Bunda Untuk Daddy (Tamat)

Bunda Untuk Daddy (Tamat)
eps 50 (end)


__ADS_3

Sandy dan Stella di sambut antusias oleh anak-anaknya ketika baru menginjakkan kaki di tanah air, berhubung pesawat pribadi yang mereka naiki landing pukul enam sore waktu Indonesia, sehingga anak-anak bisa untuk menjemput keduanya.


Di dampingi Alvin yang juga turut menjemput bos beserta sang istri, serta Laras dan Vero pun ikut mengiring cucu-cucunya.


Keempat anaknya bergantian memeluk orangtuanya, dan Alzayn lah yang paling manja dengan sang Bunda, nemplok di gendongan Stella tanpa mau untuk dilepaskan.


"Kalian tidak menyusahkan Oma dan Opa kan?" ujar Stella setelah mereka semua duduk di kursi mobil limosin yang bertugas menjemput nya


Sengaja Vero menggunakan mobilnya itu, karena di samping jumlah penumpang yang banyak, keempat cucunya juga pasti tidak mau terpisah dengan sanga Bunda, Vero bisa maklum.


"Tidak Bunda" kompak ke tiganya berseru


"Bohong Bunda, bahkan Oma hampir kena darah tinggi karena ulah kalian bertiga" sahut Aiden


Stella melotot kearah Chiara, Clarissa dan Alzayn yang langsung menunduk takut.


"Maaf Bunda" seru ketiga nya menyesal


"No problem, jangan sedih oke" Sandy membujuk kedua putrinya yang duduk di pangkuan nya


"Gapapa, namanya juga anak-anak" sahut Vero memaklumi


"Opa senang ada mereka di rumah, jadi rame, ya kan ma?" lanjutnya menoleh ke arah Laras


"Iya, mama senang kok, walaupun sedikit bikin sakit kepala" kekehnya


"Jangan di ulangi lagi ya" titah Stella menatap ke tiga anaknya


"Iya Bunda"


"Dad, Minggu depan aku ada camping di puncak" Aiden berucap


"Berapa lama Bang?"


"Tiga hari Bun, boleh?"


"Harus di dampingi orangtua gak Bang?"


"Gak usah Dad"


"Ya sudah Daddy izinin kamu, tapi harus hati-hati disana, kalau ada apa-apa kabari Daddy sama Bunda"


Aiden mengangguk patuh, "siap Dad" ucapnya dengan posisi hormat


"Daniel juga ikut kan?"


"Kemarin kita udah sepakat ikut bun, tinggal izin orangtua aja"


Tatapan nya beralih ke Sandy, "Kalau om Alvin ngelarang, Daddy yang bujukin ya"


"Kenapa harus Daddy?"


"Om Alvin kan pasti setuju sama perintah Daddy" ucapnya menyengir


"Ya, oke, baiklah" putusnya final


***


Sandy memeluk tubuh istrinya yang sedang berdiri memandang bulan yang bersinar dari jendela kamarnya.


Menyenderkan kepala diceruk leher Stella, menghirup aroma yang sangat di sukainya dan seakan membuatnya candu.


"Ada apa?" Tanya Stella seakan mengerti akan kegelisahan yang di rasakan sang suami


Sandy menggeleng.


Stella berbalik, menangkup wajah Sandy dan menatap intens ke dalam manik matanya, mengecup sekilas bibirnya.


"Aku tahu kamu berbohong" ucap Stella tersenyum


Sandy merengkuh tubuh Stella masuk ke dalam pelukannya, "Kamu memang selalu benar" jawab Sandy mengelus punggung istrinya


"Jadi... ?"


Sandy menghela nafas pelan, "Kamu tahu perusahaan yang di Jerman hampir selesai, dan aku yang akan memimpin disana"


Stella mengangguk di sela pelukannya.


"Lalu"


Sandy kembali menghela nafas, melonggarkan pelukannya, menatap wajah istrinya yang masih cantik meski telah melahirkan tiga malaikat untuknya.


"Aku berfikir bagaimana kalau kita pindah ke Jerman?"


Stella tersentak, tampak jelas dia terkejut akan ucapan Sandy.


"Aku tahu ini berat, tapi jauh lebih berat untukku yang harus berpisah denganmu sayang, aku tidak akan sanggup berpisah jauh darimu, karena pasti aku akan lama di sana, bukan dalam hitungan minggu, bahkan mungkin berbulan-bulan aku disana" terang Sandy menangkup wajah Stella


"Maksudmu kita semua?"


