Bunda Untuk Daddy (Tamat)

Bunda Untuk Daddy (Tamat)
eps 48


__ADS_3

Beberapa tahun kemudian ...


"Daddyyyy"


"Bundaaaa"


"Bundaaa Alzayn merusak mainan Cla huwaa hiks hiks"


"Daddyy jangan gangguan Bunda, Bunda sedang masak" Chiara menarik-narik celana ayahnya yang sedang memeluk Bunda nya


"Bundaa Alzayn nakal huwaa hiks hiks"


"Cup cup cup jangan nangis dek" Aiden menenangkan adiknya yang menangis


"Al, minta maaf sama Cla"


"Tidak mau" pria kecil bernama Alzayn terus berlari mengelilingi meja makan sambil membawa mainan pesawat nya, tidak dipedulikan kakinya yang menendang-nendang rumah-rumah yang sudah tersusun dengan apik


"Daddyyyy jangan ganggu Bunda" Chiara terus menarik Sandy agar menjauh dari Bunda nya


"Oke, Daddy gak ganggu Bunda" final Sandy


"Lihat sayang, anak-anak kamu tidak memberikan aku kesempatan berdua saja sama kamu" ucap Sandy cemberut


Stella tertawa, "mereka kan anak kamu juga"


"Sudah kamu lihat itu Cla sama Al berantem lagi, kasihan Aiden kuwalahan"


Sandy menghela nafas lelah, kemudian menggendong Chiara keluar dari dapur.


Sandy memijit kepalanya, ruang makan penuh dengan mainan berserakan dilantai dan meja.


Bagaimana Stella bisa tetap tenang menghadapi anak-anak nya, bathinnya.


"Ada apa ini?"


"Daddy Al merusak rumah-rumahan ku" adu Cla menunjuk ke arah Alzayn dengan berurai air mata


"Tidak Daddy, Al tidak sengaja, siapa suruh bermain disitu kan aku mau lewat" bela Alzayn


"Sudah dek kakak bantu buat lagi ya" ucap Chiara menenangkan Cla


"Iya Abang juga bantuin deh" lanjut Aiden


Cla mengangguk, sesekali masih sesegukan karena habis menangis.


"Al minta maaf sama kak Cla" ucap Sandy


Alzayn cemberut namun tetap menuruti ucapan ayahnya, dia mengulurkan tangan kearah Cla "maaf Cla"


"Panggil kak Cla" sinis Cla


Alzayn menghembuskan nafas, "maaf kak Cla" ulangnya


Cla tersenyum menerima uluran tangan Alzayn.


"Aku mau buat istana" serunya


"Abang bantuin buat istana, biar kak Ala sama Cla"


"Oke" jawab Aiden


Sandy tersenyum melihat anak-anak nya saling menyayangi.


"Kenapa sayang?" tanya Stella


Sandy menggeleng, merangkul pundak Stella, "kalau lagi akur gini kan enak dilihat" ucap Sandy melihat kearah anak-anaknya


Stella tersenyum, "iya, kalau lagi akur ya gini, tapi kalau lagi --"


"Ini punyaku"


"Tidak, ini punyaku"


"Abang jangan yang ini"


"Kak Ala itu punya Al"


"Itu mainanku, gak boleh"


"Huwaaa rumahku, Bundaaa Al nakal"


"Daddyyy huwaa"


Sandy dan Stella saling menatap, menghembuskan nafasnya lelah.


Setelah melahirkan Chiara, Stella kembali mengandung, dan melahirkan anak ketiga mereka setelah umur Chiara dua tahun.


Berjenis kelamin perempuan, yang diberi nama


'CLARISSA ALANIS VAN HOUTEN"


yang akrab dipanggil "Cla"


Setahun kemudian stella kembali melahirkan anak berjenis kelamin laki-laki yang diberi nama


'ALZAYN VAN HOUTEN'


Yang sering sisapa "Al"


Saat ini Chiara sudah masuk sekolah dasar, begitu pula Clarissa dan Alzayn yang memasukkan taman kanak-kanak, berhubung Stella sedang tidak enak badan, maka Sandy yang bertugas mengantarkan anak-anak nya ke sekolah.

__ADS_1


Dan juga Sandy sudah menelepon sang ibu agar menggantikan Stella menjaga Clarissa dan Alzayn yang masih sering minta di temani saat belajar di kelas.


"C'mon boy"


"C'mon princess"


"Yes Dad"


"Yes Bunda"


"Stop! Baris yang rapi"


Keempatnya mulai berbaris dengan Aiden didepan. Kemudian mereka mulai berjalan dan mencium punggung tangan Stella.


"Belajar yang rajin oke"


"Oke Bunda" seru keempatnya


Stella mulai menciumi wajah keempat anaknya.


"Maafkan Bunda, hari ini Bunda tidak bisa mengantar kalian sekolah" sesal Stella


"It's okay Bunda"


"Kami berangkat Bunda"


"Cepat sembuh Bunda"


"I love you Bunda"


Stella berjongkok, memudahkan agar anak-anak bisa mencium nya.


