Bunga Rumput

Bunga Rumput
Episode 12


__ADS_3

PROLOG


👲


Cerita alih lokasi pemirsa !".


🌈✍️🌈✍️🌈✍️


Sesaat kita tinggalkan Indonesia ! yuk intip Bening di negeri Sakura


🤗🤗🤗


Kita lihat dan simak bareng-bareng kondisi dan situasi bening yang memutuskan melanjutkan pendidikannya ke Jepang !


Di negeri sakura ini cerita hati mulai menawarkan warna: hijau, kelabu, ungu dan abu-abu !!


Semoga keinginan author di sukai oleh pemirsa semua, tentang bening Nanggala dan cinta baru yang mencoba memasuki beranda jiwa seorang bening !


❤️❤️❤️


*****



Kyoto. Padanan perpaduan kota dan desa sekaligus. Dengan bersepada menikmati pemandangan dengan aura tradisional yang kental Kyoto tempatnya.


Sebuah lembah yang sangat cantik, indah dan anggun, lengkap dengan gunung sungai dan pemandangan alam yang memanjakan imajinasi. Dikota sepuluh ribu kuil ini aku menjatuhkan pilihan pada salah satu university yang banyak menyebar dikota ini, memperdalam pengetahuan dan ilmu yang ingin ku kembangkan.


Tempat yang indah dan nyaman, menarik hatiku.Memilih tempat ini selain untuk belajar juga mengobati kecewa dan luka yang tak seorangpun tahu. Alamnya yang indah dan tenang, serta suasana yang amat tradisional moderent sesuai dengan jalan fikirku yang tak menyukai tempat-tempat glamour dan bising.


Disini aku bisa belajar tenang. Jika rindu dengan suasana kampung cukup jalan-jalan mengendarai sepeda, sekedar minum- minum teh hangat yang siap ada di pelosok kota. Yang ku inginkan saat ini adalah ketenangan. itu saja.


***


Seseorang menepuk pundak ku,.cukup mengagetkan ! membuyarkan lamunan tentang peristiwa yang ku alami di Indonesia sana.


" Bening ?"


Aku mencari arah suara yang datang. seorang cewek cantik ber paras Jepang tersenyum kearah ku. Rambut lurusnya dikepang rapi dengan pita warna biru langit. Senyum cerahnya dengan gigi yang putih bersih berpendar diwajah cantiknya. masih bingung dan fikiran menerka-nerka siapa dia, tanganku dijabat erat.

__ADS_1


" Bening bukan ya ?" dia kembali mengejutkan aku yang masih melongo.


Aku mengangguk. membalas jabatan tangannya yang terasa hangat. Aku berusaha menenangkan hati. Konsentrasi mengingati siapakah dia yang pernah ku kenal dimasa lalu. Aku gagal mengingat. Aku hanya geleng-geleng, sambil tersenyum bingung.


" Hore ! dia tertawa kecil, begitu sumringah.


" Kenalkan, namaku Harumi !".


Dia menarik tanganku lincah, menuju sebuah bangku di taman kota yang unik.


" Kita duduk disini sambil minum teh !".


Dengan lincah dia memanggil seorang penjaga yang bertugas melayani tamu yang datang. Harumi memesan dua cangkir teh, lalu kembali beralih ke arahku dengan senyum ceria.


" Jangan canggung denganku bening !".


Harumi mencoba meyakinkan aku dengan tatapan matanya penuh rasa akrab, senyumnya merekah ceria.


" Aku mengenal kamu dari seorang teman ! ".


Ketika itu aku pernah melakukan proyek penelitian di kampusnya. Dari sana kita saling kenal ! sudah lama sekali sih !" dia banyak membantuku terutama dalam perbaikan bahasa Indonesia ku ketika itu !".


" Sekarang giliran aku bantu dia ! kemaren dia kembali menghubungi aku, meminta aku mencari mu disini !".


" Nanggala ?


Harumi mengangguk gembira. Manik-manik kecil di pupil matanya kian berbinar. Dengan senyum dan tawa ceria memandangi bunga-bunga yang bermekaran diatas kami.


"Nanggala itu baik sekali !".


"Aku buta Indonesia, Nanggala yang mengenalkan dan membantuku hingga proyek penelitian ku selesai dengan nilai yang sangat baik ! ".


Nanggala mengajariku yang buta bahasa apalagi dialog negerimu, kesabaran Nanggala melecut semangatku untuk terus belajar, hingga akhirnya aku bisa !".


Harumi tertawa lepas. Gerai rambutnya terguncang-guncang indah. Aku turut tersenyum melihat tingkahnya yang lucu ketika mengeja dan menyebut nama Nanggala.


