Bukan Gadis Bisu Yang Lugu!

Bukan Gadis Bisu Yang Lugu!
DUA PULUH SEMBILAN


__ADS_3

~Cahaya akan selalu ada walau kegelapan di mana-mana.


"THOUSAND??!!" Zeno memimpin slogan.


"LIGHT!! LIGHT!!! LIGHT IN DARK!!!"


Slogan kebanggaan mereka. "LIGHT IN DARK" slogan yang dibuat Queen mereka, Arasya yang jenius itu. Dangan bangga mereka bertos ria dan akhirnya pulang Karimah masing-masing.


*****


Diluar ruang rawat Arasya, suasana nampak tegang sejak 4 jam yang lalu. Farel yang tatapannya kosong, Aljendro yang bersandar pada dinding dengan kepala bertumpu tangan, Lucky dan Louise yang mulutnya berkomat-kamit melafalkan doa, Zeno yang menangis dalam diam dan Leon yang menenangkannya.


Semuanya tegang, menunggu dokter keluar dari ruang VVIP nomor 012 itu. Setelah kejadian tadi pagi, dimana Arasya tiba-tiba kejang-kejang dan wajahnya pucat pasi seperti tak ada oksigen yang dapat masuk ke dalam paru-parunya, membuat semuanya khawatir bahkan Farel yang tadi meraung-raung hampir membunuh dokter yang merawat Arasya karena datang terlambat.


Namun, segalanya sekarang sudah teratasi. Walaupun mereka belum mendengar langsung bagaimana kabar Arasya, setidaknya mereka lega karena keadaan tak seheboh tadi. Walaupun mereka tetap cemas pada Queen dari THOUSAND LIGHT GENK itu.


Tak dapat di pungkiri, bahwa saat ini pikiran mereka berusaha memikirkan hal baik, namun kemungkinan-kemungkinan buruk itu membuat mereka bertambah gelisah. Tak lama dari itu, dokter yang menangani Arasya keluar.


Cklak...


"Tuan, nona!" Panggil dokter itu.


Mereka semua langsung berdiri dan mendekat ke pada dokter. Farel yang gelisah langsung menanyakan keadaan Arasya, "Bagaimana? Dia sudah membuka mata?".


"Iya, bagaimana keadaan putriku?" Sahut Aljendro.


Zeno langsung mengusap air matanya dan menatap dokter itu sembari berkata, "Dokter! jawablah dengan jujur, bagaimana keadaan Ara kami? Jangan terus diam!"


Dokter itu menghela nafas berat. Ia menatap satu persatu mereka yang menatapnya. Dengan berat hati, ia kemudian membuka suaranya, "Keadaan nona Arasya sudah lebih baik beberapa hari yang lalu. Namun, luka yang pada bagian mata yang diakibatkan benda tajam itu sempat melukai otaknya hingga mengalami pendarahan hebat. Waktu operasi, kami berhasil menyelamatkan nyawanya dan itu adalah anugrah. Namun, mungkin akibat pendarahan itu, dan juga luka di bagian perut membuat banyak darah yang keluar. Kami juga sudah menerima donor darah dari anda, tuan Aljendro. Setelah kami teliti lagi, ternyata ada benturan keras juga. Itu akibatnya akan fatal. Maka dari—"


Farel memotongnya, "Jangan bertele-tele, langsung saja intinya!"


"Huh..." Dokter itu menghela nafas. Kemudian, ia melanjutkan ucapannya, "Maka dari itu, kini nona Arasya di nyatakan koma akibat benturan serta goresan itu."

__ADS_1


Degh....


Jantung Farel berpacu dengan cepat. Jantungnya seakan mau copot mendengar kata-kata dari dokter itu. Kakinya tiba-tiba melemas seperti jelly. Ia langsung jatuh tersimpuh di atas lantai yang dingin. Air matanya, setetes demi setetes turun hingga menjadi aliran yang deras. Ia merasa seketika jiwanya hilang begitu saja.


