
**✨ Bunda untuk Daddy 🎎
40**
***
Acara pertunangan Rega dan Intan berjalan dengan lancar, awalnya acara itu di adakan di rumah minimalis milik keluarga Intan.
Namun berhubung Rega yang akan meresmikan restoran barunya, sehingga acara tunangan itu di adakan di restorannya yang juga berada di Bandung.
Stella dan Aiden sudah tiba dua hari sebelum hari H, Aiden terpaksa harus izin dari sekolah nya untuk mengikuti acara tersebut.
Sedangkan Sandy tiba pada saat hari H, bersama dengan Alvin dan juga Jery.
Ibunda Rega sempat terkejut saat melihat Stella disana, dan yang lebih mengejutkan bahwa Stella adalah kakak tiri dari Intan, sejak pertemuan terakhir dengan Stella di restoran dia tidak pernah bertegur sapa lagi, bahkan saat menghadiri acara pernikahan Stella dan Sandy, beliau hanya memberi selamat dan kemudian pamit undur diri.
"Apa kabar tante?"
Ayu tersenyum, "Alhamdulillah baik, kamu sendiri bagaimana? Sudah hamil?"
"Belum tan, mohon doanya" jawab Stella tersenyum
Ayu mengangguk, "emm Ste, tante mau minta maaf atas kesalahan tante dimasa lalu" ujar Ayu tulus
Stella mengelus lengan Ayu, "Stella sudah memaafkan tante, jangan terlalu dipikirkan"
Ayu tersenyum, kemudian menarik Stella dalam pelukan, "terimakasih sayang tante benar-benar menyesal"
Stella mengelus punggung Ayu, "sama-sama tante"
"Bunda" panggil Aiden menarik baju Stella
"Iya sayang"
"Aiden haus" ucapnya
"Ayo kita ambil minum, eh salim dulu sama oma"
Aiden mencium punggung tangan Ayu.
"Aiden ganteng banget" Ayu mencubit pipi Aiden
"Terimakasih kasih oma"
"Stella tinggal dulu ya tan" pamit Stella
Ayu mengangguk tersenyum, memang benar apa kata Rega, Stella tidak seburuk apa yang pernah dikatakan mantan mertuanya.
Intan sudah menjelaskan perihal kesalah pahaman yang terjadi antara dirinya dan Stella, namun saat itu Ayu tidak tahu kalau Stella adalah kakak tiri calon menantunya.
Stella mengajak Aiden untuk duduk dimeja tempat Sandy dan Jery duduk. Rega dan Intan yang sudah selesai memberi salam kepada tamu pun tampak bergabung dengan mereka.
"Calon manten" goda Jery
Rega tertawa meninju lengan Jery pelan.
"Dari dulu gue jodohin lo sama Stella, eh malah nyantol sama adiknya Stella" Jery tergelak
Sandy melotot melihat kearah Stella yang juga terkekeh.
Stella mengelus tangan Sandy, "itu dulu sebelum aku ketemu sama kamu"
"Jodoh tidak ada yang tahu" sahut Alvin, meskipun menjadi tangan kanan Sandy, tapi Sandy menganggap Alvin adalah bagian dari keluarganya
Selain karena usia mereka yang tidak beda jauh, kedua anak mereka juga kini berada disekolah yang sama.
"Benar itu, iya kan calon besan" Jery menyenggol lengan Stella yang duduk disampingnya
"Calon besan" monolog Intan
"Kamu serius?" Stella menatap Jery
"Bahkan Maya juga setuju, iya kan sayang?" Jery menoleh menatap istrinya yang memangku balita berumur satu tahun itu
__ADS_1
Maya memutar bola matanya, "Cara masih kecil sayang"
"Apa maksudnya?" Ucap Sandy yang merasa penasaran
"Huh gue tahu, lo mau jodohin Caramel dengan Aiden kan?" Tebak Rega
Sandy menatap tajam kearah Jery yang sedang tergelak.
Aiden yang merasa disebut namanya pun menatap orang dewasa didepannya.
"Jodoh itu apa Bunda?" Ucapnya polos
"Jangan meracuni otak anakku dengan pikiran konyolmu" sinis Sandy menatap Jery
"Emm bukan apa-apa sayang, jangan dipikirkan oke" kilah Stella mengelus surai Aiden
Maya mencubit pinggang suaminya yang masih terbahak.
"Ashh sakit yang" keluhnya
"Om, kenapa Daniel tidak ikut?" Tanya Aiden ke arah Alvin
Daniel merupakan anak dari Alvin, usia Aiden dan Daniel terpaut hanya beberapa bulan, dan mereka berada disekolah dasar yang sama.
"Daniel sedang demam tuan muda, jadi tidak bisa ikut" jawab Alvin
Aiden mengangguk.