Terasa ada yang terusir dari hatiku. Namun dengan cepat kutepis rasa yang tak baik itu. Aku harus positif dan bisa membuang semua sisa-sisa kenangan yang pernah ada.


Ku pandangi Harumi yang terus saja bercerita tentang kisahnya bersama Nanggala. Dan aku terus menyimak sambil sesekali tersenyum geli melihat kelucuan gadis Jepang ini.

__ADS_1


Lama menikmati teh hangat serta cerita Harumi yang segar. Tak terasa matahari mulai meninggi. Setelah temu Janji untuk perjumpaan berikutnya, Harumi pamit pulang. Sambil melambai ceria, Harumi menghilang di keramaian jalanan Kyoto.


Sekarang aku tinggal sendirian. Meneruskan keliling-kelilingku dengan bersepeda santai. Menikmati pelosok Kyoto. Ke indahan Kyoto mencuri sedikit rasa suka ku akan daerah ini.


Dua jam berkeliling sendirian. Kulihat matahari mulai bergeser dalam bayangan sepedaku yang mulai memanjang. Aku memutuskan kembali pulang ke apartemen kecilku. Untuk hari ini cukup berpetualang sepanjang pagi ke siang. mandi dan istirahat, pemulihan lelah hari ini, agar besok kembali kuat dan fit.


Menjelang ngantux aku menghubungi kakek. Suara kakek yang serak mengingatkan aku untuk selalu berhati-hati. Kakek juga bercerita kalau ibuku bibi Mayang sedang berkunjung ke rumah bunda. sudah dua Minggu disana. Hatiku bahagia, akhirnya aku memiliki banyak keluarga. Walau harus dilalui dengan perjuangan yang berat untuk bisa mengubah segala rasa yang lama melekat dalam jiwa. Seiring waktu semua pasti berlalu.


*****


Pagi sekali aku sudah keluar. Hari ini Harumi janji menemaniku berkeliling seputar kampus dan kuil yang ada disana.


Ini bulan Januari, musim dingin kembali tiba sejak Desember lalu. Hembusan hawa dingin di Sertai salju memberi sensasi baru. hal yang tak pernah ku nikmati di Indonesia. Ku tarik rapat resleting waterproof hingga leher atas, ditambah syal penghangat, aku menunggu Harumi katanya sudah diperjalanan menuju ke tempatku.


Nanggala ! yah Nanggala selalu membantuku, mulai dari awal bertemu. Dengan mempublikasikan puisi-puisi karyaku. Hingga aku di Jepang sini, masih saja berusaha memberiku ke nyamanan, dengan mencari teman-teman yang dia tahu lalu meminta menjagaku disini.


Ingat Nanggala sealur sedih kembali lahir di ujung hati. Bagaimana pun aku masih belum bisa sempurna merubah rasa hatiku. Dan semua ini hanya aku yang tahu.


"Ning ! ayo !".


Harumi datang dengan mobil setengah terbuka. Dia melambai tanpa turun dari kendaraannya. Aku berlari dan duduk disamping Harumi.


" Mau jalan kemana dulu nih !"


Aku mengangkat bahu, sambil memberi kode terserah Harumi mau bawa aku kemana hari ini.


Perlahan Harumi melarikan kendaraannya diatas aspal hitam Kyoto. Sakura yang unik dan cantik di sepanjang jalan yang kulalui sangat menggoda hati.Kota Jepang disaat musim dingin begini kelihatan sangat anggun. Aku mulai terhibur dengan situasi begini.


Yah ! Indahnya Kota Jepang memang patut di acungin jempol. Sulit dilukis dengan kata-kata. Hati sedikit terhibur dengan perjalanan hari ini. Harumi membawaku pada sebuah taman yang di tumbuhi sakura beraneka rupa. Lama duduk dan bercanda ria di alam yang dipenuhi sakura, akhirnya kita melanjutkan perjalanan.


Tamasya yang amat memukau, dan bakal sulit ku lupakan. Aku bersyukur. Dinegri yang jauh begini aku memiliki seorang sahabat yang begini baik. Semua ini karena Nanggala.


lagi-lagi Nanggala. Laki-laki yang memberiku debaran dan pesona, yang pada akhirnya harus sanggup kurobah kembali. Mengubur rasa ini bagiku bukan hal mudah, namun harus kulakukan.


Next


***


Salam santun untuk para Readers yang telah Sudi berkunjung di novelku. Satu harapanku tetaplah berikan padaku kenangan, yang akan menjadi suport untukku meneruskan karya ini.

__ADS_1


like,coment dan vote nya. ❤️


Salam cinta. : Asmirani 🌷


__ADS_2