BUKAN LELAKI SETIA

BUKAN LELAKI SETIA
Episode 18: kecewa Pov Hari


__ADS_3

Lega rasanya bisa curhat sama Exel, meski masih muda tapi cara berfikirnya, Aku Papi kandungnya saja kalah dewasa.


Paginya, Exel menepati janjinya untuk mengajakku menemui Yudha mantannya Tiara waktu SMA yang sekampus dengan Exel.


Tapi aku harus kecewa ternyata mendengar pernyataan Yudha, Tiara tidak punya banyak teman, dia dikucilkan karena dianggap miskin, dia sampai rela jadi sugar babynya Om Pram, agar bisa mengikuti gaya hidup temannya yang jet set.


Jujur hatiku hancur, seburuk itukah Tiara ?


Tapi semua sudah terlanjur aku harus tetap mencari Tiara, setidaknya untuk memperjelas status kami.


Aku juga tidak mau dituduh sebagai lelaki tidak bertanggung jawab.


"Pi, Exel berangkat kuliah dulu, nanti kalau ada perkembangan Exel kabari"


Benar saja, malam itu Exel menelfonku dia memberiku alamat lengkap tempat dimana Tiara pernah terlihat.


Nirwana Cluster bloc B no 40, itu adalah perumahan elit selain penghuni dilarang masuk, bagaimana mungkin Tiara disana ? siapa yang membawanya tinggal kesitu.


"Maaf Pak, saya mencari alamat ini" Aku menyerahkan kertas catatan yang bertuliskan alamat.


"Oh ini rumah milik Pak Prastyo, tapi yang tinggal disitu anak perempuannya saya lupa namanya, baru pindah soalnya" Terang satpam berkumis tebal macam Pak Raden itu.


"Apakah ini wajah anak Prastyo itu ?" Aku menyodorkan gawaiku yang memperlihatkan wajah Tiara.


"Iya Pak" Kata satpam itu mengamati gambar dalam gawaiku.


"Bisa saya masuk untuk menemui putri Pak Prastyo ?"


"Sebentar saya telfon dulu, disini orang asing tidak boleh sembarang masuk tanpa ijin penghuni Pak" Satpam itu mengambil gawainya dan menelfon seseorang.

__ADS_1


"Maaf Pak Prastyo, ini ada tamu mau ketemu putri Bapak....iya Pak sebentar" Satpam itu menjauhkan gawai dari telinganya.


"Nama Bapak Siapa ?" Satpam itu bertanya kepadaku.


"Hari Pak" Jawabku singkat.


"Namanya Hari Pak...gimana Pak ? iya...iya.."


"Maaf Pak bisa minta foto wajah Bapak, Pak Prastyo yang minta" Satpam itu lalu mebidikan kamera ponselnya kearahku kemudian mengirimkan] kepada Pak Prasetyo.


"Maaf Pak, beliau tidak berkenan menerima anda, katanya tidak kenal" Satpam itu kemudian berucap setelah mendapat balasan dari Prastyo.


"Pak Prastyo ada di sini ?" tanyaku pada satpam itu.


"Iya Pak semalam baru datang" kemudian aku pamitan dan meninggalkan pos satpam.


Pikiranku terus tertuju pada Prastyo, apa hubungannya dengan Tiara ? kalau dia mengakui Tiara itu putrinya berarti lelaki itu sudah berumur, minimal seumuran denganku.


Apa Tiara menjadi simpanan Prastyo ? berarti Tiara tak pernah berubah sekalipun sudah menikah, atau mungkin karena uangku sudah habis hingga Tiara mencari pria yang lebih kaya ?


Pikiran-pikiran itu terus menggangguku, demi Tiara aku meninggalkan anak dan istriku, demi Tiara aku menjadi anak durhaka orang tuaku, karena Tiara aku dimusuhi kakakku satu-satunya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Sebulan berlalu, aku tak lagi mencari Tiara aku sudah lelah. Hari-hariku kusibukan dengan mencari nafkah ngumpul dan bercanda bareng teman sesama driver taksi online.


Mencoba mengumpulkan uang sedikit demi biar bisa punya rumah sendiri tak perlu ngontrak lagi.


Sekarang hidupku lebih tenang, tak ada lagi keributan tak ada lagi rengekan yang harus dituruti. Aku mulai merawat diri, hidup sehat dan teratur karena kalau aku sakit siapa yang akan merawat.

__ADS_1


Istri aku tak punya, saudarapun tak ada semua membenciku termasuk kedua orang tuaku. Karma memang senyesek ini.


Lumayan....hari ini aku banyak orderan, dan ada satu orderan yang memintaku mengantar ke Mall ternama di kotaku dan aku diminta menunggu, wah duitnya lumayan ini.


Aku drop penumpang di pintu masuk, lalu aku melaju menuju parkiran untuk menunggu, sambil menghisap rokok aku bersandar di pinth mobil.


Yang datang kesini rata-rata mobil mewah, pasti mereka orang kaya gumamku dalam batin.


Sebuah mobil melaju pelan, dan mobil parkir cantik tepat disebelah mobilku, seorang laki-laki setengah baya umurnya sekitar lima puluhan tahun, meski begitu penampilannya terlihat stylis wajah masih menampakan garis ketampanannya.


Pasti dia orang kaya, mobil yang digunakannyapun termasuk kategori mobil mewah. Tapi aku kaget melihat wanita yang muncul dari kursi penumpang Tiara, iya itu Tiara Istriku.


Aku segera menyembunyikan diri agar tidak terlihat oleh mereka, Tiara bergelayut manja dilengan pria itu. Mungkin dia yang bernama Prastyo, tampan dan kaya raya pantas saja Tiara rela meninggalkanku demi lelaki itu.


Aku memperhatikan mereka dari kejauhan, di tempat seperti ini saja mereka tidak segan untuk bersikap mesra, apalagi kalau sedang berdua ? darahku mendidih membayangnya.


Ok Tiara, aku tunggu kamu disini, aku akan membuat perhitungan denagnsmu, semoga saja penumpangku datang terlambat.


Kubakar sebatang rokok dan menghisapnya kuat-kuat untuk meredam emosi yang memuncak, dadu berdegup kencang menunggu Tiara kembali tak sabar ingin memberikan kejutan untuk Tiara.


Keputusanku sudah bulat, tak maaf untuk penghianatan. Batinku menangis meratapi nasib perkawinanku yang diujung tanduk.


Dulu aku menyelingkuhi Nina, kini aku diselingkuhi Tiara, kini aku tahu bagaimana hancurnya hati Nina melihatku waktu itu.


Bersambung...


Terima kasih sudah mampir dicerita recehku, like, komen, vote dan krisannya selaly ditunggu


Dukung terus Author agar bisa terua berkarya .

__ADS_1


__ADS_2