
β€οΈβοΈ
Ku pacu laju kendaraan lebih cepat. Pagi berkabut. Aku harus sampai lebih awal. Hasil disertasi yang harus ku kejar dan Mahasiswa di kelas ku yang menunggu perbaikan nilai studi mereka.
Hari ini cukup padat, tadi aku sudah wanti wanti ke bunda agar jangan menungguku makan malam, karena mungkin aku telat pulang. Kerjaan yang padat. Jarak tempuh yang cukup jauh menyita waktu, di tambah jika ke jebak macet di jalan.
Bunda memakhlumi jika aku sudah sibuk begini, dan seperti biasanya bunda akan menggantung kunci rumah di tempat rahasia kami. Agar aku tak mengusik istirahat bunda bila pulang nanti.
Hari ini mungkin saja sangat melelahkan fisik ku, bunda dengan cekatan seperti biasa, jika aku mulai dengan kesibukan seperti ini, akan melengkapi perjalanan ku dengan berbagai nutrisi. Bunda amat marah jika aku jajan dan makan sembarangan diluar.
Mengingat Omelan bunda tentang makan yang sempat ku nikmati di warung pinggir jalan, aku senyum- senyum sendiri. Benar adanya, bunda tak pernah mau diajak makan diluar, apalagi ditempat yang tidak jelas. Dan semua itu kebukti dengan kesehatan bunda yang amat stabil walau usianya sudah uzur.
" Bunda ga suka makanan instan yang kamu minatin Nang !".
Begitulah bunda selalu mengomeli. Jika aku mulai beli jajanan siap saji di luar. Bunda memang belum pernah sekalipun membawa makanan instan buatku. Seingat ku, itu tak pernah terjadi. Bunda amat sangat menjaga kesehatan tubuhnya.
Kupandangi jejeran makanan yang telah disiapkan bunda di mobilku pagi ini. Ada buah, sayur mentah, lalapan kesukaan ku, dan secangkir kopi hitam di termos kecil, bunda biasa menyebutnya.
"Pengusir kantuk dan lelah mu !".
ahh bunda !"
Begitu tahu dan paham kebutuhanku. Tepat jika bunda itu adalah wanita terhebat yang ku miliki pada abad ini.
Menuju parkir yang mulai ramai. Memasuki halaman kampus tempat ku menimba ilmu dan berbagi ilmu. Langkah ku pasti menuju ruang kerja, beberapa mahasiswa sudah menunggu. Memberiku sapaan ramah yang ku balas dengan senyum hangat.
Dua jam menyelesaikan perbaikan nilai mereka. Cukup santai dan tenang para mahasiswa menyelesaikan tugas yang ku sodorkan. Alhamdulillah, mata kuliah dan nilai yang kuberikan pada mereka umumnya sangat familiar. Tak banyak atribut tugas yang ku bebankan. Yang terpenting bagiku adalah adab sopan santun serta tata hidup yang baik. Menghargai dan sikap terimakasih yang tinggi serta tanggung jawab pada beban tugas. Itu aturan penilaian utamaku.
Dengan tidak mempersulit akan menjadikan mereka mudah mengembangkan kebolehan. Pendidikan sebenarnya terletak pada Hati, setelahnya adalah isi kepala.
" Kapan hasil perbaikan nilai keluar pak !".
" Tiga hari bisa dilihat di papan pengumuman !".
__ADS_1
Mereka tersenyum sambil menganggukan kepala penuh rasa hormat. Adap sopan santun ketimuran yang amat kental.
Kaki ku beranjak meninggalkan ruang kelas. Menuju aula utama direktorat. Disana setumpuk tugas telah menanti.
Tiba-tiba kaki ku terhenti. Tepat di pusat informasi dan test hasil. Kemarin aku telah mengirim puisi- puisi bening disini. Hatiku tergelitik ingin tahu apakah karya itu sudah terbit disana. Bergegas ku masuki pintu ruangan. Mencari editor penerbitan sahabatku. Yang kemarin menerima puisi Bening.
" bagaimana Lung, lolos ga titipan ku !".
Begitu ku lihat Alung tersenyum sumringah di belakang meja kerjanya.
" Sip ! bagus sekali karyanya, siapa sih Nang ?".
Aku spontan berteriak girang.
