
~Hitam memang misterius. Namun jika setitik cahaya datang, maka segalanya jadi terang.
ARASYA
📞 Call on...
"Halo, tuan Farel?!" ucap seseorang.
"Iya. Bagaimana? apakah LEZO GROUP ada tindakan?" tanya Farel semangat.
"I--iya, tuan. Mereka berhasil menerobos sistem dan melacak keberadaan saya, tuan!" ucap seseorang didalam telepon dengan gusar.
"Apakah kau dapat menemukan akunnya?"
"Tidak. Sepertinya, yang kita hadapi kali ini adalah hacker yang sangat handal. Dia dapat menerobos sistem yang saya buat bertahun-tahun lamanya, bahkan orang jenius dari FARD university juga tidak dapat menembusnya!" jelas orang itu.
"Kirim akunnya. Saya akan memeriksa akun itu." ucap Farel lalu mematikan telpon dengan segera.
Tut...
📞Call of...
'Sudah ku duga. Pasti ada kamu dibalik ini semua!' batin Farel merasa senang.
Ting..
"Sudah dikirim!" ucap Farel sumringah setelah menerima File yang dikirim orang di telepon tadi.
Farel memeriksakan File yang berisi akun orang yang dapat menerobos sistem. Namun sialnya, sistem akun orang itu sangat sulit untuk di selidiki. Apalagi kata sandi privasi yang dapat dibuka farel hanya 2 karakter saja, sedangkan yang diperlukan adalah 20 karakter. Farel hampir frustasi. Namun, pesan yang muncul dari layar laptopnya membuatnya menyunggingkan senyum.
"Oh.. ternyata Tuan muda Zevan dari keluarga Larazia, ya. Rupanya mau ikut serta dalam permainan, toh. Aku turuti permintaanmu!" Ucapnya tersenyum miring.
*****
"Kak, bagaimana? apakah sudah dibaca oleh Presdir Farel?" tanya Zeno yang sedang menyesap Milk shake-nya.
"Em.. ini, ini sungguh diluar dugaan. Ternyata Presdir Farel malah membuat kalian membayar kerugian seperti yang tertulis di kontrak kerjasama itu." ucap Zevan frustasi.
"APA?! BAGAIMANA INI?!!" Zeno yang syok menggebrak meja rapat.
Saat Zeno tertunduk lesu, Arasya datang bersama Leon, lucky dan Louise yang mendorong kursi rodanya. Seketika itu, Zeno menghamburkan pelukannya pada sahabatnya, Arasya. Yang membuat Arasya bingung, yaitu Zeno yang menangis sambil mengucapkan kata-kata yang merah tak tahu apa yang dikatakannya. Pasalnya, Zeno saat itu juga sedang menangis tersedu-sedu.
Lalu, Zeno menjauhkan tubuhnya dari Arasya setelah melepas pelukannya. Ia menatap Arasya dengan penuh permohonan.
"Ara, bantu aku! Presdir Farel yang merupakan investor terbesar di pembangunan taman itu ingin membatalkan kontrak tanpa alasan yang jelas dan membuat kami menanggung seluruh biayanya." jelas Zeno setelah tangisannya mereda.
Arasya lalu mendengarkan ucapan Zevan yang mengatakan bahwa Presdir Farel adalah pengusaha muda yang terkenal di kota S ini dan juga merupakan anak dari ratu bisnis internasional, yaitu Ny. GISELA LIOFARD yang merupakan istri dari mendiang Tn. FAREDI LIOFARD.
__ADS_1
Tanpa sadar, wajah Arasya tiba-tiba memerah. Ia marah pada kejadian waktu itu, yang merupakan momen dimana bibirnya dan Farel saling bersentuhan yang dianggap penghinaan baginya. Ia masih mengingat begitu jelas kejadian yang membuat dirinya membenci Farel itu. Saat itu juga, Lucky mengagetkannya dengan menepuk pundaknya.
"Ara, apa yang kau pikirkan? kenapa kau seperti orang yang sedang marah! apakah kau mengenal atau mungkin pernah bertemu dengan Farel? Atau mungkin dia berbuat ulah padamu?" tanya Lucky yang dijawab dengan cepat oleh Arasya menggunakan gelengan.
"Kenapa kau memanggilnya dengan begitu? tanpa menyebut pangkatnya?" tanya Leon yang bingung.
"Dia sepupu kami, anak mendiang om Faredi!" ucap Louise.
"Sepupu? apakah hubungan kalian dekat?" tanya Zeno yang penasaran.
"Lumayan, sih." ucap Louise.
"Kami sering bermain game bersamanya dirumah dia. Dia juga memberikan kami beberapa buku catatannya sewaktu kuliah dulu!" ucap Lucky menyambung ucapan Louise.
