Bukan Ikatan Cinta Sedarah

Bukan Ikatan Cinta Sedarah
Hari Pertunangan


__ADS_3

Setelah bertemu Revita, Oliver memutuskan untuk mempercepat pertunangan mereka.


Oliver sadar, jika dia pernah menyakiti hati Revita, dan tak ingin Revita menjadi penghalang hubungan antara dirinya dan Olivia di kemudian hari.


Malam ini Oliver sengaja membawa Olivia makan malam bersama keluarganya untuk membicarakan rencana pertunangan mereka.


Setelah makan malam, mereka duduk santai sambil mengobrol hal-hal ringan sebelum Olivia menyatakan maksud dan tujuannya.


"Mommy, Daddy, ada yang ingin kami bicarakan, yakni tentang pertunangan kami yang ingin kami percepat."


"Loh, kalian sudah ingin bertunangan Mommy sama Daddy belum bertemu dengan orang tua Olivia loh."


"Aku udah bertemu dengan Maminya Olivia. Sebernarnya dia setuju saja, hanya saja, untuk saat ini Olivia dan maminya kurang akur. Aku sengaja mempercepat pertunangan kami agar tidak terjadi masalah kedepannya."


Nyonya Regina menghela nafas panjang, sebenarnya Ia adalah orang yang perfeksionis segala sesuatu harus sempurna termasuk bibit bobot dan bebet untuk calon menantunya hingga tak heran saat ini Oliver belum juga menikah.


Namun untuk saat ini Regina menepiskan semua kriteria, yang penting saat ini Sang putra segera menikah, apalagi ia melihat Olivia adalah gadis yang polos, otomatis Olivia berasal dari keluarga yang baik-baik. Lampu hijau pun di berikan.


" Baiklah kalau begitu, Jadi rencana kalian mau tunangan dimana dan kapan?''


"Aku maunya out door saja Mom, seperti di pantai dengan pemandangan pantai dan keindahan malam, Pasti sangat seru dan romantis sekali. Iya kan sayang tanya Oliver pada Olivia seraya tersenyum manis.


Olivia hanya menganggukkan kepalanya .


"Ya sudah, Terserah kalian saja, Mommy dan Daddy akan mendukung dengan sepenuh hati, kalau perlu kalian segera menikah agar kami bisa segera menimang cucu," kata Nyonya Regina seraya tersenyum bahagia.


Olivia dan Oliver pun saling memandang, mereka senang keputusan mereka tersebut dukungan penuh dari kedua orang tua.


***


Di tengah hiruk pikuk kehidupan mereka yang sibuk, Olivia dan Oliver memutuskan untuk menyempatkan diri mengatur pertunangan mereka yang mewah itu secara bersama-sama.


Saat ini Olivia juga sudah mulai berkuliah sementara Oliver masih sibuk bekerja.Namun keduanya selalu terlihat kompak dan bisa membagi waktu untuk mempersiapkan segala kebutuhan pertunangan mereka nanti.

__ADS_1


Keduanya sering bertukar pikiran, bagaimana cara agar momen pertunangan mereka menjadi sesuatu yang tidak akan terlupakan baik bagi mereka maupun semua tamu yang hadir.


Setelah perencanaan yang matang, dengan EO yang profesional,


mereka memilih menyewa sebuah Villa yang indah di tepi pantai sebagai tempat acara pertunangan mereka. Vila itu menghadap ke laut biru yang begitu indah dengan pasir putih yang menghampar.


Dengan taman yang indah dan pemandangan yang menakjubkan. Semua diatur dengan sempurna, dari dekorasi yang elegan hingga pilihan makanan yang lezat.


Meski pertunangan mereka adalah pertunangan yang mewah dan berkelas,tak butuh waktu lama untuk mereka mempersiapkan semua itu karena mereka mempekerjakan banyak asisten dan memperkerjakan EO yang terkenal dan sangat profesional.


Akhirnya setelah dua minggu persiapan hari pertunangan itu pun tiba.


Para tamu mulai hadir di vila dengan pakaian formal mereka. Semua tampak begitu cantik dan tampan, menunjukkan kekayaan dan kelas yang sama dengan pasangan tersebut.


Musik merdu mengalun di latar belakang, menciptakan suasana yang romantis dan intim.


Setelah serangkaian acara pembukaan dan sambutan untuk menghormati tamu yang hadir, kini acara memasuki dimana Olivia dan Oliver akan saling menyematkan cincin pertunangan mereka.


Di saksikan para tamu yang hadir, Oliver berada di hadapan Olivia, menatap Olivia dengan yang mesra.


Oliver meraih tangan kanan Olivia kemudian menyematkan cincin tersebut di jari manis Olivia.


"Aku sematkan cincin ini di jari manis mu, sebagai pengingat hubungan kita berdua, mulai saat ini sampai pernikahan kita nanti, aku berjanji akan selalu menjaga dan melindungi mu dengan segenap cinta dan kasih," ucap Oliver sambil menyematkan cincin tersebut ke jari manis Olivia. Kemudian ia mencium punggung tangan Olivia.


Tepukan tangan meriah pertanda suasana sedang suka cita, para tamu ikut merasakan kebahagiaan yang mereka rasakan.


Diantara tamu-tamu yang berbahagia itu, ada seorang wanita yang menunjukkan ekspresi kebenciannya. Dia adalah Silvia.


Silvia kesal, karena tak berhasil untuk menggagalkan pertunangan keduanya.


Setelah ritual bertukar cincin, acara tersebut pun memasuki babak akhir.


Dengan penuh suka cita tamu-tamu itu diundang untuk merayakan momen spesial ini bersama. Dengan pesta dansa dan kembang api.

__ADS_1


Dor! Dor letupan kembang api pecah di angkasa menyembur cahaya indah berwarna-warni.


Oliver memeluk Olivia dari arah belakang sambil menikmati pemandangan kembang api yang indah.


Para tamu menikmati makan malam mewah dengan hidangan lezat dan anggur terbaik sambil menikmati pesta kembang api dan pemandangan pantai yang indah.


Setelah itu acara di lanjutkan dengan berdansa di tengah-tengah pantai dengan musik yang romantis dan angin sepoi-sepoi.


Sungguh momen itu adalah momen yang tak terlupakan bagi mereka.


Acara pertunangan mewah dan elegan itu berlangsung sukses. Setelah sukses dengan pertunangannya, Oliver dan Olivia segera mempersiapkan diri untuk pernikahan mewah mereka dua bulan kedepan.


***


Di tempat yang berbeda dan dalam waktu yang bersamaan.


Bi inem masuk ke ruangan.


"Nya, beberapa hari yang lalu ada yang mengirim undangan ini."


"Letakkan saja di situ Bi."


"Baik Nya, saya sudah bawa apa yang Nyonya minta. Saya letakkan di dalam lemari ya Nya, baju-bajunya."


"Iya Bi."


Revita meraih sebuah undangan yang di antar oleh asisten pribadinya.


Olivia membaca dan menatap undangan pertunangan antara Olivia dan Oliver.


Senyum kecil terbit di bibirnya.


"Selamat berbahagia untuk pertunangan kalian berdua. Setidaknya jika aku mati, aku bisa tenang di surga melihat kehancuran keluarga kamu nyonya Regina, haha haha!" tawa jahat terdengar menggema di sebuah ruang perawatan rumah sakit itu.

__ADS_1


__ADS_2