Bunga Rumput

Bunga Rumput
Episode 23 Doa dan cinta


__ADS_3

✍️✍️


pukul 15.00 waktu Jepang. Harumi siaga satu. Aku tersenyum geli campur bahagia. Dari pagi seluruh pembantu yang bekerja dirumah Harumi dikerahkan dengan tegas. Membersihkan kamar yang akan di tempati keluargaku. Mempersiapkan segala keperluan yang diperlukan.


Harumi paham benar, masakan Indonesia jauh beda dengan masakan negerinya. Harus banyak cabai, harus lengkap bumbu. Harus pakai rempah, ini dan itu. Macam-macam. Karena hal itu pagi- pagi sekali Harumi sudah memborong segala macam sayuran khas Jepang.


Tak tanggung- tanggung, Harumi sengaja menyewa tukang masak yang berasal dari Indonesia. Aku geleng-geleng kepala, Salut dengan Harumi. begitu gesit dan cekatan. Sangat memahami siapa tamu yang akan datang. Tepat sekali dengan yang selalu disebut bahwa Jepang itu amat tinggi tata krama dan sopan santunnya.


Apalagi cara mereka menghormati tamu. Sungguh luar biasa. Mereka terkenal dengan budaya santun yang sangat terpuji. Tak salah lagi, jika harumi begitu. Karena sejak kecil dia memang sudah diajari hal yang seperti itu.


" Ning..!"


Harumi mengangkat tangannya tinggi-tinggi. Sambil menunjuk arloji di pergelangan tangannya. Aku paham apa yang di maksud.


Bahasa isyarat yang disampaikan pertanda waktu berangkat sudah tiba. Spontan aku berdiri. Siap untuk pergi.


" Yuko !".


Jawabku sigap. Menyambar tas dan topi pengaman rambut dari tiupan angin. Musim panas kali ini sungguh amat gerah. suhu mencapai 40⁰ C.


panas nya melebihi Indonesia.


" Watashino haha wasatteimasu !".


Harumi pamitan sambil mencium tangan mamahnya santun. Aku pun melakukan hal yang sama.Mamah Harumi melepas kami hingga beranda. sambil melambai dan berpesan hati-hati dijalan.


" Sayonara mama !".


Harumi membalas lambaian mamah dengan bahagia. Hari ini ku lihat Harumi lain dari hari biasanya. Kaos polos dengan overall berbahan denim, bahan tipis yang jatuh.


Street style Jepang. Dipadu dengan sneakers, terlihat sangat cantik dan keren sekali. Aku berdecak kagum.


" Harumi, kamu cantik sekali sore ini !".


Pujiku menggoda dia. Harumi tersenyum manis. Rambutnya yang tergerai di tutupi topi lebar pelindung panas. Makin menambah anggun.


Aku terpana. Cantik sekali. Aku yakin Nanggala bakal pangling dan jatuh cinta.


" Kamu juga cantik Ning !" Yakin seribu persen Jiwa makin cinta dan segera melamar mu..!"


Aku tertawa kecil.


" Masih lama jika mau melamar ku. Jiwa baru satu bulan menyandang gelar Lettu. Setelah ini mereka akan dikirim latihan atau menengahi daerah bermasalah di Indonesia. Itu ga bisa di pastikan waktunya berapa lama. Masih jauh untuk segera menikah.


" Harumi, aku yakin Nanggala bakal pangling melihatmu hari ini !".


" Biasa aja. Aku juga sering menakjubkan seperti ini. Tapi Nanggala tetep aja ga jatuh-jatuh !".

__ADS_1


Harumi tertawa lepas. Gigi kelinci yang kecil putih menyembul di kedua lekuk bibirnya yang mungil. Aku ikut tertawa mendengar seloroh Harumi yang gokil.


" Ada-ada aja kamu. Kalau Nanggala jatuh cinta udah dari dulu, tapi nyatanya ga kan ?".


Harumi makin gokil dengan cara bicaranya yang lucu. Mobil melaju pelan memasuki areal parkir bandara. Dengan tenang Harumi menatap waktu landing pesawat. Dia kembali duduk rapi.


" Masih lama. Satu jam lagi pesawatnya sampai.


kita minum dulu yuk !".


Harumi menarik tanganku menuju kafe buah dan berbagai just rumput laut. Seperti biasa aku pesan satu gelas just rumput laut. seger dan nikmat.di minum saat panas seperti ini.


Satu jam berikutnya. Deru pesawat mulai landing. Aku dan Harumi sudah duduk manis di ruang tunggu.