"Jadi.. beneran?" tanya Leon memastikan sambil menatap Lucky dan Louise secara bergantian.
"Iya!" ucap Lucky dan Louise bersamaan.
"Ini akan memudahkan kita untuk membujuk Presdir Farel agar tidak membatalkan kontrak kerjasama itu!" ucap Zevan.
"Benar. Gimana menurut kalian berdua?" tanya Zeno melihat Lucky dan Louise.
"Aku usahakan!" ucap Lucky.
"Sikapnya itu keras kepala! Mungkin sulit!" ucap Louise hendak pergi.
"Hm?" Louise hanya melirik adik kembarnya itu.
"Kita belikan kamu diamond buat game, gimana?" ucap Zeno mendekati Louise untuk membujuknya.
"Hmmmm...." Louise berpikir.
"Buku novel 2 biji, deh.. Ya!!" ucap Leon menambahkan.
"Gampang! Sekarang aku dan Lucky akan menemuinya. Kalian tunggu kabar darimu, ya!" ucap Louise sumringah dan langsung pergi menyeret Lucky.
"Yakin, berhasil?" tanya Zevan.
"Mereka berdua itu bakalan jebak orang buat penuhi keinginan mereka. Jadi, gue yakin mereka bakal berhasil!" ucap Zeno yakin.
"Ya udah, aku pulang dulu. Mama pasti tungguin, kan tadi pamitnya cuma sebentar!" ucap Zevan lalu melenggang pergi.
"Dasar anak mama!" ucap Zeno memaki kakaknya.
Leon memperhatikan Arasya yang masih tertunduk diam tanpa mengeluarkan suara. Leon lalu mencolek tangan Zeno untuk memeriksa Arasya. Zeno mengangguk dan menghampiri Arasya lalu menepuk pundak sahabatnya.
"Ada apa Ara? kenapa kau diam saja?" tanya Zeno.
__ADS_1
"Agkyu mahu bantyu!" (Aku mau bantu) ucap Arasya dengan susah payah setelah mengangkat kepala menatap wajah Zeno.
"Ara.. Aku--aku.." Zeno senang hingga tidak bisa berkata-kata lagi. Ia senang karena bisa mendengar suara Arasya lagi setelah 7 tahun lalu Arasya memutuskan untuk tidak mengeluarkan suara sama sekali.
"Ara! kamu--kamu bicara?" heran Leon.
"Ara bisa bicara. Tapi, tidak bisa sempurna sampai dia memutuskan untuk diam dan tidak berbicara atau membisukan diri!" ucap Zeno setelah meluapkan rasa senangnya dengan memeluk Arasya.
"Jadi, dia membuat dirinya seakan bisu dihadapan orang lain? Itu artinya, dia bisa sembuh dengan operasi, kan?" ucap Leon memberi ide.
"Benar. Tapi, 7 tahun lalu Ara gak mau dioperasi sesaat setelah kami temukan di jalanan bersama wanita paruh baya yang sakit saat mereka berjualan." ucap Zeno lagi.
"Tapi, kenapa gitu, Ara?" tanya Leon pada Arasya.
"Agkyu gak mahu repotyin zeyo!" (Aku gak mau repotin Zeno) ucap Arasya dengan penuh perjuangan.
"Ara!!" Zeno memeluk Arasya lagi.
'Cewek kalo pelukan pasti yang lain dilupakan, heh!!" batin Leon merasa di acuhkan.
"Oke, udah peluk-peluknya. Lanjutin lagi nanti!" ucap Leon kembali menatap laptopnya.
"Nanti, jangan ganggu kamu!" ucap Zeno menatap sinis Leon.
"Heh.."
*****
"Kak Farel!!" ucap seorang wanita cantik yang masuk ke ruangan pribadi Farel.
"Ada apa mencari ku, Shopia? Sudah bosan jadi anak kepala sekolah?" ucap Farel dingin tanpa menghadap Shopia.
"Iiihh.. kak farel, kan yang panggil shopia secara pribadi. Jadi, Shopia langsung cepet-cepet ke sini!" ucap Shopia merangkul pundak Farel dengan manja.
"Jangan menyentuh diriku!" ucap Farel dengan jijik.
"Kak Farel, jangan gitu!!" ucap Shopia lagi.
"Jangan sentuh SAYA!!" ucap Farel mendorong Shopia hingga terjatuh.
Bruk...
"Aw.. sakit!!" ringis Shopia sembari memegangi tangannya yang menabrak meja.
Cklak...
"Wah-wah, ada pertunjukan yang seru, nih!"
__ADS_1