
~Mimpimu adalah masa depanmu, apa yang kau pikirkan tentang dirimu sekarang adalah dirimu di masa depan.
FAREL
"Hay, apa yang kau lakukan?"
Farel terkejut mendengar suara seseorang seseorang yang di kenalnya. Ia lalu dengan cepat mendorong tubuh Arasya hingga terbentur ke dinding lift dan kemudian terjatuh. Namun, Arasya menatap wajah pria itu dengan tatapan menyelidik dan tajam. Ia juga menatap Farel yang terlihat kaget.
"Kau!" Farel menunjuk orang itu.
"Kau lupa? Kau memintaku kesini, Farel Liofard!" ucap orang itu dengan senyum menyeringai.
"Aku mengira kalau kau akan mempersiapkan acara penyambutan untukku. Ternyata... Kau malah menyambutku dengan adegan seperti ini. Cih... Putra tuan Faredi Liofard memang berbeda!" ucap orang itu dengan nada menghina.
"Tuan Aljendro Tirtayuya, tolong jangan hina orang tua saya!" ucap Farel geram.
ALJENDRO TIRTAYUYA GLOSCA, Ketua mafia dunia hitam yang tersembunyi dan terbesar di dunia saat ini. SILHOUETTE merupakan nama dari kelompok mafia yang di pimpinannya. Ia kini berusia sekitar setengah abad.
"Oh, ternyata wanita ini cantik juga, ya!" ucap Aljendro mendekati Arasya.
"Jangan macam-macam!" Farel memperingati.
"Heh, ternyata ini gadis mainanmu?" ejek Aljendro sembari mendekati Arasya dan berjongkok di depannya.
Mata Farel sudah terlihat menunjukan adanya percikan api amarah saat tangan Aljendro hendak menyentuh wajah Arasya. Namun, Arasya dengan cepat membalik tangan Aljendro. Tetapi, Aljendro berhasil membuat Arasya berada di pelukannya. Arasya memberontak hingga dirinya membuat Aljendro kewalahan. Farel juga memukul tangan Aljendro guna melepaskan Arasya yang tengah dipeluk paksa oleh Aljendro.
"Bo'oh!!" (bodoh) teriak Arasya dengan seluruh tenaganya.
Mendengar suara Arasya, Aljendro dan Farel terkejut sehingga menghentikan gerakan mereka. Aljendro secara tak sadar mengendurkan pelukannya terhadap Arasya yang membuat adanya celah untuk kabur bagi Arasya.
'Di ini bukan tempat yang cocok untuk bertarung!' batin Arasya.
Arasya lalu berlari keluar lift. Sedangkan Farel mencegah Aljendro untuk mengejar Arasya sehingga terjadilah duel di antara keduanya. Kesempatan itu digunakan Arasya untuk berlari sejauh-jauhnya karena jika ia bertarung dengan pria itu ia bisa saja kalah. Alasannya adalah Arasya menggunakan rok mini yang akan menyulitkan ia bergerak dan kekuatan pria itu juga besar hingga menyulitkan dirinya untuk menang jika berduel. Maka dari itu, cara satu-satunya adalah dengan berlari menghindari kejaran Aljendro.
'Ini di lantai berapa, sih?! Ini juga bukan pantai tempat ruang Presdir. Tapi kalo ini tempat kerja karyawan, harusnya ada karyawannya, kan? kok, gak ada?!' Arasya membatin sembari berhenti sejenak.
Ia mengamati setiap ruangan di lantai itu. Namun, tak ada kejanggalan yang nampak. Tak berapa lama kemudian saat ia mengamati lantai itu, tiba-tiba saja terdengar suara orang yang berbicara dari salah satu ruangan di lantai itu.
"Maaf, Presdir saya sebentar lagi akan datang. Tolong tuan tunggu sebentar lagi!" ucap seseorang yang memohon.
__ADS_1
"Ini sudah hampir setengah jam saya menunggu. Tapi apa hasilnya? Presdir kalian bahkan tak nampak batang hidungnya sedikit, pun!" ucap seseorang dengan nada marah.
"Jhonson, saya sudah bilang padamu. Hari ini, saya ada pertemuan dengan klien penting. Jangan sia-siakan waktu saya dan ketua saya!" ucap seseorang lain.
Arasya bisa mendengar dengan jelas ucapan orang-orang itu yang berada di salah satu ruangan di lantai itu.