"Sayang, aku berangkat ya, kalau ada apa-apa langsung telfon aku" Sandy berucap sambil mencium kening Stella


"Ini karena kalian yang terlalu berlebihan, aku kan cuma masuk angin biasa" keluh Stella cemberut


Sandy mencium bibir Stella sekilas, "itu karena kami khawatir sama Bunda"


"Ya ya ya, sudah sana berangkat"


"Kiss" pinta Sandy menaik turunkan alisnya


Stella memutar bola matanya malas, namun tak urung menuruti keinginan Sandy.


Sandy kembali meraih tengkuk Stella saat Stella akan melepaskan kecupan singkatnya.


Baru saja Sandy menempelkan kembali bibirnya diatas bibir Stella, pasukan pemberontak meneriaki namanya.


"DADDYYYY!!!!"


"Oh shit" umpat Sandy memegang dadanya karena terkejut


"Kalian mau buat Daddy jantungan ya"


Stella cekikikan, mengelus lengan suaminya agar bersabar.


"Anak kamu tuh"


"Anak kamu juga"


***


Dua bulan kemudian...


"good morning honey"


Stella yang baru terbangun menyipitkan matanya, "morning too''


"Morning kiss"


Stella mencium singkat bibir suaminya, namun Sandy segera meraih tengkuk leher Stella dan kembali mencium nya rakus.


"Emmppp San empppp dy"


"Stop hah hah"


Sandy melepas pagutannya saat merasa kehabisan nafas.


"Kenapa dear?" tanya Sandy


"Kalau terus-terusan berlanjut aku tahu endingnya sama seperti sebelum-sebelumnya" sungut Stella


Sandy tertawa mendengar penuturan istrinya, "itu kewajiban sayang" Sandy mencium pipi Stella


"Kewajiban sih, tapi apa kamu ingat semalam tidur jam berapa" protes Stella


Sandy pura-pura berfikir, "aku lupa sayang" ucapnya menyengir


Stella memutar bola matanya, "kita tidur jam tiga pagi kalau kamu lupa" ketusnya


Sandy kembali tertawa, memeluk tubuh polos Stella yang tertutup selimut.


Dret...dret...


Ponsel Stella yang berada diatas nakas berdering, segera dia meraihnya, ada video call, dia menggeser tombol hijau.


"Bundaaa"


Muncul wajah keempat anaknya dilayar ponsel.


"Hai sayang, kalian baik-baik saja"

__ADS_1


"Iya Bundaaa"


"Bunda Cla kangen"


"Ara juga Bunda"


"Aiden juga"


"Al juga Bunda"


"Bunda kapan pulang?" ucap Clarissa berkaca-kaca


Sandy dan Stella sedang keluar negeri, karena Sandy yang tengah membuka cabang perusahaan baru dikota Jerman.


Sandy bermaksud melihat perkembangan perusahaan nya, dia juga mengajak Stella, sekalian honeymoon pikirnya.


Sehingga anak-anak dia titipkan pada Laras dan Vero, kurang lebih seminggu dirinya berada di Jerman.


"Lusa Bunda sudah pulang sayang, kalian baik-baik ya, jangan berantem"


"Bunda Daddy mana?"


"Daddy disini, kalian tidak kangen sama Daddy"


"Daddyyyy"


"Ara kangen sama Daddy"


"Cla juga kangeeenn sama Daddy"


"Dad kenapa Daddy gak pake baju" tanya Alzayn polos


"Iya kenapa Bunda juga pake selimut, Bunda baru bangun tidur ya" tebak Aiden


Sandy dan Stella saling melirik, salahkan Stella yang langsung menerima panggilan sebelum keduanya memakai baju.


Sandy dan Stella sama-sama menyengir.


"Bundaaaaaa"


"Daddyyyyyy"


"Bunda kedinginan sayang, makanya pakai selimut, Bunda sudah bangun kok" bohongnya


"Kalian jangan nakal, nurut sama oma sama opa, jangan bikin oma marah ya" peringat Sandy


"Iya daddy" jawab mereka serentak


"Belajar yang rajin, jangan berantem"


"Iya daddyyyy"


"Daddy jangan lupa oleh-oleh buat Al"


"Tenang Daddy sudah siapkan oleh-oleh buat anak-anak Daddy yang cantik dan ganteng"


"Apa Dad?" tanya Aiden antusias


Sandy tersenyum miring, "adik baru" ucapnya enteng


Stella terkejut mencubit pinggang suaminya, Sedangkan Sandy tertawa terbahak.


"DADDDYYYYYY"


"NO DAD"


"TIDAAAKKK"


"HOREEEEE!!!"


"Al kenapa hore" protes saudara nya


"Al mau punya adik, Bunda apa itu benar?"


"Tentu benar boy" jawab Sandy tersenyum kemenangan karena anak bungsunya menyetujui ide nya


"Ye ye Al mau punya adik" terlihat Alzayn yang melompat-lompat diatas kasur


"Alzayn berhenti lompat-lompat"


"Nanti jatuh Al"


"Dek berhenti"


Sandy dan Stella tersenyum melihat anak-anak nya yang tumbuh dengan saling menyayangi satu sama lain.


Walaupun umur mereka tidak terlalu beda jauh, namun Stella dan Sandy sudah membekali mereka agar saling menyayangi dan melindungi.


***


**happy reading...


i miss u 😢


Do you miss me? 😢😢


Salam kangen dari author, kecup manja muachh 😚


See u next chapter


bai bai

__ADS_1


29 Februari 2020


Saskavirby**


__ADS_2