
~Penghinaanmu, bagaikan angin yang menerpa telingaku~
___ARASYA___
'Benar! dia, pasti tersenyum!!' batin Shopia.
"Tersenyum? kau, bercanda Sesy? apakah Yovie, Emmy, dan juga Lovely melihatnya? atau hanya kau, saja?" tanya Shopia menatap temannya dengan wajah yang semakin penasaran.
MIKHA LESESY (SESY) ayahnya merupakan direktur ** GRUP.
YOVIELY (YOVIE) ibunya merupakan dosen di FARD UNIVERSITY.
EMMYNA SYOLA (EMMY) kakeknya merupakan pemilik seperempat saham perusahaan TR GRUP (PERUSAHAAN 10 BESAR DI KOTA S)
LOVELYKA (LOVELY) Adik dari asisten kepala sekolah.
"Ya, kami melihatnya!" jawab Emmy, Yovie, dan Lovely serempak.
"Emm.. sekarang, dia berani menertawakan ku? haruskah, ku gunakan cara yang lebih kasar lagi? atau perlu mempermalukannya?" gumam Shopia pelan hingga tak ada yang mendengar.
"Benarkah? apakah dia sengaja mempermalukan ku? Dia menertawakan ku dengan tawa yang menghina? mungkin tak ada yang melihatnya! Buat dimalu apapun caranya teman!" ucapnya pada teman-temannya.
"ayo! berdirilah dulu! setelah itu, baru pikirkan cara membuatnya malu! dia, pasti tak akan sanggup hidup setelah itu, kan?" ucap Emmy tersenyum sinis.
*******************
Malam telah tiba. Bulan menampakan dirinya, yang perlahan membuat malam menjadi indah.
Tiga sahabat yang berkumpul sambil bersenda gurau di suat restoran, terlihat amat bahagia.
"Haha! kau, lihat ekspresi Shopia tadi? dia sangat lucu! hahahaha..." tawa Zeno menggelegar.
"Benar! berani sekali dia menindas sahabat imut ku ini! dia cari masalah!" ucap Leon dengan wajah serius.
__ADS_1
"Lain kali, aku akan mengikatnya! dan kau, Ara! kau, juga harus melawan bila ditindas! jangan sampai mereka menganggap dirimu lemah!" lanjut Leon dan disetujui oleh Arasya.
"Benar! kau, harus melawan! atau kau, juga bisa menghubungi kami! kami pasti membantu! benarkan, Leon?" ucap Zeno mengalihkan pandangannya kearah Leon.
"iya!" jawab Leon singkat.
"Ya sudah, kita pulang, yuk! ini sudah malam! dan ayahku mengajakku ke suatu acara!" ucap Leon.
"Hmm.... baiklah. Ayo, kita pulang, Ara! Leon, antar kami, ya?!" ucap Zeno.
"hm.." ucap Leon mengangguk.
Leon mengantar Zeni dan Arasya. Karena Zeno hendak menginap di kos-kosan Arasya, jadi ia tak perlu bolak-balik mengantar mereka.
Setelah sampai di depan kosan Arasya. Zeno dan Arasya segera turun dan masuk kedalam kosan Arasya. Leon juga telah pergi dari tempat itu.
Mereka langsung masuk ke dalam kamar dan mereka langsung membuka laptop dan juga komputer. Mereka mengotak-atik benda itu, dan tiba-tiba saja Zeno berteriak.
"Yeyy!!! yuhu!! Ara, rencana kita berhasil! Kita mendapat keuntungan $14.000 (Rp.200.000.000) dari saham waktu itu!" ucap Zeno kegirangan.
"Ingat, Zeno. Kita hanya mengambil 20% hasil saham! yang lain kita amalkan! kau, ingat kesepakatan itu, kan?"
"ya, aku malah berniat untuk tidak mengambil sedikitpun! bagaimana menurutmu?" tanya Zeno.
Arasya menyetujui saran Zeno.
*******************
Matahari telah muncul, Pertanda dimulainya hari baru. Sinar terang yang membangunkan setiap insan yang tertidur, hingga membuka mata dan meratap indah dunia.
Kini, dua gadis telah bersiap untuk pergi ke suatu tempat. Karena hari Minggu. Jadi, kegiatan belajar di kampus juga libur.
Setelah selesai bersiap mereka sehera keluar rumah menuju tempat yang hendak mereka tuju.
__ADS_1
Arasya mengenakan atasan berwarna putih tanpa lengan, serta celana jeans dan juga rompi hitam. Gaya rambut yang di kuncir kuda dengan ikat pita dan riasan natural diwajahnya menambah kesan elegan pada dirinya. Tak lupa, ia juga menggunakan sepatu berwarna putih.
Sedangkan Zeno, ia menggunakan atasan berwarna merah dengan lengan terompet dan juga celana pendek di atas lutut. Rambut pendek dengan jepitan kecil disisi kanan dan juga sepatu berwarna putih membuatnya tampak seperti gadis yang cantik.
**********************
Sesampainya ditempat yang mereka tuju. Mereka langsung masuk.
Tampak rumah sederhana dengan papan nama di atasnya. PANTI ASUHAN REAL HOPE begitulan tulisan di atas papan nama itu. Orang-orang disekitar tempat itu juga menyebutnya dengan PANTI ASUHAN RH.
Disaat mereka sedang berkeliling rumah, mereka melihat beberapa anak kecil yang menyapa mereka.
"Kak Ara! kak Zeno!" ucap seorang gadis kecil berumur sekitar 4 tahun yang berlari memeluk Arasya.
"eh.. Chelsea? kau, tak merindukan kak Zeno yang imut ini?" tanya Zeno pada anak itu.
"kangen si.. tapi, Chelsea lebih kangen sama kak Arasya. Kan, kak Zeno udah kesini kemari lusa! iya, kan Levy?" ucap gadis kecil itu dengan nada imutnya sambil memanggil temannya.
"iya, benar!" ucap seorang anak laki-laki yang muncul di belakang Zeno.
"Hei, Levy? kau, sengaja mengejutkan kakakmu ini?" ucap Zeno mencubit pipi chubby anak laki-laki itu.
•CHELSEA ENNY (CHELSEA) anak perempuan berusia 4 tahun.
•LEVY ARNALD (LEVY) anak laki-laki berusia 8 tahun.
"Kakak!! aku tidak suka dicubit! aku sudah bilang berkali-kali!" ucap Levy kesal sambil menggembungkan pipinya.
"ututuuu.. anak manis! jangan marah, ya...!" ucap Zeno membujuk.
"Belikan kita es krim dulu! aku akan memaafkan kakak!" ucap Levy.
"hihi... Baiklah..!" ucap Zeno terkekeh.
__ADS_1
Sedangkan Arasya dan Chelsea hanya terkekeh melihat Zeno dan Levy.
Tiba-tiba ada seseorang yang memanggil Levy. Seketika wajah Levy berubah.