
Pernikahan Nanggala dan Harumi. Sukses dan lancar. Sekarang mereka tinggal di rumah yang telah di siapkan Nanggala. Sebagai hadiah perkawinan mereka. Semua peristiwa itu sudah berlalu.Tepat hari ini enam bulan Nanggala dan Harumi hidup bersama.
Bunda telah pindah ke rumah mamah. Kakek tudak mengijinkan bunda kembali kerumah lama mereka. Kakek benar-benar menganggap bunda anak sendiri. Bersama mamah, bunda sering bepergian. kadang belanja, kadang mengunjungi Nanggala di rumah baru mereka.
π»πΌπ±πΏπ·ππ
Waktu begitu cepat berlalu. Kabar dari Jiwa
terkadang jarang masuk, itu artinya dia sangat sibuk dan kondisinya jauh dari sinyal, atau ada pertanda situasi Medan yang dihadapi genting.
Sebagai Perwira Jiwa mempunyai tugas yang amat berat. Apalagi di utus menjadi pasukan khusus di daerah konplik, dibawah naungan PBB, sudah pasti tugas ini bukan tugas biasa. Amat berat dan penuh resiko.
Mamah muncul duduk di sampingku. Sore yang sedikit mendung, mamah kelihatan seger dan wangi. Bunda masih mandi di belakang. Aku tersenyum memeluk pinggang mamah.
" Mamah makin cantik aja .."
" Iya donk.."
Mamah tertawa kecil mencubit pipiku. Kakek yang baru muncul ikut tersenyum. Jelas sekali wajah mereka bahagia banget sore ini.
" Bagaimana kabar Jiwa ".
Kakek bertanya sambil memetik daun bunga yang kelihatan kering. Mamah memandang ke arahku, wajahnya terlihat serius sekali.
" Terakhir minggu lalu sehat- sehat aja ".
" Tugasnya makin berat dan perlu konsentrasi penuh ! kadang sinyal dan cuaca ga bagus, jadi yang dikabarin yang penting-penting aja !".
Bunda muncul dari Dalam. aromanya dan segernya persis mamah. Aku tersenyum, memberi kursi, bunda duduk menyandar. Cantik dan anggun. Aku menggoda bunda yang terlihat senyum-senyum dengan candaan ku.
" Kita jenguk mbak Galih malam ini ?"
Mamah menatap ke arah bunda,. minta persetujuan.
" Udah satu Minggu tidak kesana!" Kasian Meiling sendirian".
Mamah kembali berargumen. Kakek yang sejak tadi diam sambil memunguti daun-daun kering menjawab ringan.
" Bagaimana Bening aja! kuat ga bawa mobil malam-malam !"
" Ada Nang! kita bisa ajak dia juga Harumi".
Mamah kembali bersuara. Bunda mengangguk mengiyakan. dan langsung memutar nomer ponsel Nanggala. tak berapa lama bunda memberitahu, Nanggala sedang menuju ke rumah kakek.Terlihat senyum bahagia dari wajah bunda. bahagia Nanggala akan datang. Begitulah cinta dan kasih sayang seorang ibu. Tak akan pernah berakhir.
__ADS_1
***
πΏπ·ππΉπ»πΌπ±ππ
Baviliun Galih. Adem dan sepi.Meiling yang baru saja dari luar membeli keperluan berpapasan dengan rombongan kita yang hendak masuk ruangan. Akhirnya setelah bercerita tentang kondisi dan keadaan rumah, Meiling mempersilakan kita masuk ke ruangan Galih.
Keadaannya masih sama. Tenang tanpa reaksi. hanya tarikan nafas yang turun naik, pertanda galih masih hidup.
Mamah mengusap pipi galih dan berbisik lembut ke telinganya. Terlihat nafasnya sedikit tertahan, menandakan dia menerima dan respon dengan ucapan mamah.
Bunda dan kakek duduk tercenung di pinggir tempat tidur. Seolah memahami kedukaan yang bertebaran dalam ruangan ini.
Hampir satu jam kita menemani Meiling, hingga akhirnya sampai pada batas waktu habis. Nanggala dan Harumi mengantar kita hingga rumah kakek, setelah bercanda dan leyeh-leyeh dengan keluarga, mereka pun pamitan pulang.
Sekarang tinggal aku. Duduk terpaku di beranda pendopo. mengamati kalung hati pemberian Jiwa. Hampir satu tahun Jiwa di Afrika tengah. kabar terakhir situasi sedikit genting. Mereka harus lebih waspada. para pemberontak dan perusuh terkadang datang menyerang tiba-tiba. Ini yang menjadi kekhawatiran semua pihak.
Jiwa selalu memberikan pesan hati. Harus siap menerima keadaan terburuk juga kondisi damai. Jadi aku perlahan mulai belajar menghargai setiap waktu dan kesempatan. Agar jiwa bisa langsung terkoneksi dengan semua keluarga, karena kondisinya yang rawan dan genting.
Percakapan ku dengan jiwa satu bulan yang lalu cukup membuatku sedikit berani menatap hari-harii ke depan. meskipun itu suasana paling tak nyaman, aku harus siap. Baik mental dan pisik ku.
