Bukan Istri Pajangan

Bukan Istri Pajangan
Bab 31 - Mencari kebenaran


__ADS_3

Sky berjalan keluar menuju tempat dimana Mera berada, wanita itu terlihat begitu antusias ketika mendapati Sky menghampirinya. "Sayang, kamu pasti merindukanku ’kan? Kamu tahu sejak awal aku selalu mengangumi keindahan tubuh atletismu ini! Apa kamu benar-benar tidak akan membiarkan aku memuaskanmu?"


"Kemasi barang-barangmu! Istriku muak melihatmu, begitupun aku!"


"Kamu tega melakukannya? Apa kamu tidak ingat saat pertama kali kamu datang ke kota kamu selalu mengekor padaku bahkan aku sering membelikanmu makanan!"


"Oh begitu? Kamu ingin uang? Aku bisa mengirimkannya! Apa lima milyar cukup?"


"Aku tidak ingin uang, aku ingin dirimu. Jika aku tidak bisa mendapatkanmu, maka siapapun tidak boleh!


Kak Elisa, tolong keluar!"


"Keparat!" Sky berjalan kemudian mencekik Mera dengan kencang, wanita itu hampir kehabisan napas akibat tenaga Sky yang begitu kuat.


"Tuan apa yang kamu lakukan pada Mera?" Elisa muncul secara tiba-tiba dari arah belakang Sky, hal itu membuat Sky melepaskan jeratannya pada Elisa dan Mera yang ketakutan langsung berlari ke belakang Elisa.


"Kak, aku takut. Aku baru saja ingin jujur mengenai motif Tuan menikahimu tapi kamu lihat sendiri dia benar-benar berniat membunuhku!"


"Tutup mulutmu keparat!" seru Sky.


"Tuan Sky! Bisakah kamu diam, melihatmu mempermalukan perempuan sebegitu mengerikan ini mungkin aku harus berpikir dua kali untuk memberimu kesempatan kedua!"


Mera nampak menyeringai di belakang Elisa, sedangkan Sky hanya bisa menggertakan gigi. Ternyata begini rasanya tidak dipercaya oleh orang yang ia cintai. "Elisa, istriku jangan dengarkan ucapan wanita murahan ini! Aku bahkan tidak memiliki hubungan apapun dengannya."


"Benar kak, aku dan Tuan tidak pernah melakukan apapun. Ini semua dilakukan hanya untuk membutamu menderita!"


Elisa mengerutkan alisnya bingung.


"Tuan memiliki dendam yang begitu dalam pada keluarga Michigan, ia menikahimu merebut semua aset keluargamu, menjebak Skandar. Itu semua demi membalaskan dendamnya pada keluargamu!"


"Mera! Aku akan membunuhmu!"


"Jika kamu ingin membunuhnya, bunuh aku terlebih dahulu!" Elisa melindungi Mera dan berdiri di depannya. "Jika perkataan Mera bohong, mungkin kamu tidak akan semarah ini. Tapi melihat kamu berusaha keras membungkam Mera aku merasa yakin bahwa ini adalah kenyataanya.


Dan Mera, lebih baik kamu pergi. Aku akan menyelesaikan masalah ini dengan Tuan Sky sendiri. Urusanmu hanya sampai disini!"

__ADS_1


Mera menyeringai kemudian meninggalkan keduanya tanpa kata. Elisa semakin menatap Sky dengan dingin, apalagi yang sebenarnya terjadi ia bahkan tidak dapat mencerna semua masalah yang bertubi-tubi datang ini. "Elis," ucapan Sky terpotong saat Elisa langsung meninggalkannya pergi ke kamar.


"Elisa, dengarkan aku!"


"Jika semua tindakanmu dilandasi balas dendam, mungkin aku bisa memakluminya, mungkin aku akan mengerti kenapa kamu begitu membenciku dan berusaha membuat kehidupanku bagai di neraka. Tapi, apa yang membuatmu membenci keluargaku?" Elisa menatap tajam Sky, ia berjalan mendekat dan melayangkan telunjuknya tepat pada wajah pria di hadapannya itu.


"Aku akan menjalaskannya padamu! Tapi percaya padaku, apapun itu kini aku tidak lagi memikirkannya. Yang aku ingin hanyalah hidup bahagia bersamamu selamanya!"


"Omong kosong macam apa itu? Aku hanya ingin tahu kebenarannya!"


"Elisa, sejak kecil kedua orang tuaku hidup dalam kemiskinan. Ayahku, sangat suka menenggelamkanku ke kolam dan ibuku sangat suka menontonnya." kalimat pembuka Sky begitu membuat Elisa gemetar. Benarkah ada orangtua yang sekejam itu?


"Setelah kematian mereka, aku dan adikku Ara hidup berdua. Sampai suatu saat, keluarga Michigan memberiku pekerjaan sebagai pengurus ternak milik mereka."


Elisa dengan seksama mendengarkan Sky yang kini mulai membawa Elisa duduk di ranjangnya sedangkan ia bersimpuh di bawah. "Aku hanya hidup bersama adik kecilku Arabella, ia adalah gadis yang sangat periang, cantik dan penuh energi positif. Sampai saat, ia menjadi begitu murung dan juga bersedih. Aku khawatir, dan mencari tahu bahwa ternyata ia sudah dilecehkan setelah pulang dari kediaman keluargamu!"


