BUKAN LELAKI SETIA

BUKAN LELAKI SETIA
Episode 16 : Finding Tiara


__ADS_3

Sudah seminggu lebih Jaelangkung kucrut itu tidak datang kerumahku lagi, ada rasa lega setidaknya aku tidak terganggu dengan kehadirannya yang suka menghabiskan makananku.


Eh, kenapa juga aku jadi kepikiran dia ? jangan-jangan aku masih ada rasa....tidak ! aku menepis prasangka tak jelas dalam hatiku. Bukankah lepas dari Hari adalah keinginanku ?


Kalau saat ini masih terlintas pikiran tentang Hari jelas itu wajar, manusiawi dua puluh tahun dalam kebersamaan tidak mudah dilupakan, apalagi hadir anak diantara kami.


"Assalamualaikum Mami syantik...." Suara bariton Exel membuyarkan lamunanku.


"Waalaikum salam....kamu bikin Mami jantungan aja !" Exel meraih tanganku dan mencium punggungnya dengan takzim.


"Mami bengong terus sih...entar kesambet setan lho"


"Kamu dari mana ? malam gini baru pulang ?"


"Tadi ketemuan sama Papi di kontrakannya, kasian Papi, sudah sepuluh hari tiara hilang Mi, sudah dicari kerumah orang tuanya tapi tidak ada, rencananya besok Papi mau minta bantuan Exel buat nyari Tiara di rumah temannya"


"Memang kamu kenal teman-teman Tiara ?


"Nggak sih...tapi Yudha kan kenal Mi, besok Exel sama Papi mau kerumah Yudha"


Aku menghela nafas, mau cerita tapi tidak tega, Aku yakin sekarang Tiara ada disuatu tempat yang sengaja dirahasiakan. Bisa jadi di apartemen atau rumah tersembunyi, yang disediakan Prastyo laki-laki selingkuhan Tiara, untuk menyembunyikan Tiara dari istri sahnya dan Hari suami sirri Tiara.


Bagaimanapun juga perselingkuhan harus ditutup rapat kan ?


"Kamu ngapain ikut campur urusan rumah tangga Papimu ?"


"Exel Kasihan Papi aja Mi, ditinggal kabur istrinya" Ucal Exel dengan nada sendu.


"Bagaimana kalau nanti hasilnya mengecewakan ? Tiara gak mau pulang sama Papi misalnya ?"


"Ya itu urusan mereka, Exel cuma bantu Papi buat nyari temannya Tiara yang mungkin tahu keberadaan Tiara ?"


"Bagaimana dengan Vira yang kamu bilang suhunya Tiara itu ?"


"Tiara sudah pindah ke Jakarta dia kuliah disana Mi"


Aku hanya manggut-manggu mendengar penjelasan Exel.


"Mami tahu sesuatu ?" Exel menatapku penuh selidik.


"Mami tidak suka mencampuri urusan orang lain" ucapku ambigu.


Hari menuai hasil perbuatannya, menikahi gadis muda belia selingkuhannya tanpa tahu latar belakangnya, dan sekarang dia ditinggalkan untuk laki-laki yang lebih kaya.

__ADS_1


"Kamu sudah makan ?"


"Sudah Mi, tadi ditraktir Papi makan nasi kucing di angkringan" kasihan betul Si Hari hanya mampu nraktir anaknya nasi kucing.


"Ya sudah kamu mandi sana !" Titahku pada Exel.


"Asiaap Kanjeng Mami..." Ucap Exel sambil menghindari cubitan tanganku.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Jam lima pagi.


Exel sudah sibuk membuat nasi goreng untuk sarapan kami berdua, anak itu benar-benar mirip Papinya yang suka masak. Masakanku bahkan kalah enak.


"Pagi banget bikin sarapannya Xel ? memang kamu sudah lapar banget ?" tanyaku keheranan.


"Exel jajian sama Papi, mau pagi-pagi kerumah Yudha, takutnya Yudha cabut duluan"


"Kamu bilang satu kampus sama Yudha, kan bisa ketemuan disana ?"


"Satu kampus tapi beda jurusan Mi, lagian Yudha susah ditemuin itu anak kerja paruh waktu jadi foto grafer di studio foto. Kan gak enak kalau ganggu orang kerja Mi" terang Exel panjang lebar.


"Ya sudah, pesen Mami kamu jangan terlalu dalam mencampuri urusan rumah tangga Papimu"


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Sorenya Exel pulang dengan wajah lesu, dilemparkan tasnya kesofa ruang tamu hal tak biasa yang dia lakukan.