'Sepertinya orang itu berhasil mengejar diriku!' batin Arsya yang mendengar suara langkah kaki yang amat pelan hingga hampir tak terdengar. Seluruh Indra yang ada di tubuh Arasya berfungsi dengan sangat baik bahkan tingkat kepekaannya sangat-sangat luar biasa, kecuali pita suaranya saja.
Suara langkah kaki yang didengar Arasya semakin dekat. Arasya bersikap sangat tenang seolah dirinya tengah benar-benar menguping pembicaraan di salah satu ruangan itu.
'Waktunya untuk menggunakannya!' batin Arasya.
Namun, belum sempat Arasya melancarkan rencananya, ia sudah di kejutkan dengan suara orang yang ada di belakangnya.
"Nona cantik, kau sudah ku temukan!" ucap Aljendro yang berada tepat di belakang Arasya.
'Sial, nggak sempat!' batin Arasya mengumpat
Dengan cekatan, Arasya melayangkan tendangannya ke arah tengkuk Aljendro. Namun, tendangan Arasya berhasil di tangkis oleh Aljendro.
"Wah-wah, nona cantik yang galak rupanya!" Aljendro berucap.
"Nona Arasya, Tuan Aljendro!" panggil Jhonson yang keluar dari ruangan itu.
Arasya menghentikan aksinya dan kembali menyembunyikan senjata rahasia miliknya di tempat semula. Ia juga menarik kaki kanannya yang digenggam oleh Aljendro.
"Jhonson, kau semakin tidak sopan, ya!" sindir Aljendro.
"Maaf, tuan. Saya diperintahkan Presdir untuk menjaga nona Arasya agar tidak ada yang menyentuh dirinya. Jadi, saya harus menghentikan apa yang hendak di lakukan oleh anda. Tatapi, anda tenang saja, saya tidak akan melaporkan pada presdir bahwa anda telah menyentuh nona Arasya. Tetapi, saya harap anda bisa mengerti hal ini kedepannya!" ucap Jhonson.
Arasya dibuat bingung dengan ucapan yang dilontarkan oleh Jhonson. Ia lalu menatap Jhonson dengan wajah yang penuh pertanyaan. Namun, Jhonson malah mengajak dirinya untuk pergi dari ruangan itu. Akhirnya, ia setuju lalu pergi dari ruangan itu dengan diantar oleh Jhonson. Sebelum dirinya benar-benar pergi, dirinya mengatakan sesuatu dengan gerakan bibirnya pada Aljendro yang masih menatapnya intens.
"Urusan kita belum selesai!"
Setelah mengatakan itu, ia pergi tanpa menatap Aljendro lagi.
*****
"Gak bisa!" ucap Farel yang berbicara dalam telepon.
__ADS_1
".……"
"Maaf, tapi Farel benar-benar harus lakuin ini!" ucap Farel lalu menutup teleponnya.
Farel menyimpan kembali ponselnya ke dalam saku celana lalu keluar dari salah satu ruangan yang berada di dekat pintu lift.
"Tck... Gak tepat banget!" makinya pada dirinya sendiri.
Farel lalu berlari menuju ke tempat dimana Arasya berada tadi. Namun, saat ia sampai, ia tak melihat Arasya di sana. Hanya ada Aljendro dengan seringainya dan beberapa orang lainnya yang merupakan orang Aljendro.
"Tuan Liofard ternyata bisa sekhawatir ini terhadap seorang wanita bisu?" ejek Aljendro.
"Kemana Arasya?!" tanya Farel emosi.
"Mungkin di per***a sama si Jhonson itu!" ucap Aljendro asal.
Mendengar itu, Farel lalu mengambil teleponnya kembali dan menelpon Jhonson.
📞Call on
"Jhonson, mana Arasya?" tanya Farel.
"Ada bersama saya, tuan!" jawab Jhonson.
Setelah mendengar jawaban Jhonson, Farel langsung mematikan sambungan teleponnya.
📞Call off
"Kalau Arasya terluka, kau juga yang akan menyesal, tuan Aljendro Tirtayuya Glosca!" Farel memperingati Aljendro.
Mendengar perkataan absurd dari Farel, Aljendro hanya memasang wajah bingung.
"Maksudmu apa?"
"Kita ini pebisnis. Harus ada untungnya kalau berbisnis!" Farel mengingatkan.
"Apa yang kau mau?" tanya Aljendro terus terang.
"Tidak baik membicarakan hal penting yang sangat rahasia ini di luar!" ucapan Farel semakin membuat Aljendro bingung hingga ia menuruti perkataan Farel.
__ADS_1