"TIDAK MUNGKIN!" jawab Elisa.


"Apa kamu kira aku mengarang cerita soal adikku? Kamu boleh saja tidak percaya, tapi jangan pernah menganggap aku membohongimu! Apa kamu masih mau mendengar sisanya?"


"Keesokan harinya, aku yang hidup miskin ini mencoba ke kota mencari uang untuk membawa adikku berobat. Namun, sepulang dari kota aku melihat Ara sudah mengakhiri hidupnya sendiri dan saat aku ingin menemui keluargamu tidak ada satupun orang dirumah. Semuanya sudah kabur tanpa pertanggung jawaban."


Elisa masih tidak percaya, tidak mungkin keluarga intinya melakukan perbuatan hina seperti itu. "Apa kamu sudah menyelidikinya? Tanggal berapa hal itu terjadi apa kamu ingat?"


"Itu sekitar tanggal dua puluh enam maret, dua puluh lima tahun yang lalu. Setelahnya, aku menyimpan dendam tidak terbalaskan ini selama puluhan tahun sampai aku bertemu Skandar yang ternyata adalah bagian dari keluarga Michigan!"


"Kamu menjebaknya sampai kami bangkrut? Begitu maksudmu?"


Sky mengangguk pelan.


"Tuan Sky, aku ingat sepertinya aku memiliki catatan keseharian milik ayahku, hanya saja itu ada di desa. Jika kamu ingin tahu kebenarannya kita bisa mencari hal itu bersama!" Elisa menyentuh lembut tangan Sky.


"Elisa, aku sudah memutuskan untuk melupakannya! Aku hanya ingin hidup bersamamu memulainya dari awal!"


"Tidak bisa! Aku yakin ada kesalahpahaman, aku yakin ayahku atau keluarga intiku tidak akan melakukan hal sekeji itu. Walaupun Skandar juga brengsek, tapi aku percaya padanya tidak mungkin anak sekecil itu dahulu melakukan perbuatan hina!"

__ADS_1


Sky memejamkan matanya dan mengangguk pelan. "Baiklah, aku mengikutimu. Tolong bantu aku mencari tahu kebenarannya!"


"Aku pasti akan membantumu, tapi melampiaskan dendamu padaku yang lemah ini bukankah kamu sudah keterlaluan?"


"Aku tahu, aku rela kamu benci seumur hidupmu. Aku rela kamu perlakukan buruk seperti aku memperlakukanmu Elisa. Asal kamu bahagia dan bisa memaafkanku."


Elisa mendengus pelan. "Jika aku melakukannya, bukankah aku akan sama kejinya denganmu? Sudahlah, lebih baik kamu istirahat. Tapi jangan menemuiku sebelum kita tahu kebenarannya!"


Elisa berjalan dan menuju ke arah jendela kamar. Ia mengabaikan Sky yang masih bersimpuh mematung disana, Sky tahu hal ini memang pantas ia dapatkan. Elisa bahkan masih begitu baik, dengan memberinya kesempatan dan mau membantunya mencari kebenaran soal itu.


"Baiklah, aku akan menjaga jarak sampai kebenaran ini terungkap. Kamu juga beristirahatlah yang nyaman, aku tidak ingin karena masalah ini kamu kembali sakit!"


"Tentu saja, terimakasih Tuan Sky!" kata Elisa tanpa menoleh padanya.


Sky berjalan keluar dari kamar, ia pun bergegas pergi keluar menuju rumah Paman Sam untuk sekedar menenangkan diri. Lima belas menit telah sampai disana, ia langsung menemui pamannya yang sedang mengurus bengkel, Sky mengeluarkan sebungkus rokok dan korek klasik miliknya.


"Ada apa lagi?" tanya Pamannya.


"Elisa," ucapan Sky terhenti.


"Hm aku mengerti, pasti sulit baginya memaafkanmu!"


"Dia tahu soal misi balas dendamku! Si jalaang Mera membocorkannya!"


Paman Sam berdiri dan menghampiri Sky. "Tidak perlu kesal, lagipula cepat atau lambat hal itu tetap akan diketahui oleh istrimu. Kamu juga tidak bisa menutupi itu selamanya darinya, jika kamu ingin hidup damai kamu harus berdamai dengan keluarga yang membuat kebencianmu membuncah hebat. Kuncinya ada pada Elisa, selama ia bisa membuktikan keluarganya tidak bersalah maka hidupmu pasti akan lancar kedepannya!"


"Tapi, bagaimana jika kecurigaanku benar? Bahwa keluarga Elisa yang melecehkan adikku, bagaimana dia menerimanya? Dia pasti akan menyalahkan dirinya sendiri ’kan paman? Aku hanya takut soal kebenaran itu."


Paman Sam mengangguk. "Benar aku mengerti, begitupun Elisa dia akan takut jika kecurigaanmu benar. Karena tidak ada hal yang lebih menyakitkan dari dikhianati oleh orang yang sangat ia percayai yaitu keluarganya!"


...****************...


Halooo! Mohon maaf lahir dan batin ya guys. Happy Eid Mubarak!


Maaf ya bener-bener slow update, tapi kedepannya diusahakan bakal banyak update hehe.

__ADS_1


Sehat-sehat selalu kalian..


__ADS_2