Sandy mengangguk, "iya, kita dan anak-anak juga"


"Sebenarnya papa juga sudah berencana akan kembali ke Jerman, kamu tahu sendiri kan kakek sekarang semakin tua, setidaknya kita ada di sampingnya saat sesuatu yang tidak di harapkan terjadi"


Stella memukul pelan dada Sandy, "jangan bicara ngawur"


"Aku serius sayang, kakek sudah sangat tua, entah kapan ajal pasti menjemputnya, sebagai cucu aku juga ingin bersamanya, kamu tahu kan aku sangat jarang bersamanya beberapa tahun sejak kepindahan ku ke Indonesia" terang Sandy

__ADS_1


"Kakek juga sangat ingin bertemu cucu-cucunya, kamu ingat kan pesan terakhir nya kemarin" lanjutnya


Ingatan Stella kembali pada pertemuan dengan kakek buyutnya, memang sang kakek sangat menginginkan dirinya bersama anak-anak tinggal disana, sering mengunjungi nya, bahkan beliau berucap ingin menghabiskan seluruh hidup dengan cucu-cucunya, sebelum ajal menjemputnya.


Dada Stella berdenyut saat mendengar kalimat dari kakek buyutnya itu, sungguh dirinya tidak tega, bahkan sampai menitikkan air mata.


"Kapan papa dan mama berangkat?" tanya Stella


"Mungkin besok"


"Secepat itu?"


Sandy mengangguk, "kakek terus meneror nya dengan mengatakan akan segera mati kalau papa dan Mama tidak segera ke Jerman"


Stella terkejut, "benarkah?"


Sandy tertawa melihat raut wajah Stella, "kamu tahu sendirikan tabiat kakek, kalau tidak begitu papa dan mama tidak akan segera kesana"


Terlihat Stella menghela nafas lega.


"Lalu bagaimana dengan anak-anak? apa mereka akan setuju di ajak pindah ke Jerman?"


"Meskipun mereka berat meninggalkan Indonesia, kita harus bisa menjelaskan pelan-pelan sayang, aku tidak akan meninggalkan kalian sendirian di Indonesia, aku tidak akan tenang"


Stella menatap wajah Sandy, mengelus jambangnya, membuat Sandy menutup matanya.


"Baiklah aku akan bicarakan ini dengan anak-anak, semoga mereka bisa mengerti"


Sandy menangkup wajah Stella, menciumi seluruh wajahnya.


"Terimakasih sayang"


***


Sesuai keputusan dan kesepakatan bersama, akhirnya Stella dan Sandy memutuskan untuk pindah ke Jerman.


Namun harinya tidak sama dengan Vero dan Laras, Sandy sekeluarga berangkat seminggu setelahnya, karena Stella sempat mengadakan acara perpisahan untuk teman-teman sekolah semua anak-anaknya.


Orangtua Stella sangat berat melepaskan anaknya, namun bagaimana lagi, hidup Stella sudah menjadi tanggung jawab Sandy sebagai suaminya, jadi mereka hanya berpesan agar Stella dan anak-anak jaga kesehatan dan harus sering mengabari.


Sangat di sayangkan pula, Intan tidak bisa hadir dalam acara perpisahan itu, berhubung dirinya sedang ikut sang suami -Rega- yang sedang singgah ke Dubai untuk urusan kerja, sehingga tidak sempat berpamitan secara langsung.


Dan disinilah mereka sekarang, di dalam jet pribadi milik Sandy, ke empat anaknya sedang menyanyikan lagu dengan iringan gitar dari Alvin.


Ya, Alvin beserta istri dan anaknya juga turut pindah ke Jerman, itu merupakan keputusan yang dibuat oleh sang kakek, karena kakek buyut sudah menganggap Alvin dan istrinya sebagai cucu nya sendiri.


Karena Alvin dan Maya juga anak yatim piatu jadi kakek buyut mengangkat nya sebagai cucu juga.


Ini juga kesenangan yang di dapatkan oleh Aiden, karena tidak harus pindah sekolah seorang diri, masih ada Daniel yang setia bersama nya.


Keadaan Jet pribadi itu sangat ramai, mereka bernyanyi bersama, serta Daniel yang mengajak Clarissa yang masih berusia enam tahun untuk berdansa dengannya membuat keadaan semakin riuh.


"Abang, Ara mau dansa kaya' Clarissa dan kak Daniel" seru gadis berumur delapan tahun itu


"Baiklah"


Aiden pun menurut dengan keinginan sang adik, mengajaknya berdansa padahal lagu yang di nyanyikan tidak termasuk dalam lagu untuk dansa.


