
Sky masih mengesap rokoknya di depan rumah, sedangkan dokter dan polisi sedang melakukan tugasnya. Sky dan Nori harus menjadi saksi untuk kasus Elisa. Sky menatap langit malam yang dipenuhi bintang-bintang, dia mengeluarkan asap rokok secara perlahan. Padahal, kepalanya masih agak pusing efek minuman keras yang dia tenggak di Tempat Kasino tadi.
Tapi, melihat Elisa dalam kondisi seperti tadi membuat pusingnya hilang. Kini dia menatap ke sekeliling perkebunan yang terhampar luas itu, disisi kirinya ada peternakan yang di isi beberapa hewan. Didalam, Dokter memeriksa keadaan Elisa, sebelum dokter datang. Nori sudah lebih dulu menggantikan baju untuk Elisa.
Polisis meringkuk Skandar yang masih terkapar tak berdaya, mungkin polisi itu akan membawa Skandar ke rumah sakit dahulu sebelum dia diinterogasi. Sky melihat Skandar di seret polisi, dia menghentikan kedua polisi itu lalu menghampiri nya. Dia berjalan sambil membuang puntung rokoknya sembarangan.
Tamparan keras mendarat di pipo Skandar yang masih tidak sadarkan diri. "Tuan!" Kata salah satu anggota polisi, Sky tidak mempedulikan peringatan pria itu.
"Kamu memang keturunan iblis!" Sky mengumpat didekat telinga Skandar. Dia lalu meneggakan kembali posisinya dan membiarkan polisi itu membawa Skandar. Kebetulan, Paman charly datang untuk membicarakan masalah pernikahan dengan Sky.
Sky menghela nafas panjang, entah kenapa melihat wajah anggotanya yang satu ini membuat mood nya buruk. Paman Charly dengan berjalan kaki menghampiri Sky yang ada didepan rumah. "Tuan Sky." Sapanya sambil tersenyum, Sky hanya menatap pria berambut putih itu datar.
"Mari kita bicarakan soal pernikahanmu," Dengan semangat pria itu mendekat ke arah Sky. Sky mendengus pelan, ini bukan saat yang tepat untuk membicarakan pernikahan bukan? Dia menatap Pria itu datar lalu berkomentar. "Mari bicarakan lain kali, keponakanmu sedang tidak baik-baik saja." Sky mengarahkan pandangannya ke arah rumah itu, mengisyaratkan bahwa Elisa sedang dalam masalah.
Paman Charly menatap Sky kebingungan, dia tidak tahu apa maksud Sky. Dia pun memutuskan untuk masuk kedalam rumah dan mencari tahu sendiri. Charly masuk kedalam rumah dengan perlahan, dia melihat beberapa polisi dilantai 2. Sedangkan seorang dokter terlihat keluar dari kamar tamu.
Nori yang keluar bersaman dengan Dokter itu pun dihadang oleh Paman Charly, dia mengernyitkan dahi dan menanyakan kronologisnya pada Nori. "Nori, apa yang terjadi?" Tanyanya keheranan, Nori dengan ragu-ragu mulai menceritakan intinya.
__ADS_1
"Tuan Skandar mencoba menyakiti Nona Elisa." Katanya dengan wajah sendu. Nori tidak bisa menyembunyikan rasa sedihnya. Bagaimana pun Elisa sudah dia anggap seperti anaknya sendiri. Sehingga. Rasa sakit yang di alami Elisa dapat dia rasakan juga.
"Tapi untunglah, Tuan Sky datang dengan cepat." Lanjut wanita itu. Paman Charly masih tertegun mendengar penjelasan Nori, dia mencoba masuk ke kamar tamu tapi dicegah oleh wanita itu. Nori menggeleng pada Paman Charly, "Jangan sekarang Tuan, Nona Elisa sangat terguncang." Nori menunduk dan meneteskan air matanya.
Paman Charly pun kembali keluar, dia menemui Sky lagi. Sky masih berada dikursi itu, dia mengeluarkan rokoknya yang baru dan mengesapnya lagi. Sky merasa kenangan buruknya kembali, yang ada dipikirannya sekarang hanyalah Ara.
