
~Jangan dengarkan yang orang lain bicarakan tentangmu, karena bukan ia yang berhak menilaimu~
___ARASYA CANSS___
15 menit sudah ia berjalan. Kini, Arasya sampai di gerbang FARD UNIVERSITY, universitas terkenal di kota S.
Belum sampai Arasya masuk gerbang, ia sudah dihadang oleh 5 gadis berpenampilan cetar dan berlebihan yang menyebut diri mereka sendiri dengan sebutan fife sparkling beautiful girl.
Sebenarnya, banyak orang yang menyaksikan kejadian itu. Tetapi, kenapa tak ada satupun orang yang menegur mereka? apakah mereka...?. Entahlah, mungkin mereka takut atau berpura-pura tak melihat kejadian itu, atau mungkin juga menganggap kejadian itu sebagai pertunjukan? Arasya sendiri pastilah tahu jawabannya.
Ya, karena masing-masing dari mereka adalah anak pengusaha ataupun orang yang berpengaruh disekolah. Jadi, tidak ada yang menegur mereka karena takut dikeluarkan dari sekolah.
"Hei, kau, gadis bisu yang kecentilan! ini! Kerjakan tugasku!" Ucap salah satu dari mereka memberikan sebuah buku.
Arasya berpura-pura tak mendengar mereka, karena ia tak mau diganggu dan Arasya terus berjalan. Tapi, salah satu dari mereka malah menarik paksa rambut indah Arasya dan melepas paksa handset yang digunakan Arasya ditelinga bagian kiri.
Tes..tes...
Tanpa disadari, darah segar menetes dari telinga Arasya dan mengotori baju yang ia gunakan. Tetapi, Arasya malah bersikap santai dan tenang seolah tak terjadi apapun. Ia hanya menatap tajam orang yang telah menarik handset miliknya.
Seolah orang yang mengganggu Arasya itu seperti sedang ditatap hantu disiabg bolong, ia mematung dan wajahnya pucat.
'Apakah gadis ini akan mengatakan pada ayah mengenai perilakuku? bagaimana ini?' batinnya gelisah.
Arasya menarik handsetnya, dan pergi menuju toilet untuk membersihkan bajunya yang terkena tetesan darah.
'Huh, syukurlah! ternyata, gadis ini tak punya keberanian yang cukup untuk mengadu kepada ayah!' batin seseorang yang menarik handset Arasya.
Arasya melepas handset dari telinga kanannya dan menaruhnya di dalam tas. Setelah itu, ia langsung membasuh bajunya yang terkena tetesan darah dengan air dan secepatnya menuju kelas.
********************
Sesampainya ia di dalam kelas. Nampak seorang gadis cantik berambut pendek pirang sedang duduk di atas meja sambil mengunyah permen karet.
Jika, kalian menebak itu adalah Zeno, maka kalian benar!. Zeno yang menyadari kedatangan Arasya, langsung turun dan memeluk Arasya, seolah sudah lama tak bertemu. Padahal tadi pagi mereka bertemu, kan? Mungkin, Zeno yang terlalu lebay.
"Apa kabar, Ara?" tanya seorang laki-laki tampan berambut hitam yang pekat.
Ya, kalian tidak salah baca, Arasya memang sering dipanggil Ara oleh teman terdekatnya.
__ADS_1
"Hei, Leon? Kau, tak lihat Arasya baik-baik saja? Buktinya, ia berdiri dihadapan kita, kan?" ucap Zeno sedikit marah.
LEONI TEONERO anak seorang CEO diperusahaan GOLDWORLD, perusahaan terbesar kedua di kota S.
"Hmm.. aku tanya Ara! kenapa kau, yang sewot?" jawab Leon.
"Kau, ini! Aku pukul kau!" ucap Zeno.
Arsya pun meraih tangan Zeno yang hendak digunakan untuk memukul Leon. Arasya tersenyum kepada Zeno.
Lalu, Arasya menggunakan bahasa isyarat dangen tangannya.
"Jangan bertengkar! Kalian bukan anak-anak, kan? Kalian itu harus bisa menahan amarah! Bila tak bisa lagi baru lepaskan!".
"Baiklah. kau, aku maafkan!" Ucap Zeno setelah memahami apa yang ingin dikatakan Arasya.
"Memangnya, apa salahku?" Tanya Leon.
"Kau-" ucapan Zeno terpotong.
"Hei! Dosen kita sudah datang! Cepat duduk!" teriak seorang teman sekelas Arasya yang masuk kekelas.
Zeno mendengus kesal. Sedangkan Arasya dan yang lainnya, segera duduk ke bangku masing-masing.
