
Aku benar-benar terluka, hancur tubuh dan harga diriku. Tante Tika istri Om Pram kekosku, aku ditampar, dijambak, dimaki-maki keluar semua sumpah serapahnya padaku.
Aku malu sangat malu, tak ada yang menolongku, aku hanya jadi bahan tontonan. Bahkan ada yang merekam kejadian itu, rasanya pengen mati saja.
Aku hanya bisa menangis meratapi diri, Om Pram yang kuharap membelaku terhanya bisa mematung tak berdaya, dan yang lebih menyakitkan ternyata Om Pram bukan orang kaya semua hartanya adalah milik istrinya.
Sudah jatuh tertimpa tangga pula, berita pelabrakan itu viral dimedia sosial akunku dihujat oleh netizen dengan komentar pedas.
[Cantik-cantik pelakor]
[Ya Allah...palakornya masih bau kencur]
[Cabein aja **** * nya]
[Emang sudah gak laku ya ? sampai rela jadi simpanan suami orang ?]
[Kalau aku jadi istrinya sudah aku mutilasi itu pelakor !]
[Masukin kekandang macan aja ! biar dicabik-cabik itu muka iblis]
[Perempuan gatel kayak gitu garuk aja pakai parutan ! biar puas garuknya !"
Dan masih banyak lagi kata hujatan padaku, ya tuhan jahat banget mereka, biar aku ini pelakor tapi aku juga manusia yang punya hati dan perasaan.
Perselingkuhan ini bukan sepenuhnya kesalahanku, tapi ada andilnya Om Pram juga, dia yang terus mengejarku, merayuku dan menghujaniku dengan hadiah-hadiah mahal siapa yang tidak tergiur ? hingga akupun jatuh dalam pelukannya.
Om Pram memang sudah beristri tapi gak salahkan kalau punya lebih dari satu ? lagi pula salah tante Tika juga karena tidak bisa memuaskan Om Pras.
Punya suami itu dijaga, disayang biar nggak melayang diambil orang. Kalau Suami sudah berpaling kewanita lain baru kebakaran jenggot.
Aku nangis sepuasnya dipelukan Vira, hanya dia satu-satunya sahabatku, temanku berbagi sedih.
"Ya memang begitu resiko jadi sugar baby, kalau ketahuan ya dihajar habis-habisan"
"Tapi aku malu Vir" kataku sambil menangis sesenggukan.
__ADS_1
"Sudah gak apa-apa, kamu cuek aja paling gak lama berita itu menghilang sendiri" Ucap Vira menenangkanku.
Isak tangisku berhenti saat Yudha masuk dengan wajah butek, dia menatap nanar kearahku.
"Tiara apa benar video yang lagi viral itu kamu ?" tanya Yudha dengan mata yang memerah, Aku menganggukkan kepala.
"Serendah itukah kamu ? dimana harga dirimu ? kau anggap apa aku selama ini ?"
Pertanyaan Yudha hanya kujawab dengan derai air mata. Jujur aku mencintai Yudha tapi aku juga butuh Om Pram untuk memenuhi tuntutan gaya hidupku.
"Tiara mungkin sebaiknya kita akhiri semua ini, aku tidak bisa...aku minta maaf...aku..." Ucapan Yudha mengambang, nyeri didadaku semakin menyiksa, lengkap sudah penderitaanku, kehilangan tambang emas dan pujaan hatiku secara bersamaan.
Tapi itu tak berlangsung lama beberapa minggu setelah kejadian itu, aku bertemu dengan Mas Hari tanpa sengaja saat mobilnya menyenggol motor yang aku kendarai, waktu itu aku sedang tidak fokus karena masih kepikiran dengan kejadian itu.
Mas Hari berwajah tampan orang ramah dan humoris, membuat aku perlahan-perlahan melupakan Om Pram dan Yudha.
Makin hari hubungan kami makin intens, singkat kata akhirnya kami menjalin hubungan, meski aku tahu dia sudah beristri aku tetap saja meladeninya.
Hari tidak terlalu kaya tapi, itu bisa kurasakan dia tidak royal seperti Om Pram yang sering memberiku hadiah, dia hanya sering mengajakku makan diluar soal tempat aku yang milih.
