Bukan Ikatan Cinta Sedarah

Bukan Ikatan Cinta Sedarah
Dilamar


__ADS_3

Malam harinya keluarga Bastian benar-benar datang untuk membicarakan lamaran untuk Olivia.


Nyonya Regina sangat antusias menyambut kedatangan tamu yang menurutnya istimewa itu.


Ia berharap Oliver akan merubah pikirannya, Karena itulah ia mengundang keluarga Bastian untuk datang.


***


Olivier berkenalan langsung dengan kedua orang tua Bastian. setelah itu mereka berbasa-basi sebentar.


Ternyata di dunia bisnis tuan Wiliam itu cukup terkenal, Olivier sendiri mengenal beliau sebagai usaha furniture.


Dari pembicaraan antara Nyonya Regina dan Tuan William sendiri, Oliver dapat menangkap jika ada sesuatu maksud tersembunyi dari Perjodohan tersebut.


Antara nyonya Regina dan Tuan William ada kesepakatan yang baru di ketahui oleh Oliver. Ternyata jika perjohan Olivia dan Bastian benar-benar terjadi, maka Nyonya Regina dan Tuan Wiliam akan bekerja sama membuat satu bisnis baru yaitu bisnis di bidang wisata dan perhotelan.Agar kedunya bisa saling percaya mereka pun sepakat untuk me jodohkan Olivia dan Bastian.


Nantinya, saham tersebut akan di atas namakan Olivia dan Bastian.


Setelah nyimak pembicaraan antara ibunya dan Tuan Wiliam, Oliver semakin tidak rela jika Olivia di jadikan tumbal ambisi nyonya Regina. Meskipun Oliver yakin apa yang di lakukan oleh nyonya Regina itu karena ia begitu mengkhawatirkan nasib cucunya itu.


Regina ingin Olivia memiliki usaha sendiri dan tidak bergantung pada Oliver, Karena setelah menikah nanti kemungkinan anak-anak Oliver dari istrinya yang barulah yang akan menjadi pewaris perusahaan Oliver.


Sementara Olivia hanya anak yang terlahir tanpa status yang jelas di mata hukum. Apalagi usia Oliver yang tak lagi muda. Ada kekhawatiran di hati nyonya Regina jika nantinya Olivia tidak kebagian warisan setelah ia dan suaminya meninggal.


Karena mengkhawatirkan masa depan Olivia, Nyonya Regina bermaksud mendirikan sebuah bisnis baru dengan dukungan orang kepercayaan, kebetulan saat itu orang tua Bastian juga sedang mencarikan calon istri untuk putra bungsu mereka dan kebetulan juga mereka hendak membangun usaha di bidang pariwisata dan perhotelan."


"Jadi begitu lah maksud Mommy dan tuan William menjodohkan Olivia dan Bastian, benarkan Tuan Wiliam?" kata Regina setelah menjelaskan maksud dan tujuan perjodohan itu.


"Iya benar sekali Nyonya. setelah mereka menikah perusahaan itu akan langsung beralih nama menjadi mereka nama mereka berdua." Tuan William menambahkan.


"Maaf sebelumnya mommy. tapi pernikahan tanpa cinta apa bisa membuat mereka bahagia. Livia baru saja mengenal Bastian, Begitu pula sebaliknya, saat ini Olivia masih terlalu muda untuk menikah. Jadi saya kurang setuju dengan rencana ini."


"Eh Oliver calon istri kamu saja itu seumuran dengan anak kamu, masih dibilang terlalu muda."


"Benar sekali tuan Oliver, Saya rasa 19 tahun bukan usia yang muda lagi. setelah mereka menikah Olivia bisa melanjutkan kuliahnya," sambung Tuan William.


"Tidak, kalau begitu saya tidak setuju, Bagaimana kalau di tengah pernikahan mereka mengalami selisih paham hingga berujung perceraian? putri saya yang juga akan menderita."


"Tuan Oliver, saya paham maksud anda. Akan tetapi kita bisa membuat surat perjanjian pra nikah antara mereka berdua."


" Maaf sekali lagi saya tidak bisa memaksakan kehendak saya pada Olivia. Olivia berhak menentukan jalan hidupnya."


"Baiklah, biar Mommy yang akan bicara pada Olivia."


***


Sementara di ruang tamu terjadi perbincangan Perjodohan mereka, di kamarnya Olivia sedang menerima telepon dari Lucan .

__ADS_1


"Aku sebentar lagi ke sana ya, Liv."


"Nggak usah Mas, keluarga Bastian sedang bertamu malam ini."


"Keluarga Bastian sedang bertamu? apa mereka membicarakan hubungan kamu dan Bastian, Liv."


"Mungkin saja, sebenarnya dari tadi Oma menyuruh aku turun, tapi aku males banget."