Dia juga menyesali perbuatannya pada Elisa kemarin malam, dia tidak seharusnya melakukan itu juga. Tapi saat mengingat bahwa Elisa termasuk keluarga Michigan. Emosinya kembali menggebu, dia merasa keluarga itu memang pantas hancur.
Kenapa dia harus peduli? Bukankah bagus jika keluarga itu berantakan dan saling membenci? Anehnya, ada rasa yang mengganjal di hati Sky. Entah karena dia menghadapi seorang 'perempuan' atau hal yang lain dia belum mengerti. Yang jelas, Sky merasa ada sesuatu yang menghambat jalan balas dendamnya. Mungkin traumanya, dia juga jadi merasa ketakutan untuk memejamkan mata. Setiap kali dia baru terlelap, mimpi buruk mengenai adiknya muncul.
Itu yang menyebabkan Sky membuat lintingan daun kering sebagai penambah staminanya. Paman Charly menatap Sky dengan datar, untuk saat ini dia tidak ingin banyak bertanya pada ketua organisasinya itu. Malam itu dia langsung pamit pulang. "Aku pulang dulu, besok pagi aku akan kesini lagi." Kata Paman Charly kepada Sky.
Paman Charly masuk ke rumahnya tanpa mengetuk, dia melihat istri nya sedang bersantai dinruang tamu sambil membaca majalah gosip terbaru. Dia duduk disamping wanita itu sambil menghela nafas panjang. Istrinya kebingungan, dan menatap suaminya dengan tatapan penasaran. Paman Charly yang tahu raut wajah istrinya, langsung menceritakan apa yang dia lihat dirumah Elisa.
"Skandar membuat keributan dirumah itu, dia mencoba mencelakai Elisa." Kata Charly sambil menghembuskan nafas pelan.
"Aish si perusuh itu memang selalu membuat masalah, lalu bagaimana lagi?" Istrinya mencoba bertanya lebih jauh mengenai keadaan tadi.
__ADS_1
Paman Charly pun menggeleng, dia juga belum tahu pasti permasalahan yang sebenarnya terjadi saat itu. Jadi, dia belum bisa menjawab, yang jelas dia menceritakan soal Skandar yang ditangkap oleh polisi.
*
Malam itu Sky memutuskan untuk tidur didalam mobil, dia tidak mau mengganggu Elisa dulu. Sedangkan Elisa yang sudah sadar sejak dua jam yang lalu masih terlihat syok dan enggan untuk berbicara. Wajahnya pucat, kelopak matanya bahkan agak menghitam. Sesekali dia meneteskan air matanya. Dia sangat terpukul, karena kakak kandungnya sendiri malah mencoba untuk melecehkannya.
Si keparat itu membuat Elisa menjadi trauma, dia bahkan hanya berbaring dengan mata yang terbuka. Nori yang masih setia disamping Elisa terus berusaha menghiburnya. Wanita tua itu beberapa kali membawakan camilan yang berbeda untuk Elisa, tapi respon wanita itu hanya menggeleng dan menolak.
Pagi hari buta, Sky sudah menunggang kuda ke arah hutan, dia berniat untuk mencari udara segar disana. Sky dengan gagah menunggangi kuda hitam milik Elisa, yang kini sudah dia jinakkan hanya dengan sentuhan lembutnya. Tidak heran, dulu dia adalah seorang peternak. Dia tahu bagaimana caranya membuat seekor kuda nyaman berada didekatnya.
"Ha! Ha!"
Sky terus menunggangi kuda sampai ketengah hutan, dia melihat sungai kecil disana. Diseberangnya terlihat juga kebun bunga entah timbuh liar atau sengaja di tanami ditempat itu. Tapi yang pasti, bunga-bunga itu sangatlah cantik. Sky berniat untuk mengambilnya. Tapi dia mengurungkan niatnya dan memilih untuk mencari hal lain yang lebih bagus dari itu.
Sepulang dari Hutan, Sky langsung mengurus perkebunan, dilihatnya beberapa pegawai yang mulai berdatangan. Dia pun bertanya pada pegawai lain disana. Mereka bilang bahwa pegawai yang datang adalah pegawai sementara yang sengaja di sewa Elisa. Untuk membantu memanen sayuran yang ada dikebunnya.
...****************...
__ADS_1
...****************...