Kupikir harta yang dimiliki adalah hasil kerja kerasnya, ternyata punya istrinya semua, uff untuk kedua kali aku terkecoh penampilan laki-laki.
Aku sudah terlanjur menikah dengan Hari, sekarang dia bekerja sebagai driver taksi on line. Sebenarnya aku malu masak Tiara yang cantik ini jadi istri sopir taksi, apa kata teman-temanku nanti.
Pernikahan kami yang seumur jagung diwarnai pertengkaran setiap hari, pangkal permasalahnya apalagi kalau bukan uang. Penghasilan hari tak seberapa hanya bisa cukup untuk hidup sederhana.
Aku mana mau, aku terbiasa hidup enak dengan Om Pram jelas keberatan dengan gaya hidup sederhana.
"Sabarlah dek...namanya rejeku, berapapun harus kita syukuri yang penting masih ada yang kita makan" Ucap Hari dengan nada memelas.
"Sabar ! sabar ! kamu pikir beli skin care bisa pake sabar ? kamu pikir shoping di Mall boleh pake sabar ? mikir dong Mas....gimana caranya agar dapat duit lebih banyak" racauku mengalahkan raper Iwa K.
"Ya kan aku sudah usaha" ujarnya membela diri.
"Kurang !" ucapku ketus.
__ADS_1
Dan puncak pertengkaran kami adalah waktu aku minta dikuliahkan, Hari menolak dengan alasan takut aku didekati cowok lain. Halah itu sih alasan dia aja, padahal aslinya dia gak punya uang untuk membiayai kuliahku.
Dasar kere, rumah aja masih ngontrak kalau dia kaya pasti aku sudah dibelikan rumah.
Benci aku sama Hari.
Aku kabur dari rumah, aku pergi kerumah temanku waktu SMA, Diani namanya dia kutu buku satu-satunya temanku yang tidak pernah merendahkanku.
Ternyata Diani sedang kuliah di kota sebelah, di sana tinggal sama Ibunya di rumah dinas Ayahnya.
Rumah Diani kosong hanya ada Ayahnya yang sedang menyelesaikan urusannya di kota ini. Ayah Diani sangat baik padaku dia memperbolehkan aku tinggal di rumah itu.
Om Pras ayah Diani, setiap akhir pekan pulang kerumah ini untuk urusan bisnisnya,
kadang Diani dan Mamanya juga ikut.
Om Pras seorang petinggi perusahaan asing yang bekerjasama dengan PLN, karena itu gaji Om Pras gede.
Om Pras yang baik, perhatian dan lembut membuatku merasa nyaman, dia bukan tipe lelaki asal tubruk seperti Hari. Sifat carenya dan uangnya tentu saja, membuatku dengan suka rela menyerahkan diri.
Jadilah sekarang aku sugar babynya Om Pram, kami menjalin hubungan tanpa sepengetahuan Diani dan Mamanya tentu saja.
Om Pram sangat menjaga reputasinya, dia tidak mau jadi bahan gunjingan karena dilingkungan ini Om Pram dikenal sebagai tokoh masyarakat.
karena itu aku dipindahkan di rumah Om Pram yang lain, rumah yang belum lama dibeli terletak di kawasan elit. Di cluster ini orang asing tidak boleh sembarangan masuk.
Om Pram benar-benar menjaga keamananku, katanya wanita secantik aku harus dijaga seperti berlian agar tidak tergores. Sungguh aku melayang dibuatnya.
Aku sudah melupakan Hari, aku melupakan statusku sebagai istri, aku tidak ingin Om Pram tahu kalau aku terikat pernikahan dengan laki-laki lain.
Yang Om Pram tahu aku temannya Diani putrinya, dan aku harus dilindungi karena dikejar-kejar lelaki yang terobsesi padaku. Aku pintar kan ? pintar bohong maksudnya.
Bersambung....
Terima kasih sudah mampir dicerita recehku, mohon tinggalkan jejak setelah membaca tulisanku.
__ADS_1
Like, komen, vote dan krisannya sangat ditunggu.