenanglah, Shua! Kak Leon yakin kalau Shua bisa hidup dengan baik dan tumbuh jadi pria sejati, supaya dapat menjadi contoh untuk banyak orang hingga membuat ayah Shua bangga sehingga tidak memukuli Shua lagi! Jangan sedih, ya?" ucap Leon menenangkan Yoshua.


"Ya, Shua harap itu akan terjadi!" ucap Yoshua dengan semangat.


"Kau itu anak baik!" ucap Lucky yang datang membawa beberapa kantung plastik.


"Ini untukmu. Es krim!" ucap Lucky tersenyum.


"Kata ibu, jangan makan makanan dingin saat sakit. Kalau tidak nanti tambah parah!" ucap Yoshua dengan polosnya.


"Aduh.. kok, di jitak sih, kak!" rengek Lucky pada Louise.


"Udah tau bocah ini lagi sakit, kenapa di kasih eskrim!" omel Louise pada adiknya, Lucky.


"Iya-iya, Kakak itu bawel!" teriak Lucky sambil berlari menghindari Louise.


"Sabar, sabar! dia adikmu walaupun kelakuannya kaya setan!" gumam Louise memendam amarah.


Buk..


"Hebat, tuh si Lucky bisa bikin kamu yang dingin dan cuek marah? hahaha.." ucap Leon setelah memukul punggung Louise. Louise yang merasa di tertawakan sahabatnya itu menatap tajam Leon yang tengah tersenyum kuda.


*****


Cklak..


"Zeno, gimana keadaan Ara?" tanya Lucky yang baru saja masuk membawa kantung plastik berisi makanan tadi.

__ADS_1


"Udah bisa dijenguk kata dokter tadi. Ini udah mau pagi sebentar lagi, kalian pulang aja biar aku sama Leon yang jagain Ara!" ucap Zeno.


"Kamu sama Leon itu udah capek-capek rawat Ara dari tadi. Apalagi aku sama kak Louise'kan banyak waktu senggang. Kalian aja yang pulang dan istirahat!" bantah Lucky.


"Nggak, aku mau jagain Ara!" kekeh Zeno.


"Kalo gitu, kita bareng-bareng jagain Ara disini secara bergantian!" ucap Louise yang tiba-tiba datang bersama Leon.


"Ka--kakak?"


"Hmm, saran kamu bagus juga, Louise!" ucap Zeno.


"Oke, kita sepakat!" ucap Leon.


"I--iya!" ucap Lucky yang takut.


"Lucky dan Louise disini dulu! aku dan Zeno akan pergi keluar sebentar" ucap Leon tersenyum pada Zeno


"Baiklah" ucap Doble L menatap malas.


"Bay!! Aku pergi dulu, ya!" ucap Leon keluar dari ruangan Arasya sembari menggandeng tangan Zeno dengan mesra.


"Dasar, mau mesra aja pamer!" ucap Lucky.


"Lucky, sepertinya kau melupakan sesuatu!" ucap Louise dingin.


"Lu--lupa apa?" gagap Lucky yang gelisah karena takut.


'Aduh, mati aku. Semoga aja kak Louise nggak ngungkit masalah aku mengejeknya bawel tadi!' batin Lucky gelisah.


"Minum!" ucap Louise yang kelewat santai sambil memasukkan makanan ke dalam mulutnya.


"Minum? aha..ha..ha... aku lupa! Aku pergi dulu sekarang, ya!" ucap Lucky tertawa canggung.


"Minumnya mau apa?" tanya Lucky.


"Air mineral aja!" ucap Louise yang masih fokus mengunyah makanan.


Lucky mengiyakannya dan langsung keluar dari ruangan Arasya, VVIP NO.1002. Ia bergegas mencari air mineral di kantin. Namun, alangkah terkejutnya ia saat melewati taman di samping kantin melihat pemandangan yang membuat hati para jomblo meronta-ronta karena iri. Pemandangan mesra antara Zeno dan Leon.


'Tadi ngomongnya mau ijin keluar sebentar. Eh... malah jadi gini! Haduh..!' batin Lucky.

__ADS_1


'Biarlah aku jomblo asal nanti ketemu jodoh! Walaupun sudah tak cantik lagi!' Batinnya lagi.


__ADS_2