"Al mau dansa sama Bunda?" Stella berujar pada pria kecil yang duduk di pangkuan nya


Alzayn menggeleng, "Al ngantuk Bunda"


"Ya sudah Bunda temani tidur di kamar mau?"


Alzayn kembali menggeleng, "Al mau tidur disini"


"Oke baiklah" ucap Stella tersenyum


Kemudian mulai menepuk punggung Alzayn agar segera terlelap di pangkuan nya.


"Kenapa Hon?"


"Al ngantuk, tapi tidak mau tidur di kamar"


"Sini biar aku yang gendong" tawar Sandy


"Tidak apa, biar aku saja" tolak Stella


Setelah beberapa jam mengudara akhirnya mereka sampai di Berlin, di sana kakek buyut beserta kedua orangtua Sandy sudah menunggunya di bandara.


"Kakek" seru para cucu-cucu yang melihat sang kakek buyut berdiri dengan tongkatnya


Tuan Van Houten berjongkok menyetarakan tubuhnya dengan para cucunya dan memeluk mereka, minus Alzayn yang kini berada di gendongan Sandy dan tengah tertidur.


"Bagaimana kabar kalian cucu buyutku?" Tuan Van Houten menciumi wajah keempat cucunya


"Baik kakek buyut" jawab keempatnya kompak


"Ayo kerumah, kakek kangen kalian semua" ucap Tuan Van Houten, tak sadar dirinya menitikkan air matanya haru


Ini yang dia tunggu hampir bertahun-tahun lamanya, kumpul bersama anak serta cucu dan cucu buyutnya.


Begitupula Sandy yang akhirnya bisa membawa serta keluarga kecilnya pindah dan menetap bersama keluarga besarnya.


Akhirnya mereka berjalan menuju mobil limosin yang sudah terparkir tak jauh dari jet pribadinya.


Sandy berjalan berdampingan dengan Stella, mencium pelipisnya sayang, membuat Stella mendongak.

__ADS_1


"Ada apa?"


Sandy menggeleng dan tersenyum ke arah Stella.


"Aku senang akhirnya kita bisa berkumpul bersama kakek buyut disini, terimakasih sayang" ujar Sandy kembali mencium pelipis Stella


"Aku juga senang kalau kamu senang, terimakasih juga sayang" balas Stella mencium sebelah pipi Sandy


Sandy tersenyum, menggenggam tangan Stella serta sebelah tangan nya menggendong Alzayn.


**Tamat!


********


Terimakasih banyak para readers yang setia menunggu cerita ini.


Mohon maaf karena beberapa part terakhir lama update nya.


Jangan lupa mampir di cerita aku yang lainnya yaa...


Nantikan juga sequel nya.


See u next project


21 Maret 2020


saskavirby**


.


.


__________----------________________----------__&&&


INFORMATION


.


.


.


.


.


**Sequel nya sudah bisa di baca di lapak sebelah ya..


Dengan judul "THE BEAUTIFUL THIEF"


Menceritakan kisah anak pertama dari Sandy dan juga Stella.


Tahu kan siapa?


Si abang ganteng AIDEN VAN HOUTEN.


JANGAN LUPA MAMPIR YA,, DIJAMIN SERU DEH.. UDAH UP 10 EPISODE LHO...


INSYAALLAH BAKAL UP TIAP HARI.. DOAIN YA


OH YA JANGAN LUPA VOTE JUGA CERITA AIDEN, TERIMAKASIH BANYAK READERS...


kaya' gini nih bentuknya πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡



πŸ’ΈπŸ’ΈπŸ’ΈπŸ’ΈπŸ’Έ


Sequel Bunda untuk Daddy


Follow sebelum baca πŸ–€


(Konten Dewasa 21+ )


.


.


.


Apa jadinya jika sepulangnya Aiden ke Indonesia bertemu dengan wanita cantik yang tiba-tiba mencium bibirnya dimuka umum.


Dan yang dia ketahui bahwa gadis itu telah mengambil barang berharga miliknya.


---------


Karena suatu keadaan yang mendesak, menyebabkan gadis cantik bernama Olivia mau tidak mau harus melakukan apa yang tidak pernah terlintas dalam otaknya.


Mencuri!


"Tuhan.. ampuni segala dosa hamba setelah ini"


πŸ’ΈπŸ’ΈπŸ’ΈπŸ’ΈπŸ’Έ


LUPH YU 😚


SASKAVIRBY**

__ADS_1


__ADS_2