Tak jauh berbeda dari Farel, Aljendro juga mengangis dengan deras. Ia merasa amat sangat bersalah. Sungguh, jika saja ia tahu tentang Arasya lebih cepat, mungkin hal ini tak akan terjadi. Mungkin juga bila rasa gengsinya tak setinggi langit pada Farel, ia juga tak akan menculik Arasya untuk memenuhi rasa penasarannya. Namun, apalah daya, jagung sudah menjadi tepung, segalanya tak akan dapat diulang walau penyesalan begitu dalam.


Sedangkan Zeno, Leon, Louise dan juga Lucky mereka hanya diam, tak tahu apa yang harus mereka lakukan dengan situasi saat ini. Mereka juga terpukul. Bagaimanapun juga, Arasya adalah malaikat tak bersayap bagi mereka ditengah keterpurukan mereka beberapa waktu silam. Tak akan terlupa, bagaimana usaha Arasya waktu itu juga.


Mereka kalut dengan baik pikirannya masing-masing tanpa perduli apa yang terjadi dengan orang-orang di sana. Pikiran mereka terpusat pada seseorang di dalam kamar VVIP itu.


*****


Cklak...


Knop pintu dibuka oleh pemuda tinggi yang tampan bak ukiran dewa Yunani dengan mata birunya. Pria itu masuk dengan kemeja putih yang lengannya di gulung, rambut acak-acakan, 2 kancing baju terbuka dan sebuah buket mawar putih ditangan kekarnya.


Dia, Farel Liofard sang CEO sekaligus Presdir Liofard Group itu tampak tak baik-baik saja. Sejak dinyatakannya bidadari tercintanya itu koma, ia seperti tak ada selera hidup lagi. Ia yang kini tak seperti dirinya beberapa Minggu lalu. Ia telah jadi Farel yang sangat berbeda. Farel kini menjadi seorang pemuda dengan tatapan dingin, kosong, dan datar. Ia bahkan sangat-sangat irit bahkan jarang sekali bicara. Kecuali, saat berjumpa dengan Arasya. Seperti saat ini.


"Morning, My Ara!" sapanya pada Arasya, walau ia tahu sapaan itu tak akan dibalas.


"Nih, bunga kesukaan bunda kamu. Kata Aljendro, kamu suka banget semua hal tentang bunda Rasya. Aku besok bawai Lolipop pelangi buat kamu, ya? Tapi, kamu harus janji kalo kamu itu bakal cium aku!" ucap Farel bak seorang anak yang memohon pada ibunya.


"Aku akan temani kamu agar tak kesepian, My heart!"


Setelah mengucapkan kata itu, Farel menidurkan kepalanya di atas ranjang dengan tubuh di kursi dan tangan menggenggam tangan kekasihnya, seolah takut kehilangannya.


Hari demi hari, Minggu, bulan, hingga kini 2 tahun sudah terlewatkan. Tanpa mereka sadari, mereka masih menunggu sosok itu bangkit dari tempat dimana dirinya dipaksa hidup walau semesta belum mengembalikan jiwanya.


Cklak...


"Siang, Nona. Saya akan memeriksa Nona Arasya terlebih dahulu. Mohon anda tunggu di luar!" ucap seorang dokter dengan 2 orang suster di belakangnya.


"Baiklah. Ara, aku pergi dulu. Ingat, jangan lupa bangun, ya! Lusa hari dimana aku akan meluncurkan produk baru hasil ciptaanmu itu. Aku ingin kau hadir!" ucap Zeno kemudian membungkukkan hormat pada dokter dan pergi.

__ADS_1


"Suster, lakukan!" titah dokter.


Suster-suster itu melakukan hal pekerjaannya dengan cekatan. Dokter itu juga memeriksa tubuh Arasya.


"Dok! Pasien akan siuman!" ucap salah seorang suster.


"Benarkah? Cek ulang cepat!" suruh dokter.


...***************...


...DI CHAPTER INI AUTHOR AKAN BAGI-BAGI CAST ARASYA DAN FAREL....



...ARASYA EMYLIA / QUEENLARRY LISAYA GLOSCA...



...FAREL LIOFARD...



...AREL LIOFARD...



...LOGO THOUSAND LIGHT...


**Follow Ig-nya juga.


Dibawah ini:


@lince145

__ADS_1


Sekian, Terima Nasib (◍•ᴗ•◍**)


__ADS_2