
Akhirnya aku sampai rumah juga setelah seharian ngerumpi di Mall bareng teman-temanku membuatku merasa kelelahan mungkin karena usia yang sudah tak lagi muda.
Mandi membersihkan diri akan terasa menyenangkan setelah melakukan laktifas.
Aku memanasi soto yang sempat kubeli di warung tadi, untuk makan malamku dan Exel, cacing di perutku sudah demo minta makan.
Ada suara mobil berhenti diluar aku rasa itu bukan anakku, karena kalau itu Exel pasti langsung buka pagar dan parkir di garasi, lagi pula suaranya juga beda, bukan mobil Exel.
Mataku langsung membulat melihat siapa yang datang, siapa lagi kalau bukan jaelangkung yang datang tak dijemput pulang tak diantar.
"Ngapain kamu kesini ?" Si Kucrut itu diam tak menjawab langsung ngloyor aja kemeja makan.
"Ini sudah malam, Exel tidak ada di rumah sebaiknya kamu pulang !" Hardiku padanya.
"Aku lapar, di rumah tidak ada makanan" Aku menghembuskan nafas dengan kasar.
"Kamu bisa beli !"
"Uangku habis buat beli bensin, seharian gak ada order masuk" Ucapnya lesu sambil membuka tudung saji.
Aku memandang laki-laki yang bergelar mantan suamiku itu, baju yang dipakai masih sama dengan tadi pagi. Bau keringatnya menguar mengganggu indra penciumanku, apa semiskin itu dia ? parfum tak terbeli, hingga makanpun dia minta padaku.
Mungkin karena ini Tiara berselingkuh dibelakangnya, uang Hari sudah habis dia miskin sekarang. Entahlah itu bukan urusanku.
"Hmmm...baunya sedap, boleh aku makan sotonya ?" Aku hanya diam tak bereaksi, Hari sudah kehilangan urat malunya, datang kerumahku hanya untuk numpang makan.
"Makanlah ! setelah itu langsung pulang ! aku tidak mau ada salah paham nantinya ! tidak perlu pamitan !" kutinggalkan Hari sendiri, di ruang makan, aku berjalan menuju kekamarku untuk istirahat hilang sudah selera makanku melihat wajah penghianat bangsa itu.
Kulirik jam dinding di kamarku jam sembilan malam, harus Exel sudah pulang atau aku yang tidak dengar Exel masuk karena ketiduran.
Aku keluar kamar mencari Exel, terdengar suara gemericik air di kamar mandi bawah, oh rupanya Exel sedang mandi, gumamku dalam hati.
Aku lantas keluar rumah untuk mengunci pintu dan pagar.
"Thin...thin..." Bunyi klakson memekakan telinga dan sorot lampu yang menyilaukan mataku.
__ADS_1
"Mi jangan dikunci dulu, ini cowok ganteng mau masuk" kepala Exel melongok dari jendela mobil.
Kubuka pintu pagar lebar-lebar, Exel memasukan mobilnya kemudian parkir di garasi.
"Kok main kunci aja Mi, baru juga jam sembilan, Mami marah sama Exel ya ?" Excel pura-pura merajuk sambil memeluk bahuku.
"Kalau kamu baru pulang, terus yang di kamar mandi siapa ?" Tanyaku bingung.
Apa mungkin Hari ? tadi aku kan sudah mengusirnya.
Benar saja, Hari keluar dari kamar hanya memakai handuk yang melilit tubuh bagian bawahnya, pakai handuku lagi, dasar gak punya malu.
"Baru pulang Xel ? Papi pinjam kaos kamu ya ? baju Papi kotor, bau." Hari bersikap seolah ini di rumahnya sendiri.
"Papi kok mandi disini emang di rumah Papi gak ada air ?" Exel jelas kaget melihat tingkah Bapaknya.