"Bunda Aiden boleh main disana?" Aiden menunjuk arah coklat yang ditumpuk-tumpuk membentuk air mancur
"Boleh, tapi Aiden harus hati-hati, jangan kemana-mana oke" peringat Stella
"Oke Bunda"
"Mereka lucu ya" ucap Intan melihat Aiden yang kini tengah tertawa bersama anak kecil, sepertinya anak tamu undangan Rega
"Nanti kita buat yang lebih lucu sayang" bisik Rega ditelinga Intan, membuat Intan tersipu
"Jangan bicara aneh-aneh sama adik gue Re" ancam Stella
"Lo beneran ngadain pernikahan sebulan lagi Re?" Tanya Jery
Rega mengangguk, "kenapa?"
"Ngapain lo pakai acara tunangan segala, kalau sebulan lagi lo nikah sama Intan, buang-buang duit lo" cibir nya
Rega menatap Intan, keduanya tersenyum.
"Sebenarnya ini acara pembukaan restoran baru gue, tapi calon istriku ini pengen tunangan juga, yaudah sekalian" jawab Rega terkekeh sambil merangkul pundak Intan
"Rencana mau ngadain resepsi dimana Tan?" Maya membuka suara
"Di Jakarta, orangtua Rega kan disana, mbak Stella juga sekarang di Jakarta"
"Mbak Maya nanti jadi bridge maid aku ya, sama mbak Stella juga" lanjutnya
"Oh sama istri Mas Alvin juga" Intan mengarah menatap Alvin
"Iya nanti saya bicarakan dengan istri saya"
"Lo langsung balik ke Jakarta Re?"
"Lusa gue balik ke Jakarta, masih ada kerjaan disini"
"Kamu balik sama mbak aja Tan?"
"Aku bareng sama Rega mbak, aku juga masih ada sedikit kerjaan di kantor, biar ayah sama ibu aja besok yang bareng sama mbak" jawab Intan
"Mas Sandy gak keberatan kan?" Intan menatap Sandy ragu
"Gak lah, mereka kan orangtua aku juga"
"Syukurlah" gumam Intan mengelus dadanya.
__ADS_1
Jujur dirinya agar tak enak dengan suami kakaknya ini, ganteng sih, tapi auranya gimana gitu, beda dengan Rega, hehe.
Alvin undur diri untuk menerima telepon.
"Eh lo udah isi belum Ste?" Tanya Maya
"Belum, doain aja"
"Buat cewek mbak, mbak kan udah punya dua cowok" Intan menaik turunkan alisnya
"Mau gue ajarin gimana buat cewek yang cantik kaya' Caramel" sahut Jery
Maya menepuk paha suaminya.
Sandy melotot kesal, "gak perlu lo ajari, gue bisa sendiri" sinis Sandy
"Mau cowok atau cewek sama aja" jawab Stella
"Kalau dapat cowok, coba lagi, ya gak Ste" goda Rega mengedipkan sebelah matanya
"Hahaha, bisa aja lo Re"
"Gak pengen buatin Caramel adik May?"
Uhuk uhuk
Maya tersedak mendengar kalimat Stella.
"Nanti lah Ste, gue belum siap" jawabnya menyengir
"Gue udah nawarin buat bikin Caramel adik, tapi dia nolak mulu" cibir Jery
"Bener tuh, bikin aja sendiri, jangan jodohin anak orang" sinis Sandy yang masih kesal dengan rencana perjodohan Aiden dan Caramel
"Hah, lo nyuruh Caramel nikah sama adiknya sendiri, gila lo San" bantah Jery
Sandy hendak berucap, namun Alvin datang dan membisikkan sesuatu.
"Sayang, aku terima telepon sebentar" pamitnya mengecup pipi Stella sekilas, membuat iri bagi siapa yang melihat
"Iya" jawab Stella tersipu mendapat perlakuan manis dari Sandy
"Uhh manis sekali" cibir Jery
"Sweet banget sii" ujar Intan
"Hah gue juga bisa kali" Jery mencium pipi kiri Maya
"Ih kenapa malah mereka yang pamer kemesraan coba, kan ini acara kita yang" Intan mengerucutkan bibirnya sambil menatap Rega
Rega tersenyum, lalu mengecup bibir manyun Intan sekilas, membuat Intan melotot.
"Kita lebih romantis kan, disaat mereka cium pipi, aku cium bibir kamu" Rega menaik turunkan alisnya
Pipi Intan merona, dia memukul dada Rega dan menunduk menahan malu.
Stella geleng-geleng kepala melihat keduanya.
"Sepertinya Rega mulai tertular virus tidak tahu malu mu Tan" Stella tertawa sambil menutup mulutnya
Kemudian mereka berlima terbahak-bahak.
***
.
.
.
.
8 February 2020
__ADS_1
@saskavirby