********************
Kini, para mahasiswa telah berhamburan dari kelas masing-masing menuju ke kantin. Seketika, kantin pun penuh dengan para manusia yang kelaparan.
Begitu juga dengan Arasya, Zeno, dan Leon yang sedang menuju kantin. Mereka memang sangat akrab, bahkan selalu bersama di kampus sebagai sahabat seangkatan dan sekelas. Walau Leon tergolong orang kaya, ia cenderung tak memilih dalam berteman. Malah, ia menjadikan Zeno dan Arasya sebagai sahabatnya.
Mereka mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru kantin, guna mencari meja yang kosong untuk duduk. Setelah mencari cukup lama, mereka akhirnya menemukan meja yang kosong.
"Kalian duduk disana dulu! Aku yang pesan saja! Kau Zeno, mau pesan apa?" tanya Leon sambil menunjuk meja kosong.
"Emm... Spageti dan orange jus!" jawab Zeno antusias.
"Kalau kau, Ara? Seperti biasa?" Tanya Leon kepada Ara.
Ara menjawabnya dengan mengangguk sambil tersenyum.
__ADS_1
Leon pergi memesan makanan. Sedangkan Arasya dan Zeno menuju meja yang ditunjuk Leon.
Saat mereka hendak duduk. Tiba-tiba, ada yang menarik rambut Arasya hingga membuat Arasya terhuyung ke belakang. Ternyata, mereka adalah anggota fife sparkling beautiful girl.
"Apa yang kau, lakukan? lepaskan Ara!" ucap Zeno berusaha menolong Ara.
"Heh! kau, diam saja! kau, tak usah ikut campur!" ucap yang lain.
"Jelas aku ikut campur! Ara adalah sahabatku! dan kau, tak berhak mengaturku! camkan itu!" ucap Zeno yang mulai tersulut emosi.
Sementara Arasya, gadis itu hanya diam tak berkutik walau rambutnya sakit. Bahkan, ia tak memelas atau pun meminta ampun.
"Shopia! lepaskan Ara!" teriak seseorang yang muncul menarik tangan orang yang menjambak rambut Arasya.
SHOPIA MYCHELSY anak Kepala sekolah FARD UNIVERSITY sekaligus ketua fife sparkling beautiful girl dan juga Mantan tunangan Leon. Ingat ya, garis bawahi, M-A-N-T-A-N T-U-N-A-N-G-A-N.
"Apa yang kau, lakukan Leon! dia telah kecentilan dekat-dekat denganmu! dan kau! kau, malah membelanya?" ucap Shopia tak terima, sambil melepaskan tangannya dari rambut Arasya.
"Dia sahabatku! dan kau, tak berhak mengaturku!" ucap Leon menepis tangan Shopia yang berusaha memegang tangannya.
"Dan ya, satu lagi! dia tidak kecentilan! kau, yang kecentilan! dan dia tak mendekatiku! aku yang mendekatinya, karena dia tulus berteman! tak sepertimu!" ucap Leon menatap tajam Shopia.
"Apakah kau, menyukai gadis bisu yang jelek ini? apakah aku kurang cantik?. Sehingga kau, tak mencintaiku?" teriak Shopia.
PLAK.......
Satu tamparan dari Leon berhasil mendarat di pipi mulus Shopia, hingga ia tersungkur.
"Le--Leon? ka--kau, menamparku? kenapa? demi perempuan ini? hiks.. hiks..." ucap Shopia dengan nada bergetar.
'Yahhh.. aku memang tak menamparmu! tapi, rasanya tak kurang dari tamparanku!' batin Arasya girang sambil tersenyum sinis.
"Ya! aku akui! aku tak suka dirimu! kau selalu berlebihan akan segalanya! kau boros, kau terlalu menor! dan ya! aku tak mencintaimu!" ucap Leon dengan lantang.
"jadi... kau, tak pernah mencintaiku?" tanya Shopia lagi.
"Perlukah, ku ulangi?" jawab Leon santai.
Para anggota fife sparkling beautiful girl membantu Shopia untuk berdiri. Leon, Zeno, dan juga Arasya kini telah meninggalkan tempat itu dan duduk di meja lain.
__ADS_1
"aku tak akan tinggal diam gadis bisu! aku pasti akan mendapatkan Leon, dan kau! akan aku buat dirimu menyesal karena berani merebut Leon dariku!" ucap Shopia dengan mata yang memerah karena marah.
"Ketua, aku tadi melihat gadis itu tersenyum. Saat ketua, ditampar kak Leon!" ucap salah satu anggota dari fife sparkling beautiful girl.