"He...he...Papi tadi makan disini, sekalian mandi lah, badan Papi gerah banget gak enak" Ini laki-laki emang bener-bener keterlaluan gak ada malunya sama sekali.
"Sebentar Exel ambilin di kamar" Exel berlalu kekamarnya.
"Tadi waktu aku pulang listrik di rumah mati tokennya habis, aku gak bisa beli uangku sudah habis" Ujar Hari memelas.
"Ini Pi, kaosnya" Exel datang menyodorkan kaos warna hitam kePapinya.
Aku naik kelantai atas, mengambil uang dari laci kamar dan menyerahkannya pada Hari.
"Ini uang buat beli token dan makan kamu, cepat pulang sana !" Aku menyerahkan tiga lembar uang kertas berwarna merah.
"Aku janji setelah punya uang, akan aku kembalikan uang ini"
"Itu bukan hutang, kamu tidak perlu mengembalikannya, yang penting kamu jangan kesini lagi aku merasa terganggu !" Ucapku tegas.
"Terima kasih Nin, maaf aku sudah mengganggu" Ucap Hari sebelum berlalu dari hadapanku.
Exel hanya mlongo melihat kajadian itu, setelah Hari berlalu pergi aku diberondong pertanyaan sama Exel.
__ADS_1
"Kok Mami ngasih duit ke Papi ? emang Papi minta ? Papi kan sudah kerja, masak tidak punya uang, terus uang hasil jual warisannya kemana ?" aku menghela nafas.
"Uang warisannya kan buat beli mobil, Papimu sudah gak punya uang makanya tadi dia makan di sini, token listrik di rumahnya juga sudah habis tidak bisa beli, Mami kasih uang karena biar Papi kamu gak ganggu Mami lagi" Jelasku panjang lebar, Exel hanya manggut-manggut.
"Mami tadi masak apa ? Exel lapar nih" kata Exel sambil membuka tudung saji.
Mataku langsung membelalak melihat makanan yang di maja makan raib semua.
"Kok gak ada apa-apa Mi ?" Ucap Exel dengan nada kecewa
"Padahal tadi ada perkedel, martabak manis, kok sudah habis semua ?" Aku membuka panci tempatku memanaskan soto.
"Ya...sotonya juga habis Xel, masak semuanya dihabisin Papimu ? terpaksa makan mie instan lagi nih" ucapku lesu, masak makanan sebanyak itu dihabisin sendiri sama Si Hari ?
Dasar laki-laki benalu ! bagaimana mungkin bisa, aku pernah hidup dengannya selama dua puluh tahun.
"Papi kok gitu ya Mi ? kasihan banget kayak gak ada ngurus, emang istrinya kemana aja ?"
"Itulah resikonya menikahi wanita hanya karena kecantikannya tanpa mempertimbangkan bagaimana ahlaknya, ya begitu hasilnya istri tidak tahu apa kewajibanya terhadap suami" Ucapku pada Exel.
"Nanti kalau kamu sudah menikah, jangan hanya lihat wajahnya yang cantik, tapi lihat juga bagaimana sifatnya, latar belakang keluarga dan pergaulannya, jangan seperti Papimu menikah asal tabrak"
"Exel pengen nyari istri yang seperti Mami, selain cantik juga baik, jujur dan tidak sombong, rajin menabung dan suka menolong" Ujar Exel sambil senyum-senyum, dan tanganku sukses menoyor kepalanya.
"Ampun Mi...peace...peace" Exel mengcungkan jarinya membentuk viktori.
Tawa kami berduapun berderai, ternyata bahagia sesederhana ini, makan mie instan berdua dengan anak tersayang sambil ngobrol dan bercandapun sudah membahagiakan.
Terima kasih ya Allah....
Bersambung...
Mohon tinggalkan jejak setelah membaca tulisanku, like, komen, vote dan krisannya selalu ditunggu.
Terima kasih sudah mampir dicerita recehku.
__ADS_1
Wassalam....