"Iya kamu gak usah turun, kamu disini saja sama aku Liv."


"Buka kamera kamu Liv, aku punya sesuatu yang spesial untuk kamu."


"Apa itu mas?"


"Aku akan menyanyikan sebuah lagu spesial untuk kamu,"


"Ehm, emang kamu bisa nyanyi, Mas?"


"Bisa kalau untuk kamu."


Olivia tersenyum kemudian mengusap layar handphonenya.


Saat itu Lucan sedang berada di kamarnya sedang memainkan gitar. Olivia terus saja menatap Lucan dengan tataran berbinar, sesekali ia tersenyum melihat kepiawaian Lucan memainkan gitarnya.


"Terimalah lagu ini dari orang biasa, tapi cinta ku padamu luar biasa, aku tak punya bunga, aku tak punya harta, yang ku punya hanya hati yang setia tulus pada mu."


"Bagus banget Mas! kamu cocok nya jadi penyanyi saja."


"Haha, suara ku tidak dipenjual belikan hanya untuk orang-orang yang spesial yang bisa mendengar suara ku seperti kamu."


Tok tok terdengar suara ketukan pintu yang tiba-tiba hingga membuat Olivia menoleh ke arah pintu.


"Mas aku buka pintu dulu ya."


"Iya aku tunggu di sini."


Olivia meletakkan handphonenya di atas meja riasnya. Kemudian ia beranjak dari kursinya membuka pintu. kata Nyonya Regina yang menghampiri ke kamarnya.


"Olivia ikut Oma yu," bujuk Nyonya Regina.


"Kemana Oma?"


"Ayolah, sebentar saja."


Nyonya Regina menarik tangan Olivia kemudian membawanya menuruni anak tangga.


"Olivia, kamu mau kan menerima Bastian sebagai calon suami kamu?" tanya Nyonya Regina dengan lemah lembut.

__ADS_1


"Gak mau Oma." Olivia berhenti berjalan.


"Oliv, Oma gak minta apapun dari kamu tapi kali ini tolong dengarkan Oma."


"Kamu harus diterima lamaran kedua orang tua Bastian agar hidup kamu senang Liv."


"Livia gak mau Oma, Livia gak suka sama Bastian?"


" loh kenapa? apa kamu lebih suka dengan asisten ayah kamu itu?"


"Bukan karena mas Lucan juga, tapi karena aku gak suka sama Bastian, lirikan matanya itu, lirikan genit, dia pasti type cowok yang gak setia."


"Nggak begitu juga lah olive, Ayo makanya kamu kenalan dulu dengan keluarganya."


Nyonya Regina menarik tangan Olivia. Yang sepertinya hendak kabur. Namun terlambat Olivia karena cengkraman tangan itu terlepas.


Olivia kembali berlari masuk ke kamarnya.


"Olivi! ngak sopan kamu!" seru Nyonya Regina karena kesal.


"Oliv gak mau di paksa nikah Oma." Olivia langsung menutup pintu kamarnya.


Buar... terdengar daun pintu yang ditutup dengan kencang.


Huh ! Nyonya Regina menghela nafas panjang. Ia jadi tidak enak terhadap bu William dan juga Nyonya Ratna karena tidak berhasil membawa Olivia.


Dengan perasaan jengkel dan malu nyonya Regina turun menemui tamunya.


"Maaf ya, Pak William dan Bu Ratna Olivia nggak mau turun."


"Ya sudah, Jika memamg dia menolak perjodohan ini, itu berarti rencana kerjasama Kita juga batal, kalau begitu kami semua permisi."


Mereka bertiga keluar dari rumah itu.


sementara Nyonya Regina dan Oliver saling pandang memandang tanpa bermaksud menghentikan kepergian tamunya.


***


"Apa-apaan Gadis itu berani-beraninya dia menolak lamaran keluarga kita. lihat saja dia nanti juga akan menyesal karena menolak lamaran keluarga William Surjana."


"Iya daddy, pastinya akan banyak gadis cantik yang mau menerima lamaran kita. Anak kita juga ganteng kok si Livia nya aja bodoh nggak mau sama si Bastian"


"Tapi Mom, aku sudah terlanjur suka sama Olivia, aku gak rela Olivia menikah dengan orang lain," sahut Bastian.


"Ah sudahlah, masih banyak kok gadis yang lebih cantik dari Olivia. Sudah sebaiknya kamu lupakan Olivia. besok mommy akan mencari penggantinya."


Sebenarnya berat bagi Bastian untuk batalkan rencana Perjodohan mereka karena Bastian sudah terlanjur memperkenalkan Olivia sebagai calon istrinya kepada teman-temannya, selain itu ia juga sudah mulai menyukai Olivia.

__ADS_1


Keluarga Bastian pum pulang dengan perasaan kecewa.


__ADS_2