Bukan Gadis Bisu Yang Lugu!

Bukan Gadis Bisu Yang Lugu!
TUJUH BELAS


__ADS_3

"Apapun itu, tidak ada yang lebih berharga daripada sebuah hubungan yang didasari cinta, kasih sayang maupun ketulusan!"


________ZENOVIA_______


"Jangan macam-macam, kamu! aku akan buat kau menderita kalau berani melakukan sesuatu padaku, aku pastikan kau akan kehilangan seluruh yang kau punya!" ancam Shopia yang terduduk di lantai dingin gudang yang gelap nan kotor.


"Benarkah? aku ingin melihat apa yang akan dilakukan oleh ayahmu, saat mengetahui putrinya ini menjual dirinya saat sekolah dulu!"


"Membuka kamar, merayu pria kaya, penggila geng sosialita, dan pemakai narkoba. Pemabuk, melakukan aborsi 5 kali, menggunakan 15 hotel dalam 2 bulan dan juga mendatangi rumah besar bordil pukul 2 siang dan pulang pukul 6 pagi setiap 1 Minggu sekali."


"Informasi yang tepat. Terimakasih, Jhonson!. Satu lagi, kirim file ini ke jalan Wizzy, gang D, Rumah cat biru laut nomor 228, kota S!" ucap Lucky menyeringai.


Shopia, gadis itu kini membelalakkan matanya lebar-lebar kala mendengar kata-kata dari Jhonson, asisten khusus dari Presdir termuda sepanjang sejarah, Farel Liofard. Wajahnya perlahan-lahan pucat saat Jhonson memasukkan sebuah flashdisk ke dalam amplop coklat bersamaan dengan beberapa foto-foto dan memberikannya pada seorang pengawal yang siap mengirim surat istimewa itu.


Lucky meremas dagu Shopia hingga kepala gadis itu mendongak. Netra hijau gelap yang menatap jijik pada gadis itu seakan mengisyaratkan betapa tingginya derajat miliknya dari pada gadis itu. Lucky tersenyum menyeringai dengan iringan tawa gila yang membuat suasana gudang itu tampak seram.


"DASAR ORANG GILA! LEPASKAN DAGUKU, CEPAT!" teriak Shopia.


"Dagu ini bukanlah hal yang membuat orang tergoda. Kau bahkan lebih menjijikan dari kotoran 4nj1ng. Berani mengatakan aku gila?" ucap Lucky dengan nada horornya. Lucky semakin meremas kuat dagu Shopia hingga sang empu meringis kesakitan.


"BODOH, KU PUKUL SAMPAI M4T1, KAU LUCKY!" ucap Shopia memberontak.


Lucky menghempaskan dagu Shopia hingga Shopia tersungkur. Tangan dan kaki yang terikat, rambut berantakan dengan wajah penuh dengan sayatan benda tajam membuat orang yang melihat itu pasti merasa jijik bagai melihat gelandangan yang ingin merangkak di kaki mereka, itulah keadaan Shopia saat ini. Dorongan kuat dari Lucky membuatnya pingsan dengan bibir merah yang berdarah dan tubuh kotor serta pakaian yang sudah robek.


Lucky keluar dari gudang bersama Louise yang memainkan game di benda pipihnya. Lucky nampak sangat bahagia dengan apa yang ia lakukan pada Shopia.


Lucky selama ini telah mengawasi keberadaan Arasya dimana pun itu. Namun, Saat Arasya hilang diculik, saat itu ia tengah pergi ke Prancis bersama Louise untuk membuat beberapa kesepakatan dengan kolega bisnisnya hingga ia lalai dalam mengawasi Arasya. Alhasil, saat ia kembali, ia sangat menyesali apa yang terjadi hingga Arasya pulang 2 hari setelahnya.


Kini, Lucky bersama dengan Louise pergi menghampiri Farel yang berada di dalam sebuah cafe di dalam gedung utama FARD GROUP.

__ADS_1


"Selesai. Ada lagi?" ucap Lucky sembari menyesap Milk es yang tersedia di atas meja.


"Sebutkan apa yang kau mau!" ucap Farel singkat.


"Jangan batalkan kontrak dengan LEZO GROUP!" ucap Louise angkat bicara.


"Alasannya?"


"Leoni Teonero, Zenovia Larazia maupun Zevandra Larazia adalah temanku! Lepaskan mereka, ku bunuh semua musuh-musuh mu!" ucap Lucky sungguh-sungguh.