"Waalaikum salam..." Aku sengaja menyindir Exel yang masuk rumah tanpa mengucap salam terlebih dahulu.


"Eh Mami...maaf Mi Exel lupa salam" Nada suara Exel terdengar tak bersemangat.


"Kamu kenapa ? pulang-pulang muka ditekuk gitu ? kamu habis ditolak cewek ya ?" tebakku asal.


"Ih Mami asal banget deh, Gak ada cewek yang bisa menolak pesona Exel Mi...secara Exel ini cowok paling ganteng sekabupaten" Aku terkikik mendengar ocehan Exel sifat konyolnya nurun dari Papinya.


Aku pandang lelaki yang hampir berusia dua puluh tahun ini, wajah dan karekternya jiplakan Papinya, hanya sifatnya saja yang sedikit berbeda. Exel lebih tegas dan berani tidak suka tebar pesona sedang Hari langsung mengkeret sekali gertak dan hobi jual tampang.


"Terus gimana hasil ekspedisi kamu tadi pagi ?"


"Ih, bahasa Mami pake ekspedisi segala, maksud Mami pertemuan sama Yudha tadi pagi ?" Aku mengangguk menatap Exel.


"Yudha bilang Tiara tidak terlalu banyak teman Mi, karena dulu Tiara dianggap miskin oleh teman-temanya jadi jarang yang mau temenan sama dia, Mami tahukan ? SMA Tiara itu sekolah favorit di kota ini, yang sekolah disana kebanyakan anak pejabat dan pengusaha kaya, makanya Tiara rela jadi sugar baby demi mengikuti pergaulan teman jetsetnya"

__ADS_1


"Teman dekat Tiara ya cuma Vira, dan satu lagi namanya Diani cewek pendiam kutu buku, tapi sayang Diani juga sudah pindah ikut orang tuanya pindah ke Palembang" lanjutnya lagi.


"Jadi usaha kalian tidak berhasil dong ?" Exel menggelengkan kepala.


"Tadi Exel gak sengaja ketemu Alya dia teman SMA Tiara juga, sekelas tapi gak dekat, dia bilang pernah ketemu Tiara di daerah jalan pemuda, Tiara masuk kesalah satu rumah yang kebetulan berseberangan dengan rumah kakaknya Alya, itu lho Mi...cluter Asri Jaya"


Benar dugaanku, Tiara sengaja sembunyi di sebuah tempat yang dirahasiakan. Ini pasti campur tangan Prastyo, mana mungkin Tiara mampu membayar sewa rumah di perumahan elit seperti itu.


"Kamu sudah bilang sama Papimu ?"


"Belum Mi, rencananya besok pagi sebelum kuliah Exel mau mampir kekontrakan Papi"


"Kamu boleh bilang ke Papimu alamat dimana Tiara tinggal, tapi kamu jangan ikut kesana"


"Kenapa Mi ?" Exel menatapku penuh selidik.


"Itu rumah sugar dadynya Tiara, biar Papimu sendiri yang kesana"


"Jadi Mami sudah tahu ?"


"Mami pernah memergoki Tiara jalan dengan pria berumur di Mall, mereka mesra sekali bahkan tanpa canggung Tiara mengenalkannya pada Mami, aku rasa Tiara sudah bosan sama Papimu hingga dia mencari pria yang lebih kaya"


"Mami gak kasihan sama Papi ?"


"Hah kasihan ?" Aku tertawa sumbang.


"Papimu saja dengan teganya berselingkuh di rumah ini, sekarang Mami harus kasihan ? ini karma Papimu Xel...menikah dengan peselingkuh profesional"


"Mami dendam ?"


"Tidak, buat apa ? kalau sekarang Papimu menuai apa yang dia tanam biarkan saja, kamu tidak usah ikut campur, ini juga jadi pelajaran buat kamu tak ada dosa bebas tanpa balas"


Exel hanya diam matanya menerawang kedepan, aku rasa dia sedang merenungi hidup Papinya yang berantakan.


"Exel mandi dulu Mi, habis ini mau telfon Papi biar Papi cari sendiri alamat Tiara, sebenarnya Exel juga kecewa dengan sikap Papi yang menduakan Mami, Exel janji Mi, gak akan seperti Papi" kemudian Exel beranjak dari sofa dan meninggalkanku.


Bersambung....


Terima kasih sudah mampir dicerita recehku, mohon tinggalkan jejak setelah membaca. Like, komen, vote dan krisannya sangat ditunggu.


Dukung author untuk tetap exis berkarya, kontribusi anda adalah mood booster buat saya.


Akhir kata wassalam....

__ADS_1


__ADS_2