
✍️✍️✍️
Harumi dan Nanggala akhirnya saling mengikat hati. Aku bahagia sekali. Akhirnya cinta mereka menyatu juga. Mamah, bunda dan kakek sepertinya akan segera memboyong Harumi ke Indonesia. sebagai calon mantu tersayang.
Nanggala lebih demokratis. Dia menyerah pada pilihan Harumi Apakah pindah mengajar ke Indonesia atau tetap di Jepang. Malam itu telah terjadi kesepakatan antara keluarga Harumi dan kakek.
Ku pandangi foto kenangan wisuda beberapa hari lalu. Jiwa berdiri gagah diapit kakek dan nanggala. Sengaja ku cetak besar foto ini, untuk di pajang di dinding kamarku , di Indonesia nanti.
foto kenangan ku dengan Jiwa. Usai pengukuhan Lencana magister. Jiwa memberikan setangkai mawar merah itu.
Nanggala mengabadikan momen ini. bahagia ku sudah lengkap. Walau perjalanan cinta ini masih sangat panjang dan jauh. Tapi hatiku sudah ikhlas menyerahkan segalanya pada Semesta. Jika takdir menghendaki aku dan Jiwa bersatu, maka tak ada seorangpun bisa memisahkannya.
" Bening, Harumi menyikut pinggangku. Ku lihat Harumi yang masih malas-malasan di sampingku.
" Ada apa ".
" Kamu ga lapar ?" Keluar yuk cari makanan yang hangat, aku pengen yang pedas- pedas. Suasana dingin enaknya makan hangat dan pedas..!"
Sore yang indah. Aku dan Harumi menuju restoran seafood di kawasan laut. Sebelum keluar. Harumi menghubungi Nanggala. Di seberang sana Nanggala terlihat masih di mobil menuju pulang. Bersamaan dengan suara canda dan cekikikan Harumi bersama Nanggala, aku teringat Jiwa. Jam segini Jiwa mungkin masih dinas. Nanti jika sudah di rumah dia pasti menghubungi.
Semangkuk seafood, sepiring sayuran segar. Sore ini lahap masuk ke perutku. Ini bulan-bulan terakhir aku disini. Minimal empat bulan ke depan aku sudah kembali ke Indonesia. Aku ingin menikmati ke indahan Jepang dan sakuranya. Setelah itu sulit di pastikan aku bisa kesini lagi. entahlah.
***🔴
April 2021. Aku kembali ke tanah air. di airport Kyoto Harumi dan keluarganya mengantarku. Berbagai macam oleh-oleh titipan mamah Harumi sudah masuk bagasi. Saatnya aku pamitan dengan mereka.
" Watashino haha wasatteimasu !".
Ku cium tangan mamah Harumi. wanita paruh baya ini memeluk ku haru. Pelukannya akan menjadi kerinduan bagiku suatu saat nanti.
" Chuishite kudasai , mamah Harumi mencium keningku. Aku merasakan kesedihan dimatanya.
Harumi disamping mamah dan papah nya menatapku, Suasana sedih pasti terjadi jika perpisahan seperti ini.
Harumi memelukku. air matanya merembes jatuh.Tubuhnya gemetar menahan Isak. Pelukannya kian erat, seolah melarang aku pergi.
" Aku pasti merindukan kamu Ning..!
Aku kehilangan sahabat..".
__ADS_1
Harumi terisak di dadaku. Aku berusaha menahan haru, tapi tangis ini gugur juga.
" Kita pasti bertemu lagi, Harumi !". ku hapus air matanya perlahan.
" Ayo senyum..!"
Aku mencoba mengurai kesedihan yang ada dengan sedikit candaan. papah Harumi menatapku dengan senyum bijak.
Sambil melangkah menuju kabin pesawat , aku melambai kearah Harumi dan keluarganya yang begitu baik.sebentar lagi pesawat berangkat.
" Sayonara !".
ucapku meninggalkan mereka. Harumi masih menangis dibawah sana. membalas lambaian tanganku.
Perlahan pesawat mulai bergerak. Ku tatap Harumi dari atas pesawat yang mulai meninggi. Harumi dan keluarganya semakin jauh , semakin mengecil lalu hanya terlihat daratan yang kecil bagai titik hitam. Pertanda aku sudah jauh lepas dari negri sakura dan segala isinya yang penuh keramahan.
***
Indonesia. Sore pukul lima pas, pesawat yang ku tumpangi mendarat. Kulihat Jiwa berdiri gagah menyambut ku. Nanggala berdiri disampingnya dengan senyum merekah. Hanya berdua. Kemana bunda dan mamah juga kakek.