Mendekati pukul 18.00 waktu Jepang. Ketika kulihat jarum jam di tanganku.


Hampir satu jam menunggu. Nanggala mengurus bagasi. Akhirnya mamah dan bunda muncul, aku meluncur ke dalam pelukan kedua wanita yang aku sayangi itu. Kakek dan Nanggala juga tak ketinggalan mengecup pipiku haru.


" Bening. Suara Jiwa !".


Nanggala mengedip ku dengan senyum menggoda.


" Arjuna mu ga sabaran. Mau ijin memeluk juga !".


Jiwa tertawa pelan. Sorot matanya yang teduh menyiarkan kerinduan. Sambil menjabat tanganku.Jiwa berbisik pelan.


Jiwa menggodaku jenaka. Sambil melirik kearah Harumi. Aku menarik tangan Harumi. Kulihat Nanggala yang terpana menatap kearahnya. Aku gantian menggoda Nanggala.


" Pinjem bidadari mu sebentar, mau ku kenalkan dengan jiwa !".


Nanggala tersipu. Baru kali ini kulihat Nanggala begitu gugub. Itu artinya ada kemajuan, ada perubahan hati. Aku yakin Nanggala akhirnya akan jatuh cinta pada Harumi. Dan amat yakin sekali akan hal itu.


" Kenalkan ini Harumi, sahabat terbaikku !".


Lama berbincang dengan Harumi. Hingga semua barang bawaan siap masuk ke bagasi mobil.


Perlahan mobil meninggalkan bandara. Begitu santai dan gembira. Kebahagiaan yang di Sertai canda dan gelak tawa Nanggala serta jiwa menjadikan perjalanan menuju pulang semakin indah.


***🔴


Dirumah Harumi. Suasana terlihat sedikit sibuk. Mamah Harumi mengajak bunda dan kakek serta mamah untuk beristirahat di kamar yang sudah di siapkan. Malam pun jatuh tanpa ragu, Masing-masing terlelap dengan senyum penuh kebahagiaan.


Dari tadi kulihat Nanggala dan Harumi berbincang serius di beranda samping. Ketika aku pamitan dan menyuruh Jiwa istirahat di kamar depan.


Hampir satu jam Jiwa bercerita tentang Medan tugas baru setelah menyandang gelar Lettu. Aku memakhlumi kesibukannya sekarang. Jiwa meminta ijinku agar sabar menunggu kesibukannya ini tuntas.


Tanpa menunggu Harumi aku langsung masuk kamar. Saatnya istirahat. Besok kesibukan lebih padat. Sebentar kemudian Harumi sudah berada di sampingku. wajahnya terlihat bahagia. Pasti telah terjadi sesuatu. Aku mulai menggodanya.

__ADS_1


" Udah resmi kan ?".


Harumi menjawab ga kalah gokilnya.


" pelan- pelan aja Ning !".


Suara cekikikan kecil Harumi terdengar pelan. Aku memberi isyarat jari telunjuk di bibir.


" Sstt ! kakek di sebelah bangun !".


Harumi tersenyum sambil memeluk guling di sampingku. Matanya menatap kearah langit-langit kamar. Diwajahnya tergambar kegembiraan. Jelas sekali. Aku merasa sangat yakin, Nanggala pasti bakal bahagia jika bersama Harumi. Dia gadis yang baik.


" Nanggala melamar mu ?".


" Harumi mengangguk. Pipinya yang putih sedikit memerah.


" Kamu lihat ini !".


Harumi menunjuk sebuah cincin bermata giok, melingkari jari manisnya.


" Nanggala melamar ku Ning !".


"oh ya ?


Spontan aku berbalik. Berhadapan dengan Harumi. Hatiku senang bukan main mendengar berita ini.


Harumi kembali mengangguk. Wajahnya tersenyum bahagia.


" Artinya kamu siap pindah ke Indonesia ?".


Ku pandangi wajah Harumi serius. Dia kembali mengangguk. Dia siap kemana saja dibawa Nanggala. Karena keluarganya adalah orang-orang yang moderat, bebas memilih jalan hidup, asal tetap bahagia.


Aku mengamini cerita harumi. Akhirnya cinta mereka dipersatukan oleh semesta. Sungguh kebahagiaan yang amat sempurna.


Next


****🔴


santun salam jumpa para readers SE Nusantara 🙋


Selamat menikmati novelku. Semoga berkenan di hati.


Jangan lupa dukung aku like, coment, dan vote nya . Terimakasih 🙏


Salam Cinta. :. Asmirani🌷


 

__ADS_1


__ADS_2