" Ning, Jika tugas ini selesai, suasana konflik bisa diatasi, enam bulan ke depan mungkin misi ini selesai. Tapi itu semua tergantung keadaan.
Ketika itu aku menyimak seksama pesan-pesan dari Jiwa. Aku tahu Jiwa bertaruh segalanya disana. Dan aku juga harus mempersiapkan segalanya disini. mental, pisik, hati dan harapanku. semua harus ku tata seimbang.Termasuk jika di takdir kan kehilangan atau yang lebih buruk dari semua itu. Hati harus mampu di persiapkan untuk tegar dan kuat.
Bunda sakit. Dan Harumi lagi hamil. Tugas mamah agak sedikit repot. Jadi terpaksa Harumi untuk sementara mengungsi tidur dirumah kakek. Agar tidak terlalu rumit menghubungi jika terjadi hal di luar keinginan.
Sore yang dingin dan hujan cukup deras. Dari balik kaca kamar yang buram tertimpa bias dan udara dingin diluar. Pemandangan luar kurang terlihat jelas, Dari siang
Mamah membawa bunda berobat dan cek kesehatan di temani Nang. Harumi masih tergolek malas-malas di kamar depan. Mungkin perjalanan cukup jauh. antara rumah dan tempat mengajar, cukup melelahkan, dan itu terjadi setiap hari kecuali hari Minggu.
Bunyi langkah mendekati pintu. Terdengar suara Harumi sayup-sayup dari halaman depan. Aku urung keluar, karena Harumi sudah ada disana. Sambil mengamati urutan tugas yang harus selesai hari ini, aku kembali fokus.
Sebuah tepukan halus dan dehem kecil membuyarkan konsentrasi ku. Aroma wewangian yang menebar dari yang baru muncul seperti membawaku pada suatu hari, di satu waktu.
"bening.."
Sapaan nya membuat tubuhku ter lonjak kaget. Mata ku menangkap sosok yang begitu familiar, kocak dan membuat suasana spontan ramai.
" Bintang !
Aku berdiri. menyalami dan meninju bintang yang tertawa lepas. Wajahnya yang tampan, dibalut pakaian kebesaran dan korps. Berdiri menatapku dengan pandangan yang sukar ditebak. ada bahagia, ada lelah, ada macam-macam warna berdaur ulang berpendaran dari matanya yang jenaka.
" kapan pulang".
__ADS_1
mulutku masih ternganga, seakan tak percaya. Bintang ada disini. lengkap dengan pakaian dinas.
" Kemaren".
Mataku menatap seluruh penjuru dan pojok ruangan. tak ada tanda-tanda gerakan manusia lain disana. Aku kembali menatap bintang dengan pandangan bingung.
" kamu mencari jiwa ?"
bintang seolah mengerti arti kegundahan dan kebingungan hatiku.
"Jiwa masih disana, Ning. Jiwa masuk dalam pasukan terakhir yang akan di pulangkan".
hatiku mendadak sangat kecewa sekali. sekuat nya aku mencoba menahan hati, agar air yang dikandung mataku tidak tumpah.
" Sabar Ning!"
Bintang menarik tanganku menuju bangku di pojok taman. Harumi ikut bergabung sambil membawa minuman dan hidangan sore.
" Medan yang dihadapi sangat beresiko. Pasukan terpaksa dibagi dua.untuk kemudian di berangkatkan pulang. Jiwa masuk kedalam kelompok akhir yang akan dipulangkan ke tanah air. Tuntas dan jelas Bintang menuturkan padaku. Mulai dari cerita-cerita seram, lucu, genting dan mengguncang hati.
Kulihat Harumi menarik nafas panjang. kegundahan jelas tergambar dari wajahnya, sambil terus memandangiku dengan mata cemas dan kawatir. ku peluk pundak mungilnya erat. sambil menenangkan.
" Aku bukan bening yang dulu, ku bisikan kalimat itu padanya. sekarang aku sudah sangat siap dengan apapun halangan yang bakal datang. Tenanglah, aku enjoy dan nyaman banget !".
Harumi menatapku. tangan mungilnya menepuk pipiku halus.
" Aku percaya, tapi hati manusia sulit di takar, aku harap kamu sabar dan teruslah berdoa, untuk cintamu".
Ketika Bintang pamit pulang. Aku dan Harumi masih duduk ditempat yang sama. Sampai bunda dan mamah serta Nanggala ikut bergabung. Malam kian jatuh, Akhirnya masing-masing bubar, masuk ke kamar masing-masing. Istirahat.
Tapi mataku tak bisa kuajak tidur. bayang-bayang Jiwa dengan tingkah lakunya yang santun dan sedikit kocak datang menggoda ingatan.
"Semoga kamu disana baik-baik saja. Semoga Semesta melindungi semuanya. Aamiin...
Next
πΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπ·π·
Santun salam terimakasih untuk semua Readers yang sudah mampir dan mendukung aku, memberi semangat tanpa henti, disaat aku mulai jemu merangkai kata melanjutkan Bunga rumput πΏπΏπΏπβοΈπ
like, coment dan vote sahabat semua sangat kuharapkan dalam mengantarku menuju cita-cita π
salam cinta. : Asmirani π€ππ
__ADS_1
terimakasihπ