"Menarik. Kalau kalian sahabat Presdir Leon dan Presdir Zeno, kalian pasti kenal Arasya, kan?" ucap Farel menyunggingkan senyum. Bagi sebagian orang, senyum Farel adalah hal yang sangat menggoda dan sangat cocok dengan sikapnya yang friendly. Namun, bagi Louise dan Lucky itu bukanlah hal yang bagus, malah terkesan mengerikan dengan sifat aslinya yang tertutup oleh sikap friendly.


"Arasya? yang mana?" Lucky angkat bicara.


"Intinya dia bisu dan sekolah di FARD university!" ucap Farel lagi.


"Kenapa mencarinya?" tanya Louise yang masih asyik dengan ponselnya.


"Tunggu!" Lucky mencekal tangan farel mencegahnya pergi.


"Berbeda, palamu itu! dia sama! kau jangan macam-macam padanya, ku ambil jantung kau kalau berani macam-macam!" ucap Lucky mengancam, namun malah disambut gelak tawa dari Louise dan Farel hingga membuat Lucky bingung.


"Apa? ngapain ketawa-ketawa?" ucap Lucky mendengus kesal.


"Aneh kali kau, Lucky. Dia itu Presdir. Lah, kau kan cuma wakilnya dimasa depan. Kau dah mau bunuh dia sekarang? kapan pula kau dapat jadi wakilnya kalau kau bunuh dia!?" ucap Louise mengikuti gaya bicara Lucky.


"Beh, Ngomong apaan, sih kalian! kagak ada mudeng-mudengnya, kok!" ucap Farel yang tidak mengerti.


"Makannya, kalo ngomong gak pake bahasa Inggris, doang. Bahasa gaul gini masa kagak tau! Ngomong juga jangan irit-irit, udah irit suruh orang irit pula, kau!" ucap Lucky mengejek.

__ADS_1


Farel yang tadinya mau pergi malah kembali duduk dengan secangkir kopi hangat yang ia pesan lagi. Mereka juga melupakan apa yang hendak ditanyakan. Mereka sangat akrab hingga membuat mereka nampak seperti kakak adik bukannya seoupu.


Namun, banyak juga hal diketahui Farel setelah dirinya melihat betapa besar perhatian Lucky pada Arasya. Ia juga kini mengetahui, kalau dirinya terjebak dalam permainan yang ia buat. Membawa burung merak yaitu gadis jenius dan mengurungnya dalam sangkar emas yang dikelilingi duri tanpa disadari oleh sang pemilik, rencana sempurna yang ia pikirkan itu pupus karena adanya sesuatu yang membuat dirinya hilang kendali. Jadi, hasil terburuknya akan terjadi di depan matanya tak lama lagi.


*****


"Bagaimana? berhasil, kah?" tanya Zeno yang melihat Lucky dan Louise telah turun dari mobil.


"Iya, Farel bilang gak akan batalin itu. Tapi, dia juga kasih syarat!" ucap Lucky.


"Apa syaratnya?"


"Ara, dia mau Ara!" ucap Lucky menatap sendu Arasya.


"Ara? Dia kenal Ara?" heran Zeno.


"Iya, tapi dia mau Ara kerja di sampingnya, tanpa ada penolakan!" ucap Louise lagi.


"Jangan-jangan, dia tau kalo Ara itu ratu komputer dan beladiri?" ucap Zeno khawatir.


"Bener, kalo gitu kita bakal kehilangan Ara yang berharga!" ucap Leon.


"Nggak, Farel gak tau! dia cuma kasih syarat itu dan kalian boleh minta apapun buat bayaran atas syarat itu!" ucap Louise.


Arasya sedari tadi tengah mendengarkan ucapan dari Lucky. Namun, tak nampak kekhawatiran sedikit pun pada wajah Arasya. Tapi, ia merasa kalau Farel sudah mencari tahu identitas yang tidak ia ketahui. Atau mungkin Farel akan membuat jebakan dengan trik yang berbeda dari sebelumnya. Atau mungkin yang lain. Banyak sekali kemungkinan dari apa yang akan direncanakan Farel. Namun, ia hanya memikirkan sahabat yang sangat-sangat baik itu padanya. Jadi, apapun alasannya, ia akan membantu Zeno dan Leon seperti janji yang ia ikrar'kan tadi.


"Tidak, apapun alasannya aku tidak akan menyerahkan Ara pada siapapun!" ucap Zeno kekeh.


"Tapi LEZO GROUP akan bangkrut, Zeno!" ucap Leon.

__ADS_1


"Apapun itu, tidak ada yang lebih berharga daripada sebuah hubungan yang didasari cinta, kasih sayang maupun ketulusan!"


__ADS_2