" Pasti bingung ga ada bunda dan mamah...
" Iya, mengapa ga ikut..?"
Kulihat Nanggala membereskan barang-barang bawaan ku. Menyimpan kedalam bagasi mobil.
"Bunda dan mamah lagi ke acara pernikahan cucu sahabat kakek.." udah dua hari disana. Nanti malam juga pulang !". Jiwa kembali menjelaskan.
" Kamu capek Ning !".
Jiwa menatap jauh ke dalam bola matamu Senyum yang aku sukai itu kembali muncul. Aku menggeleng. Duduk bersisian dengan Jiwa seolah rasa capek dan lelahku raib entah kemana. Nanggala menggodaku .
" ga mungkin capek, kan udah ada pangeran disampingnya. Kembali seger tuh Bening !".
Jiwa tertawa kecil. Aku cuma bisa manyun menanggapi guyonan Nanggala yang tiada henti. Sepanjang perjalanan Menuju pulang ke rumah.
***🔴
Pagi depan kampus. Aku masih menunggu Jiwa. Satu Minggu dia ada di ibu kota dalam rangka dinas. Besok kembali pulang ke markas. Agak jauh jaraknya dari kota tempat aku tinggal.
__ADS_1
Tanpa sengaja, tanganku menyikut punggung seseorang yang tengah berlari seputar lapangan samping kampus. Tempat diadakan segala kegiatan
Kelihatannya dia buru-buru mau main basket. Seorang cewe cukup manis..
" Maaf..!" aku minta maaf ketidak sengajaanku. Dia mengangguk ketus, bersamaan Jiwa keluar dari pintu mobil dengan senyum mekar. Namun tiba- tiba cewe di sampingku, yang dari tadi sibuk dengan bola basket ditangannya, berteriak girang.
" Jiwa, kamu disini..?" mau kemana ?".
pertanyaan yang meluncur bertubi- tubi disertai gerak tangannya yang segera menyeret Jiwa menjauh. Akhirnya mereka menyingkir kepinggir lapangan parkir.
Aku termangu. Memandang wajah gadis cuex itu. Terlihat akrab dan sedikit manja. Siapa dia ? mengapa Jiwa tak pernah cerita kalau dia memiliki adik angkat atau siapalah gadis ini.
Lama menunggu Jiwa yang masih asyik berbincang. Aku berbalik. Kembali duduk di sudut kampus. Tempat dimana aku tadi menemukan bangku disana. Sambil membalas chat Harumi ku lihat punggung Jiwa menjauh dari arah aku duduk. Mau kemana Jiwa. Seolah dia tak ingat kalau aku dari tadi menunggu dia disini.
Hampir satu jam Jiwa menghilang bersama gadis itu. Aku bingung juga kesal. Ada apa dengan Jiwa. Kemana dia. Siapa gadis itu.
Ku lirik jam tangan, waktu ku hampir habis. Aku harus buru-buru masuk. Walau baru sebagai tenaga tidak tetap mengajar di kampus ini. Aku harus tetap memperlihatkan disiplin pada mahasiswa yang ku didik.
Dengan kesal, penuh tanda tanya juga⁸a sedih yang mulai menjalari hati, kemana Jiwa. Mengapa dia meninggalkan aku sendirian, tanpa meninggalkan pesan apapun. Memasuki ruang kelas. Hampir empat puluh orang mahasiswa menungguku .Hal yang tak mungkin ku gagalkan. Aku harus fokus.
Ku simpan handfon ke dalam tas. Selanjutnya aku sudah sibuk dengan aktifitas memgajarku. Hingga waktu menuju angka 17.00 Wib.
Hampir sore, ketika urusan kampus kelar,menuju parkir,.kubuka handfon, tak ada satu pesan pun yang masuk. Jiwa seolah lupa janjinya padaku. Hingga aku menuju pulang belum satupun pesan dari Jiwa masuk ke hp ku.
Kemana dia. Mengapa hilang dan raib bagai hantu. Hatiku benar- benar di penuhi tanda tanya. Ada apa dengan Jiwa dan gadis itu. Mengapa tega melakukan hal begini padaku.
Hingga malam datang dan subuh pun tiba, esok dan esoknya lagi. Jiwa hilang bagai ditelan bumi. Sungguh misterius sekali. Hatiku dipenuhi tanda tanya.
Next
***🔴
Santun salam selamat datang Readers SE Nusantara. salam hangat untuk sahabat semua.🤗
Selamat menikmati suguhan bunga rumput..🙏
Jangan lupa meninggalkan jejak kenangan : like, coment dan vote.
Terimakasih 🙏😘
__ADS_1
Salam.cinta :. Asmirani.