Bunga Rumput

Bunga Rumput
Episode 26 Tugas dan cinta


__ADS_3

➖✍️✍️


Akhirnya Jiwa memang benar-benar menghilang. Aku pun mulai terbiasa dengan hal ini. Karena sesungguhnya aku memang sudah sangat terbiasa diperlakukan seperti ini.


Kalung merah hati. Masih menggantung di leherku. Ku amati kalung indah ini dengan senyuman. Perlahan tanganku mencari kunci pembuka, lalu mulai memutar ikatannya.


Aku sudah tak memerlukan nya lagi. Hatiku amat malas melihatnya, Apalagi melilit leherku. Sudah tak nyaman dan aman lagi untuk hatiku. kalung ini hanya menciptakan ruang penjara untukku. Tidak ada yang perlu dikenang. Barangkali hidup dengan kebahagiaan sendiri itu lebih nyaman, tiada beban.


Jika ada cinta yang akan datang. Rasnya tak perlu di pedulikan lagi. karena Cinta manusia itu amat sangat merugi. Tak ada yang sejati selain diri sendiri yang perlu di bahagiakan.


Perlahan tanganku membuka kunci pengikat kalung merah hati yang masih melingkar di leherku.


Sekarang kalung itu telah beralih. Ku amati lagi, dengan hati yang amat dingin, lalu perlahan tangan ku melemparkan melalui jendela kamar.


Hatiku plong dan lega. Tiada beban tiada apa- apa. Hanya rasa sakit dan benci. Perasaan ini yang harus ku obati. Tapi apa yang terjadi. Mamah sudah duduk disamping ku. Entah kapan mamah masuk dan duduk dengan rapinya disana. Aku sampai kaget.


" Mamah ?".


Mamah mengangguk. Lalu meraih kepalaku, ke pelukannya. Mamah selalu tahu kondisi ku luar dan dalam. Apalagi tentang hati. Mamah akan ikut merasakan jika hatiku sedih dan kecewa seperti ini. Selalu ada mamah ketika aku dalam masalah.


" Mamah !".


" Iya, ini mamah. Manangislah jika kamu pengen menangis".


" Ga mamah ".


Aku tengadah. Memandang mata mama yang berair. Mamah menangis. Aku merasa bersalah sekali. Selalu dan selalu saja mamah menangis. Semua itu karena aku yang lalai dan lembek. Adakah lagi waktu bagiku untuk membuat bibir itu tersenyum dan matanya tanpa airmata ?


Ku peluk mamah erat-erat. Mamah yang selama ini tegar dan kuat dalam pandangan mataku sekarang kulihat menangis. Apakah mamah ingat kisah lalu, ketika mengejar cinta yang tidak mencintai. Ketika mengharapkan sesuatu yang tak mungkin. Sekarang luka itu ku lihat saat aku yang dilukai kehidupan


" Mamah jangan menangis !"?


Mamah memelukku erat. gelombang haru terasa pekat. Ini kali pertama ku lihat mamah merapuh.

__ADS_1


" Siapa gadis yang bertemu Jiwa, ketika itu !".


Aku menggeleng. Mamah tersenyum samar. Mamah mengeluarkan sesuatu dari kantong baju, kalung warna hati itu. Ada ditangan mamah. Aku kaget sekali. Mamah kembali merengkuh kepalaku. Lalu perlahan tangan mamah menaruh kembali kalung itu di leherku.


" Tabu melepas pemberian orang lain, jika kita belum jelas pasti keputusan orang tersebut. Kita ga tahu apa sebenarnya yang terjadi dengan Jiwa. Kamu harus tetap optimis !".


" Jadilah bijaksana ! memahami dan memaafkan.Jangan bersikap arogan dan dendam. Karena sesungguhnya kebaikan akan mengiringi orang-orang yang ikhlas !".


" Mamah tetap yakin, Jiwa anak yang baik. Jiwa sekarang dalam masalah. Jadi berikan dia kesempatan menyelesaikan segala masalahnya. Jikapun dia ga datang lagi, maafkanlah dia !".


" Ingat ! jangan pernah berbuat zolim.Jangan cepat melepas kebencian. Tetaplah dalam fikiran positif. Semesta bersama mereka yang sabar !".


Tapi mah !".


"Stop !". Mamah ga pernah mengajari kamu mudah menyerah. Mamah ga pernah ngajarin kamu membenci, walau pada musuh sekalipun. Kamu harus tetap percaya. Kebaikan mengiring kebaikan. Dan kejahatan pasti berakhir dengan kejahatan juga. Mamah yakin, kamu bukan anak lembek yang mudah rapuh !".


