
~Saya adalah korban dari keegoisan yang berkata sayang.
ARIEL
Tak.. tak... Tak...
Suara keyboard laptop yang di tekan dengan lincah oleh jari-jari tangan Farel begitu nyaring terdengar di dalam ruangan Arasya. Ia duduk di salah satu sofa dengan memangku sebuah laptop berlogo apel di gigit itu.
Setelah pulangnya para sahabat Arasya, ia langsung menyuruh anak buahnya untuk mengambil laptop di ruangannya di dalam kantornya.
Tak lama kemudian banyak kode-kode berwarna biru muncul di dalam laptop itu. Tentunya hanya hacker yang tahu artinya.
"Addam's street. Number therenteen. New York city, Amerika serikat."
Suara dari dalam laptop keluar setelah berhasil membobol salah satu keamanan di cctv New York city di Amerika serikat. Farel menyeringai perlahan dan hawa di sekitarnya berubah lagi. Hawa hitam pekat itu kembali.
"Amazing, you are very clever Farel! Tak sia-sia aku menahan diri untuk muncul!" Ucapan Farel terasa lain.
"I'm Ariel. Now let me do the work and you have to get up to give him affection, Farel!"
Alter ago. Pernahkan kalian dengar tentangnya? Kepribadian ganda dimana seseorang mengendalikan dirinya di sisi lain tersebut, tetapi bisa juga dirinya tidak menyadari akan kondisi itu.
Farel yang asli tengah tertidur apabila Arel, sisi lain dirinya bangkit dan begitu sebaliknya.
Arel, kepribadian ganda Farel yang muncul karena kejadian penculikan dimana Arasya juga menjadi korban di dalamnya. Arel yang muncul setelah tubuh Farel disiksa dan hampir di bunuh oleh ibu kandungnya sendiri dan akhirnya kabur ke panti asuhan "Real Hope" menjadikan Arel seorang psikopat yang akan bertindak bila gadisnya terluka.
__ADS_1
"Akan ku bunuh mereka, baby!" Ucap Arel beranjak.
Arel pergi keluar dari ruangan Arasya setelah mendapatkan informasi yang ia butuhkan berkat usaha Farel. kini, Arel pergi menggunakan mobil BMW berwana hitam metal dengan kecepatan tinggi tanpa peduli bahayanya. Ia pergi menuju tempat yang akan menjadi akhir bagi seseorang.
*****
"Tuan, Nona muda sudah sadar!"
Aljendro mendengar hal itu langsung merubah wajahnya menjadia amat senang. Ia dengan semangat menuju mobilnya dan langsung menjalankannya ke tempat dimana putrinya berada.
Sesampainya ia di rumah sakit. Ia masuk ke ruangan Arasya. Ia melihat putrinya sudah selesai operasi dengan alat pembantu kehidupan masih melekat di tubuhnya.
Aljendro seketika meneteskan air matanya. Tetes, demi tetes turun dari pelupuk matanya hingga menjadi aliran yang deras dengan Isakan yang keluar dari bibir tebalnya.
Percayalah, ini kedua kalinya dalam hidup Aljendro ia menangis. Pertama saat kematian istrinya—Rasya Alonya, ibunda Arasya dan kedua saat ini, saat Princess kecilnya terluka parah karenanya.
"Maaf! Maafkan, Dady! Queen sayang, ayo bangun! Maaf... Dady tak tahu itu kau waktu itu, sayang!"
"Dady kira kau itu bukan princess Dady! Dady berjanji padamu akan menangkap orang yang sudah melukaimu dan akan Dady bunuh dihadapanmu, sayang!"
Aljendro terus mengajak Arasya berbicara, seolah-olah putrinya itu dapat mendengarnya. Ia meracau hingga ia tertidur di kursi dengan kepala bertumpu pada ranjang Arasya dan tangan yang masih setia menggenggam tangan Arasya.
****
Markas Thousand Light
__ADS_1
"BAGAIMANA? SETUJU??" Tanya Zeno dengan toa
"YAA! KAMI SETUJU!" Jawab anggota Thousand Light.
Pagi ini, para member Thousand Light sepakat untuk melakukan acara amal dan doa bersama untuk memohon kesembuhan bagi Queen mereka yaitu—Arasya. Zeno selaku leader bersama wakilnya yaitu—Leon melakukan survei di beberapa tempat yang akan mereka undang.
Yang pertama tentu panti asuhan Real Hope dimana dulu Arel tinggal. Disana, Arsya juga sempat tinggal sebagai seorang gadis kecil yang tersesat. Namun, itu hanya beberapa hari saja. Dan setelahnya, pengurusnya diganti dan semuanya berubah.
Sekarang, Pengurusnya diganti lagi dengan 2 wanita yang merupakan ibu dari salah seorang member di Thousand Light karena adanya bukti tentang penggelapan uang sumbangan bagi anak-anak panti.
Acara amal berlangsung hingga malam juga di sertai berbagai acara lainnya. Banyak masyarakat sekitar juga datang dan melakukan doa bersama. Banyak anak-anak panti yang berasal dari panti berbeda-beda. Namun, semuanya dapat berbaur bersama dalam suka cita.
"Tes, tes. Satu, satu, dua, tiga. Tes!" Suara seseorang sedang mengetes mic.
"Oke, semuanya dimohon untuk tenang!" Setelah aba-aba, semua orang hening.
"Baik, saya selaku ketua dari penyelenggara acara yaitu dari THOUSAND LIGHT GENK, Zenovia dan wakil saya— Leonard akan memimpin doa bersama." Suara Zeno begitu menggema.
"Berdoa, Mulai!"
Semua orang menundukkan kepalanya berdoa. Berdoa untuk Arasya agar sembuh. Mereka semua begitu hikmat hingga suara Zeno kembali terdengar.
"Selesai!"
Acara amal ditutup dengan pembagian hasil amal dibagikan secara rata kepada beberapa panti asuhan agar digunakan untuk biaya hidup anak-anak panti. Setelahnya, mereka semua berpamitan dan pulang ke rumah mereka masing-masing.
__ADS_1