" Alhamdulillah !".
" Semua nya lolos sensor Nang ! bagus dan mantap banget susunan katanya ! siapa dia ?".
" Ini sudah ku edit dalam sebuah buku, Minggu depan buku kumpulan puisi ini sudah bisa di publikasikan !".
Ku timang buku kumpulan puisi itu dengan hati gembira. Bening pasti senang sekali.
" Eh Lung, aku minta satu buat pemiliknya !".
" Pasti Nang ! tapi kamu kasih bocoran dulu siapa nih Bening !".
Akhirnya aku ceritakan sekilas tentang bening pada Alung, dia nampak begitu antusias sekali.
"Semoga dia tetap menjadi pengisi kolom puisi di sini Nang ! karyanya bagus !".
Aku mengamini ucapan Alung. Sebuah buku kecil mungil kumpulan puisi bening telah ada ditanganku. Bening pasti senang !".
Beranjak dari ruang editor. Waktu di tanganku menuju angka satu. Sudah waktunya aku rehat dan mengisi perut. Mesjid kampus yang tenang dan adem menyambut tubuhku yang mulai terasa lelah.
__ADS_1
Dua jam kedepan masih harus ku tunggu. Disertasi penelitian hari ini selesai, dan aku mesti tanda tangan persetujuan. Masih lama untuk sekedar leyeh- leyeh di beranda mesjid.
Usai menunaikan kewajiban ku sambil menikmati makanan paling nikmat ala bunda. Ku bayangkan wajah bunda yang penuh dalam senyuman kasihnya. Tanpa terasa makanan di hadapanku, ludes habis tanpa sisa. Kenyang banget. Namun aku harus beranjak dari sini. Segera ke ruang direksi. Hari ini hasil tuntas penelitian ku.
Aku harus hati-hati dan teliti. Selama satu semester lebih aku berkutat dengan proposal, materi, data dan angka. Aku tak ingin kecerobohan membuat segalanya gagal.
Setelah selesai semua revisi dan pembenahan kata yang di stel agar rapi, aku menyerahkan hasil revisi ke bagian direksi. Disana mereka akan mencetak ulang dan membuat rekomendasi untuk fakultas ku. Setelah itu selesai. Dan aku bisa enjoy menikmati hasil kerja ku sejak enam bulan ini.
Hingga malam jatuh. Badanku terasa lumer keringat Lelah dan capek luar biasa. Menuju pulang. Ku pacu mobil dengan kecepatan sedang. Jalanan mulai sepi. Hanya satu dua yang masih berpapasan. Mungkin mereka juga sama denganku. Pulang kerumah setelah sibuk seharian dengan tugas dan pekerjaan.
Tepat pukul 23.00 WIB. Ku buka perlahan pintu rumah bunda. Aku tak mau bunda sampai terganggu dengan suara berisik.
Dengan hati-hati, setengah berjingkat, ku lihat pintu kamar bunda yang sedikit terbuka. Dari celah pintu ku intip bunda tertidur dengan pulas.
Hatiku lega dan bahagia. Sambil mengamati wajah bunda yang masih kelihatan cantik, ku bisikkan selamat malam. Seharian aku tak bersama bunda. pasti bunda mengerjakan semuanya sendirian. Ingin hatiku memberikan seorang menantu buat bunda, agar semua kerjaan bisa berbagi dan bunda tak ke capean. Hatiku tersenyum kecut. Siapakah dia calon bidadari ku. Aku berharap dan berdoa ,sosok itu sama seperti bunda.
Menuju kamar, menaruh semua peralatan dan tugas serta hasil kerjaku sepanjang hari ini. Ruangan kamar yang rapi dan bersih. Ini adalah hasil kerja tangan bunda. Sungguh wanita yang sempurna dan hebat dimataku.
memasuki kamar mandi. aroma air yang dingin menantiku. mandi dan istirahat itu yang ada dalam fikiranku saat ini. Agar besok kembali fress dan kembali melanjutkan perjuangan.
Next
***
π₯π₯π₯π₯πΏπΏ
Santun Reader semua.
Sudi datang dan singgah serta tinggalkan untukku jejak kenangan : like, coment dan vote nya
terimakasih setulus hati πβ€οΈ
Salam Cinta : Asmirani π·
__ADS_1