Bunyi ketukan halus di daun pintu. Mamah bangkit. Berjalan membukakan pintu. Bersamaan terdengar suara ribut- ribut, suara ketawa.


Nangala datang. Bersamaan dengan munculnya Bintang yang sudah lama tak ada kabar. Aku sontak kaget, ketika Bintang terbahak melihat ku melongo.


Aku ikut tertawa juga mamah mendengar seloroh Bintang.


" Tumben ! kamu datang, nemu dimana Nang !".


Nanggala tertawa diiring guyonan kocak Bintang. Sore yang sedikit mendung berubah jadi ramai. Bintang sengaja datang karena sudah lama tak berkunjung. Dari cerita Bintang aku akhirnya tahu bahwa bulan depan dia ikut pasukan khusus perdamaian.


Sebanyak 850. Prajurit pilihan TNI. yang tergabung dalam Satgas Batalyon Gerak Cepat (BGC) TNI Kontingen Garuda XXXIX-C Mission de l'Organisation des Nations Unies pour La Stabilisation en République Démocratique du Congo (Monusco) segera diberangkatkan sebagai  Pasukan Perdamaian PBB,  Kali ini, wilayah Afrika Tengah menjadi lokasi tugas mereka.


Hampir.ga punya waktu. Latihan dan persiapan pemberangkatan. begitulah penjelasan cerita Bintang. Dia juga bercerita, jika sudah latihan super ketat kayak gini, semua atribut dikumpulkan di ruangan komandan termasuk yang paling penting adalah handphone. Sejak tiga bulan ini.


Dari Bintang aku akhirnya tahu, Jiwa juga ikut dalam pasukan khusus. Aku paham Jiwa menghilang karena kesibukan ini. Ada hal penting, yang barangkali tak memungkinkan dia untuk berkomunikasi,.inilah tugas dan disiplin seorang prajurit.


" Jiwa salah satu perwira yang tergabung dalam Kontingen Garuda TNI yang turut serta mengemban misi negara, karena telah memiliki kemampuan tempur dan memiliki kemampuan untuk memenangkan hati serta pikiran rakyat di tempat penugasan Afrika Tengah,"

__ADS_1


***🔴


Jiwa muncul. Wajahnya letih dan sedikit muram. Mamah berusaha membangkitkan semangat dan ke ceriaannya. Mamah dengan semangatnya segera turun ke dapur. membuatkan makanan kesukaan Jiwa. Waktu ijinnya singkat, Mamah buru-buru memberikan apa yang diinginkan. Sebenarnya Jiwa sudah tak boleh pesiar keluar. Tapi dengan berbagai aturan dan sanksi akhirnya Jiwa mendapatkan jatah ijin sore ini selama empat jam saja.


Akhirnya masakan mamah siap untuk di santap.Jiwa duduk rapi diantara Nanggala dan kakek. Bunda dan mamah melayani mereka dengan sempurna. Aku geleng-geleng. Jiwa kelihatan bahagia sekali.


Usai melahap semua hidangan mamah dan bunda, menjelang kembali ke markas. dihadapan kakek, bunda, mamah dan Nanggala, Jiwa minta ijin untuk berangkat.


" Mohon doa restu kakek, mamah dan bunda ! saya berangkat besok besok pagi.Tugas ini tidak bisa dipastikan lama waktunya. Jika komplik selesai, kita bisa pulang lebih cepat. Selama komplik masih ada, pasukan Garuda akan tetap disana !"


" Kalung itu janji saya kek. Selesai tugas ini saya akan melamar Bening !".


" Kakek menepuk pundak Jiwa penuh semangat. Kakek merestui permohonan Jiwa. hatiku amat bahagia.


" Tunggu aku Ning ! pulang nanti aku akan melamar mu !".


kata- kata itu kembali di ulang Jiwa sebelum naik ke mobilnya sore itu. Kulihat senyum khas Jiwa, amat menentramkan hatiku.


" Iya, aku akan tunggu kamu ,hati-hati disana !".


Sesaat kulihat binar-binar Dimata Jiwa berpendar bahagia. lalu dengan santun dia berpamitan. Sore kenangan yang akan terus ku ingat. Nanggala batuk-batuk kecil menggodaku. Mamah dan bunda tersenyum bahagia.


Hingga malam jatuh dan aku tertidur pulas. dalam doa dan harapan yang semakin menguatkan hati.


Next


****


welcome readers SE Nusantara


santun salam cintaku buat sahabat semua..


Like, coment, dan vote sahabat menjadi obat penyemangat ku dalam berkarya. terimakasih atas partisipasinya 🙏

__ADS_1


Salam cinta. : Asmirani 🤝😘


__ADS_2